Prvních 175 řádků.
Raja Iblis Ahriman membuat para iblis tunduk
dengan kekerasan dan kekuasaan.
Keinginan itulah yang membuatnya menyatukan dunia iblis.
Namun, Raja Iblis punya sebuah masalah
dan menghentikan invasinya.
Masalah itu adalah
Dou, putri semata wayang Raja Iblis Ahriman...
Mau?
...terlalu baik!
Putri Raja Iblis terlalu menyukai manusia!
Ada bunga aster.
Lashida dan Haura pasti senang.
Sama seperti ibunya, dia suka bunga juga.
Oi, padahal sudah susah-susah pilihnya.
Penambangan kristal sihir tampaknya berjalan lancar, ya.
Iya.
Walau ada yang bikin repot juga.
Pemburu Iblis yang masuk baru-baru ini?
Kalau dia terlalu membangkang,
mungkin akan kupanggang dan kumakan.
Tidak boleh!
Budak adalah tenaga kerja yang berharga.
Ada cara lain untuk memanfaatkannya.
Umbi!
Nona Dou!
Kak Jahy!
Kenapa Nona di sini?
Papa memetik umbi buat aku!
Setelah meninggalkan invasi, orang tua bodoh itu malah ngapain?
Ada banyak, jadi aku mau makan
bareng para manusia dan Kak Jahy!
Hei, Dou!
Sudah kubilang tidak boleh dibagi ke budak, 'kan?
Papa!
Sumpah, mereka ini ngapain, sih?
Tolong kendalikan diri, Raja Iblis!
Tindakan Anda itu
malah mendorong kebaikan Nona Dou!
Apa? Benarkah?
Nona Dou.
Saya pernah bilang, 'kan?
Kalau Nona baik terus,
Raja Iblis jadi khawatir dan tidak bisa bekerja.
Harap miliki hati yang lebih kejam selayaknya iblis!
Maaf...
Apa ada cara bagus?
Tantangan dengan menggunakan penduduk desa tempo hari
sama sekali tidak berhasil.
Raja Iblis, tenang saja!
Saya sudah menyiapkan tantangan baru untuk Nona Dou!
Oh? Tantangan macam apa?
Tantangan untuk menindas budak pembangkang yang mengganggu ketertiban
dan membuat mereka tunduk dengan rasa takut dan rasa sakit!
Oh, itu ide bagus!
Tapi ini sedikit berbahaya.
Saya harus bersiap dulu demi keamanan Nona Dou.
Tidak perlu khawatir soal itu.
Nih, Dou.
Aku mengejarmu kemari karena lupa memberikan ini.
Apa ini?
Wah!
Sekarang, Dou adalah pemilik tongkat sihir ini.
Tongkat sihir untuk apa?
Lihat saja.
Raja Iblis, apa yang Anda lakukan?
Jangan bergerak.
Ini cuma tongkat, Papa.
Nona Dou!
Saat ada yang punya niat jahat, membunuh,
dan mencelakai menyentuh pemilik tongkat sihir ini,
dia akan musnah menjadi debu!
Ini adalah tongkat sihir khususku.
Sekarang jadi tenang, 'kan?
Berjuanglah dalam tantangan itu.
Wah, ada pasir!
Apa yang terjadi kalau suku iblis yang menyentuhnya?
Entah.
Pemburu Iblis, kau lagi?
Kalau kau kerja saja dan tidak membangkang,
kau takkan kesakitan begini!
Oi!
Apa kau bawa harta?
Aku tidak bawa apa-apa! Aku mohon, biarkan aku lewat!
- Apa? - Oi, mau melawan?
Gara-gara prajurit si Ahriman terus bertambah,
lahan cari uang kami jadi berkurang.
Gara-gara itu, kami jadi menyerang manusia miskin di desa pelosok begini.
Harusnya ada desa kecil di depan sana.
Mungkin ada yang mendingan di sana.
Di rumah tadi tidak apa-apa.
Lashida, Haura!
Pemburu Iblis itu ada di penjara bawah tanah sekarang.
Dia suka berontak...
Kakak!
Kenapa Kakak langsung menjauh?
Nona nanti jadi tidak serius mengerjakan tantangan kalau saya di samping Anda.
Suku iblis itu
adalah manifestasi niat jahat, membunuh, dan mencelakai,
sudah pasti aku jadi debu kalau aku menyentuhmu!
Omong-omong,
apa Nona paham maksud menindas?
Ya!
Siksa saja terus sampai mereka patuh.
Nona paham?
Ya!
Apa dia benar-benar paham?
Tidak, itu dipikir nanti saja!
Tujuan sebenarnya
adalah membuat Nona Dou mengerti bahwa manusia itu musuh!
Kita sudah sampai.
Nona Dou sekalipun,
kalau dibuat sadar bahwa manusia itu sosok yang hina dan berbahaya,
dia pasti jadi waspada dan memusuhi mereka.
Budak dengan hati yang terpuruk cocok untuk itu.
Baik, Nona Dou.
Gunakan cambuk ini untuk...
- Gelap banget! - Hei!
Kenapa ada bocah di sini?
Aku bukan bocah, namaku Dou.
Dia ketemu Pemburu Iblis yang niatnya mau kupertemukan.
Tanduk itu hadiah dari mana?
Bukan hadiah.
Suku iblis tumbuh tanduk.
Oh, benar juga.
Jadi, kau mau apa?
Mau membunuhku?
Sip! Jika dia mengancamnya,
Dou pasti jadi benci manusia!
Dengan begitu, dia akan menindas manusia secara naluri.
Tidak, aku mau menjamur!
Menindas, Nona Dou!
Katanya harus digoreng sampai mendesis.
Malah jadi bahas masakan!
Ya, jamur memang enak.
Iya! Enak!
Cocok dimakan dengan rebusan.
Sebentar lagi musimnya rebusan!
Jadi tidak sabar.
Ya, enggak sabar!
Dia dipermainkan!
Apa yang mereka ingin lakukan sampai mengirim bocah segala?
- Rebusan, rebusan. - Aku takkan mematuhi perintah kalian.
Cepat bunuh saja aku kalau mau membunuhku.
Aku tidak punya tempat lagi di dunia ini.
Tempat?
Apa ada harta?
Kalau kalian mau serahkan,
kami takkan menghancurkan desa kalian!
Hah?
Oh, manusia yang kita tebas tadi.
Mau dihabisi?
Dasar manusia!
Sialan!
Apa-apaan kau?!
Berengsek!
Assim.
Ruam itu
adalah kutukan abadi karena paparan darah suku iblis.
Bukti "Pemburu Iblis".
Para iblis yang terpancing
karena itu untuk balas dendam
pasti datang lagi ke desa ini.
Aku tahu ini kejam,
padahal kau sudah menyelamatkan desa ini.
Pergilah dari sini.
Sejak saat itu, aku sudah tidak punya tempat lagi.
Aku selalu sendiri.
Aku tidak takut mau diapakan.
Aku adalah Pemburu Iblis.
Bocah pun akan kubunuh...
Wah!
Terbuka!
Kok dia pakai tongkat sihirnya untuk itu?
Kau tidak mendengarkanku?
Aku bilang akan membunuhmu, tahu!
No comments yet. Be the first to leave one.