La unuaj 186 linioj.
Diterjemahkan oleh IDFL™ SubsCrew
Aku sendiri pernah hampir digantung.
Aku tidak begitu memikirkannya.
Bagaimana denganmu?
Kami akan meninggalkanmu sekarang.
Aku tidak ingin ada orang yang melihatku di sini...
... mengira kalau aku ada kaitannya dengan...
... kematianmu.
Akan tetapi...
... tidak baik bagi seorang pria berada di sini sendirian.
Pikiran bisa melakukan sesuatu yang mengerikan.
Sambutlah temanmu.
Oh, ular.
Jangan pergi tanpa aku, oke, Ollie?
Tuhan...
... apapun yang pernah kulakukan sehingga membuat-Mu marah...
... kalau saja Kau mengeluarkanku dari masalah ini...
... beritahu aku apa kesalahanku itu, aku akan memperbaikinya.
Satu minggu ini begitu menjengkelkan bagiku sejak awal.
Semuanya berawal saat aku sedang dalam perjalanan menuju Crystal River...
... untuk mengambil uang dari bank.
Aku seharusnya tahu ada nasib sial yang akan terjadi...
... ketika kudaku dicuri...
... dan aku harus menggantinya dengan sesuatu yang sedikit murah.
Nasibku harus cepat berubah.
Tapi permainan poker abad ini masih berjarak empat hari di St. Louis...
... dan aku masih kekurangan uang masuk sebesar $3.000.
Aku tidak ingin kalau sampai melewatkan permainan itu.
Bukan hanya karena hadiah sebesar setengah juta dolar...
... walaupun uang sebanyak itu pasti menarik perhatian...
... tapi karena aku ingin tahu seberapa hebat permainanku.
Untuk yang terakhir kali.
h
ht
htt
http
http:
http:/
Sepertinya aku harus menginap di sini malam ini.
Bisnis harus menunggu sampai besok pagi.
Wo, sobat.
- Halo, Tuan. - Hai, Nak.
Berapa harganya?
Harian, mingguan atau bulanan?
Tidak. Bukan untuk menjaganya, tapi harga untuk membelinya.
Ayah! Pria ini ingin tahu apakah Ayah ingin membeli seekor keledai kecil.
Keledai kecil itu hanya berharga satu dolar.
Baiklah, Tuan, menurutku kau bisa mendapatkannya.
Ini uangmu.
Makannya tidak banyak, tapi dia tetaplah seekor keledai.
Dan, dia selalu suka kalau dipanggil Arthur.
Saat aku melihat pria ini, aku mencium masalah...
... dan bau kacang goreng.
Ada yang memberitahuku bahwa ini bukanlah sekedar pertemuan yang tidak disengaja.
Kau menambah 10, aku tambah lagi 10.
Aku ikut.
- Apa kartumu? - Full house.
Aku kalah.
Sial. Kau wanita yang beruntung.
Ada yang duduk di kursi ini?
Sekarang ada.
Namaku Annabelle Bransford.
Siapa namamu?
Bret Maverick. Senang sekali bisa berkenalan denganmu.
Aku suka permainannya tetap seperti yang sekarang.
Aku membawa semua nilai tambah ke meja ini.
Aku hampir tidak pernah menggertak dan aku tidak pernah curang.
Aku tidak percaya.
Aku juga tidak.
Aku suka permainannya tetap seperti yang sekarang.
Apa gunanya kalau ada kursi kosong?
Tentu saja.
Aku akan bertaruh aku bisa mengubah pikiranmu.
Aku berjanji aku akan selalu kalah setidaknya dalam satu jam.
- Aku suka itu. - Kedengarannya bagus.
Tipe pemain yang aku suka.
Kita bermain lima kartu.
Silakan duduk.
Seperti yang sudah kukatakan. Namaku Nyonya Annabelle Bransford.
Aku sudah mendengarnya, Bu. Kecuali bagian "Nyonya."
Pasang taruhan kalian.
Aku ikut.
Pernainan yang sama. Chip, Tuan.
Kau bisa kalah sebanyak yang kau inginkan.
Dua ratus.
- Kau bilang akan selalu kalah selama satu jam. - Aku selalu memegang janjiku.
Aku tahu.
Pasang taruhan kalian.
Akhirnya.
Aku ikut...
... dan tambah lagi 20.
Pelan-pelan saja, chip-ku tinggal sedikit.
Aku melihat taruhanmu dan...
... aku ikut.
Dua pair. As dan Ratu.
