The first 200 lines.
Musim semi.
Burung-burung bernyanyi, bunga-bunga bermekaran...
matahari menghangatkan Bumi.
Di suatu tempat.
Bukan di sini.
Suhunya minus satu derajat di luar ruangan.
Salju turun setebal 2,7 m pada musim dingin lalu...
dan empat soda beku baru saja meledak di trukku.
Selamat datang di Patience, Colorado.
Jadi, inilah "dokter di tepi danau" yang dibicarakan semua orang?
Dia memiliki kabin ini sejak tahun 2004.
Dia datang dan menginap selama seminggu.
Hingga musim dingin lalu...
dia datang di akhir Desember, dan menetap hingga kini.
Apa dia sudah pensiun?
Apa yang dia lakukan di sini?
Kurasa, dia sedang memancing.
Aku berada di antah berantah.
Di sebuah kota kecil, tiga jam dari kota terdekat...
di jalanan yang tak bisa dilewati selama setengah tahun.
Tak ada orang waras yang mau tinggal di tempat seperti ini.
Kecuali mereka punya sesuatu untuk disembunyikan.
Permisi, Pak. Kau Dr. Harry Vanderspeigle?
Ya, itu aku.
Aku Sherif Mike Thompson.
Semua orang memanggilku Si Hitam Besar.
- Karena trukmu? - Karena...
Kau lucu, ya? Kau lucu?
Ini wakilku, Liv Baker.
Panggil saja aku Liv.
Atau Wakil Liv.
Bodoh.
- Ada yang bisa kubantu? - Ya...
Terjadi pembunuhan di kota semalam.
Kau seorang dokter.
Ikutlah bersama kami dan bantu memeriksa jasadnya.
Bukankah ada dokter di kota yang bisa membantu kalian?
Ya, masalahnya adalah...
Korbannya adalah dokter di kota, Dokter.
Saat Neil Armstrong menjadi manusia pertama...
yang menginjakkan kaki di bulan...
dia berkata, "Dia tidak dipilih untuk menjadi yang pertama."
"Itu hanyalah kebetulan."
Kebetulan menempatkannya di kursi pilot dalam misi itu...
dan kebetulan menyingkirkanku dari kursi pilot dalam misiku.
Empat Bulan Lalu
Saat pertama kali datang ke Bumi...
aku bahkan tak menyangka akan menginjakkan kaki di planet ini.
Kebetulan.
Terdampar di planet asing.
Untuk bertahan hidup dan menyelesaikan misi...
aku harus bisa berbaur dengan manusia.
Apa ada orang di dalam?
Asal kau tahu saja, Cosette.
Tak ada yang namanya kerahasiaan antara pelacur dan klien.
Putar Mundur, Mainkan
Asal kau tahu saja, Cosette.
Asal kau tahu... Cose...
Asal kau tahu saja, Cosette.
Asal kau tahu saja, Cosette.
Asal kau tahu saja, Cosette.
Asal kau tahu saja, Cosette.
Asal kau tahu saja, Cosette.
Asal kau tahu saja, Cosette.
Saat kapalku jatuh, aku kehilangan muatan berharga...
perangkat yang kubutuhkan untuk menyelesaikan misi.
Aku harus menemukannya sebelum salju mencair...
kalau tidak, orang lain akan menemukannya.
Taruh di trukku. Akan kubawa.
Aku belum pernah ke kota sebelumnya.
Itu terlalu berisiko.
Selamat datang di Patience, Colorado
Lagi pula, mereka tak punya kedai piza...
dan internet bilang, parkir di sana sangatlah sulit.
Namun, di sinilah aku.
Ujian pertamaku yang sesungguhnya.
Pendapat bahwa spesiesku lebih maju daripada manusia...
adalah pernyataan yang sangat meremehkan.
Jika alam semesta punya skala kecerdasan manusia akan berada tepat di bawah kadal.
Kami menunggumu.
Halo, Dokter. Aku Ben.
Aku walikota.
Terima kasih sudah memanggilnya kemari, Mike.
Sudah kubilang, panggil aku Si Hitam Besar.
Ya. Aku tak nyaman memanggilmu begitu.
Terima kasih banyak sudah datang.
Tentu saja, kami harus menutup klinik, dan itu agak sulit untuk dilakukan...
karena rumah sakit terdekat berjarak lebih dari tiga jam.
Jasadnya ada di sebelah sini.
Dari baunya, menurutku, dia sudah tewas paling tidak selama enam jam.
Apa-apaan ini?
Kau tidak mati.
Ya, tentu saja. Aku sedang tidur.
Dia bukan dokter yang tewas.
Dokter itu ada di sebelah sana.
Asta seorang suster.
Dia yang menemukannya di sini pagi ini, saat hendak bekerja.
Aku tahu ini berat untuk semua orang.
Namun, seorang konselor duka akan datang untuk bicara dengan kita semua.
Ya. Kerja bagus, Tuan Lembek.
