Colin in Black & White

Colin in Black & White

Download Indonesian Subtitle

Season 1

Release info

Colin In Black And White S01E01 720p NF WEBRip x264
A Commentary by UFSIMV
EPS 01

Tags

webrip
web
x264
720p
720
BRip
Published on: 2021-12-02
Downloads: 21
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

SERIAL TERBATAS NETFLIX

Semua tahu langkah pertama masuk tim futbol adalah uji coba.

Untuk menjadi profesional, uji coba dimulai dengan tes kombinasi.

Calon pemain dipamerkan di depan pencari bakat, pelatih, dan pemilik,

yang mengukur bakat fisik dan kemampuan mereka di lapangan.

Pelatih mengatakan mencari pejuang, pembunuh, hewan liar.

Mereka ingin kau menjadi buas di lapangan.

Kau mau beri mereka itu.

Tapi kuberi tahu.

Yang mereka tak mau kau tahu, yang dibentuk adalah dinamika kekuatan.

Sebelum tim menempatkanmu di lapangan, kau diperiksa secara keseluruhan.

Mencari cacat yang mungkin akan memengaruhi performamu.

Tak ada batasan yang dihormati. Tak ada harga diri yang tertinggal.

Ayo, cepat. Lihat bentuk itu.

Lihat ini.

Tn. Petani, beri tawaranmu. Tiga puluh, James. Tiga puluh untukmu.

Seratus! Terjual!

Berikutnya, yang terbaik.

- Lima ratus. - Lima ratus!

Enam ratus!

Di sini.

Lihat ini!

Ayo! Siapa yang mau ini?

- Tujuh ratus! - Tujuh!

- Bagus. Seribu! - Seribu!

Kuberi tahu yang kumau.

- Ya, aku dengar. - Terjual!

Saat masih kecil, tak terpikirkan kau dipersiapkan untuk sebuah sistem.

Kau hanya suka bermain futbol. Kau hanya mencoba masuk tim.

Dahulu, yang kupedulikan adalah futbol, bisbol,

dan bola basket.

- Bagus. - Ya, ampun!

Lihat tangan Kaepernick.

Anak ini makin bagus saja setiap tahun.

Baiklah.

Mungkin ada sebagian kecil diriku yang juga ingin keren.

Kau sudah lihat Baby Boy?

Apa? Film itu?

Bukan. Balita. Ya, tentu saja film itu.

- Belum. - Dengar.

Kuunduh dari LimeWire. Kau tahu itu film dewasa, 'kan?

Ibumu mengizinkan? Dia ketat.

Dia tak seketat itu.

- Baik. Akan kubuatkan satu untukmu. - Baik.

Baiklah, Lori. Aku melihatmu.

Aku akan coba bicara dengan Lori. Dia lumayan untuk anak kelas delapan.

- Kita kelas delapan juga. - Aku dewasa untuk usiaku.

Baiklah. Ayo. Tanyakan.

Tanyakan apa?

- Tanya saja. - Tanya apa, Ryan?

Kau ingin tahu soal rambut ini, 'kan? Keren, 'kan?

- Ya. - Lihat bagian belakangnya.

Ada buntutnya.

Dengar. Siswi SMA ini yang mengepangnya, Dee Dee.

Dia mungkin bisa menata rambutmu juga.

Baik. Sampai jumpa setelah latihan.

- Sampai nanti. - Baik.

- Halo! - Hai, ini Dee Dee?

- Bukan, ini ibunya. Siapa ini? - Aku Colin.

Aku ingin rambutku dikepang. Ryan bilang kau bisa.

Tunggu. Dee Dee!

BU, AKAN PULANG TELAT NANTI AKU TELEPON

Aku lahir di Wisconsin.

Yang dikenal akan peternakan susu dan kelangkaan orang kulit hitam.

Tapi aku besar di Turlock, California.

Yang juga dikenal akan peternakan susu,

dan tentu saja, kelangkaan orang kulit hitam.

Satu tempat bisa melihat orang kulit hitam di Turlock

adalah kompleks apartemen Dee Dee.

Meski hanya beberapa blok dari rumahku, aku belum pernah ke sana,

tapi bisa membayangkan diriku di sana.

Colin?

Ya. Dee Dee?

Baik.

Tantangan.

Ayo.

Kau tak apa-apa?

Apa aku tak apa-apa?

Rasanya rambutku main tarik tambang dengan kulit kepalaku.

Tali yang digunakan terbakar. Apa aku baik-baik saja?

Baik.

- Kenapa tak ke kamar saja? - Diamlah.

Bersikap bodoh, Ibu akan menyuruhmu pakai hidung itu selamanya.

Ibu, bisa ambilkan minyak rambut di kamar mandi?

Sudah habis. Ibu sudah bilang kepadamu.

Aku perlu untuk rambutnya.

Kau bisa membelinya. Atau Ibu belikan di mal.

- Ibu mau ke mal mana? - Modesto.

Itu terlalu lama.

Ibu tahu? Ada atasan cantik yang ingin kucoba.

Aku akan ikut Ibu.

