Blood Blockade Battlefront

Blood Blockade Battlefront (血界戦線)

Download Indonesian Untertitel

Staffel 1

Release Info

Blood Blockade Battlefront S01
Ein Kommentar von Black Hole

Tags

bluray
Veröffentlicht am: 2025-10-16
Downloads: 84
Hörgeschädigt: No

Indonesian Untertitel-Vorschau

Die ersten 200 Zeilen.

Sejak hari itu, aku berulang kali memimpikannya.

Rasa takut yang tak terhapus, dan kegelisahan yang terus berulang.

Hari-hari penyesalan dan...,

kengenesan tanpa akhir.

Bahkan sampai saat ini,

kumasih gemetar dan berdiri terpaku...,

...kutahan sampai terbangun.

Jawaban akannya tetap tiada.

"Hari ini..., aku pun berada di dalam mimpi yang buruk lagi."

Aku bermimpi...,

...tentang masa lalu yang tentram.

Hari-hari penuh kepuasan,

kenangan yang indah.

Ingatan itu kian terbayang pas kujalani hidup dengan mengarunginya. Dilarang 'tuk dilupakan.

Pas kupejamkan mata pun kutahu.

Kalau ini tuh...,

kenyataan yang ngenes abis.

Kesendirian yang ingin kita saling memahami, anugerah keberanian, kebahagiaan...

Kebencian dan duka yang sulit 'tuk kita hempaskan.

Demi menghadapi kenyataan yang semakin mendekatiku...

...apa yang sesungguhnya bisa kulakukan?

Selamat pulang!

Selamat datang di akhir kehidupanmu!

Apa kau tahu lagi di mana, Mayat Anak Baru?

Hah?

Dasar!

Ternyata kau 'emang masih hidup, ya.

Jangan pura-pura!

Aku sudah mati!

BLOOD BLOCKADE BATTLEFRONT

Apa yang sesungguhnya bisa kulakukan?

Halo, Dunia!

Kabutnya sangat ajib, ye, Guavara-san?

Oye.

Sampai tak bisa melihat apa pun, ya, Guavara-san?

Oye.

Apakah kejadian yang dinyatakan pemuda yang menyebut dirinya Raja Keputusasaan...

...yaitu Keruntuhan Agung Kedua benarkah akan terjadi, Guavara-san?

Oye.

Mau sampai kapan elu ngerokok di sini?

Kita 'harusnya mencari Leo-kun, 'kan?

Ayo kita bergegas!

Klaus!

Aku 'dapat laporan dari Leo.

Dia sedang menunggu datangnya Para Perapal yang akan memperbaiki penghalang yang hancur.

Dan kita 'dapatkan perintah resmi...,

...yaitu bekerja sama 'tuk mencari hilangnya "Yang Terakhir."

Sudah tiga tahun, ya...

Atau mungkin baru tiga tahun...

Mau yang manapun, ini tuh reuni kita dengan Sang Kegelapan Putih.

Oi, oi, oi... Keributan apaan nih?

Kayak tiga tahun yang lalu 'aja!

Berisik.

Kau tak berperasaan, ya, Deldro.

Tapi, apa si Leo ini tidak apa-apa?

Aku melihat rekamannya juga...

...dan yang terburuk, sekarang dia lagi 'sama musuh.

Kalau dia tak berguna lagi, bisa gawat, 'kan?

Tidak, makanya dia baik-baik saja.

Lihatlah..., gravitasinya masih belum bermasalah.

Tiga tahun lalu, seluruh kota jadi kacau karena "Lubang Abadi" yang membeludak.

Penghalangnya masih...

...belum hancur.

Penyebabnya kemungkinan tuh "Yang Terakhir."

Kami yakin dia tuh Mary Macbeth.

Kami menduga itu berada dalam tubuh gadis ini.

Memangnya itu mungkin?

Para Perapal yang membuat penghalangnya berasal dari berbagai perguruan,

masing-masing dibuat dengan kekuatan mereka sendiri.

Mungkin 'aja, salah satu dari metode mereka memasukkan arwah perapal ke penghalangnya,

walaupun itu dilarang...

Kemungkinan saat "Keruntuhan",

Mary dan kedua orangtuanya terjebak dalam suatu kejadian...

...dan selama tiga tahun, dia hidup menyatu dengan penghalang tersebut.

Kalau perkataan ini sudah tentu benar, maka gadis itu...

...tuh hal yang belum pernah kita temui.

"Penghalang daya yang terisi arwah."

Sunyi...

Terlalu sunyi...

Memanfaatkan kabut 'tuk menghentikanku?

Ghost...

Takkan kubiarkan dia menemukan bocah itu...

Njir...

Aku 'ngantuk.

Kalau Raja Keputusasaan menggunakan Mata Tuhan 'tuk mencari penghalangnya...

Lantas, dia takkan membunuh bocah itu, 'kan?

Bagaimanapun, kalau Leonardo tidak ada, percuma saja.