Aku beruntung, aku punya 3 kartu enam.
Maaf.
Kartu yang bagus.
Menghentikan kekalahan beruntunmu.
Yang itu seharusnya tidak masuk hitungan.
Maaf?
Menurutku kartu itu seharusnya tidak masuk hitungan.
Kau punya alasan yang logis mengapa tidak?
Pikiranku sedang tidak berada di permainan.
Pikirannya tidak berada di...
Siapa namamu, Nak?
- Johnny. - Kau punya nama belakang?
Johnny Hardin.
Apa pekerjaanmu?
Aku seorang penembak.
Aku harus menganggap karena kau masih hidup...
... dan bermain kartu bersama kami...
... berarti kau cukup hebat.
Kau ingin mencari tahu?
Tuan-tuan, kartu ini tidak masuk hitungan. Ambil semuanya.
Apapun yang kau anggap adil, dan... aku akan puas dengan sisanya.
Kau selalu takut seperti ini?
Aku rasa begitu. Selama yang bisa kuingat, setiap saat.
Ayahku selalu bilang, "Dia yang bertarung dan lari..."
"... bisa lari di kemudian hari."
Apa?
Dengar, aku tidak mengerti...
Tenanglah.
Di mana kebakarannya, Nak?
Tenanglah. Jangan tembak aku, oke? Aku hanya mencoba menjelaskan.
Aku hanya bilang, aku tidak mengerti apa hebatnya tentang menjadi berani.
Maksudku, aku pemain kartu. Kalian tahu, aku bermain kartu.
Panggil aku seorang penjudi. Aku ingin menjadi penjudi hebat.
Kau sendiri adalah seorang penembak.
Seorang penembak yang hebat, dari yang aku dengar.
Jika aku menentangmu, berapa kemungkinan yang aku punya? Jawab?
Tidak ada.
Sama sekali tidak ada.
Mau melihatnya lagi?
Pistol ini tidak mau tetap berada di sarungnya.
Whoop! Pasti ada pegasnya.
Ayolah, kita bermain poker saja.
Siapa yang mau bermain poker?
Siapa yang ingin melihat seseorang terbunuh?
Tidak ada. Ayo kita bermain poker.
Aku lebih suka kaya daripada mati.
Apakah yang tadi itu cepat? Menurutku itu cepat.
Yang tadi itu cepat? Benarkah?
Ya.
Sekarang, sampai di mana tadi? Stud ?
Menurutku aku memilih draw !
Hanya bercanda.
Maaf, aku tidak bisa menahannya.
Taruhanku.
- Aku tambah 75. - Oh, 75.
Berarti... Lebih dari cukup untuk ikut taruhanmu.
Dan aku akan tambah, sepertinya 100.
Sial! Aku mundur.
Hei, kau tidak pernah membayar untuk melihat...
Kau bilang kau tidak pernah menggertak.
Aku punya sepasang as!
Tidak, aku bilang tidak pernah curang, aku juga bilang hampir tidak pernah menggertak.
Yang ini termasuk "hampir tidak pernah."
Kau curang di seluruh permainan.
Menurutmu apa yang aku lakukan selama satu jam pertama?
Aku mempelajari kebiasaan kalian.
Kelemahanmu adalah saat tanganmu...
... membolak-balikkan kartumu dan sedikit gelisah.
Aku baru saja menyebutmu curang.
Kau juga menyebutku penakut...
... tapi aku mengira kau hanya bercanda.
Lepaskan dia!
Kami yang menghabisinya dulu!
Saat aku melihatmu melalui jendela, aku jadi percaya kepada Tuhan.
Waktu itu kalian mabuk.
Sangat mabuk. Dan permainan kalian jelek. Salah siapa itu?
Kesalahanmu, dasar keparat! Semuanya salahmu!
Sekarang giliran kami.
- Sepertinya akan ada perkelahian. - Kemarilah, Nak
Aku ingin kau memegang ini untukku.
Jika mereka berhasil mengalahkanku...
... kau diizinkan untuk menembakku.
- Menembakmu? - Tembak aku.
Jaga jangan sampai kotor. Terima kasih.
Semoga berhasil. Aku akan memegangnya.
Aku akan mencincangmu...
... pria pesolek!
- Kau petarung yang cukup hebat. - Terima kasih.
- Aku senang tidak harus membunuhmu. - Aku juga.
- Ngomong-ngomong, aku menang 20 sen. - Duapuluh sen?
Berkat pakaian keberuntunganku.
No comments yet. Be the first to leave one.