The first 200 lines.
SERIAL NETFLIX ORIGINAL
Modal recehan jadi Jutawan! Visi Mis Foya Foya, cuma di RECEH88
Semoga kau menang.
Kau bisa kaya. Dijual, tiket lotre.
- Elle. - Apa?
Inikah rencana yang kau bilang
soal mendapatkan uang untuk operasi tanpa bantuan ayahku?
Ya. Bukankah rencana bagus.
Silakan lihat.
Membeli tiket lotre?
Kau tak tahu kesempatannya
kurang dari satu persen untuk menang?
Dan hanya ada satu banding satu juta,
atau 0,0001 persen untuk mendapatkan hadiah utama.
Kau kira kita bisa menang?
Kau bahkan tak tahu setengahnya.
Dahulu aku begitu beruntung.
Setiap kali aku main lotre dengan ibuku, kami menang.
Dahulu, ibuku yang biasa memilih angkanya.
Karena Ibu sudah tiada, kini itu menjadi tugasmu.
Silakan dilihat.
Aku punya setiap angka.
Katakan angka yang kalian mau. Akan kucarikan.
Kau punya angka keberuntungan?
Tidak.
Namun, dia tampak sangat beruntung.
Dahulu begitu, kini tidak lagi.
Hei.
Lihat dia. Yakin aku beruntung?
Dia punya rencana mendapat uang,
tapi dia membawaku kemari untuk beli tiket lotre.
Rencana yang bagus, Nak.
Dua bulan lalu,
aku menjual tiket ke pelanggan,
dia dapat hadiah utama.
Lihat? Karena itu aku ke tempatmu.
Ada yang sudah meriset, ya.
Ayo. Pilih angkanya.
Baiklah.
Aku ambil yang ini.
Hei, 179 angka yang bagus.
- Mau beli satu set? - Ya.
Satu set seharga 800 baht.
Baiklah.
- Semoga kau menang. - Terima kasih.
Ayo.
- Kita ke mana? - Kita akan menang.
Liu.
Minumlah. Ini bisa membuatmu tenang.
Ya?
- Halo. - Halo, Liu.
- Targetnya ada di sini. - Target apa?
Maksudku, putramu.
Apa?
- Di mana? - Pasar lotre.
Dia bersama wanita seksi dan cantik.
Baiklah.
Liu.
Minumannya sudah datang. Ini punyamu. Ini sedotannya.
Bilang saja minumannya di depanku.
Astaga. Lezat sekali.
Bagaimana?
Lumayan.
Elle kau tahu
"lod chong Singapura" ini tak ada di Singapura?
Apa maksudmu?
Lod chong Singapura itu
lebih lembut dan tak sekenyal ini.
Dan sirop yang mereka pakai dari gula aren.
Di sana disebut cendol.
Astaga. Menurutmu, itu kenyal?
Kau tahu banyak soal itu. Kau punya kekasih orang Singapura?
Itu tak penting.
Yang terpenting adalah
tak ada
yang sebaik dirimu di ranjang.
Astaga.
Kau membuatku merinding.
Aku merinding.
Angka mana? Silakan pilih. Santai saja.
Di mana putraku?
Dia di kedai lod chong.
- Aku tak bisa. - Kau tak lihai.
- Lihat. - Tee!
Teganya kau begini?
Kenapa tak bilang kau sudah pulang dari rumah sakit?
Kenapa?
Kau tahu betapa cemasnya ayah?
Dari mana saja kau?
Sudah berapa kali ayah suruh
untuk menjauhi wanita sial ini?
- Kenapa kau tak dengar? - Ayah!
Jika datang untuk mengomeliku, tak perlu.
Kita pergi, Elle.
- Lepaskan aku. - Tee, tunggu!
- Liu. - Hati-hati. Berhenti.
- Minggir. - Cukup.
- Berhenti. - Tee.
- Elle. - Mau ke mana?
- Liu. - Berhenti!
- Ayah. - Tenanglah.
Orang-orang melihat kita.
Aku tak peduli.
Tee.
Lihatlah Tee.
- Tee, kau mimisan. - Tee.
- Tee. - Bisa menjauh dari putraku?
- Tee. - Tee sakit karenamu.
Kau tak tahu kalian tak cocok?
Tee.
Bulan sabit pertama, hari dan bulan ke-12,
jam Ayam Jantan, bulan Babi, pada hari Anjing.
Tanggal, bulan,
dan jam kelahiranmu
bertabrakan dengannya.
Apa kau tak tahu
bulan sabit pertama,
hari dan bulan ke-12 itu keramat?
Itu hari kiamat.
Karena itulah
hal buruk menimpa Tee kapan pun dia bersamamu!
Kau mau dia mati?
Silakan saja.
Agar dia tak menderita lagi.
Ayah!
- Jangan dengar... - Cukup.
Kemari.
- Elle. - Ikut denganku.
Bawa dia ke mobil.
Elle.
Ayah.
- Ayah. - Tuk-tuk!
Ayo, masuk.
Bawa kami ke rumah sakit terdekat. Jalan!
Lihat? Kau tak pernah dengar.
Ayah.
- Sudah cukup. - Liu.
- Liu. - Aku tak apa-apa.
Mana mungkin?
Kau mengidap tumor otak.
- Bagaimana bisa? - Liu.
- Liu, cukup. - Ayah.
Liu.
- Liu. - Kau sedang apa?
- Liu. - Ayah.
Kau menelepon Elle?
- Ayah. - Lepaskan.
- Liu. - Berhenti.
- Liu. - Ayah!
- Ayah. - Tak boleh telepon dia.
- Ayah. - Liu.
Tee.
Tee, kau baik-baik saja?
Tee.
Aku...
Aku baik-baik saja.
Sebaiknya Ayah...
Sebaiknya cari Hong.
Hong!
Hong.
Hong. Kau tak apa-apa, Hong?
Hei.
Ong kenapa?
Bertengkar dengan Pai. Sudah dua hari.
Lagi?
Ong, Pai mau menemuimu.
Bilang, aku tak di sini.
Kenapa?
Kalian putus?
Ya.
Aku sudah punya pacar baru.
Akan kusiapkan mejanya.
Kenapa tak menjawab?
Kenapa harus?
Aku datang untuk tanya soal Tee.
Tee lagi?
Aku tak mau dengar soal Tee. Kau paham?
Jika kau sangat mencintainya, nikahi saja dia.
Jangan undang aku
ke acara pernikahan kalian.
Aku bisa melupakanmu.
Kebetulan aku punya pacar baru
yang lebih cantik darimu
dan tak buta sepertimu.
Hei!
- Sudah puas? - Belum.
Jangan pukul aku lagi.
Kenapa tak boleh?
Hanya ada dua wanita di dunia ini
yang boleh memukulku,
ibuku
dan pacarku, kau paham?
Itu berarti
aku boleh memukulmu.
Itu berarti...
Kemarin, kau terus bicara di kedai kopi,
aku tak sempat bicara.
Kau mau bicarakan apa?
Aku masih suka Tee.
Namun, sebagai saudara.
No comments yet. Be the first to leave one.