هماهنگ با نسخه‌های زیر

Yagate Kimi ni Naru BD Vol 2 (Episode 4-6)
ناشر AKsensei
Dibuat berdasarkan Yagate Kimi ni Naru / Bloom into You / やがて君になる [BDMV][1080p][Vol.2][JP] (22.9 GiB) (RAW). --- Sebenarnya ini koleksi pribadi, tapi daripada nganggur ya diupload aja. --- Silakan gunakan sebebas-bebasnya. --- Kalo ada yang kurang co

برچسب‌ها

other
تاریخ انتشار: 2019-03-29
تعداد دانلود: 43
مخصوص ناشنوایان: No

پیش‌نمایش زیرنویس Indonesian

نخستین 200 خط.

Aku tidak seperti orang lain yang menganggapmu sempurna atau semacamnya.

Makanya, ini biasa saja.

Karena itulah, saya ingin menjadi anggota OSIS.

Selamat pagi, Touko.

Pagi!

Selamat pagi!

Sayaka.

Touko!

Selamat pagi!

Pagi. Kau terlihat ceria.

Oh, pasangan ketua OSIS.

Siapa yang kau panggil "pasangan"?

Pagi.

Siapa yang jadi "suami"?

Pastinya Nanami, 'kan?

Kau akan mengumumkannya hari ini?

Ya.

Akhirnya tiba juga, ya.

Akhirnya aku bisa memulainya. Apa kau mau membantuku?

Kalau itu yang kau inginkan, kubantu dengan senang hati.

Koyomi! Sudah boleh aku hapus papan tulisnya?

Eh?

Boleh, kok.

Maaf, aku nggak menulis yang di papan tulis!

Eh? Yang benar saja?

Terus, apa yang sedang kau tulis?

Bu-Bukan apa-apa.

Dadah. Sampai jumpa besok.

Akari terlihat semangat sekali, ya.

Ya.

Koito-san!

Itu ketua OSIS.

Koito hebat juga, ya.

Kau nggak perlu repot-repot menjemputku juga.

Aku ingin melihat wajahmu secepatnya.

Senpai.

Anu ...

Apa?

Kedekatan.

Ma-Masa, sih?

Menurutmu enggak, ya?

Pemikiranmu soal jarak hubungan itu aneh.

Kalau orang salah paham dengan hubungan kita, bakalan repot, 'kan?

Karena kau orang yang dikagumi semua orang.

Aku pikir nggak bakalan ada yang salah paham.

Tidak, bakalan salah paham!

Baiklah.

Aku akan lebih hati-hati.

Oh, kalian cepat juga.

Oh, selamat siang.

Siapa dia?

Dojima-kun, kelas satu.

Benar! Salam kenal!

Kuze-senpai yang mengenalkan dia padaku.

Dia adalah senior klubku saat SMP.

Maksudmu klub kendo? Kau nggak masuk ke klub itu lagi di SMA?

Yah, aku orangnya lemah, jadi kupikir nggak perlu ikut lagi saat SMA.

Selain itu, katanya OSIS itu dapat nilai bonus di rapot, jadi menguntungkan.

Namaku Koito Yuu, kelas satu.

Salam kenal.

Nih anak memangnya bisa kerja?

Kau yang melakukan pidato kampanye itu, 'kan?

Karena Senpai yang menyarankannya, jadi kupikir nggak masalah.

Benar.

Justru karena itu aku khawatir.

Yah, enak juga punya adik kelas yang bisa diandalkan.

Tapi, justru orang seperti dialah, Senpai bisa menemukan orang-orang berbakat di sekitarnya.

Kita bisa lihat dari sisi itunya, ya.

Selain itu, dia datang atas kemauannya sendiri. Itu yang terpenting, 'kan?

Berhubung semua sudah di sini, akan kuperkenalkan diriku sekali lagi.

Namaku Nanami Touko, ketua OSIS.

Namaku Saeki Sayaka, wakil ketua OSIS.

OSIS akan diurus oleh kita berlima yang ada di sini.

Mohon kerja samanya selama satu tahun.

Selain tugas sehari-hari, kita akan cukup repot di saat ada acara sekolah, jadi bersiap-siaplah.

Acara sekolah yang paling besar tahun ini adalah ...

Silakan jawab, Koito-san!

Hah? U-Um ... Festival Budaya?

Benar sekali. Festival Budaya!

Sebagai orang di balik layar, tugas kita adalah memastikan seluruh murid bisa menikmati acara dengan maksimal.

Kita akan menyesuaikan tempat dan waktunya, dan memberi tugas pada panitia.

Kayaknya membosankan.

Itu tugas yang penting, loh.

Akan tetapi ...

Selain bekerja di balik layar, ada hal lain yang ingin kulakukan.

Mengembalikan Pentas Seni OSIS!

Mengembalikan pentas seni?

Pentas seni di Festival Budaya memang hal biasa sih,

tapi OSIS yang melakukannya?

Sekolah kita nggak ada klub teater, 'kan?

Jadi, dulu, klub lain seperti klub seni dan klub kerajinan tangan berencana menampilkan pentas seni bersama-sama.

Karena pentas seni itu ada kerjaan seperti membuat kostum dan dekorasi,

jadi mereka pikir mereka bisa memanfaatkan kemampuan mereka.

