Release info

Yagate Kimi ni Naru BD Vol 3 (Episode 7-9)
A Commentary by AKsensei
Dibuat berdasarkan Yagate Kimi ni Naru / Bloom into You / やがて君になる [BDMV][1080p][Vol.3][JP] (22.9 GiB) (RAW). --- Sebenarnya ini koleksi pribadi, tapi daripada nganggur ya diupload aja. --- Silakan gunakan sebebas-bebasnya. --- Kalo ada yang kurang co

Tags

other
Download Indonesian Subtitle Files for Mobile (3)
Choose the file for your episode 7.ass 74 KB 8.ass 216 KB 9.ass 129 KB
Download Indonesian Subtitle
Translate with Pro
Show all subtitles
Published on: 2019-03-29
Downloads: 54
Hearing Impaired: No

Indonesian subtitle preview

The first 200 lines.

Senpai, ada apa?

Itu terjadi jauh sebelum bertemu dengan Touko.

Eh?

Sayaka-chan, begini ...

Aku mencintaimu.

Awalnya, kupikir itu hal yang aneh.

Dua cewek pacaran.

Tapi ...

Saat dia lanjut ke SMA, kami mulai jarang bertemu.

Terkadang kami tidak bertemu berhari-hari atau berminggu-minggu.

Tapi, aku yakin dia juga merasakan kesepian ini.

Senpai!

Oh ...

Senpai?

Sayaka-chan, begini, kita bukan anak-anak lagi.

Aku pikir main pacar-pacaran itu tidak baik.

Itu cuma semacam delusi sesaat.

Maksudku, dua cewek pacaran, kau mengerti?

Padahal awalnya yang melakukan ini padaku adalah kau.

Akan kulupakan semuanya.

Aku juga ingin bisa bilang kalau itu cuma delusi sesaat.

Itulah yang kupikirkan.

Selanjutnya, pidato dari murid baru.

Kelas 1-3, Nanami Touko.

Baik.

Aku pikir aku yang akan jadi perwakilan murid baru,

tapi pikiranku terganggu oleh hal-hal yang tak penting, dan tidak bisa fokus belajar.

Brosur Upacara Pembukaan

Brosur Upacara Pembukaan

Brosur Upacara Pembukaan

Brosur Upacara Pembukaan

Brosur Upacara Pembukaan

Brosur Upacara Pembukaan

Akan segera kususul dia.

Tapi ...

... semua itu menjadi tak penting lagi.

Minggu ini akan ada ulangan harian lagi!

Eh?

Bukankah belakangan ini soalnya makin sulit?

Soalnya kali ini bapak harus mematahkan nilai sempurna Nanami dan Saeki.

Tolong jangan libatkan kami!

Semangat, Sayaka. Sesekali Touko harus dikalahkan.

Mustahil.

Kau nggak kesal jadi peringkat dua melulu?

Sama sekali nggak. Aku nggak sebanding dengan Touko.

Duh, nggak juga, kok.

Soalnya aku berusaha keras agar nggak kalah darimu.

Jadi, Nanami-senpai itu orangnya seperti apa? Aslinya?

Um ...

Kenapa kau menanyakan itu padaku?

Ini pertama kalinya aku menulis naskah, jadi aku butuh titik awal memulainya.

Aku pikir sebaiknya dimulai dari mengetahui sifat pemerannya. Itu loh, biar bisa disesuaikan.

Oh ...

Kau tahu sesuatu?

Nanami-senpai ... Yah, orangnya sangat populer.

"Pandai pelajaran dan olahraga, perilakunya baik, dipercaya dan disukai semua orang," begitu.

Ya, begitulah.

Dia terlalu sempurna ... Nggak asyik.

Meskipun kau bilang "nggak asyik" ...

Orang yang punya semacam kelemahan itu lebih mudah diceritakan.

Nggak ada, ya?

Hmm ...

Sebenarnya dia sama sekali nggak sempurna, tapi aku nggak bisa mengatakannya.

Kalau nggak ada kelemahan, bagaimana dengan kesukaannya atau sisi imut dia yang tak terduga?

Imut, ya?

Dia cepat sekali tersipu malu, apa itu termasuk sisi imut?

Saat situasi apa kau melihatnya?

Yang lainnya ...

Dia mengatakan "aku mencintaimu" seperti tak ada beban ...

Nggak, aku nggak bisa mengatakannya.

Apa dia segitu sempurnanya sampai kau nggak bisa kepikiran apa-apa?

Eh? Yah, begitulah.

Bukan berarti kami berdua pacaran, tapi kok rasanya kami punya banyak rahasia.

Koyomi! Tolong aku!

Ada apa?

Riko-sensei bilang kalau nilai sastraku begini-begini saja, aku harus ikut kelas tambahan.

Tolong lakukan sesuatu.

Sastra?

Memangnya ada cara lain selain dengerin pelajaran di kelas?

Ajarin aku, dong! Begitu-begitu, beliau orangnya galak.

Tolong panggil aku "Hakozaki-sensei".

Habisnya, Riko-sensei lebih mudah disebut.

Bukan berarti kau harus memanggilku begitu, 'kan?

Dari Nanami-senpai.

Kalau begitu, saya akan memanggil ibu "Hakozaki-sensei," jadi hindarkan saya dari kelas tambahan.

Koyomi, hari ini kau ada waktu?

Eh? Ada, sih.

Saya mohon, Sensei!

Mereka 'nanya apakah kau bisa bertemu langsung dengan mereka nanti.

Tidak mau.

Nanti?

Saya mohon!

Bisa-bisa aja, sih. Aku cuma sedikit gugup.

