Bangkok Love Stories: Plead

Bangkok Love Stories: Plead

Bangkok รัก Stories 2 ตอน เรื่องที่ขอ

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Bangkok Love Stories Plead S01E05 WEBRip x264-ION10
A Commentary by UFSIMV
EPS 05

Tags

webrip
web
x264
BRip
Published on: 2021-12-29
Downloads: 29
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL NETFLIX ORIGINAL

Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88

Kenapa mal bisa seluas ini?

Sebesar hotel.

Astaga.

Kenapa anak zaman sekarang memakai rok pendek?

Lihatlah pakaiannya.

Jika dia putriku,

aku akan menamparnya.

Astaga.

Lihatlah kausnya.

Pendek sekali.

Payudaranya seakan bisa keluar.

Lihat juga rambutnya.

Warnanya sama dengan sikat toilet.

Astaga. Lihatlah yang itu.

Gaunnya membuatku

sakit kepala.

Dia tak takut dikejar banteng?

Astaga.

Halo, Liu.

Aku membuatmu menunggu?

Tidak.

Aku baru tiba.

Begitu. Maafkan aku.

Aku agak tersesat.

Aku naik kereta dan salah turun stasiun.

Namun, untungnya,

ada pemuda tampan yang menunjukkan jalan

hingga membawaku ke pemuda tampan lainnya.

Siapa?

Tentu saja...

Kau.

Dengarkan itu.

Ucapanmu tak sesuai usiamu.

Ayolah.

Liu, lihatlah aku.

Lihat?

Pemilik tokonya bilang

aku seperti remaja.

Benarkah?

- Kau suka? - Bagus.

Namun, bukankah terlalu berwarna, Hong?

Tidak.

Orang-orang memakai pakaian berwarna.

Mereka menyebutnya, "Berwarna Pelangi".

- Ayo. Filmnya mau mulai. - Kau sedang apa?

Kau malu-malu, Liu?

Aku tak keberatan. Ayo.

Lalu tiketnya?

Astaga. Liu.

Kau sungguh kuno.

Zaman sekarang,

bisa beli tiket lewat aplikasi ponsel.

Kita hanya perlu pindai kode QR untuk masuk.

Dan hari ini,

kita akan duduk di kursi pasangan.

Kursi apa?

Kursi pasangan. Kursinya sangat nyaman.

Kau juga bisa berbuat apa pun

kepadaku.

Apa? Aku tak akan berbuat apa pun.

Ayo, masuk saja.

Ayo.

Jeremy.

Kenapa tak membangunkanku?

Kenapa biarkan aku tertidur?

Ibu juga tak membangunkanku.

Ibu.

Kenapa Ibu tak membangunkanku?

SIRIMA

Jangan sedih, Jeremy.

Jika kau tak sedih,

aku tak akan sedih juga.

Setidaknya,

kita masih saling memiliki.

Senyumlah kepadaku.

Aku berjanji

akan mengurusmu dengan baik.

Aku mungkin tak akan sebaik Ibu.

SIRIMA RAKAPIROM

Aku beri Jeremy makanan apa?

Aduh.

Astaga, Elle.

Ada apa?

Ada apa?

"Kenapa sulit sekali membuat parfum untuk putriku?

Mungkinkah karena aku terlalu mencintainya dan ingin yang terbaik untuknya?"

Aku juga mencintainya.

Aku tahu.

Aku tahu, Elle.

Aku tak akan bisa mengatakan itu kepada ibuku.

Tak apa-apa.

Aku tak sempat mengatakannya.

Elle.

Tak apa-apa.

Tee, setelah menyetel moda penyuara,

setiap kau sentuh layarnya,

suara itu akan memberi tahu

apa yang kau tekan.

Biar kuperagakan dengan Line.

Line. Ada 36 notifikasi baru.

Ketuk dua kali.

Dengar, Tee. Kau dapat banyak pesan.

- Begitu. - Mari coba.

- Dengarlah. - Baik.

Mari kita coba.

Halo, Tee. Ini aku, Ong.

Video porno barunya keren.

- Apa? - Pai.

- Berikan. - Yang terbaik.

Dia pakai seragam.

Kau harus menonton yang ini.

Ini.

Kurasa kau harus dengarkan itu saat sendirian.

Ya. Kurasa...

begitu.

Baiklah...

Kalau begitu...

mau coba yang lain?

- Cobalah. - Kau yang pilih.

Facebook?

Baiklah.

Tunggu.

- Baiklah - Ada notifikasi

dari Facebook.

Elle Arissara

mengirimkan permohonan pertemanan.

Elle...

Bisa kita hapus.

Apa?

Jangan.

Tak apa-apa, Pai. Biar kupikirkan.

Kita harus hapus sekarang.

Pai.

Aku bilang mau pikirkan dahulu.

Kenapa harus begitu?

Ada apa denganmu, Pai?

Jika kau begini, sebaiknya pulang saja.

Pai, tunggu.

Apa lagi?

Mau kuajari cara mengirim pesan cinta kepadanya?

Pai.

Kenapa bilang begitu?

Aku harus bilang sesuatu.

Katakanlah.

Kau yakin mau dengar?

Ya.

Kau buta.

Aku tahu.

Dia bukan tunanetra.

Facebook.

Anda telah menerima permohonan pertemanan dari Elle Arissara.

Astaga.

Biar kuambil.

Aduh.

- Biar kuambil. - Biarkan saja.

Sudah kotor.

Liu.

Kenapa duduk berjauhan?

Ini kursi pasangan,

bukan kursi musuh.

Siapa yang menyuruhmu pesan kursi pasangan?

Kau jijik kepadaku?

Aku sangat jijik.

Kau bisa merasa lebih jijik.

Sedikit lagi.

Hong.

Jika aku merasa jijik kepadamu,

apa aku mau kemari berdua denganmu?

Sebaiknya kau menjauh.

Kenapa?

Ini memalukan.

Liu.

Jangan malu-malu. Kita sudah tua.

Kita bisa lakukan apa pun tanpa merasa malu.

Seperti apa?

Kau bisa lakukan apa pun.

Sungguh?

Aku ingin bicara soal Tee.

Begitu.

Aku juga mencemaskannya.

Sebenarnya,

seharusnya Tee tahu.

Dia bisa meramal.

Aku menyuruhnya

menjauhi wanita itu,

tapi dia tak memercayaiku.

Wanita itu?

Dia menghamili seorang wanita?

Tunggu, Liu.

Jangan dipikirkan, Liu.

Dia menghamili wanita?

Tidak, bukan begitu.

Ayolah, Liu.

Mereka bukan generasi kita.

Mereka tak perlu menunggu sampai menikah untuk berhubungan seks.

Remaja sekarang melakukannya

setelah kencan pertama.

Tidak, mereka belum melakukannya.

Bangkok Love Stories: Plead subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Bangkok Love Stories: Plead

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left