The first 200 lines.
Sebelumnya di Cross...
Harus temukan yang mengusik keluargaku.
-Dapat dari mana? -Lemari Ibu.
Ada kabar dari Quincy. Rambut dan serat di syal.
Kebanyakan Maria. Ada satu yang bukan.
Jika kau berpikir mencari korban lagi, jangan lakukan itu.
Datanglah untuk saran yang tak berbahaya, platonis, dan sangat ramah.
Tavio dibunuh karena dia tahu sesuatu soal Emir.
Jika dapat ponselnya...
Aku punya ponselnya. Dia dibunuh atas sesuatu di ponsel.
Pesan suara Emir Goodspeed.
Aku pergi ke rumah pria itu. Aku teler.
Aku di Jalan Price 41.
Senang kau datang.
Halo, Aileen.
BUNUH ALEX CROSS
Aku saja.
Hei.
Untuk Ibu, dari kami semua.
Ini secantik dirimu.
Biar kupeluk. Ya.
Kau harus bicara dengannya. Dia selalu menjadi pendengar yang baik.
Sampai sekarang.
Tenang.
Selamat pagi.
Shannon, aku ingin kau membantuku.
Tarik napas dalam-dalam dan tahan napasmu.
Apa? Kenapa?
Lakukan saja.
Tak apa. Bernapaslah.
Bernapaslah. Coba lagi.
-Kenapa aku di sini? -Shannon.
Shannon!
Bernapaslah.
Benar begitu.
Benar begitu.
Sempurna.
Wajahku terasa...
Itu detoksifikasi pori-pori dengan kolagen hidrolisis,
asam amino yang bisa larut dari masker wajah Korea. Terima kasih kembali.
Aku tidak mengerti.
Apa maumu?
Satu demi satu.
Benar begitu.
Tavio, ini aku.
Aku ke rumah pria itu untuk kencan, tetapi ada yang tidak beres.
Aku teler meski tak pakai narkoba.
Dia berbuat sesuatu. Kemarilah.
Aku di Jalan Price 41.
Tolong cepat kemari. Aku dalam masalah.
Itu mengerikan. Kau bisa rasakan ketakutannya.
Ya. Goodspeed tewas setelah meninggalkan pesan itu.
Laporan koroner "tak sengaja overdosis."
Itu diputuskan sebelum aku menangani kasus ini.
-Kenapa tak diubah? -Ayolah, Dean.
Ini masalah, Alex. Kau tahu itu.
Banyak korban nyawa terkait, Yang Mulia.
Terkait bagaimana?
Pria yang dihubungi Emir, Tavio Lemmons?
Dia dibunuh sebelum kami bicara.
Pacar Tavio simpan ponsel berisi pesan suara itu,
lalu terbunuh dua hari kemudian.
Semuanya mengarah ke apa pun yang terjadi di Jalan Price.
Aku butuh surat perintah untuk masuk ke sana. Kumohon.
Tak semudah itu. Kurasa tak ada kejahatan.
-Pemeriksa Medis sama. -Ini tak rumit.
Kau percaya atau tidak. Kita berteman atau tidak.
Teman tak menolak permohonan teman.
Setidaknya, ada rekamannya.
Kau percaya omong kosong itu? Selalu begitu.
Hei, Cross. Aku punya info soal rumah di Jalan Price.
Sia-sia. Tak dapat surat perintah.
Massey sudah mengubah sebab kematian?
Dia tak mau. Kita harus bicara.
Kalian tahu rumah itu bekas kedutaan Mesir?
Sebelumnya, Bank Nasional Kedua.
-Sebelumnya lagi, rumah bordil. -Lantas, siapa pemiliknya kini?
Masih tanda tanya.
Rumah dikelola perusahaan Delaware,
dimiliki suatu badan usaha di Nevada.
Properti ini kosong dan disewakan untuk jangka pendek.
Wu, tadi katamu ada informasi.
Kau tak perlu sinis kepadaku.
Aku mau bilang bahwa ada yang menyembunyikan kepemilikannya.
Kenapa tak cerita setelah tahu siapa pelakunya?
Hasil DNA dari rambut di syal Maria sudah keluar.
Dapat namanya?
-Ada masalah. -Siapa, John?
Kau tak bisa mengendalikan amarah. Paham?
-Aku tak apa. -Sebaliknya.
Katakan namanya.
Aku harus menaruh bunga di makam istrimu hari ini, peringatan pernikahan kalian.
Kau tak sanggup ke sana.
Kau bahkan tidak bisa melewati gerbang. Sudah setahun lebih.
Namanya. Katakan namanya, John.
-Buatlah janji temu. -Janji temu apa?
Kau serius?
Kau gila, ya? Begini saja.
-Kuhubungi lab. -Mereka akan memintamu hubungi aku.
Apa kau gila, John? Bajingan itu pernah ke rumahku.
Dia mengganggu anak-anakku.
Kau mau diam saja dan memperbaiki hidupku?
Kalau ingin namanya, buatlah janji temu.
Lakukan sekarang. Dengan pelantang.
Baiklah.
Sialan...
-Kantor dr. Adele Finaly. -Hei, Marcy. Apa kabar? Ini Alex Cross.
Aku hanya ingin membuat janji temu dengan dokter.
