Release info

Xiao Ao Jiang Hu EP04 SEMUA HDTV x264 ryannajoan
A Commentary by venomex
EP04 | ryannajoan | IDFL.me

Tags

HDTV
hdtv
x264
HD
Published on: 2017-06-08
Downloads: 63
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Si Penerjemah : ryan najoan

Episode 4

Siapa yang tahu Ketua Sekte yang kuat itu...

...melakukan sesuatu yang licik.

Tak heran kenapa muridnya itu monster.

Lihat, bagaimana aku menjagamu.

Siapa kau, perampok?!

Berani kau mematai di Sekte Qingcheng sementara kami berlatih.

Hanya lewat...hanya lewat...

Guru, ini Sekte Huashan, Linghu Chong!

Ketua Yu.

Aku tak bermaksud mematai di area Sekte mu!

Ini semua karena burung itu, dia yang membawaku kemari.

Yakinlah. Aku akan membunuh dan memakannya nanti.

Omong kosong!

Guru, dia disini untuk mencari masalah!

Jangan kasar, Ren Jie.

Ini tamu kita.

Aku telah membaca suratnya.

Pedang seorang pria adalah pedang seorang pria sejati.

Setiap kata adalah pria sejati.

Linghu Chong.

Membuatmu dihukum oleh tuanmu,

Aku benar-benar minta maaf.

Jangan katakan itu, Kepala Yu.

Ini semua karena ketidaksabaranku. Aku memang layak.

Ketua Yu, Guru kami memiliki bukti untukmu.

Mudah-mudahan Kepala Yu bisa mempertimbangkan ikatan erat antara dua sekte kami dan membiarkan berlalu.

Ketua Yue memang sangat baik.

Ren Jie.

Tolong beritahu Ketua Yue.

Sekte Mount Hua dan Sekte Qingcheng selalu dalam kondisi baik.

Kali ini hanya kesalapahaman murid saja.

Jangan ambil hati.

Ketua Yu memang murah hati!

Jika Ketua Yu tak ada hal lain, kami mau permisi dulu.

Kami permisi dulu.

Baiklah.

Ayo.

Kakak senior.

Apa kau tak apa, kakak senior?

Kakak senior.

Ini teknik Sekte Qingcheng kami "Angsa mendarat di Pasir".

Kakak senior.

Ingatlah, Linghu Chong.

Enyahlah.

Apa kau tak apa, Chong'er?

Aku baik saja.

Yu Canghai itu memang keterlaluan.

Sebagai Guru senior, dia diam-diam menyerang adik seperguruan.

Chong'er.

Bagaimana bisa kau mengintip sesi latihan mereka?

Ini adalah kejahatan dunia persilatan.

Tak heran Ketua Yu menyerangmu.

Aku tak bermaksud mengintip, Guru.

Lagipula,

Teknik mereka juga aneh.

Apa itu? Itu Teknik Pedang Bixie.

Apa itu? Itu Teknik Pedang Bixie.

Aku dengar itu adalah Teknik Pedang dari keluarga Kepala Pasukan Kekaisaran, Lin Yuantu.

Aku akan tunjukan padamu jika kau tidak percaya.

Apa gerakan itu diajarkan padaku oleh Guru?

Bagaimana itu akhirnya dipelajari oleh Sekte Qingcheng?

Dan itu berkaitan ke Lin Yuantu.

Lin Yuantu...

Lin Yuantu...

Kakak senior, kau sudah lupa?

Cucunya adalah komandan saat ini yang bertanggung jawab atas penjaga kekaisaran ibukota, Lin Zhennan.

Meskipun seni bela dirinya hanya begitu-begitu, dia baik secara pribadi.

Dia menjadi favorit raja.

Semua di dunia persilatan menghormati dia.

Kami sudah bertemu dengannya beberapa kali.

Aku ingat.

Lin dan Sekte Qingcheng...

...ada beberapa perselisihan di antara mereka.

Saat itu Lin Yuantu sangat terkenal dengan Teknik Pedang 72 Gerakan Bixie nya.

Saat itu Lin Yuantu sangat terkenal dengan Teknik Pedang 72 Gerakan Bixie nya.

Dia dipastikan mengalahkan beberapa tokoh kuat diantara penjahat.

Lagipula, ia memiliki posisi penjaga kerajaan. Sangat menakjubkan.

Diwaktu itu, Beberapa orang dari partai ortodoks menyaksikan kekuatannya.

Jadi satu per satu,

menantangnya bela diri.

Dan Pendeta Changqing juga dikalahkan dengan Teknik Pedang Bixie-nya.

Dia menyimpan dendam hanya karena dia dikalahkan.

Pendeta Changqing ini sama dengan Yu Canghai.

Kalah dalam kompetisi bela diri,

tidak akan dilihat sebagai dendam mendalam.

Lagipula, Lin Yuantu telah lama mendapatkan ketenarannya.

Dia adalah pahlawan Changqing Zi.

Sedangkan Changqing Zi hanyalah pendeta kecil yang baru lahir.

Sedangkan Changqing Zi hanyalah pendeta kecil yang baru lahir.

Junior dikalahkan oleh senior

Apa yang baik tentang itu?

Tapi dikatakan bahwa Changqing Zi,

Meninggal diusia 36 tahun.

