Cross

Cross

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Cross Season 1 Episode 6
A Commentary by aites

Tags

other
Published on: 2026-07-31
Downloads: 2
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Sebelumnya di Cross...

Hakim mengutip pernyataanku ketika memvonisnya.

Seseorang ingin Deirdre diingat.

-Apa maumu? -Uang 2,2 juta.

Itu akan masuk rekeningmu.

Ramsey selalu bicara tentang pria di Philly, "White Mike".

-Bagaimana pembunuh berantainya? -Kami punya profilnya.

Kami ingin setiap detail.

Aku harus sempurna, bukan? Seperti Aileen?

Tidak. Tidak!

Kita semua punya rahasia, Alex. Aku siap mengungkap jati diriku.

Ini insiden yang dilaporkan Sampson.

Hubungi serikat.

Dia pelakunya. Ed Ramsey adalah pembunuh itu, Fanboy.

Kita anggap Detektif Cross terlalu banyak minum.

-Persetan kau, Bajingan. -Astaga.

Kau harus pergi.

Shannon masih hidup. Mungkin di rumah ini.

Keluar. Sekarang.

Tahu caranya, Detektif Cross?

Kenal seseorang yang pernah menjalani proses?

Tidak.

Tak apa, Alex. Boleh aku memanggilmu Alex?

-Ya. -Tak apa, Alex. Kebanyakan orang tidak.

Segalanya akan terjadi sangat keras dan cepat.

Tak sempat memahami.

Tak sempat bersiap.

Percayalah serikat pekerjamu, juga aku.

Akan ada permintaan resmi atas lencana dan senjatamu.

Sebutannya permintaan, tetapi tak ada pilihan.

Kau harus menyerahkannya. Mengerti?

-Dia punya satu lagi. -Jannie...

Ya.

Agar tidak malu, petinggi bisa ke sini.

Jangan di sini.

-Keluarga tidak tahu? -Jangan beri tahu anak-anak.

Baiklah.

Maka kau harus ke kantor.

Aku bisa mendampingimu, tetapi tak akan tampak bagus.

-Aku akan datang sendiri. -Bagus.

Ingat, kau ke sana menyerahkan lencana dan senjata.

Ini bukan saatnya membela kasusmu.

Statusmu menjadi nonaktif, menunggu hasil penyelidikan.

Mengerti?

HENTIKAN KEKERASAN POLISI

NGOK NGOK KEBRUTALAN POLISI MEMATIKAN

PECAT ALEX CROSS

Malika, sudah kulakukan semua demi saudaramu.

Ini tak ada hubungannya.

Persetan dengan Alex Cross dan polisi!

-Malika. -Persetan denganmu, Alex!

Persetan denganmu!

POLISI METRO YANG TERKENAL TERTANGKAP MELAKUKAN PEMUKULAN BRUTAL

Lencana dan pistol.

Aku benar soal Ramsey.

-Bukan saatnya membahas itu. -Sebaliknya.

-Namun, tidak. -Aku memang membuat kesalahan.

Jangan sampai itu mencegah penyelamatan Shannon.

-Kau atau aku yang beri tahu? -Apa?

Kami geledah rumahnya.

Ramsey mengundang kami karena tuduhanmu.

Tak ada tanda-tanda Shannon atau apa pun.

-Kapan? -Pagi ini.

Berarti kemarin dia sempat memindahkannya.

-Suruh dia diam. -Tidak, dengar.

Shannon korban terakhir Ramsey. Yang terakhir.

Dia ingin membuat heboh, bukan merengek. Dia perfeksionis.

Dia terobsesi untuk menang. Dia ingin semua tahu dia pelakunya.

Kau membicarakan Fanboy atau kau?

Bagus, April. Bicaramu seperti calon wali kota.

Jika kau polisi sejati, kau pasti mendengarkanku di pesta.

Kasus akan tuntas.

Kau punya waktu seharian untuk duduk dan merenungi situasi barumu.

Pasti kau mulai bisa merasakan betapa kacaunya situasimu.

Namun, kurasa kau belum merenungkan kalau situasimu bisa lebih buruk.

-Baiklah, mari kita... -Mau timpakan kesalahan kepadaku? Baik.

Salahkan aku sesukamu.

Jika kau tak meletakkan pistol dan lencana di meja

dan pergi tanpa mengucapkan sepatah kata pun,

aku berjanji, aku akan membuat semua mimpi terburukmu menjadi kenyataan.

Baiklah.

Aku benar tentang Ramsey.

Aku bicara denganmu.

Nanti kuhubungi lagi.

Sial!

-Mau kucoba? -Tidak, terima kasih.

Mereka melepas Ramsey. Kau dengar soal itu?

Tidak. Aku terus menyelidikinya.

Wanita itu akan mati.

-Terima kasih atas kepercayaanmu. -Dengar...

Aku harus tuntaskan kasus, bukan mengemasi loker.

Lihat bagaimana akibatnya?

Entah apa maksudmu, tetapi salah jika memikirkannya.

