The first 200 lines.
Sebelumnya di Cross...
Emir Goodspeed dibunuh pembunuh berantai.
Pembunuh itu membukukan pekerjaannya.
Tiap korban diubah menyerupai pembunuh berantai.
Berarti butuh satu korban lagi.
Aileen Wuornos. Kita sebut apa orang gila ini?
"Fanboy."
Wanita ini hilang. Jika rambutnya dibuat pirang, mirip Aileen.
-Apa maumu? -Uang 2,2 juta.
Aku ingin Aileen dan bukunya.
Berharga bagi siapa? Kau kerja untuk siapa?
Ingat saat kau memintaku mengambil
kotak berisi foto dan video? Kau berkata, "Bakarlah."
Aku tidak membakarnya.
Ed Ramsey adalah Fanboy?
-Kau mau ke mana? -Pesta ulang tahunnya.
Kulihat pepohonan hijau
Mawar merah juga
Aku melihatnya mekar untukku dan kau
Dan aku berpikir dalam hati
Betapa indahnya dunia
Aku melihat langit biru
Dan awan putih
Hari yang cerah penuh berkat Malam suci yang gelap
Dan aku berpikir
Betapa indahnya dunia
Warna pelangi Sangat indah di langit
Juga tampak di wajah orang yang lewat
Aku melihat teman-teman berjabat tangan Mengatakan apa kabar
Mereka sungguh mengatakan aku mencintaimu
NO. REKENING 987382092 PELUK CIUM, BOBBY
Tahu yang kusuka soal proyek ini?
Setiap perubahan punya tantangan unik sendiri.
Lalu kau, masalahnya gigi.
Aileen sangat pemalu dengan giginya.
Di setiap foto masa mudanya,
dia mengatupkan bibirnya rapat-rapat.
Tahun 1986, dia pergi ke kantor ortodontis
dan menaruh deposit untuk kawat gigi.
Enam ratus dolar. Itu uang yang dia curi
dari pria yang dia bunuh tiga pekan sebelumnya.
Jadi, dokter melakukan pemeriksaan, lalu membuat cetakan giginya,
yang kubeli daring cuma seharga 169,50 dolar. Sangat murah.
Kau lihat gigi depannya berdesakan?
Itulah yang ingin diperbaiki Aileen, tetapi polisi menangkapnya
tepat dua hari sebelum kawat gigi seharusnya dipasang.
Dia mati dengan gigi bengkok.
Jadi, kita harus menyesuaikan gigimu.
Kuminta kau buka mulut agar aku bisa membuat cetakan gigimu
untuk memastikan kesesuaiannya.
Tak akan sesakit dengan palu.
Kau mau main-main?
Teruskan saja.
Kau punya semangat bertahan yang tinggi.
Ya. Bukalah. Buka mulutmu.
Aku sudah muak main-main. Buka mulutmu! Terima kasih.
Satu 1.000, dua 1.000, tiga 1.000, empat 1.000,
lima 1.000, enam 1.000, tujuh 1.000,
dan sepuluh.
Satu hal yang bisa kau putuskan adalah betapa sulitnya membuat ini,
tetapi ini akan terjadi, Shannon,
seperti yang seharusnya.
Sempurna. Baiklah.
Sudah siap berpesta?
Caitlin. Horace. Senang bertemu kalian.
Selamat ulang tahun, Ed. Terima kasih undangannya.
Tentu saja. Jika seorang Anggota Dewan baru
tidak mengajakku ikut kampanye pemilihannya lagi,
kita tak akan seperti sekarang, bukan?
Permisi. Koktail untuk pria ini
dan es kopi dengan Baileys untuk si wanita.
Kau masih ingat.
Kunci jadi tuan rumah baik adalah mengenal tamunya luar dalam. Permisi.
April, kau terlihat luar biasa.
Aku ke pesta ulang tahun ini tiap tahun, tetapi entah kenapa kau awet muda.
Tolong, bicaralah seperti politisi sejati. Mungkin wali kota?
-Kau beri ide. -Ide bagus.
Hei. Saatnya berpesta. Itu dia.
-Ed, selamat. -Terima kasih. Senang kau datang.
Pergilah ke sana. Itu Lawrence Buckley.
Sepanjang pekan, kucekoki dia soal Yayasan Somewhere.
-Siap untuk presentasi? -Ya. Aku mengajak teman.
Kau ingat Alex?
Mana bisa lupa? Anak emas Kepolisian. Aku tersanjung kau hadir.
-Aku yang tersanjung. Selamat ulang tahun. -Terima kasih. Silakan menikmati.
TIGA HARI SEBELUMNYA
-Ed Ramsey, ya? -Ed Ramsey.
Kau tak tampak terkejut.
Kaya, berkuasa, bunuh orang tanpa menyesal?
-Ya. -Masuk akal bagiku.
-Yang lain tahu? -Belum.
Jangan rahasiakan terlalu lama.
Tidak, tetapi memberiku waktu memengaruhinya. Mencari kelemahannya.
Aku butuh semua informasi Ramsey, termasuk cara dia dibesarkan.
-Keluarganya? -Ibu, ayah, saudarinya meninggal.
Ada pria dari kampung halaman Ramsey punya cerita.
Namun, minta bertemu langsung.
Mau naik jet ke Lowell, Indiana?
-Bukan aku. -Tidak mau.
Apa? Satu atau dua hari paling lama.
Pergilah ke sana dan lihat apa yang bisa kau gali.
Ayolah.
Baiklah. Kenapa bukan kau sendiri?