Kapan waktu kosong?
Dr. Cross, lama tak jumpa. Akan kuperiksa, mau tunggu?
Tentu.
Namanya.
Kau tak akan percaya.
-Lanjutkan nanti. -Kupikir kau mau...
Tak dengar aku berkata "nanti"? Pergilah.
Jangan ke sini meminta bantuanku lagi, Alex.
Sampson berjanji kau patuh menjalani skors.
Jika aku tahu kau terus bekerja,
-tak akan kutunda keluhan itu. -Bukan soal itu.
Seseorang memasuki rumahku, tidak mengambil apa pun.
Namun, mereka meninggalkan syal milik istriku.
Apa?
Syal yang hilang saat dia dibunuh.
Kami kirim ke lab.
Mereka temukan sehelai rambut yang bukan milik Maria.
Hasil DNA baru saja keluar.
Itu rambutmu.
Mau pesan apa?
Apa yang kau tahu tentang udang isi Shreveport?
Aku tak paham maksudmu.
Apa gaya Shreveport itu sungguhan?
Atau, kau hanya menulisnya di sana?
Itu salah satu menu terlaris kami.
Pertanyaanku bukan itu. Aku tanya, apa itu asli?
Asalku dari Bottoms, jadi, aku tahu bedanya.
-Itu asli. -Kalau begitu, buatkan.
-Hakim tak akan berikan surat perintah. -Bagus. Itu cukup.
Mungkin, tetapi aku ragu.
Sebaiknya lekas pergi dan jangan kembali.
Meskipun kuhargai perhatianmu, aku tak akan ke mana-mana.
Cross tak bisa menemukanku, kecuali aku ingin.
Cross tak akan melepaskan kasus ini. Kau beruntung hari ini.
Orang cerdas akan memanfaatkannya.
Jika menurutmu aku beruntung, maka kau belum mengenalku, Bobby.
Ini dia. Silakan menikmati.
Ini tak sesuai harapan nama Kota Ratchet, aku kembali.
Juga tak akan jadi masalah "aku minta uangku kembali." Paham?
Aku hanya bercanda.
Simpan kembaliannya.
Pria itu gila.
Mereka bunuh anjingku.
Apa?
Kucoba memikirkan cara mereka dapat rambutku.
Pasti mereka yang membunuhnya.
Ada yang membunuh Bailey? Kenapa aku tak dengar kabar itu?
Kali terakhir kita bicara, kau sibuk.
Namun, wajar jika mereka membunuhnya.
Gonggongannya bisa membangunkan tetangga.
Jika Bailey hidup, mereka tak masuk rumahku.
-Kau punya kamera. -Ya. Namun, tak ada gunanya.
Rekanmu periksa mobil yang parkir di sana. Nihil.
Mungkin kini berbeda, karena kita terlibat.
Kau benar. Itu pasti kasus yang kita kerjakan.
-Ingat si Jerry Cooper itu? -Peristiwa Hari St. Patrick.
Dia hendak dihukum ringan atas perilaku cabul,
lalu kau menjadikannya kekerasan seksual tingkat satu.
-Kenapa terpikir ke sana? -Dia divonis delapan tahun.
Masuk daftar orang berbahaya.
Dia bersumpah akan memburumu.
Ingat ucapannya? "Dia hancurkan hidupku. Aku akan menghancurkan hidupnya."
Ada bukti yang mengubah sebab kematian jadi pembunuhan?
Kau tahu Tavio dan Vanessa terbunuh.
Ini tentang Goodspeed.
Ya. Mereka terbunuh untuk menutupi soal Goodspeed.
Itu tidak cukup?
Tidak jika perubahan itu membuat kota ini kacau.
Ada skenario lebih logis selain pembunuhan.
Seperti apa?
Emir Goodspeed punya riwayat narkoba, sebagai bandar dan pengguna.
Dia overdosis narkoba yang dipasok Tavio Lemmons.
Lalu dia hubungi Tavio? Kau dengar pesan suaranya.
-Dengarkan De Lackner. -Tak ada kaitannya.
-Aku detektif pertama, Bajingan. -Selesaikan.
Tavio Lemmons dibunuh rekan kriminal Emir Goodspeed...
-Emir bersih. -Cukup. Aku sudah melihat laporannya.
Teori De Lackner lebih logis dari dugaan lainnya.
Emir Goodspeed overdosis. Ini Kriminal. Jadi, bukan bidangmu lagi.
Ada kasus pembunuhan Tavio Lemmons dan Vanessa Norris.
Silakan kerjakan itu. Titik.
Tak bisa begini. Tiga orang dibunuh.
Jika ini kasus tiga orang kulit hitam terkait narkoba,
kita tak lebih baik dari pengunjuk rasa itu.
Mereka bukan atasanku, tetapi akulah atasanmu.
Kembalilah bekerja.
Aku akan mencuci pria itu Agar lenyap dari rambutku
Aku akan mencuci pria itu Agar lenyap dari rambutku
Kau tahu South Pacific?
Ibuku memutar lagunya sekali sepekan.
Dahulu aku tak suka. Kini aku hafal liriknya. Aku suka menyanyikannya.
Kenapa kau lakukan ini?
No comments yet. Be the first to leave one.