Jadi...

Ya, aku akan punya banyak waktu untuk terapi sekarang.

Kenapa kau justru berpikir menyalahkanku atas situasi ini?

Ini semua karena kau melaporkanku.

Apa kau terlalu memaksakan diri

sampai tak bisa menerima kemungkinan bahwa kau mengacau?

-Kau yang memulainya! -Tidak, Sugar!

Ini terjadi saat kau menghajar pria itu!

-Kau berengsek! -Berengsek!

Aku mencari pembunuh Maria.

Dengar, Kawan. Aku mengerti.

Aku juga menyayanginya. Aku juga merindukannya.

Dia istriku. Ibu dari anak-anakku.

Kau tak tahu rasanya. Tak pernah.

Kau paham.

Bukan cuma kau yang kehilangan.

Kau cuma tak bisa terima.

Kau terus bilang "keluarga".

Karena anakku memanggilmu "Paman John," itu menjadikanmu keluarga?

Tidak. Karena Nenek mengajarimu mengikat sepatu, lalu kau jadi keluarga?

Tidak. Kau bukan keluarga sedarah, hanya temanku.

Atau mantan teman.

Kini kau hanya mantan rekanku.

Jaga ucapanmu. Aku serius.

-Aku tak takut kepadamu. -Bagus, karena aku tak lari.

-Lakukan saja! Mau apa? Ayo! -Hei!

-Kami sedang bicara. -Aku dengar. Semua mendengar.

Sekarang, kalian berdua harus mundur.

Sedikit saja. Permisi.

Ayo lakukan. Terima kasih.

Kau juga, Sampson. Terima kasih.

Aku akan berdiri di sini sampai salah satunya pergi.

Siapa mau pergi?

Aku tak bekerja di sini lagi.

-Kau tak apa? -Ya.

Astaga.

Ada yang tahu ini dari mana?

Kurir yang menaruhnya.

Kau masih nomor satu bagiku.

LENYAPKAN

Halo?

Anak lain bilang Damon yang mulai memukul.

Dia sanggup membuktikannya.

Namun, Damon menolak buka mulut.

Keluargamu sedang banyak masalah. Anak-anak bisa terpengaruh

keadaan yang tidak bisa mereka kendalikan.

Damon selalu jadi murid hebat.

Salah satu murid favoritku.

Itu sebabnya aku bersikap lunak.

Namun, kami memiliki kebijakan tidak menoleransi perilaku ini.

-Kau mengerti? -Ya, tentu saja.

Berarti Damon diskors selama sepekan.

Dia boleh pulang.

Masalah bisa diselesaikan dengan bicara.

Kecuali apa?

Apa? Pertahanan diri.

Bocah itu memukulmu? Benar?

-Tidak. -Masuk ke rumah.

Kita bicara lagi nanti.

Jika masih perlu.

Ayo, Sayang. Mari masuk.

Desain mobilmu menarik.

Lelucon bagus. Ada apa?

Two John memintaku mencari White Mike, mungkin terkait Ramsey.

Pria dari Philly. Kau temukan dia?

Kutemukan dua juta orang.

Kupersempit sepanjang akhir pekan.

Demi menghentikan pembunuh berantai.

-Lantas? -Ayolah. Kau tahu aku.

Kukirimkan semuanya ke John pagi ini.

Lalu, sekitar sejam lalu, dia meneleponku, kupikir,

"Dia akan berterima kasih," tetapi tidak.

Katanya, harus kuberikan kepadamu

dan harus diserahkan langsung karena kau bukan polisi lagi.

Penjaganya melarang dia periksa Ramsey.

Mau cerita ada masalah apa?

Tidak. Aku ingin informasi White Mike.

Sampson juga tak mau cerita,

tetapi kabarnya, kau buat dia bilang, "Aku serius..."

Kayla, kumohon.

Baiklah.

Band punk White Mike tahun 1998 di Philly.

Kukecilkan suaranya, karena memuakkan.

-Siapa yang ingin mati? -Astaga.

Apa?

Ini sangat memuakkan.

Jika ritual palsu mengorbankan penonton

kau sebut memuakkan, itu benar.

Mereka punya fan fanatik. Jika kau lihat, di barisan depan...

-Pria ini. -Ramsey?

Astaga.

Tahu di mana White Mike ini?

Ya. Masih di Philly. Kini Michael Grisham.

Aktuaris. Semua ada di diska lepas.

Aku pergi.

-Hei, Kayla. -Ya?

Kau sempurna.

Selamat ke Philly.

Namun, bukan Damon yang kukenal.

Aku juga.

Setiap kali kupikir ada secercah harapan,

sesuatu terjadi, dia mundur dua langkah.

-Dia bilang sesuatu? -Masih membisu.

Kau harus membuat dia mengerti, Alex.

Ya. Sepulang dari Philly.

Ada apa di Philly?

-Ada petunjuk kasus Ramsey. -Kukira kau sedang libur.

More Indonesian subtitles for Cross

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left