Season 1

Release info

The Demon Kings Daughter Is Too Kind S01E12 CR WEB-DL Bahasa Indonesia ID
[Crunchyroll] Maou no Musume wa Yasashi Sugiru!! - 12
A Commentary by Abu3safeer
💢||🅲🆁🆄🅽🅲🅷🆈🆁🅾🅻🅻💢

Tags

webdl
anime
Published on: 2026-03-17
Downloads: 15
Hearing Impaired: No
FPS: 23.976

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Jeng!

Dou seram, tidak?

Wah, sungguh wujud yang saking imutnya jadi menyeramkan!

Cocok banget, Dou!

Aku pakai ini di Upacara Unjuk Muka besok.

Akulah anak Raja Iblis, Dou!

Takuti dan puja aku!

- Kya! Takutnya! - Kya! Takutnya!

Ini salah...

Aku ingin Nona Dou pakai kostum yang membuat

dia sedikit mengintimidas dan bermartabat.

Vushu!

Upacara Unjuk Muka ramai sekali!

Kau tidak apa-apa?

Memangnya kelihatan tidak apa-apa?

Upacara Unjuk Muka cuma menunjukkan diri dan memberi salam.

Tidak sesederhana itu!

Upacara Unjuk Muka juga merupakan penentuan

apakah Raja Iblis selanjutnya layak!

Jika tidak layak,

ada yang merencanakan pemberontakan dan pembunuhan di masa lalu!

Menurutmu apa yang akan terjadi pada Nona Dou yang belum tampak seperti iblis?

Meski begitu, mana bisa dalam semalam.

Menyerah dan hadapi saja.

Tidak, masih ada cara!

Apa itu?

Aku bergadang menulisnya.

Naskah pidato Nona Dou!

Ah, buat itu.

Jika kuserahkan pidatonya pada Nona Dou...

"Saat besar nanti, Dou mau tamasya sama semuanya,

membuat kolam manisan,

berjemur sama Papa,

ikut festival olahraga dan bernyanyi."

Dia bakal begitu dan tidak menyatakan hal sepantasnya Raja Iblis sama sekali!

Tingkahmu jadi aneh gara-gara bergadang.

Aku harus berikan ini pada Nona Dou agar upacara besok tidak gagal!

Permisi.

Nona Dou, ada yang ingin saya bicarakan soal upacara besok.

Nona Dou tampak lebih serius dari biasanya.

Dia menulis apa?

Jangan-jangan ini naskah pidato?

Tak kusangka dia menulisnya sendiri.

Aku harus mengambilnya secara paksa dan menukarnya dengan naskahku.

Tapi masa kutukar naskahnya padahal dia serius sekali menulisnya?

Tapi...

Kakak?

I-Iya!

Lagi ngapain?

Ah, tidak!

Saya penasaran karena Nona serius sekali menulis.

Aku menulis untuk acara presentasi besok.

Oh, begitu.

Bukan presentasi!

Jadi makin susah buat menukarnya!

Hmm?

Diariku?

Hari ini, aku diajari merebut!

Aku menjamur sama Om!

Kakak mengajariku sihir dan main sampai puas!

Kakak.

Hah?

Mohon maaf, Nona Dou! Saya seenaknya membaca diari ini!

Tidak apa-apa!

Aku menulis diari itu sejak pertama kali bertemu Kakak!

Eh?

Hal yang diajarkan Kakak,

aku selalu menulisnya agar tidak lupa dan ingat terus!

Jadi, lihat!

Aku sudah bisa menggambarnya tanpa melihat lingkar sihir, lo!

Aku berjuang mengingatnya sedikit demi sedikit!

Aku akan berjuang besok, jadi lihat aku, ya.

Nona Dou...

Upacara Unjuk Muka akan dimulai.

Nantikanlah kemunculan dan ucapan Nona Dou sebagai Raja Iblis selanjutnya!

Akhirnya, Dahaka.

Sudah waktunya, Sayang!

Dia sudah jadi dewasa!

Akhirnya dimulai.

Kenapa? Masih khawatir?

Justru aku paling cemas sekarang.

Ujung-ujungnya aku tidak bisa menyerahkan naskahku.

Tapi!

Aku tidak menyesal.

Sekarang tinggal percaya dan menyaksikannya!