Kau membayarnya dengan anggaran kota, atau dia bekerja demi sebuah pelukan?
Siapa kau?
Aku Harry Vanderspeigle.
Aku seorang dokter.
Walikota Lembek menyuruh mereka menjemputku untuk memeriksa jasad itu.
Kumohon, jangan panggil aku seperti itu.
Bukankah itu namamu?
- Kurang lebih begitu. - Baiklah.
Jadi, ini adalah Sam Hodges.
Dia adalah dokter di kota ini.
Abigail, istri Sam, sedang di luar kota.
- Beri tahu aku saat dia menelepon. - Tentu saja.
Aku memberikan nomormu kepadanya.
- Apa? - Kau walikota kami.
Aku tak tahu cara menyampaikan kabar duka kepada seseorang yang suaminya wafat.
Ya, berikan saja nomorku. Aku akan bilang suaminya tewas.
Aku tidak peduli.
Siapa orang terakhir yang melihatnya saat masih hidup?
Aku.
Aku meninggalkannya sendirian di sini sekitar pukul 21.00.
Saat aku masuk pagi ini, dia...
Aku menutupinya dengan seprai.
Ini...
luar biasa.
Apa? Apa yang luar biasa?
Misteri yang bagus, mencari tahu apa yang terjadi...
seperti Law and Order.
Chung-chung.
Itu menyenangkan.
Menyenangkan?
Ya. Aku tahu siapa yang membunuhnya.
Siapa?
Dirinya sendiri.
Sudut luka, dan bagaimana darah mengenai tangannya.
Dia membunuh dirinya sendiri.
Kenapa dia melakukannya?
Aku tidak tahu. Aku tidak ada di sini.
Baiklah, dengar, dia cukup menyeramkan, 'kan?
Bukan hanya aku, 'kan? Kalian semua melihatnya, 'kan?
Ya, tapi tak masalah jika ada orang yang sedikit berbeda.
Kau lihat sendiri yang dia lakukan. Apa itu "chung-chung"?
Bisakah kau tak bicara kepadaku?
Tunggu.
Kumohon, jangan bilang kau akan pergi.
Baiklah, aku takkan pergi.
Tidak, tapi kami masih butuh bantuanmu.
Aku diminta datang untuk melihat jasad itu.
Sudah kulakukan. Apa ada mayat lainnya?
Tidak.
Kalau begitu aku harus pergi.
Tunggu. Kau melihat jasadnya selama dua detik.
Dengar, mungkin kau benar. Mungkin dia bunuh diri.
Namun, jika tidak...
ada pembunuh yang berkeliaran di luar sana, mengerti?
Kita perlu melakukan autopsi.
Maksudmu, membedah tubuh dan mengeluarkan organ-organnya?
Ya. Betul, yang seperti itu. Ya.
Jalanan tertutup salju semalam...
dan koroner takkan datang sampai jalanan dibuka.
Namun, untungnya...
pria yang dahulu menjalankan lab patologi di Rutgers tinggal di kota ini.
Jangan panggil pria itu.
Aku akan melakukan autopsinya.
Orang itu adalah kau, aku...
Aku mencarimu. Kau menjalankan lab di Rutgers.
Tentu saja aku menjalankan lab itu. Aku tahu itu.
Aku sedang bercanda. Aku orang yang sangat lucu.
Baiklah, bagus.
Aku harus pergi. Namun, kau pasti bisa. Mengerti?
Kita akan beli satu, 'kan?
Max?
Max?
Max! Hei.
Biarkan aku masuk ke mobil.
Bagaimana mungkin?
Hanya satu dari sejuta manusia yang punya mutasi genetik...
yang memungkinkan mereka mampu melihat menembus rekonstruksi molekuler kami.
Namun, entah bagaimana di kota dengan seribu penduduk ini...
ada seorang anak ingusan yang bisa melihat wujud asliku?
Artinya, ada lebih banyak orang di kota ini...
yang bisa melihatku sebagai alien.
Manusia punya istilah untuk ini...
"Sial" dan "tidak adil"...
dan "ini benar-benar omong kosong".
Kenapa kau berdiri di sini?
Karena aku membantumu melakukan autopsi.
Tidak, kau tak boleh membantuku.
Kau masih berdiri di sini.
Sam Hodges adalah dokterku sejak aku masih kecil.
Aku takkan pergi ke mana pun sampai aku tahu apa yang terjadi padanya.
Baiklah.
Kau bisa berdiri di sana...
dan mencatat.
Apa aku terlihat seperti stenografer?
Lantas kenapa kau di sini?
Karena aku tidak memercayaimu.
Katamu, dia bunuh diri, tapi dia takkan pernah melakukannya.
Ada beberapa luka di lehernya.
Sudut semua luka itu sesuai dengan luka yang berasal dari tangannya sendiri...
punggung tangannya berlumuran darah...
No comments yet. Be the first to leave one.