Ikut Ibu! Ayo.

Kau juga.

Ayo.

Kami akan pergi selama 20 menit.

Jaga sikap.

Jangan keluar dari mobil ini.

Siapa namamu, Anak Kecil?

Kau tampak konyol.

- Kau juga. - Apa?

Tidak apa-apa.

Aku di mobil panas bersama badut pemarah, menunggu siksaan lagi.

- Semoga semuanya sepadan. - Baik. Lihat!

Bagaimana menurutmu? Katakan sesuatu.

Memang harus sekencang ini?

Aku terpaksa karena teksturmu.

Rambut birasial sulit ditata. Licin dan mudah lepas.

Tapi aku berhasil.

Kau tahu kau mirip siapa? Allen Iverson.

Kau terlihat tampan. Aku hebat.

Maaf aku lama. Kau bisa pulang?

Boleh pinjam teleponmu?

Sampai jumpa.

Selama 24 jam kemudian rasanya berganti-ganti.

Aku tampak keren.

Tapi kepalaku terasa terbakar.

- Ibuku kesal entah kenapa. - Kami tak tahu di mana kau.

Kami tak tahu di mana kau, Ibu dan ayahmu.

Kutinggalkan pesan di kulkas.

Ibu melihatnya.

Tak ditulis kau ke mana. Colin.

Bisa dibilang garam dan api bukan campuran yang bagus.

Antara tak ada reaksi dari ibuku…

Kami baru bertemu hari ini. Dia teman dari temanku.

…lalu kritik halusnya…

Guru olahragamu pelatih basket, bukan?

Ya.

Dia akan suka rambutmu seperti itu?

…dan rasa sakit berdenyut yang kurasakan semalaman…

Aku bisa.

…aku tetap berharap itu sepadan.

Katanya dia terlihat tak profesional.

TAK PROFESIONAL

Mengintimidasi.

MENGINTIMIDASI

- Berantakan. Dia jelas tak fokus. - Apa yang kita bicarakan?

Dia berbahaya.

Dia merusak liga.

Dia tak punya rasa hormat.

Pada 1997, setelah mengagetkan liga.

- Dan menang Rookie of the Year… - Penonton menyukainya. Allen bebas.

Dapat dua poin!

Bintang super muda NBA dapat lebih banyak kritikan dari pujian.

- Itu bahasa tubuh… - Preman!

Dia mengalami lebih banyak kritik politik daripada pujian tulus.

Kenapa?

Kenapa pemain istimewa ini

dengan kombinasi semangat dan keanggunan yang langka

menyebabkan kemarahan para penguasa?

Yang dia lakukan untuk memulai kontroversi ini sederhana, disengaja,

dan sesuai prinsipnya.

Dia menerima kebudayaannya.

Dia mengepang rambutnya.

Kalian mengenal dia sebagai AI, sang Jawaban, Allen Iverson.

Nomor 3, Allen Iverson!

Salah satu pemain paling dinamis yang pernah ada di lapangan basket.

Dia menahan cemooh dan ejekan hanya karena mengekspresikan dirinya.

Mudah mengatakan itu gila sekarang.

Tapi saat itu…

aku tak tahu bagaimana perasaannya.

Meski merasa aku bisa tidur berdiri,

aku tak sabar ke sekolah memamerkan penampilan baruku.

- Itu baju baru. - Ya.

- Mau Ibu panggangkan? - Tidak, terima kasih.

Siapa makan Pop Tart mentah?

Mungkin Allen Iverson.

Kau menemui Dee Dee?

Kau juga pakai sepatu AI baru. Sekarang kau tampak seperti Allen Iverson.

Hebat ibumu mengizinkanmu keluar rumah tanpa khaki.

Baiklah. Sekarang kau bisa melucu.

- Tapi serius. Kau suka? - Ya.

- Terima kasih bantuanmu. - Kudengar rambutmu…

Maaf.

Awalnya aku juga kesakitan. Kau akan terbiasa.

Ini tak terlalu sakit.

Kau payah.

Dia meleset?

Colin, pelatih ingin bicara denganmu.

Hari ini!

Dua lagi!

Apa? Ayolah. Ada apa?

Tidak. Aku tak apa-apa.

Hanya sakit kepala dan lelah, tapi tak apa-apa.

Larilah beberapa lap. Mungkin kau akan semangat.

Aku harus lari? Meski aku lelah dan sakit kepala?

Aku mau kau lari agar kau tahu kau bisa,

meski kau lelah dan sakit kepala.

Ini terlalu kencang.

Ini salah.

Itu sudah dibumbui.

Baiklah.

Enak.

Colin, pernah dengar istilah lelah karena keputusan?

Apa itu?

Otak itu seperti otot.

Makin digunakan, otot akan makin lelah.

Baik.

Menurut Ayah, kau menyia-nyiakan energi otakmu untuk gaya rambut.

- "Energi otak"? - Ya.

Jangan sampai kau lelah karena keputusan karena memikirkan rambutmu,

Colin in Black & White subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Colin in Black & White

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left