Bitter Daisies

Bitter Daisies (O sabor das margaridas)

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Bitter Daisies S01E03 As smoke in air 720p NF WEB-DL DDP 2 0 x264-playWEB
A Commentary by UFSIMV
EPS 03

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Published on: 2021-12-27
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Itu miliknya?

Tak ada mayat, hanya pakaian.

Beberapa pakaian bernoda.

Itu mungkin darah.

Menurutku, itu pembunuh berantai.

Marta!

Aku tak tahu kau membunuh mereka atau melindungi pelakunya,

tapi aku tak mengenalmu.

- Muñiz! - Marta mendapat uang dari bercinta.

Dia punya klien yang suka siswi.

Katakan siapa klien yang menyukai gadis di bawah umur dan kostum.

- Kumohon! - Miguel! Berhenti!

Hentikan mobilnya!

- Keluar! - Kau memperlakukanku

seolah aku bersalah, padahal aku hanya korban.

Marta merekam kencan kami, memerasku, dan mengancam menyebarkannya.

Ada mayat seorang gadis.

Érika?

Dia menghilang dua hari lalu.

Menurutmu, mayat itu dia?

Kota ini memiliki banyak dosa.

Mungkin gadis mati adalah cara terbaik untuk menutupinya.

Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88

Abdominal...

vastus lateralis...

rektus lateral...

dan...

rektus femoris.

Bagus. Kau mempelajari semuanya.

Sebenarnya, ada lebih dari 600 otot.

Tapi tak semua ada di ujiannya.

Besok, setelah ujian, ayo makan es krim untuk merayakan.

- Ayah janji? - Ya.

Baiklah, lanjutkan.

Apa Dóri akan dipulangkan besok?

Tentu saja.

Bagaimana jika dia tak memulangkannya?

Apa maksudmu?

Mungkin dia menyukai Dóri dan menculiknya.

Tidak, Sayang.

Pasti dia sibuk dan tak sempat memulangkannya.

Kau tahu kita memerlukan 17 otot untuk tersenyum?

Lihat? Kau menggerakkan 17 otot.

Ayo ulangi lagi dan Dóri akan pulang besok.

Maseter, pektoral, bisep...

brakioradialis, abdominal...

vastus lateralis,

rektus lateral,

rektus femoris...

Membiarkan dirinya seperti asap di udara

atau busa di air

DANTE ALIGHIERI - INFERNO, KANTO 24

BAB III

"SEPERTI ASAP DI UDARA"

Uskup Santiago de Compostela

memimpin doa bagi para anak muda di Katedral Santiago

guna mengingatkan soal misi apostolik

dengan ayat dari Kitab Injil Santo Matius.

Ingatlah firman Tuhan,

"Aku mengutusmu seperti domba ke tengah-tengah serigala,

sebab itu hendaklah kau cerdik seperti ular

dan tulus seperti merpati."

Ada ide baru setelah pengakuan Miguel?

Kenapa itu?

Aku memperbaiki sesuatu.

Di rumah atau wajah orang?

Sisi positif berdebat dengan putriku adalah dia menyesalinya.

Ini cara dia memperbaikinya.

Dia mengirim ini dengan bus seperti kami ke ayahku

saat dia bekerja di Vigo.

Makanlah, jangan sungkan.

Ini enak.

Jangan makan banyak. Luísa menyiapkan makan malam.

Jangan lupa untuk datang.

Baik.

Ayo tinjau ini.

Dari sisa saldo

dan rekam rekening, Marta memeras kliennya.

Miguel salah satunya.

Tapi dia punya alibi di hari Marta menghilang.

Itu tak menghapus fakta bahwa dia cabul.

Ada empat pria lain. Salah satunya mungkin pelakunya.

Mungkin ada yang keenam.

Dari rekeningnya,

kelima orang ini memberinya uang.

Tapi mungkin yang keenam justru membunuhnya?

Mungkin.

Itu alasan kita harus mencari rekaman itu.

Tak ada di pompa bensin atau hostel.

Kedua tempat sudah dicari sebelum penyelidikan.

Oleh pembunuh Marta dan wanita lainnya.

Jangan terburu-buru.

Marta hilang, bukan meninggal.

Sampai mayatnya ditemukan, itu hanya pakaian.

