The first 200 lines.
Syukurlah, kita masih bicara.
Tenang.
Sungguh, kita perlu bicara serius.
Sungguh, jangan ganggu aku.
Aku tak suka sikap itu.
Basile, ada apa?
Bukan urusanmu.
Botol apa itu?
Pemberian Toubab.
Hati-hati dengan mobil ayahku.
Aku janji.
Basile.
Kita perlu bicara. Penting.
Nanti saja.
LANGSUNG
Basile?
Jangan membahayakan dia.
Telepon aku atau segera kembali.
Basile?
Basile?
Aku harus apa?
10.10 MALAM DAKAR TENGAH
- Dapat mobilnya? - Aku di dalamnya.
Sudah kau klik tautannya?
Jika sentuh dia, kubunuh kau.
Lapangan Kemerdekaan.
Lima belas menit.
Tidak mungkin. Jarak Plato 30 menit.
Lima belas menit.
Sial.
SURAT KEMATIAN - 25 DESEMBER 1999
TERIMA KASIH BELASUNGKAWANYA ATAS KEMATIAN TN. ISSAKA KENISHA
SURAT KEMATIAN - 11 FEBRUARI 2018
TERIMA KASIH BELASUNGKAWANYA ATAS KEMATIAN TN. SOULEYMANE SAKHO
SIM dan STNK.
Maaf, aku buru-buru, jadi, lupa membawanya.
Hei.
Diam.
Ikut kami ke kantor.
Aku punya, tetapi tertinggal.
Tunjukkan STNK atau beri kami sesuatu.
Sesuatu?
- Ya. - Ya.
Beri kami sesuatu.
Letnan Mangane.
Kepolisian Dakar.
Hanya ini yang kupunya.
Orang-orang seperti kalian yang membuat mereka merendahkan kita.
Meski gaji kalian naik, kalian tak pantas memakai seragam ini.
Sekarang, serahkan sirene kalian
dan lepaskan seragam kalian.
Lepas pakaian!
POLISI
Ayolah, telepon aku.
Telepon aku!
Ayolah!
Kau bilang apa, Singa Tua?
NOMOR TIDAK DIKENAL
Aku sudah sampai.
Tepat waktu.
Bagus.
Katakan, apa maumu?
Pertanyaannya, apa maumu dan apa yang akan kau lakukan untuk mendapatkannya?
Aku tak punya waktu untuk permainan bodohmu.
Katakan apa maumu, Keparat.
Kurang ajar!
Aku benci kata-kata kasar.
Bisa kita ulangi lagi?
Aku tidak mendengar jawabanmu.
Ya.
Kau mau selamatkan dia?
Ya.
Bicaralah sopan denganku.
Baik, Pak.
Jarang ada polisi yang mau melakukan pekerjaan kotormu.
Cepat atau lambat, aku akan tahu kau.
Kau tahu itu?
Kau akan mencariku?
- Ya. - Dan membunuhku?
Ya.
Monumen Renaisans. Lima belas menit.
Tidak mungkin.
Kau sudah membuktikan bisa.
Bensinku menipis. Harus isi dahulu.
Baik. Tiga puluh menit, tidak lebih.
Gabriel Gaytan!
Apa maumu?
Apa maumu?
Apa maumu?
Gabriel Gaytan!
Apa maumu?
Tak akan kuberikan!
Apa maumu? Kenapa kau membenciku?
Gabriel Gaytan!
Ayo, cepat!
Kau dari mana?
Bos mencarimu ke mana-mana.
Ini yang penting, ada orang gila menelanjangi para polisi.
Masa?
Kau masih minum minuman Toubab?
Terakhir, kau hampir mati.
Bajingan penculik Sakho membuatku keliling kota.
Aku butuh doping.
Kau negosiasi dengannya? Kau gila.
Apa itu?
Senjata curian? Memangnya kau Casamance?
Lalu ini.
Kau sesumbar belajar membaca gerak bibir di Paris.
Jangan libatkan aku.
Lepaskan tanganku!
Terjemahkan ucapan dia.
Apa-apaan?
Terjemahkan!
Kau suka jamuanku?
Siapa kau?
Kau punya sesuatu milikku.
Beri aku kekuatanmu.
Kekuatanku?
Kau pikir bisa terus lari dari kami?
Kau pikir bisa meninggalkanku selamanya?
Abdou?
Hentikan sikap egoismu.
"Kekuatan" itu adalah kutukan.
"Kutukan" itu adalah kekuatan dan penciptaan.
- Aku mau jimatmu. - Jimatku?
Dia bicara jimat dan kutukan.
Sepertinya ada orang lain.
Kutukan itu lagi.
Kau masih belum mengerti?
Mengerti apa?
Sial.
Kau berbohong kepadaku.
Kau meminta bantuan.
Kau membuang separuh waktu tersisa
sebelum paru-paru temanmu terbakar.
Waktumu satu jam.
Untuk melakukan apa, Keparat?
Hentikan! Lihat, teleponnya ditutup!
Kendalikan dirimu! Kita kacau!
- Sakho akan dibunuh! - Tidak!
Mestinya sejak tadi.
Dia butuh sesuatu dari kita.
Sial!
Halo?
Ingat, jangan bicara kasar.
Ya, Pak. Maaf. Aku emosi.
Begitu lebih baik.
Kau tahu Miami?
Satu jam? Mustahil.
Aku bisa berenang, tetapi Samudera Atlantik cukup luas.
Aku suka selera humormu.
Miami, nama kelab.
Di sebelah restoran Le Pecc.
Waktumu 15 menit. Jemput seorang teman di sana.
Jadi, aku taksi untuk temanmu?
Maksudku salah satu temanmu.
Dia mempermainkan kita!
- Diam! - Aku benar!
Diam!
Keparat!
Bunuhlah aku.
Bunuh aku sekarang. Kita selesaikan ini.
00.10 PAGI DAKAR TENGAH
Jangan turuti dia! Itu gila!
Berikan kepadaku.
Topeng ski?
Kau mau masuk YouTube?
Pakai!
Kau gila!
Kau pikir ini main-main?
Kau gegabah!
Kau mau ke mana?
- Berhenti! - Polisi.
Kau…
Keparat, Mangane!
Kenapa kau menembak?
Senapannya tidak berguna.
Mulai sekarang, ikuti kata-kataku.
Jangan bergerak! Mundur!
Mau apa kalian? Pergilah!
Keparat!
Berikan pistolmu.
Apa yang kau tahu tentang Sakho?
Tidak ada!
Lepaskan aku atau kulaporkan.
- Kau ingin main-main? Lihat saja. - Jangan bunuh dia!
Kau tahu tentang Sakho?
Sudah kukatakan, tidak!
Ada rumor seseorang berani bayar tinggi untuk menangkap Sakho.
Berapa?
Berapa?
Aku tidak tahu.
Aku sembunyi sejak kasus Mokonzi.
Dia harus dibawa ke RS!
Dia bisa mati.
Jawab itu.
Halo?
Sudah jemput temanmu?
Pistolku mengarah ke penisnya.
Ingin bicara dengannya?
No comments yet. Be the first to leave one.