As primeras 125 linias.
Pakaian Elsa kebanyakan tidak mencolok dan bergaya elegan.
Untuk menyesuaikan gayanya, pakaianku terasa simpel dan hambar.
Apa harus kutambahkan sesuatu?
Atau mungkin warnanya agak dipoles.
Besok akan kencan, ya.
Kencan, ya.
Laporkan semuanya secara rinci.
Sebaiknya mengenakan apa, ya?
Tuan Julius, Nyonya sudah menunggu di depan kediaman.
Aku segera ke sana.
"SUARA HUJAN NAN JAUH"
Elsa.
Maaf membuatmu menunggu.
Tidak apa. Aku juga bersiapnya agak lama.
Semalam, aku sangat antusias sehingga tak bisa tidur.
Ma...
Manis...
Ma?
Ma...
Mataharinya membuat cerah. Syukurlah.
Benar.
Cuacanya cocok untuk jalan-jalan. Benar, kan, Tuan?
Benar juga.
Begini, aku sangat senang.
Karena saat aku ke istana, Tuan mengajakku jalan-jalan.
Aku ingin berterima kasih atas berkas yang kau bawa.
Ayo pergi ke tempat kesukaanmu.
Suka...
Mau ke mana?
Begini...
Aku kurang tahu tempat-tempat yang ada di ibu kota...
Kalau hal yang biasanya disuka?
Di kampung, kami berusaha menghemat biaya hidup.
Jadi, berkebun, menjahit, dan urusan rumah
sudah biasa kulakukan sejak masih belia.
Makanya, aku tak pernah memikirkan suka tidaknya aktivitas itu.
Begitu, ya.
Baik, aku yang akan memikirkan tujuannya.
Mulai saat ini, ayo berkunjung ke berbagai tempat.
Ya!
Sebentar lagi sampai.
Ini...
Ini kebun raya yang baru dibuka.
Wah!
Indah!
Semua bunganya dirawat dengan sangat baik.
Syukurlah.
Kupilih tempat ini karena merasa dia yang gemar berkebun akan menyukainya.
Betapa indahnya warna bunga-bunga ini!
Kabarnya, mereka membudidayakan tanaman dari negeri selatan.
Tuan!
Terima kasih banyak.
Karena sudah mengajakku ke tempat seindah ini.
Syukurlah kau menyukainya.
Mari kita lanjut, Tuan.
Mulai sini, katanya adalah zona tanaman karnivor.
Tanaman karnivor?
Banyak yang bentuknya mengerikan.
Sepertinya tanaman ini bisa menangkap banyak serangga.
Serangga...
Wah! Bunga yang besar!
Tak kusangka ada serangga sebanyak ini!
Sudah baik-baik saja, Tuan.
Itu namanya lalat bunga.
Tidak menggigit, hanya mengisap nektar.
Istriku terlalu keren!
Ternyata Tuan tidak suka serangga, ya.
Serahkan padaku!
Karena wilayah Eukrainen di pedesaan,
aku baru pertama ke tempat seperti ini, jadi sangat senang.
Begitu, ya. Syukurlah.
Tumbuhan itu juga pernah kulihat di area rumahku.
Bersama kakek tetanggaku,
aku sering mencari tumbuhan liar yang bisa dimakan.
Tumbuhan liar yang bisa dimakan?
Aku sering diberi tahu untuk hati-hati karena ini beracun.
Namanya upas puan.
Kau yang memetik tumbuhan liar?
Ya.
Cara tahu tumbuhan beracun itu dengan menempelkannya pada pergelangan tangan.
Setelah 15 menit, kulit dicek, apakah gatal atau bengkak?
Kau memang orang yang misterius.
Benarkah?
Elsa.
Ya.
Pada malam pernikahan, aku bilang bahwa kita menikah kontrak.
Aku...
Padamu...
- Su... - Walah?
Walah, walah.
Ada Tuan Julius dan Nyonya Elsa.
Kebetulan.
- Ya... - Tuan Yarmo?
Tak kusangka bisa bertemu di tempat ini.
Nyonya Elsa memang sangat menyukai tanaman, ya.
Benar.
Kebun ini berisikan tanaman yang dirawat baik.
Saya sangat merasa senang.
Lama tidak berjumpa, Julius.
Kenapa kau ada di sini?
Kebun ini didanai oleh keluarga Count Palnila.
Jadi, aku sedang meninjau.
Apa Serafina tidak mengirimkan undangan pesta pembukaan kebun ini padamu?
Maaf saja, belakangan ini aku sibuk.
Karena kuminta undangan yang bukan pekerjaan dibalas "tidak hadir",
jadi aku belum memeriksanya.
Belakangan, suamiku juga pulangnya larut.
Apa dia memaksakan diri demiku?
Begitu, ya. Sangat disayangkan.
Oh, iya. Aku sedang meninjau.
Semoga kalian berdua bisa menikmatinya.
Terima kasih banyak.
Ayo.
Baik.
Sosokmu yang kulihat di acara bangsawan...
selalu tampak seperti boneka.
Kenapa kau ada di sini?
Ternyata kau sudah bisa berekspresi seperti itu, ya.
Di mana kau berkenalan dengan Yarmo?
Aku lupa memberitahukan.
Saat datang ke istana tempo hari, kebetulan aku bertemu dengannya.
Begitu, ya.
Harus hati-hati saat bicara dengan tokoh penting.
Apakah aku melakukan hal yang kurang pantas?
Kalau tindakanku merepotkan Tuan, tolong katakan.
No comments yet. Be the first to leave one.