Tapi ada mayat.

Itu Érika Mejade.

Imigran ilegal dari Rumania.

Mungkin dia bekerja di kelab.

Aku akan bicara dan dapatkan surat geledah.

Itu akan sia-sia.

Manajer tempat itu pintar. Dia tahu cara menutupi sesuatu.

Kami menggeledah tempat itu dan tak menemukan apa pun.

Aku akan tetap pergi.

Aku mau ikut,

tapi karena ada Paus, aku sibuk.

Aku juga harus bekerja.

CABUL

Maaf soal kemarin.

Aku juga.

Aku yang mengacau,

jangan cemaskan itu.

Lupakanlah.

Terima kasih.

Aku tak mau kehilangan teman.

Kau dengar soal Miguel?

Semua orang membicarakannya.

Apa kata mereka?

Dia dipecat tanpa alasan.

Beberapa bilang karena dia suka mengintip perempuan.

Dia bicara kepadamu kemarin, kau melihat sesuatu?

Tidak.

PANGGILAN MASUK BRAIS

Bagus kau tak jawab.

Biar dia enyah.

Dia berengsek, tapi aku tak bisa berhenti memikirkannya.

Pikirkan hal lain.

Fotomu yang aku potret.

Sepupuku menyukaimu,

tapi dia perlu foto profesional

untuk ditunjukkan kepada agensi dan klien.

- Aku tak bisa bayar fotografer. - Aku tahu caranya.

Aku bisa dapatkan kamera bagus.

- Suasana hatiku buruk. - Suasana hatimu cocok.

Itu akan menghiburmu.

Jadikan itu sebagai terapi.

Itu akan membantumu melupakan Brais.

Jika kau mau uang untuk keluar dari kota ini,

ini langkah pertama.

Aku mau...

tapi tak sekarang.

Apa kau mencari kerja?

Kau agak tua, tapi cantik.

Berbaliklah agar bisa kulihat bokongmu.

Di kota ini, bokong yang terpenting. Pai daging, gurita, dan bokong.

Letnan Vargas.

Silakan duduk.

Kau tahu...

menurutku punya pekerjaan lebih dari satu itu hebat.

Jika kau membawa seragam dan borgol,

itu akan bagus.

Tapi aku harus melihat bokongmu.

Itu informasi rahasia.

Kau mengenal dia?

Aku tak tahu, Nona.

Maaf memanggilmu "Nona,"

tapi jika kupanggil Letnan, kau seperti pria.

Dia pernah bekerja di sini.

Bekerja di sini? Aku tak tahu apa maksudmu.

Aku ingat dia bermalam di sini, tapi sudah pergi beberapa hari lalu.

- Menginap? - Ya.

Aku menyewakan kamar dan menjual minuman.

- Ya. - Kegiatannya bukan urusanku.

Itu alasanmu menawariku pekerjaan?

Aku perlu pembersih kamar.

Bokongku penting.

Nona, jangan ubah topik pembicaraannya.

Kau menanyakan seorang gadis.

Apa yang terjadi kepada Érika?

Kenapa dia pergi tiba-tiba?

Dia bermasalah denganmu atau klien?

Denganku?

Tidak.

Para gadis bebas melakukan apa pun.

Aku tak mencampuri dan tak mau tahu urusan mereka.

- Aku hanya... - Aku tahu.

Kamar dan minuman.

Tepat.

Juga memastikan tak ada hal buruk.

Kau wanita, pasti takkan setuju denganku,

tapi mereka lebih aman di sini daripada di tempat lain.

Biar kuperjelas.

Aku tak bertanggung jawab atas yang terjadi di luar.

Gadis ini?

Dia pernah di sini?

Dia melihat kamar,

tapi tak suka kondisinya.

Aku tak menahan siapa pun.

Nona...

ketahuilah, selalu ada kamar yang tersedia untukmu.

Tenanglah.

Pasti sedang ada yang sakit.

Ada izin penggeledahan?

Tak perlu jika menurutku ada kejahatan.

Kejahatan?

Jangan berlebihan.

Tenang, kawan-kawan.

Itu Vivi, orang baru.

Dia sakit kepala dan harus beristirahat.

Penjaga Sipil dan masalah lain membuatku marah.

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left