Aku adalah putri Raja Iblis, Dou!

Oh!

Semuanya!

Eng... Eng...

Apa, ya?

Selamat pagi!

Selamat pagi!

Salam khas Dou sekali!

Indah...

Dou!

Mimpi Dou!

Saat dewasa nanti, Dou mau menaklukkan dunia!

Eh?

Nona Dou mau menaklukkan dunia?

Papa bilang, penaklukan dunia adalah hal mulia

yang membuat semua orang di dunia jadi teman!

Tapi aku harus jadi iblis hebat untuk melakukan itu,

jadi aku masih belajar!

Aku akan tunjukkan itu ke kalian semua!

Maaf, ya.

Beri jalan.

Beri jalan, ya.

Dou, sudah siap!

Terima kasih!

Kalau begitu...

Lihat!

Sihir ini!

Oh!

Ini...

Bang!

Sihir yang kuajarkan!

Dou sudah berkembang.

Raja Iblis?

Apa kau ingat, Jahy?

Saat kau dan Dou bertemu pertama kali.

Dou masih kesulitan belajar.

Kau hebat, Dou!

Beliau putri Raja Iblis...

Ya.

Tampaknya, kau cocok jadi asisten Raja Iblis selanjutnya.

Eh?

Tiba-tiba sekali!

Apa salahnya?

Kau sudah terbiasa jadi asistenku, 'kan?

Bantulah perkembangan Dou di sampingnya.

Membantu...

Benar.

Entah sejak kapan, aku lupa karena terlalu fokus mengajari.

Sudah jadi!

Nona Dou sudah

berkembang dengan kecepatannya sendiri.

Membantu perkembangan itu di sampingnya

adalah tugasku.

Aku diajari hal yang tak kumengerti, kuingat,

terus aku bisa melakukan banyak hal.

Anda hebat, Nona Dou.

Dan setelah menaklukkan dunia,

sekarang giliran Dou

yang mengajari hal yang tidak mengerti orang-orang di dunia!

Demi membantu orang-orang yang kesulitan,

aku akan menaklukkan dunia!

Ah!

Kerja bagus, Dou!

Kamu hebat, Dou!

Dari mananya?

Semuanya kacau gara-gara bagian akhir!

Menaklukkan dunia dicapai dengan merebut, menindas, dan menguasai!

Tapi Nona Dou malah...

Jangan kaku begitu.

Lihatlah kerumunan yang antusias dan sorakan mereka.

Mereka memuja keberanian Dou.

Ini sudah sukses besar!

Tapi...

Kamu tidak bisa jujur, ya.

Padahal kamu tadi memujinya, "Anda hebat, Nona Dou."

Apa?

Sambil senyum pula.

Apa?

Sungguh?

Saya tarik pernyataan tadi! Jangan senang dulu!

Nona Dou hanya berkembang sedikit, masih banyak yang harus dipelajari!

Jadi...

Bersiaplah mulai sekarang, Nona Dou!

Ya!

Dunia Iblis.

Itu adalah dunia kekacauan tempat tinggal beragam iblis yang berbuat jahat.

Raja Iblis menggunakan kekuatan luar biasanya untuk menyerang berbagai dunia.

Tetapi...

Tiba-tiba Raja Iblis menghentikan invasinya.

Kedamaian singkat pun datang ke dunia.

Dan alasan dari keputusan itu...

Hanya sedikit yang tahu bahwa Raja Iblis punya seorang putri.

Penerus Raja Iblis.

Namanya Dou.

Lantas, hal apa dalam diri Dou

yang membuat Raja Iblis kejam menghentikan invasinya?

Aduh.

Alasannya...

Oh, Papa! Selamat datang!

Wah, Dou!

Kau jadi anak jahat, 'kan!

Aku bawakan barangnya, ya!

Sungguh anak yang baik dan peduli pada ayahnya!

Alasan invasi berhenti

karena calon Raja Iblis

baik banget!

Halo, Sayang.

Pekerjaanmu hari ini sudah selesai?

Belum selesai.

Beliau keluar dari ruang kerjanya karena ingin bermain dengan Nona Dou.

Wah, wah.

Jadi, Dahaka, kau main apa dengan Dou hari ini?

Dou bilang ingin belajar, bukan bermain.

Belajar?

Belajar cihir!

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left