The first 188 lines.
ZOMBI
Nzumbi atau nzambé dalam bahasa Kimbundu/Kikongo,
istilah untuk orang yang kehilangan kesadaran dan naluri manusia.
MAGIC LAND TAMAN HIBURAN - DAKAR BARAT
DUA PULUH MENIT SEBELUMNYA
- Kepalaku sakit. - Masa bodoh.
Tuan-tuan.
Toubab, itu sepupumu.
Komando yang dipimpin orang cacat, pemabuk, dan bocah pirang.
Mungkin kau tahu kenapa aku merasa tidak enak
dan untuk apa aku ikut ke acara ini?
Entah kau bilang apa ke Mama Ba. Dia pikir kau penting bagi tim.
Entah kenapa dia menyukaimu, Pak Tua.
Itu menjelaskan alasanmu masih sendiri dan aku raja
bersama wanita Senegal di ranjang.
Masih pagi, tetapi panas sekali.
Seminar di hari libur, program percontohan apa ini?
Anggap saja ini peluang.
Sedikit metodologi bisa membantu menangani kasus.
Dia masih kesal dengan kasus Bukki.
Transkrip sidang hilang. Dia bebas tanpa pengadilan.
Seminar pelatihan di taman hiburan terkesan ironis.
Kehormatan kesatuan kita harus dipulihkan, pendanaan harus dipertanggungjawabkan.
Apa lagi ada wartawan yang selalu memantau.
Percayalah, aku rela
memperbaiki hubungan kita dengan pers, sungguh.
Terlalu pagi untuk perayaan.
Ya, suara bising itu tidak biasa, Kawan.
Di sini nyaman.
Ini bioskop.
Toubab.
Matikan cerutumu.
Cerutu Havana.
Havana.
Akhirnya datang juga!
Duduklah, sebentar lagi dimulai.
Sedang apa kau di sini?
Halo, namaku Victor. Victor Céchoine.
Terima kasih sudah datang di seminar tentang teknik baru polisi internasional
untuk petugas polisi.
Seminar ini dibagi menjadi dua bagian,
presentasi teori
dan thiep lezat yang dimasak koki bintang lima, Alain.
Di mana kau kenal dia?
Setelah kau tak datang kemarin, aku pergi ke Terrou-Bi.
Di sanalah aku bertemu Victor.
Lelaki sejati.
Victor lelaki sejati? Baiklah.
Hei, kau!
Alpha!
Berhenti!
Setelah makan malam, dia memintaku
menulis makalah seminar.
Di rumahnya atau rumahmu?
Apa aku tanya di mana kau kemarin?
Cukup.
METODOLOGI POLISI
PRESENTASI
Maaf mengganggu pelatihan kalian, tetapi ada rencana lain untuk kalian…
di hari perayaan ini.
- Ini Jeanelle. - Jeanelle!
Putri Hakim Ismaila Hann.
Kini dia menjadi sanderaku.
Alpha!
Sayangku, Ryama,
kuberi waktu 30 menit untuk menyerahkan kedua orang andalanmu.
Mereka yang menangkapku.
Kau dengar, Alpha?
Antoinette tahu betapa ramahnya aku.
Sial!
Anak buahku sangat lapar. Mereka sungguh lapar.
Kuperingatkan, Sayang.
Bajing…
Alpha, siapa mereka?
Alpha?
Kau seharusnya tidak mengkhianati keluargamu.
Panggil bantuan!
Hakim Hann, dia yang membebaskan Bukki
dengan alasan kesalahan prosedur.
Tanpa sidang. Keparat!
Anaknya diculik untuk memerasnya.
Kita akan beri dia ucapan Selamat Natal.
Ada negosiator di sini?
- Biar kami saja. - Jangan!
Kau dan gadis itu akan mati.
Tidak ada sinyal. Kita harus pergi.
Di mana Basile?
Apa itu?
Aku juga tidak dapat sinyal.
Percuma, Bukki mengacak sinyal.
Kenapa dia bisa punya alat secanggih itu?
Selamat datang di Senegal, Kawan.
Kenapa dia singgung keluarga?
Berpencar dalam dua kelompok untuk mencari Jeannelle.
Pape dan Mouss ke sini, kau dan Mangane ke sana.
Kita cari Mangane dahulu.
Mereka bagaimana?
Mari kita cari tempat aman.
Amunisimu cukup?
Tidak.
Lumpuhkan Bukki, atau mereka makin beringas.
Mana anak buahmu?
Basile.
Pape dan Mouss, tetap di sini. Kau, pergilah.
Toubab. Victor.
Apa-apaan ini?
Apa itu?
Tembak!
Sial, mereka datang, tembak!
Ada apa? Apa…
Lepaskan! Lepaskan aku! Akan kutembak!
Kenapa kau tidak menembak?
Di mana kau tadi?
Toubab!
Bangun, apa yang terjadi?
Jantungnya dimakan.
Kebiasaan gerilyawan.
Memakan organ tubuh musuh adalah simbol kekuasaan.
Belum pernah kulihat orang sekuat itu.
Mereka diberi obat.
Karakteristik Catenin sintetis.
Menarik.
Yang ini lebih tua, lebih agresif.
Apa artinya, Dokter?
Obat yang bisa mengubahmu menjadi zombi.
Apa maksudmu?
Mereka kanibal yang marah dan sulit dibunuh?
Kau yang bilang.
Nenek tua itu ingin menghabisi kita, kita tak akan biarkan.
Kau baik-baik saja?
Baik, ya.
Tn. Victor tak terlihat gagah lagi.
Ambillah.
Bidik sebelum…
Hati-hati.
Kau juga.
Sial!
Tolong!
Jangan gegabah.
- Bagus. - Pape.
Hati-hati, ya?
Aku tak mengerti semuanya…
Bertahanlah.
- Mouss! - Ya?
- Ikut aku. - Baik.
Ryama!
Serahkan para polisi yang menangkapku, dan aku tak akan mengganggumu.
Jika lewat sana, kita mati.
Cari jalan keluar lain.
Apa yang bos lakukan?
Bukki siapamu?
Dia bibiku!
Dari mana mereka datang?
Maju.
Apa aku mirip zombi?
Kau buta?
Kunci pintunya.
Kau mau apa? Kita punya rencana!
Dia tak punya alasan membunuhku.
Aku tahu. Toubab! Rawat dia.
Tidak. Pasienku biasanya dingin.
Toubab, hentikan. Rawat dia!
Dengar, Sakho.
Dengar, hanya ini yang kupunya.
Tanpa obat bius, akan sakit sekali.
Lakukan sesuatu.
Jangan biarkan dia menderita.
Biar kuurus.
Jangan komplain,
karena aku tak beri jaminan ke orang hidup.
Kita harus pergi.
Kutemukan tempat sembunyi.
Kau tak apa?
Aku bukan orang lapangan.
Kita harus sembunyi.
Aku tak bisa diam di sini.
Awa! Jaga dia.
Akan kulihat yang terjadi.
Aku butuh kain lap, tisu toilet.
Pegang ini.
Apa itu?
Aku tahu kau bukan peminum,
tetapi ramuan rumahan ini bisa untuk anestesi.
Gigit ini.
Siap?
Tidak apa-apa.
Tidak apa-apa.
Sudah lama tak kubuat wanita berteriak.
No comments yet. Be the first to leave one.