The first 127 lines.
Aku bisa menang.
Dengan ini, akhirnya aku bisa mengalahkan Gabriel!
Tinggal mengatur panggung yang sempurna...
Halo? Ada apa, Vignette?
tenshi no hane hirogete
minna ni shukufuku wo
Muahahaha!
netoge dake shitetai wa
chotto heya kurai katadzukete
kyou mo omocha wa genki da wa
inu kowa yamete utaenai ja nai
aa jinrui horobinai kana
tenshirashiku chanto yatte yo
daiakumasama no odemashi desu
ware koso wa daiakuma
tte kiiten no
guutara guutara tengoku da wa kore
hito ni yasashiku jibun ni kibishiku
akuma no you na tenshi no egao
watashi wo dare dato omotteiru no yo
jouge kaiten
tenma hanten
keisei gyakuten
kibou wa anten
pride douten
amame no saiten
egao de manten
pashitte baiten
torima JK da shi
seifuku kitara ii kanji
people mo demon mo angel mo hikkurumete hai (happy)
nandemo iin ja nai (fuu fuu)
heaven mo hell mo earth mo gochamaze de hai (happy)
minna de gakkou ikou (fuu)
sukkoronde wa (wa)
donaubette wa (wa)
uei (uei) uei (uei) Yay! (Yay!) Yay! (Yay!)
datte tenshi desu mono
Ayo ke pemandian air panas!
Kita sudah ke sana.
Air Panas Spesial ~ Rencana Iblis Menajiskan Kulit Sang Malaikat ~
Kita lagi otw ke pemandian air panas!
Kamu semangat banget, ya.
Kamu suka acara beginian, 'kan, Vigne?
Aku menang lotre di distrik perbelanjaan!
Luar biasa. Pasti karena kamu dapat karma baik.
Oh, mana mungkin.
Bagi iblis, itu mungkin kurang bagus.
Bener banget! Payah!
Tidak kusangka si iblis bisa semangat banget pergi ke pemandian air panas.
Bukannya parah banget, tuh?
Ngaca dulu sana.
Barang bawaan apaan, tuh?
Kita cuma nginap semalam.
Kena kamu, Gabriel...
Siasat Iblis
...ke dalam Siasat Iblisku!
Silakan duduk santai dan anggap saja aku, Satanichia, biasa saja menikmati pemandian air panas!
Siapa sangka aku bisa segera menggunakan ini.
Kayaknya dia lagi bikin rencana konyol, deh.
Kayaknya dia lagi bikin rencana konyol, deh.
Kayaknya dia lagi bikin rencana luar biasa! Yang biasanya malah jadi bumerang!
Siapa yang mau main game?
Ta-da! Aku beli kartu!
Oh, boleh juga!
Kamu kayak bocah, Vignette. Sepertinya aku harus menunjukkan cara-cara Iblis Bermain.
Permainan Iblis
Angin Puyuh
Hidup adalah Permainan
Nah, silakan pilih sesukamu!
Gimana main beginian di kereta?
Kamu semangatnya dari lubuk hati, ya.
Bangunkan aku sesampainya di sana.
Wow, pemandangan yang indah!
Hei, teman-teman! Lihat—
Bau jerami ini...
Lumayan.
Karena ini bangunan tradisional Jepang.
Aku tak boleh lengah mengawasimu sebentar saja.
Nah, Gabriel! Ayo langsung ke pemandian!
Sudah ganti pakaian? Kok cepet!
Kalau mau ke sana, duluan aja. Aku udah tiga hari lalu, masih aman.
Terus kenapa kamu ke sini?
Kamu yang maksa.
Enggak apa-apa, Satania. Aku akan menemanimu ke pemandian.
Enggak ada artinya kalau sama kamu!
O-Oh...
Melihat wajahnya Vigne yang begitu, indah juga!
Astaga, harus gimana biar kamu ikut ke pemandian sama aku?
Kenapa kamu pengen banget ngajak aku, sih?
Apa mungkin kamu mau bikin dosa sama aku?
E-Enggak! Kamu ngomong apa, bego?!
'Kan, Vignette?
Ya...
Vignette? Ngapain di pojokan?
Mantap jiwa!
Kamu kenapa kok bahagia sendiri?!
Haish, kalau sudah begini...
Kita akan main ping pong!
Bodo amat, dah.
Baiklah, Satania yang serve duluan.
Tinggal ikuti saja, ya?
Kalau aku menang, kamu harus ikut aku ke pemandian!
Terserah kamu aja, deh.
Mengenal Gabriel, dia akan kelelahan dan berkeringat banyak dalam sekejap!
Lalu mau tidak mau dia akan ikut ke pemandian!
Dengan kata lain, takdirmu sudah tersegel!
Aku mulai, Gabriel!
Gab yang menang!
Yup.
Satania, sebenarnya kamu maunya apa, sih?
Habisnya, ada aturan yang melarang bola membentur meja, atau bom akan meledak di bawahmu!
Aku yang sudah memahami aturan, sudah tidak ada lagi celah untuk mengalahkanku!
Bersiaplah untuk kalah!
Bodo amat, buruan serve.
Kalau berani, terimalah Devil's Serve milikku!
Gab yang menang!
Yup.
Padahal udah diajari aturannya, kok bisa kalah lagi, sih?
H-Habisnya...
Pas mukanya jelek banget, aku jadi kepancing buat mukul bola!
Aku tahu maksudmu.
Oh, ini enak!
Iya! Bumbunya terasa banget.
Jadi pengen tahu resepnya, nih.
Ya, makanan ini lebih enak dari di kantin sekolah!
Nggak ada syukur-syukurnya sama sekali, ya.
No comments yet. Be the first to leave one.