Karena aku akan menghadiri pesta ulang tahun Ramsey.
Khusus naratama. Aku menemani Elle.
Pacarmu ajak ke pesta pembunuh berantai?
Ini waktu yang mujur.
Jika kita menginterogasi Ramsey, dia akan punya pengacara.
Sia-sia saja.
Dengan begini, aku bisa ke rumahnya, selami pikirannya,
sebelum sadar dia diincar.
Seperti interogasi tiga jam, tanpa pengacara.
Luar biasa, bukan?
Jadi, kau dapat sampanye dan kaviar, aku ke tempat terpencil?
Ya.
-Terus jalan sejauh 117,5 km. -Yang benar saja.
-Kau sendirian? -Aku menunggu seseorang.
Pertama kali?
Kulit hitam.
-Detektif Sampson? -Kau pasti Dex.
Terima kasih.
-Bagaimana kau kenal Ed? -Saat kecil, kami bertetangga.
Usia sama, jalan sama. Ibu kami ingin kami bersahabat, tetapi...
Apa?
Aku tahu ada yang salah dengannya. Bahkan saat kami kecil.
-Kini yang itu. Astaga. -Mirip kau.
Ed, lihatlah.
Felicia mencari "pembunuh berantai wanita di masa lalu."
Seru.
Memastikan aku tak mirip. Sudah baca artikelnya?
Targetnya orang yang mirip pembunuh berantai.
Kau tak mirip pembunuh yang kulihat, Felicia.
Bisa jadi. Kita tak tahu.
Alex, aku tidak tahu kau dan Ed berteman.
Aku pendamping Elle.
Ed donatur Yayasan Somewhere.
Kalau kau? Rumornya benar, ya? Soal kau mencalonkan diri?
Ini bukan salah satu kota yang bisa ditinggali dalam waktu lama.
Orang akan naik atau turun. Aku lebih suka naik.
Hei. Ada dua hal yang harus kita tanyakan.
Ayo, Semua. Mari kita bicarakan antara kita saja.
Tak boleh ada informasi bocor dari sini. Bagaimana pembunuh berantainya?
-Itu bukan urusanku, Horace. -Boleh tanya sebagai warga yang risau?
Silakan bertanya.
Namun, kau tak akan menjawab. Baiklah. Kalau anggukan, ya atau tidak?
-Ya. -Bukankah sudah waktunya makan malam?
Kuberi tahu jika sudah waktunya makan. April, ayolah. Orang-orang ketakutan.
Kami cuma ingin informasi. Kau kepala polisi.
Alex penyidik utama kasus ini. Beri kami informasi.
Seperti kataku, silakan tanya.
-Berapa korban? -Banyak.
Lima lebih?
-Kau punya tersangka? -Belum.
Namun, kami punya profil pembunuhnya.
Kita mau dengar ini atau bisa menambah ketakutan?
Tidak. Kami ingin mendengar setiap detail. Terima kasih banyak.
Perlu diingat, ini cuma teori dan dugaan.
Kau sangat berpengalaman. Kau yang terbaik.
Ayo dengarkan.
Pria kulit putih. Empat puluhan. Ramah. Percaya diri. Menyekap, tak memutilasi.
Mahir memanfaatkan penampilan dan karismanya. Pada pria dan wanita.
Astaga.
Kaya, punya koneksi. Namun, tidak sejak kecil.
Dia tumbuh dalam kemiskinan. Jauh dari kehidupan mewahnya sekarang.
Menurutku, mungkin Deep South atau Midwest.
-Ya. -Luar biasa.
Eddie bisa tebar pesona jika mau.
Namun, saat orang tak melihat, dia mengawasimu.
Mengambil foto dengan kamera yang selalu dia bawa. Menyeramkan.
Itu lebih dari menyeramkan, bukan? Ada yang spesifik?
Saat aku 14 tahun, ada masalah di kota.
Burung-burung mati muncul di mana-mana. Selokan, halaman gereja, beranda.
Semua jenis burung, ada satu kesamaan.
Kakinya dipotong.
Hewan itu disiksa.
-Kau mengira Ramsey pelakunya? -Aku tahu.
Tahun yang sama, Eddie dioperasi amandel.
Ibuku terkenal karena sup ayamnya.
Dia menyuruhku bawa sup. Kamarnya di loteng. Aku naik.
Mestinya kuketuk.
Kulihat ada kaki burung. Disebar di ranjang seperti kartu bisbol.
Aku merahasiakannya.
Kenapa? Hei, orang itu membunuh burung.
Beberapa foto yang selalu dia potret? Ada foto ayahku.
Tidak dengan ibumu.
Jika kukatakan sesuatu, dia akan hancurkan keluargaku. Jadi, aku diam.
Lalu masalah burung berhenti.
Kupikir dia sudah dewasa atau insaf.
Namun, tidak?
Entahlah. Aku mungkin bukan orang yang tepat untuk kau ajak bicara.
Lantas, dengan siapa?
Ramsey kirim surat begitu lulus SMA. Tak pernah kubalas.
Dia selalu bicara tentang pria di Philly bernama "White Mike".
Philly? Bukan di Lowell?
Kurasa bisa ibunya, tetapi sudah lama Ed tak mengunjunginya.
Tunggu. Kau bilang Ibu Ed Ramsey masih hidup?
Kita bukan yang pertama di negeri ini. Juga bukan yang pertama berpesta.
Aku ingin menghormati suku Anacostan...
JOHN Harus Bicara
...yang tanah leluhurnya ada di sini.
No comments yet. Be the first to leave one.