The first 174 lines.
SERIAL TERBATAS NETFLIX
Kecantikan ada di mata yang melihatnya.
Terdengar sederhana, bukan?
Kecuali ketika apa yang kita lihat dimanipulasi.
Sejak orang kulit hitam pertama tiba di negara ini,
kami diprogram untuk menghargai satu standar kecantikan dari yang lain.
Selama tahun 1780-an, sejarawan Jerman, Christoph Meiners, menjajakan gagasan
bahwa umat manusia terbagi menjadi dua,
ras kulit putih yang cantik dan ras kulit hitam yang jelek.
Anggap saja, tak semua orang setuju dengan teori itu.
Kuberi tahu, aku sudah berobat ke dokter mata,
aku berbelanja, dan rebusanku matang.
Pemasak lambat ini akan mengubah hidupmu.
Baik.
Ya, aku harus pergi karena anakku pulang kelaparan.
Aku belum mendengar kabar soal itu.
Rick, Donna bilang bahwa Reece akan pergi ke Pesta Dansa Homecoming.
Kau tahu apa Colin berencana pergi?
Tidak? Ya. Tidak.
Kami tak tahu. Colin tak banyak bicara.
Dia di sini. Akan kutanyakan. Sampai jumpa.
- Apa kabar? - Hei.
- Bagaimana harimu? - Baik.
Apa?
Pergi, cari tahu apa dia akan pergi ke Pesta Dansa Homecoming.
Baik. Dorong dia karena itu akan baik untuknya.
Mungkin itu akan alihkan pikirannya dari banyak hal.
Hanya bersantai?
Pernah kau berpikir untuk pergi ke Pesta Dansa Homecoming?
Tidak.
Maksudmu, kau tak akan pergi atau tidak, kau belum memikirkannya?
Tidak. Aku belum benar-benar memikirkannya. Aku memikirkan hal lain.
Tentu.
Saudara-saudaramu pergi. Tidak bersama. Mereka punya teman kencan.
Ayah yakin ada banyak gadis yang ingin pergi denganmu.
Bukan hanya karena kau atlet. Kau pria baik.
Dia cantik, ya?
Dia orang yang dipilih Bruce Springsteen untuk ada di videonya.
Apa tipe wanitamu?
- Kau pikir dia manis? - Tentu saja.
Tapi aku tak suka gadis atletis, terlalu tinggi dan percaya diri.
Kau terdengar bodoh.
Kalian akan ke Homecoming?
Apa kami terlihat norak?
Dansa untuk orang tak keren, aku keren.
Aku bawa pacarku.
Tak perlu dibahas. Kenapa bertanya? Tunggu, kau juga?
Kalian berdua tak keren.
Hei. Aku lihat kakimu kram tadi. Aku merasa tak enak untukmu.
Sebenarnya tak seburuk itu, tapi terima kasih.
Kau tahu, aku sangat ahli dalam pijat kaki.
Keren.
- Terima kasih. - Ya.
- Akan kuberi tahu. - Ya.
Tunggu, tahan.
Jadi, ada salah satu gadis terkeren di sekolah menyukaimu
dan kau menyukai Crystal?
Dia hanya duduk di sana dan aku hanya, menyapanya.
Dia memperhatikanku. Aku hanya, seperti, "Apa kabar?"
Dia seperti… Kau tahu?
Jadi, kau akan menerima tawaran Hailey? Jika tidak, aku saja.
Sial, jodohkan aku.
Apa kabar, Crystal?
Apa kabar, Crystal?
Apa kabar, Crystal?
Crystal. Hei, boleh aku berbicara denganmu sebentar?
Aku agak sibuk. Maaf, ibuku menunggu.
Tunggu.
Colin!
Hei, Manis.
Ayo keluar kapan-kapan.
Ya, baik. Kita bisa. Kapan-kapan.
Beri aku nomormu.
Sampai jumpa.
Sudah kuduga. Aku tahu kau menyukainya.
Ya. Jadi, bagaimana jika begitu?
Dengar, aku tak mengerti. Kau tahu, Hailey cantik. Crystal…
Hailey cantik.