Kurasa dia tidak bisa melupakannya dan akhirnya meninggal.

Itu bisa juga.

Sudah beberapa dekade.

Yu Canghai tiba-tiba mengajarkan muridnya Teknik Pedang Bixie.

Itu aneh.

Aku pikir orang-orang dari Sekte Qingchengberpikiran sempit.

Itu sebabnya mereka akan pergi dengan kait atau pengait untuk membalas dendam.

Itu yang kupikirkan juga.

Bagaimanapun,

Jika Lin Yuantu mati sebelum Changqing Zi,

Dan Yu Canghai ingin membalas dendam gurunya,

Dia pasti mencari anak Lin Yuantu, Lin Zhongxiong.

Tapi kenapa dia menunggu sampai sekarang.

Untuk berpikir balas dendam.

Yu Canghai ini cukup cerdik dan licik.

Sepertinya akan ada pertempuran sengit antara Lin dan Sekte Qingcheng.

Kakak senior,

Jika perkelahian benar-benar terjadi,

Apa yang akan terjadi nanti?

Bela diri Yu Canghai diatas gurunya.

Kemampuannya melebihi Pendeta Changqing.

Sedangkan untuk keahlian Lin Zhennan, meski banyak yang tidak tahu latar belakangnya,

Kemungkinan besar dia tidak sebagus nenek moyangnya.

Dengan ini, bahkan sebelum bertarung,

Lins telah 70% dikalahkan.

Terlebih lagi, Lin Zhennan telah pensiun.

Dia tidak memiliki pilar pendukung lagi.

Aku rasa ini waktunya, Sekte Qingchen.

Akan merencanakan serangan tiba-tiba.

Lins akan dikalahkan sepenuhnya. Tak ragu lagi.

Jika Lin Zhennan...

Berhasil mendapatkan bantuan dari kerabatnya, Sekte Pedang Emas,

Kemungkinan mereka masih punya peluang.

Guru, apa aku harus melaporkan ini pada mereka,

Jadi Lins takkan mati ditangan Yu Canghai?

Bodoh.

Dendam JiangHu (dunia bela diri) bukan untuk kita ikut campur.

Tapi Guru, tidakkah kita bilang akan menyelediki dan menolongnya?

Diam.

Aku punya rencana sendiri di situasi ini.

Aku punya tugas buatmu untuk menyelesaikannya.

Tanggal 15 Bulan depan,

adalah upacara pensiun Liu Senior.

Di tempatku, kau akan siap-siap dan tiba dengan sebuah hadiah besar.

Dan katakan padanya aku akan tiba lebih dulu.

Ya, Guru.

Baru saja kembali dari Sichuan...

...sekarang aku harus pergi ke He Yang.

Mungkin ini maksudnya aku, Linghu Chong, aku ditakdirkan untuk hidup yang melelahkan?

Jika Adik (Anak guru) mengetahui bahwa aku harus pergi lagi,

Dia akan marah padaku.

Cinta dan Benci

Adik!

Erat menyerupai kabut samar.

Terkadang tersebar dan terkadang berkabut.

Adik! Apa yang kau lakukan?

Kemarilah, cepat!

Kakak,

Menurutmu apa yang akan terjadi saat dia meninggal?

Apakah itu berarti dia tidak akan memiliki rasa sakit atau kekhawatiran?

Tak ada yang tersisa jika salah satu mati.

Ayo, cepat.

Tak ada yang tersisa?

Itu Masih lebih baik daripada tinggal di Mount Hua seperti orang bodoh.

Kau akan pergi sebulan.

Aku akhirnya melihat kau kembali.

Sekarang kau pergi lagi.

Jika itu masalahnya,

Aku juga mungkin...

Baiklah, baiklah!

Ini semua salahku.

Jangan bergerak. Aku akan kesitu untuk menyelematkanmu.

Jangan bergerak!

Jangan kemari, kakak senior!

Cabang ini rapuh.

Kau akan jatuh bersamaku jika kau menolongku.

Kalau begitu kita akan mati sama-sama!

Kau sangat baik, kakak senior.

Tentu saja.

Ayo kembali.

Ayo.

Apa aku menakutimu?

Kau anak nakal!

Kepalaku...

Kemarilah, adik.

Kepalaku...

Apa kau tak apa?

Aku tak apa. Apa kau baik saja?

Kau sangat baik, kakak senior.

Kau bersedia mati untukku.

Aku akan mati ketakutan bahkan jika aku tidak mau.

Apa yang harus ditakuti?

Aku telah mengalami ini setiap waktu. Takkan ada yang terjadi.

Aku mendengar bahwa orang-orang dari "Tebing Hutan Hitam" juga turun dengan maksud ini!

Aku mendengar bahwa orang-orang dari "Tebing Hutan Hitam" juga turun dengan maksud ini!

Benar!

Aku pikir ada cara lain.

Aku akan menunjukan lagi padamu *lainkali.

Ada "Lainkali" ?

Bisa kita tidak memiliki "Lainkali" ?

Tentu. Tapi kau harus berjanji padaku.

Apa itu?

Kawin lari.

Kawin lari?

Kenapa kita harus kawin lari?

Swordsman (Xiao Ao Jiang Hu / State of Divinity / The Smiling, Proud Wanderer / 笑傲江湖) subtitles in other languages

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left