Tapi, meskipun begitu, mereka kekurangan pemeran.

Jadi karena itu, OSIS yang memerankannya?

Pasti anggota OSIS dulu nggak terlalu antusias.

Tapinya, itu telah menjadi tradisi tahunan.

Um, kalau nggak salah, 7 tahun yang lalu.

Sejak itu, tradisinya berhenti.

Aku pikir mengembalikan tradisi itu bakalan seru. Bagaimana?

Kayaknya seru. Aku ingin mencobanya.

Beneran?

Hmm, jujur, aku kurang setuju.

Soalnya, kerjaan utama kita saja sudah bikin sibuk.

Aku tidak menduga kalau masuk OSIS akan melakukan pentas seni!

Begitu, ya.

Yah, ini masih rencana. Ada banyak waktu sebelum Festival Budaya, jadi coba pertimbangkan lagi.

Oleh karena itu, kita kesampingkan dulu soal pentas seni,

dan lebih fokus pada rencana festivalnya ...

Menyusun dokumen, ya?

Ini kerjaan peninggalan pengurus sebelumnya,

jadi kita harus menyusun dokumen ini ke dalam kategori berkasnya masing-masing.

Laporan anggaran dan kegiatan akan diletakan di ruang OSIS, jadi pisahkan yang itu.

Kerja bagus.

Koito-san, kau memang sangat ingin masuk OSIS, ya?

Itu tidak benar, sih. Kenapa?

Habisnya, kau bilang ingin menjadi anggota OSIS di pidato kampanye,

jadi kupikir kau sangat ingin sekali.

Tidak, bisa dibilang aku terbawa suasana.

Yang jelas, aku hanya keterusan menjadi anggota karena awalnya membantu di sini.

Kalau kau, Maki?

Di SMP, aku juga anggota OSIS.

Walau aku masuk klub olahraga saat SD,

tapi sepertinya aku lebih cocok menjadi peran pendukung daripada berusaha untuk jadi mencolok.

Kau ini manajer, ya?

Orang sepertimu memang cocok di OSIS.

Makanya, aku kurang setuju ikut serta di pentas seni.

Kalau petugas di balik layar, akan kulakukan dengan senang hati.

Jangan-jangan ini ...

... naskah yang dulu?

Wah, rupanya juga tercampur di situ, ya.

Touko juga menemukan naskah lama di ruang OSIS, karena itu kami kepikiran untuk mengembalikannya.

Padahal sudah jadi tradisi, kenapa berhenti tujuh tahun yang lalu, ya?

Senpai?

Sekarang kita sedang kerja.

Benar juga, ya. Baiklah.

Akhirnya selesai juga.

Eh, sudah jam segini. Aku harus segera kembali.

Ah, hari ini ada kegiatan di klub bunga, 'kan?

Ya, maaf.

Nggak apa-apa. Terima kasih sudah bisa sampai akhir.

Kalian juga boleh pulang, kok.

Aku mau menggunakan laptop sebentar.

Terima kasih.

Kalau begitu, aku duluan.

Kalau begitu, aku juga ... duluan ...

Kalau begitu, aku juga mau menggunakan laptop.

Kau sedang apa? Mengerjakan PR?

Kau boleh memakainya, kok.

Soalnya, aku punya sendiri di rumah.

Aku juga nggak terlalu ingin memakainya.

Kau ini memang ...

Mudah terbawa suasana, ya 'kan?

Aku tahu, kok.

Bukan.

Kau baik.

Hei, Yuu ...

Aku ingin menciummu.

Padahal kau bilang sebatas cinta saja, ujung-ujungnya kau ingin melakukan itu juga.

A-Aku nggak akan tiba-tiba melakukannya seperti sebelumnya!

Nggak usah cari-cari alasan!

Apa tidak apa-apa seorang ketua OSIS suka plin-plan begitu?

Habisnya ...

Aku nggak bisa menahannya!

Karena kau selalu menerima perasaanku,

aku jadi lebih menginginkanmu.

Ini gara-gara kau.

Aku iri.

Aku juga ingin berubah.

Hah?

Tidak, bukan apa-apa.

Tidak apa-apa, kok.

Kalau kau ingin melakukannya.

Beneran? Kenapa?

Bukan berarti aku nggak mau.

Selain itu, kalau aku bilang aku nggak tertarik ...

... itu bohong namanya.

Apa-apaan itu?

Padahal nggak cinta, tapi kau ingin menciumku?

Yuu ...

Kau mesum.

Kalau kau mengejekku, aku pulang, nih!

Tunggu! Jangan, dong!

Akan kulakukan.

Bulu matanya panjang.

Ada yang ketinggalan kotak pensilnya.

Mungkin punya Maki-kun ...

Ini punyamu, 'kan? Kemarin ada di ruang OSIS.

Oh, rupanya ketinggalan di ruang OSIS, ya.

Ya. Nih.

Makasih.

Hei ...

Apa?

Kemarin kalian 'ngapain?

Maksudmu?

Kau berduaan dengan Nanami-senpai, 'kan?

Aku hanya penasaran kalian 'ngapain menggunakan laptop.

Oh, um ...

Mencari jawaban PR dan belajar untuk UTS.

Eh, enaknya. Aku juga ingin.

More Indonesian subtitles for Bloom Into You

نظرات

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left