- Diam. - Apa? Aku bahkan tak bilang apa-apa.
Kau bilang sesuatu.
Dengar, aku hanya bilang. Kau punya Hailey dan Crystal.
Jika terserah aku, aku tahu siapa yang kupilih.
Bung, mobil ibunya saja sangat buruk.
Pada 1940-an, psikolog kulit hitam melakukan tes
untuk menentukan efek psikologis
dari segregasi pada anak-anak kulit hitam.
Ini dikenal sebagai "tes boneka".
Anak-anak diperlihatkan dua boneka,
satu berkulit hitam, satu berkulit putih,
dan ditanya siapa yang baik atau buruk,
cantik atau jelek,
dan anak-anak itu ingin menjadi seperti siapa.
Kebanyakan, mereka memilih boneka berkulit putih.
MAU "SEPERTI KULIT PUTIH"
Ada banyak warna kulit berbeda.
Aku punya pertanyaan untukmu tentang gambar anak yang berbeda ini.
Setelah aku baca pertanyaannya, tunjuk gambar yang sesuai dengan cerita.
Tes ini telah dilakukan, tak hanya di Amerika,
tapi di seluruh dunia,
selalu memberikan hasil yang serupa.
Tunjukkan anak yang jahat.
Tunjukkan anak yang bodoh.
Tunjukkan anak nakal.
Anak jahat.
Anak bodoh.
Anak nakal. Anak jelek.
Anak jahat. Anak bodoh. Anak nakal. Jahat. Bodoh. Jahat. Bodoh.
Kau tak mau menyapa?
Hai.
- Apa? - Beri tahu aku.
Kau ingin bicara kemarin.
Itu kemarin.
Apakah seperti itu?
Kau tak ingin berbicara denganku kemarin.
Aku tak siap.
Aku bilang aku sibuk.
Sekarang tidak.
Baik.
Jadi…
Aku ingin tahu…
Tidak, aku ingin menanyakan apa…
kau ingin pergi keluar denganku kapan-kapan.
Untuk makan bersama?
Pergi ke bioskop, atau…
Atau ke Homecoming.
Bagaimana kalau ketiganya?
Ketiganya bagus.
Ketiganya bagus.
Bagaimana sekolah? Ada yang baru?
Tidak.
- Bisa Ibu tanda tangani ini? - Apa itu?
Slip izin untuk Pesta Dansa Homecoming.
Kau akan pergi ke Pesta Dansa Homecoming? Rick, dia akan ke Pesta Dansa Homecoming!
Itu hebat.
Berhati-hatilah.
Ayah ajak ibumu ke pesta dansa, dan lihat kami, punya tiga anak.
- Siapa gadis beruntung itu? - Kalian tak kenal.
- Ayah yakin dia cantik. - Ya.
Kita harus bertemu dengannya dan orang tuanya.
Tidak.
Tidak usah.
Bisa Ibu tanda tangani?
Terima kasih.
Punya rencana apa akhir pekan ini? Selain futbol?
Tidak ada.
Sebenarnya kakakku mau datang ke kota,
jadi, aku mungkin ikut dia untuk melihat kudanya.
Kau punya kuda?
Tidak. Aku tak punya kuda. Kakakku punya kuda.
Baik, tapi itu kuda sungguhan?
Ya. Itu bukan kudaku.
- Apa yang kau cari? - Sepatu bot koboi.
Jadi, warna apa yang kita kenakan untuk ke pesta dansa?
- Merah? - Emas.
Emas? Baiklah.
Emas.
Kau yakin?
Kita akan terlihat bagus. Lihat saja.
Baik.
Kujemput pukul 17.00?
Kenapa aku tak bisa bertemu dengannya?
Aku mencintai putraku…
tapi anak perempuan membiarkan ibu mereka terlibat.
Seperti saat Devon membuat tatonya?
Astaga.
Tatonya!
Aku bisa saja mati.
Colin tak akan pernah lakukan itu.
Halo?
Ya. Colin!
Eddie!
Akan aku jawab, Bu.
- Hei, apa… - Kabar baik.
Kami cuma duduk, mengobrol, dan makan taco.
No comments yet. Be the first to leave one.