Apa pun yang terjadi kita harus menemukannya.

Ho'oh Siap.

Ayo, berdiri, berdiri.

Ini bukan waktunya untuk mati, Bocah.

Kau sebenarnya siapa?

Di saat begini, siapa diriku tidaklah penting, 'kan?

Lagian, kau tak bisa melihatku, 'kan?

Anggap saja aku ini tuh "teroris ababil."

Soalnya aku barusan asal membongkar kuburan.

Geje ah elu.

Apa kau kenalannya Black?

Black?

Oh, Si Wadah itu, ya?

Kagak, kok.

Aku hanya mengenal yang ada di dalam tubuhnya.

Kau terlihat 'bobrok' semenjak terakhir kali ketemu ye.

Kalau kau lesu begini, mana mungkin bisa menyelamatkan dunia?

Leonardo Watch.

"Pertama-tama, kita akan menghancurkan dunia."

Blokade Darah di Medan Perang

Blokade Darah di Medan Perang

Kepala? Ekor?

Hah?

Permainan, loh.

Wajahmu menunjukkan rasa ingin tahu yang bejibun.

Jadinya...

Kalau kau menang, aku akan memberitahukan segalanya.

Kalau kau kalah, hmm....

Kau akan selamanya berada di sini?

Hah?

Apa-apaan ekspresi lega itu?

Aku tidak merasa lega!

Ini tuh pertaruhan!

Kupikir kau bakal membunuhku kalau aku kalah.

Jadinya kaget 'aja.

Kenapa pula aku melakukan itu?

Aah! Mati gua! Mati beneran!

Kau ini sudah mati, jadi kenapa pula aku harus mengotori tanganku?

Renungkan perkataanmu ye, dasar.

Baik...

Apa-apaan keadaan ababil ini...

...terasa seperti deja-vu 'aja!

Yah, sebagai hasilnya...,

...entah mati di sini, atau di luar sana...

Pasti salah satunya, lah.

Ayo..., pilihlah, Anak Muda.

Nasibmu akan seperti apa ya?

Apa kau tidak khawatir pada Leo-kun?

Hah?

Kenapa juga aku harus khawatir pada Si Sipit Pala Jemb*t itu?

Soalnya..., dia itu orang biasa, loh.

Walau matanya itu spesial, dia cuman anak lelaki biasa!

Steven...

Hm?

Perhatikanlah.

Ada cahaya.

Aku...

Ada apa sih tiba-tiba?

Kau salah sangka terhadapku!

Kita ini Libra!

Apa kau mengerti maksudnya?

Apa pun yang terjadi...,

...kita sudah siap akan itu!

Apa kita pernah ngomongin ini sebelumnya?

Entahlah...

Hm.

Hei, Klaus.

Kalau teringat kejadian tiga tahun lalu, sejujurnya aku galau sendiri.

Tapi kupikir, hari ini beda abis dengan hari itu.

Sudah tiga tahun semenjak Keruntuhan Agung.

Tapi semenjak kejadian itu, kita melewati hari-hari...

...sambil mempelajarinya dengan cermat.

Kau di sini, ya?

Mau nikung cemilanku, ya?

Tidak...

Aku hanya ingin menengokmu saja.

Kau membiarkan bocah itu kabur, 'kan?

Dia menolak 'tuk memainkan permainan kita.

Permainanmu.

Permainanmu juga!

Walau dia punya pertanyaan, itu bukan untukku.

Dia bilang, "Aku tak bisa berada di sini mulu, jadi aku ogah ikutin permainanmu."

Itu wajar.

Wajar, lah!

Seharusnya kau tinggalkan dia di sini.

Tapi, kalau begitu akan membosankan, bukan?

Bagimu.

Bagimu juga.

Duh.

Apa yang kau lamunkan... di saat seperti ini?

K.K.!

Yah..., mungkin kau sudah tua.

Aku tahu lokasi di mana video itu direkam.

Pemakaman di Rumah Sakit Pusat Saint Arianad.

Woi!

Apa yang kau lakukan, Cewek Bau-njing?

Walaupun kau sok sudah siap mental...,

Jangan sembarangan kau!

tapi kau beneran belum siap, toh.

Bodoh-nyet.

Ape kate lu! Ku-rape noh!

Apa aku merasa lega?

Maaf, Klaus-san.

Aku emang tak bisa melihat cahayanya dengan jelas.

Tiga tahun yang lalu pun...,

...aku merasakan Keruntuhan di sini.

Itu sangat indah.

Itu tuh pemandangan yang menjungkirbalikkan segala perasaan, martabat,

dan pemikiran orang-orang yang merasakannya.

Bahwa di hadapan kami ada sebuah harapan,

sebuah perasaan keagungan yang memuncak.

Aku bermimpi...

Sungguh tak beruntung, ya.

More Indonesian subtitles for Blood Blockade Battlefront

Kommentare

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left