Soalnya, aku ragu apa aku bisa menulisnya dengan bagus.

Tenang saja, mereka orangnya baik, kok.

Touko.

Ah, maaf. Tunggu sebentar.

Koleksi surat cintamu bertambah?

Kali ini dari siapa? Yamauchi-kun, ya?

Oh, kemarin kau sudah dapat dari Hosomi-kun, 'kan?

Kenapa kau mengetahui semuanya?

Touko memperlakukan semua orang seperti teman, dan terlihat mudah didekati ...

Tapi sebenarnya, dia tak membiarkan siapa pun dekat dengannya.

Apalagi, untuk seorang pacar.

Dari cewek, ya?

Ya.

Sebelumnya aku membuat seorang cewek menangis, jadi aku harus lebih lembut lagi.

Apa kau lemah pada cewek?

Bukannya begitu.

Hanya saja, susah menolaknya.

Begitu, ya.

Dari Koito-san?

Ya, katanya bisa setelah pulang.

Nggak kusangka dia jadi sangat membantu, padahal awalnya dia sangat menolak.

Dia tipe orang yang tidak bisa menolak permintaan orang lain.

Soalnya, dia baik.

Kelihatannya kau cukup akrab dengannya.

Aku jadi sedikit cemburu.

Cemburu kenapa?

Apa yang membuatmu sangat menyukai dia?

Habisnya, dia satu-satunya cewek kelas satu yang jadi anggota OSIS.

Apa aneh kalau akrab dengannya?

Begitu, ya.

Kalau begitu, aku mau bicara sama cewek itu. Maukah kau menungguku?

Ya, hati-hati.

Touko takkan menjadi milik siapa pun.

Teruslah seperti itu.

Selama kau terus seperti itu ...

Aku bisa menjadi orang yang paling dekat denganmu.

Sayaka sangat baik, tapi dalam artian berbeda dengan Yuu.

Sayaka tak mau masuk terlalu dalam.

Yang dia minta dariku hanyalah untuk terus menjadi sempurna.

Selama aku bisa berakting begitu, dia takkan mengintip apa yang kusembunyikan di belakang.

Banyak rahasia yang tak bisa kukatakan.

Ternyata ada kafe seperti ini. Sepi begini, bagus juga, ya.

Selamat datang.

Tempo hari, kau juga kemari, 'kan?

Padahal baru kemari sekali, aku kagum kau masih mengingatnya.

Soalnya jarang anak SMA datang kemari.

Mana mungkin aku lupa wajah cewek imut.

Manajer, aku mau bayar.

Baik, sekarang juga.

Eh, rupanya dia manajernya.

Karena muda, jadi kupikir dia cuma pegawai.

Kau benar.

Baik, senang bertemu denganmu, Kano-san.

Iya.

Terima kasih sudah bersedia menulis naskah untuk kami.

Tidak masalah.

Aku sudah membaca novelmu dan bagus sekali, jadi kami senang bisa mendapat bantuanmu.

Aku hanya ingin melatih kemampuanku menulis cerita,

dan aku pikir bisa menulis bersama orang lain adalah kesempatan yang bagus bagiku.

Terima kasih.

Selamat datang kembali.

Hari ini kau pulang cepat, ya.

Ya. Terkadang, sih.

Hakozaki-sensei ...

Oh, beneran.

Selamat siang.

Selamat siang. Sedang apa kalian di tempat seperti ini?

Kami sedang rapat OSIS. Membahas persiapan pentas seni festival budaya.

Pentas seni?

Sensei, apa ibu saling kenal dengan si manajer?

Barusan dia bilang "selamat datang kembali."

Ah, soal itu ...

Miyako ... Maksudku, manajer kafe ini sudah berteman denganku sejak kuliah.

Karena aku sering kemari, jadinya seperti itu.

Mampir ke suatu tempat saat pulang tidak dilarang sih, tapi pulanglah sebelum gelap.

Baik.

Ternyata kau mengenal Hakozaki-sensei.

Beliau guru sastra kelas kami. Senpai juga, ya?

Pelajarannya beda, sih. Beliau wakil pembimbing OSIS, loh.

Eh? Aku baru tahu.

Soalnya, di sekolah kita, hampir semua urusan OSIS diserahkan pada murid.

Wali kelas kami juga tidak pernah ke ruang OSIS, padahal beliau pembimbing OSIS.

Dadah.

Terima kasih.

Apa ada sesuatu?

Oh, tidak ada apa-apa.

Hari ini, Koyomi bertanya kau orangnya seperti apa.

Aku bingung harus menjawab apa.

Itu ... mungkin agak sulit.

Sulit banget, tahu. Merepotkan.

Kau akrab sekali dengan Kano-san, ya.

Dia adalah temanku sejak SMP.

Dia suka membaca buku, jadi dia sering datang ke tokoku.

Soal dia menulis, aku juga tahu baru-baru ini, sih.

"Yuu" ...

Aku boleh memanggilmu begitu?

Kurasa kau sudah cukup sering memanggilku begitu.

Bukan itu maksudku, tapi saat bicara biasa di OSIS dan juga di depan semua orang.

Bukankah memang tidak masalah memanggil adik kelasnya dengan nama depan?

Ka-Kalau begitu ...

Yuu.

Iya?

Ekspresi itu ...

Saat melihat ekspresinya yang tidak masalah dengan begituan ...

... membuatku ingin dia masuk ke dalam duniaku sedikit lagi.

Sedalam apapun kau masuk, maukah kau terus bertingkah begitu?

Kalau begitu ...

More Indonesian subtitles for Bloom Into You

Comments

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left