The first 200 lines.
EPISODE TERAKHIR
Saat kembali ke sini,
aku menyembunyikan mobil yang kukendarai di dekat kuil.
Kita akan keluar lewat jendela ini
dan pergi dengan mobil itu.
Baiklah.
Eun Chang-su akan bingung saat tahu kita hilang.
Jangan memperlambat kami, ya?
Ayo cepat.
Tn. Lee! Nn. Pi!
Dia bersumpah demi kehormatan mendiang putranya,
tapi dia menipu kita lagi?
Bagaimana dengan Gal?
Jangan khawatir.
Akan kuungkap itu malam ini apa pun risikonya.
Ya, kau harus
mencegah Eun Chang-su membunuh kita.
Tapi berhati-hatilah.
Han-na, kau juga. Sekian.
Kenapa ribut-ribut?
Tn. Kim mencurigakan.
Aku mendengar dia menghubungi seseorang di ruang rekaman.
Apa maksudmu?
Menghubungi seseorang?
"Singkirkan para agen termasuk Lim Soo-ho
dan kembali ke Bukit Moran."
Kau yakin?
Singkirkan Lim Soo-ho?
Yang lain juga?
Ya. Aku mendengarnya dengan jelas.
Dan kudengar dia memerintahkan seseorang
untuk menyiapkan kendaraan di dekat kuil.
Di mana dia?
Kurasa dia mencoba kabur dari asrama.
Aku melihatnya turun ke ruang rekaman.
Ke mana perginya pria tua itu?
Astaga.
Ayah?
Soo-ho!
Soo-ho, apa yang kau lakukan?
Keluarlah sekarang.
Lim Soo-ho dan gengnya ada di dekat toilet.
Lim Soo-ho dan gengnya ada di dekat toilet!
Kami butuh bantuan!
Tim A, apa yang terjadi? Lapor sekarang. Tim A!
Kejar mereka. Sekarang!
Semua unit, ke arah toilet!
Semua unit, ke arah toilet! Bergerak!
Sekarang...
Ke Pelabuhan Pyeongtaek.
-Kenapa kau pergi ke sana? -Astaga!
Siapa pria ini?
-Kau... -Kita tidak punya waktu!
Sial.
Kau... Astaga.
Soo-ho!
Mereka tidak akan membunuh Soo-ho selama 300 juta dolar itu ada padanya.
Tapi bagaimana dengan Man-dong?
Dia mengejar Soo-ho. Apa dia sungguh akan membunuhnya?
Jangan khawatir.
Dia agen veteran.
Aku yakin dia akan aman.
Ayahmu membohongi kita lagi. Kalian, 33 sandera, dalam bahaya.
Sekarang kau dan aku...
harus melawannya.
Keluarkan DPO
dan tingkatkan inspeksi di pelabuhan.
Siapkan pos pemeriksaan di persimpangan besar juga.
Keluar dari mobil.
Kenapa kau terus menyuruhku keluar?
Aku tak percaya apa yang kulihat.
Kau mematikan perangkapnya.
Kau bahkan berlari setelah bertahun-tahun kau bilang sendimu sakit!
Siapa kau sebenarnya, Ayah?
Keluar saja dari mobil, Berandal.
Keluar, dan kita akan bicara.
Tidak.
Tidak mau.
Tidak sebelum Ayah memberitahuku.
Kenapa Ayah mau pergi ke Pyeongtaek selarut ini?
Kita akan terlambat.
Keluar.
Apa pentingnya siapa aku?
Keluar.
Baiklah.
Anggap saja aku sudah mati mulai sekarang.
Ayah...
TOKO PERKAKAS TAEGEUK
Kenapa aku tak tahu dia mata-mata Korea Utara?
Itu artinya dia yang menjebak Nn. Oh.
Tapi menurutmu...
apa yang dia lakukan di asrama?
Entahlah. Tapi ini asrama wanita,
jadi, ini pasti tempat yang sempurna untuk bersembunyi.
Apa menurutmu mereka...
akan menyerbu masuk malam ini?
Kita harus bersiap.
Kita harus memasang lebih banyak perangkap
dan melakukan semua yang kita bisa.
Aku hanya berharap...
Gal mengeksposnya tepat waktu.
STUDIO REKAMAN 1
Lewat sini.
Kita harus melakukannya dalam tiga menit.
Baiklah. Mari kita lakukan.
Tapi itu akan menjadi kecelakaan siaran terburuk.
DICARI, KELOMPOK EMPAT ORANG MATA-MATA KOREA UTARA
Biarkan dia lewat.
