The first 155 lines.
Ini gawat.
Makin lama makin menuju ke sini.
Bagaimana ini?
Kalau sudah begini, mau bagaimana lagi?
Tunggu saja.
Habis, suaranya terbata-bata saat itu.
Tolong hati-hati!
Jangan sampai keluar dari bawah payung!
Apa ini juga kekuatan Mob?
Saya pikir ini dihasilkan dari syok dan bukan dari kesengajaan.
Serizawa, apa itu hal yang khas?
Apa?!
Aku rasa bukan.
Ada apa, Serizawa?
Maaf, Pak Reigen.
Lebih baik kita mundur.
Kenapa? Padahal sudah sejauh ini!
Energiku diserap oleh daya yang sangat kuat.
Kalau begini terus, saya tidak akan bisa melindungi Anda.
Jika tidak segera pergi dari sini...
Baiklah, kamu kembali saja duluan.
Dari sini, aku akan pergi sendiri.
Mana mungkin Anda akan baik-baik saja!
Aku ingin berbicara berdua dengan Mob.
Biarkan aku pergi sendiri.
Pak Reigen!
Jangan sampai menemui Tsubomi dalam keadaan begini.
Jika dia melihatku seperti ini...
Justru aku ingin dia melihat wujudku yang ini.
Dan jika dia menerimaku, itu akan membuatku bahagia.
Mob tidak memamerkan kekuatan lagi setelah Tsubomi kehilangan minatnya.
Tapi itu salah.
Bukankah itu hal yang normal untuk berubah demi orang yang kamu sukai?
Untuk Tsubomi, beda kasus.
Coba ingat kenapa kamu menyukainya.
Apa karena akrab?
Salah.
Tsubomi tidak memperlakukanku secara khusus hanya karena aku seorang esper.
Dia tidak melihat "diriku" atau "Mob" sebagai kepribadian yang berbeda.
Dia sangat terbuka.
Yang menyukai dirinya bukanlah kamu,
melainkan aku.
Mob!
Hei, Mob!
- Orang itu... - Mob, apa kamu dengar?!
Master tidak memperlakukanku secara khusus.
Hentikan sikapmu yang pura-pura tidak sadar.
Dia adalah pembohong.
Mob!
Master selalu menyelamatkanku.
Agar bisa memanfaatkanmu.
Dia hanya tertarik untuk memanfaatkan kekuatanku dalam pekerjaannya.
Dengan kata lain, justru dia yang paling memperlakukanku secara khusus.
Sebatas itulah hubunganku dengannya.
Tapi sekarang tidak lagi.
Aku tidak akan bisa diperintah oleh orang lain.
Jika dia mengetahui wujud asliku, dia pun...
Lihatlah wajah terkejutnya.
Lihatlah.
Dia ketakutan padaku. Dia tidak akan mau mendekat.
Mob... Mob, kembalilah!
Aku tidak tahu.
Rupanya ini yang membebanimu selama ini.
Aku tidak menyadarinya.
Aku tidak pernah menyadarinya.
Master...
Maaf.
Mob...
Mob!
Tunggu!
Ada yang ingin aku sampaikan!
Aku ingin bicara!
Mob! Dengarkan aku!
Aku mohon, dengarkan aku!
Mob!
Mob!
Aku tidak mau kalah darimu,
makanya aku diam-diam melatih ototku!
Dengarkan aku sebentar saja.
Tidak mau.
Aku tidak mau mendengarkannya.
Karena aku sudah bebas sekarang.
Sebentar lagi aku akan bertemu dengannya.
Hei, Mob.
Ada sesuatu yang tak pernah bisa aku bilang kepadamu.
Tidak mungkin.
Dia punya kekuatan sebesar ini?
Hanya sekarang aku bisa bilang ini kepadamu.
Sebelum kamu bertemu dengan Tsubomi.
Hei. Sepertinya kamu masih sehat-sehat saja.
Lama tak jumpa, Shigeo.
Shigeo.
Berkat perasaanmu yang selalu ingin menungguku,
aku tidak jadi menghilang.
Aku bisa kembali lagi karena amukan kekuatanmu ini.
Hei, partner.
Dengarkan dulu yang ingin dikatakan Reigen.
Aku bertemu dengan Ekubo secara kebetulan tadi.
Berkat dia, aku bisa ke sini.
Kita tidak punya waktu bertele-tele!
Aku menggunakan daya hidupku untuk bertahan di sini.
Ya, kamu ada benarnya.
Ekubo.
Aku tahu kamu sudah menolongku, tapi bisakah kamu pergi sebentar?
Hah?!
Kamu bisa apa sendirian?
Ya sudah.
Jangan coba-coba berantem!
Mob.
Aku...
Aku...
Aku sebenarnya...
bukanlah seorang...
cenayang...
maupun esper!
Aku tidak punya kekuatan apa-apa!
Dari awal, semua hanyalah bohong.
Tunggu sebentar.
Ada ingus.
Aku sering berbohong.
Kepada klien...
Bahkan kepadamu.
Pertama kali saat kamu datang ke kantor,
aku berbohong kepadamu.
Aku memberimu saran lagaknya aku tahu masalahmu.
Kamu memercayaiku dengan mudah.
Karena itu...
aku selalu memanfaatkanmu sejak saat itu.
Terus terang, aku tidak tahu apa pun...
soal kekuatan supernatural.
Inilah diriku yang sebenarnya.
Aku minta maaf sudah berlagak sebagai mastermu selama ini.
Tapi dengarkan aku sampai akhir.
Kamu bukanlah orang yang istimewa.
Semua orang punya dua sisi di dalam dirinya.
Bahkan aku juga punya.
Oleh sebab itu, jangan dicemaskan.
Merasa cemas tak apa.
Karena itu hal yang normal.
Ini rahasia kita berdua saja.
Aku selalu benci menyembunyikan diriku yang sebenarnya.
Berkat kebohongan, aku bisa mengenalmu.
Karena kekuatan yang kamu miliki, kamu bisa seperti sekarang.
Eng, intinya,
kamu cukup menjadi apa adanya.
Meski tanpaku, kamu akan baik-baik saja.
Tidak apa-apa.
Sudah waktunya kamu menerima dirimu apa adanya.
Aku tahu kalau kamu... Mob pasti bisa!
Itulah yang Master bilang.
Apa kamu akan menerimaku?
Bukan begitu, tapi aku ingin kamu juga menerimaku.
Seperti halnya teman-temanku.
Apa kamu yakin?
Apa akan baik-baik saja?
No comments yet. Be the first to leave one.