The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Bisa bawa aku pergi dari sini?
Bawa aku pergi!
Jika kau pergi, jangan kembali lagi.
Tee, hati-hati!
Tee!
Tee, mau ke mana?
- Biarkan dia, Hong. - Tee.
Jangan kembali lagi!
Liu.
Liu.
Maafkan aku atas kejadian tadi.
Untuk apa meminta maaf?
Aku membuat kalian bertengkar.
Itu bukan salahmu.
Kita mau ke mana?
Bukankah kau
harus bekerja hari ini?
Aku sedang bekerja saat ini.
Sungguh?
Ya, aku...
datang untuk memintamu
menjadi wakil kami.
Wakil?
Ya. "Berlari Dari Hati"
adalah acara lari amal
untuk menggalang dana
demi membeli peralatan olahraga bagi tunanetra.
Ada dua jarak yang bisa dipilih,
lima atau sepuluh kilometer.
Pelari boleh ditutup matanya atau dengan tunanetra.
Begitu, ya.
Sayang sekali.
Apa?
Kenapa sayang sekali?
Bukankah baik membantu para difabel?
Bukan begitu.
Aku sungguh mengira
kau ingin bertemu denganku.
Sejujurnya,
aku memang ingin menemuimu.
Itu bukan tujuan utamamu.
Sebenarnya, itu tujuan utamaku.
Jadi, maksudmu...
Apa maksudmu?
Kita dengarkan musik, ya.
Kita ubah lagunya.
Astaga.
Seakan DJ-nya
bisa membaca pikiran kita.
Daftar lagunya jelek.
Aku mau dengarkan lagu yang ceria.
Baiklah. Bagaimana jika aku bernyanyi untukmu?
Kau pandai bernyanyi.
Seharusnya aku bilang
sebenarnya aku multi talenta.
Kita hampir tiba.
Di mana?
- Kau akan tahu. - Tunggu.
Kau mau membawaku ke motel?
Kau sudah gila?
Mana kutahu?
Kudengar wanita zaman sekarang
cukup berani.
Mereka mengerikan.
Sungguh? Kau pikir aku seperti mereka?
Ya.
Hei.
Elle, pukul sebelah sini. Ini lebih kuat.
Aduh.
Jangan.
Cukup.
Berhenti.
PANTI PIJAT KAKI TRADISIONAL TAIKANG
Pai.
Ada yang mau menemuimu.
Siapa?
Dia menyuruhku merahasiakannya.
Aku mengenalnya?
Dia menyuruhku bilang
kau tak mengenalnya.
Aku tak mau ke sana.
Pai, ayolah, temui dia.
Kumohon, Pai.
Aku
sudah menerima uang suapnya.
Ayolah, temui dia.
- Kumohon. - Baiklah.
Ayo.
Bu, aku akan kembali.
Pai.
Biar kugambarkan perawakannya.
Dia memakai jas biru gelap,
dengan dasi merah,
dan sepatu merah.
Warnanya sama dengan dasinya.
Dia sangat tampan.
Dia seperti aktor Taiwan.
Ditambah,
dia membawakanmu buket mawar besar.
Siapa dia?
Pasti Ong, ya?
Bukan.
Kenapa kemari?
Aku mau meminta maaf.
Dan...
Aku ingin menjadikanmu pacarku.
Trik murahan apa lagi yang mau kau lakukan?
Aku serius.
Aku menyukaimu, Pai.
Hanya saja...
aku tak berani menyatakannya.
Kenapa tidak?
Karena aku takut.
Aku takut...
kau akan menolakku.
Mau kita coba?
Tidak.
Kenapa tidak?
Jangan ikuti aku.
Kita tak akan berteman lagi.
Aku tak mau berteman denganmu.
Nona,
kau dari mana?
Kau meninggalkanku cukup lama.
Maaf, Bu.
Aku harus mengurus sesuatu.
Apa itu?
Ada yang memintaku jadi pacarnya.
Sungguh? Apa jawabanmu?
Aku menolaknya.
Kenapa?
Ada banyak pria
yang memintamu jadi pacar mereka?
Tidak.
Lalu kenapa menolaknya?
Aku tak mencintainya.
Aku mencintai orang lain.
Apa?
Kau mencintai siapa?
Orang itu
tidak membalas cintaku.
Nona, dari pengalamanku,
lebih baik mencintai orang yang mencintaimu.
Kenapa?
Lebih baik dicintai seseorang daripada tidak dicintai.
Kukira kita teman.
Aku paham kau menyukai Tee.
Namun, jika sungguh mencintainya,
relakan dia bersama seseorang yang bisa mengurusnya.
Ayahmu ingin kau menjadi pacarku?
Ya.
Dia tak keberatan
aku tunanetra?
Tidak.
Tentu saja tidak.
Pai.
Bisa tak ikut campur?
Baiklah.
Kalian mau bermesraan?
Silakan saja.
Aku menyukaimu, Pai.
Hanya saja...
aku tak berani menyatakannya.
Kenapa tidak?
Karena aku takut.
Aku takut...
kau akan menolakku.
Astaga...
Baterainya sudah mau habis.
Halo.
- Halo. - Aku...
Aku mau menemui...
Peak, 'kan?
Ya.
Baru pertama kali kemari?
Ya.
Peak menyuruhku meneleponnya saat aku tiba
agar dia bisa turun menemuiku,
tapi baterai ponselku habis,
aku tak bisa menghubunginya.
- Dan... - Jangan khawatir.
Tamu Peak selalu diterima.
Mari kuantar.
Lewat sini.
Baiklah.
Silakan kemari.
Aku...
Aku kemari untuk membahas bisnis.
Begitu.
Aku sudah tahu.
Kebanyakan dari mereka datang untuk membahas bisnis.
Begitu.
Jadi,
kau punya banyak pelanggan saat ini?
Ya, begitulah.
Semua pelanggan menyukaiku.
Mereka selalu memintaku.
Mereka jarang puas dengan yang lain.
No comments yet. Be the first to leave one.