POS PEMERIKSAAN BERHENTI
Jika memutar, kita takkan sampai di sana pukul 02.00.
Hanya ada mereka berdua. Aku akan membunuh mereka.
Kalau begitu, kita akan memberi mereka petunjuk.
Mereka tak boleh tahu tujuan kita.
Kita tak punya pilihan selain berpencar.
Eung-cheol dan Kamerad Joo tak tahu wajah kalian,
maka bawa mobil ini.
Kamerad Kang dan aku akan berjalan kaki.
Tapi bagaimana kalian akan sampai ke sana dengan berjalan kaki?
Sudah kusiapkan kapal yang berangkat pukul 08.00 untuk berjaga-jaga.
Kami akan naik itu.
Kalian pergilah dahulu dan tunggu kami di Pelabuhan Qingdao.
Kamerad Kang.
Ayo pergi.
Hati-hati, kalian berdua.
Kau harus sampai di sana dengan selamat.
Aku akan menunggu.
Gyeok-chan.
Mari kita minum di sana.
Kau yakin bisa menghadapiku?
Kamerad Joo, aku akan menembak mereka jika ada masalah.
Jangan gugup.
POS PEMERIKSAAN KEAMANAN PERLAMBAT LAJU UNTUK INSPEKSI
Akan ada inspeksi singkat.
POLISI MILITER
STUDIO REKAMAN 1
MENGUDARA
-Pergi dari sini! Keluar sekarang! -Apa yang terjadi?
-Keluar, Berengsek! -Aku pergi.
-Ayo. -Baiklah.
JBC PANDUAN LAGU-LAGU TERBAIK
Kuharap semua orang mendengarkan ini dengan baik.
Ini Gal Sang-sik, reporter politik di JBC
yang pertama kali meliput penculikan Profesor Han.
Karena kami sudah menyimpulkan
bahwa nyawa 33 sandera di asrama
dalam bahaya,
kami akan membawakan berita terkini.
Menurut sumber dari dalam,
insiden penyanderaan di Universitas Hosu adalah
skema jahat pemilu yang dibuat oleh para tokoh kunci pemerintahan.
Aku agen yang membawa sandera keluar saat mereka dibebaskan.
Maafkan aku,
tapi waktunya tidak banyak,
jadi, biar kukatakan yang harus kukatakan dahulu.
Agen Lee Gang-mu!
Apa kau mendengarkan?
Aku...
Aku bukan orang berprinsip atau patriot seperti dirimu,
tapi mereka yang mencoba membunuh siswa yang tak berdosa
untuk mendapatkan kekuasaan...
aku tidak bisa diam saja.
Aku akan melawan para bedebah itu.
Jadi, keluarlah dari sana hidup-hidup.
Anak-anak, apa kalian mendengarkan?
-Ya! -Ya!
Kalian juga jangan pernah menyerah!
Kau punya bukti kuat bahwa itu skema jahat pemilu, 'kan?
Ya.
Saat mendapatkan buktinya,
aku mengirimkannya ke media, tapi ANSP menyitanya.
Karena itulah aku memutuskan untuk mengungkapnya sendiri.
Aku pernah di satuan tugas itu, dan aku merekam
mereka yang memimpin skema jahat dengan Korea Utara...
Kalian mendengarkan saluran radio JBC
dari Seoul, ibu kota Republik Korea.
-Terima kasih sudah mendengarkan. -Apa-apaan ?
Kenapa kau di sini?
Intinya, dia tidak bisa menyelesaikan ucapannya.
Tetap saja, dia berhasil mengatakan
insiden penyanderaan ini adalah skema jahat pemilu.
Kau benar. Seorang agen ANSP membocorkannya,
maka itu akan menyebabkan kegemparan besar.
Bukankah kita juga harus melakukan sesuatu?
Kau benar. Kita tidak bisa diam saja.
-Kalian setuju, 'kan? -Kau benar.
Bagaimana kalau kita gantung spanduk bertuliskan
insiden penyanderaan ini adalah skema jahat pemilu?
-Aku setuju. -Aku juga.
-Aku juga setuju. -Aku juga.
Aku juga akan membantu.
Tapi apa kita punya yang dibutuhkan untuk membuatnya?
Jika kau keluar dari negara ini,
apa yang ingin kau lakukan?
Bagaimana denganmu, Kamerad Kang?
Aku hanya ingin menjalani...
kehidupan sederhana.
Punya anak, memasak, mencuci pakaian,
dan mengomeli anak-anak serta suamiku
dari waktu ke waktu.
Aku ingin hidup seperti itu.
No comments yet. Be the first to leave one.