As primeras 139 linias.
Nyonya Elsa, para tamu untuk acara minum teh sudah tiba.
Baik.
"SISI LAIN DARI SENYUMNYA"
Hari ini, setelah diizinkan suamiku,
aku menggelar acara minum teh untuk pertama kali.
Wah, hidangan yang baru pertama kulihat.
Aku coba menyajikan menu manis olahan sayuran kebun kami.
Semoga saja sesuai selera Nyonya Rebecca.
Lezat sekali!
Wah, benar! Lezat sekali.
Tak disangka, rasa ini asalnya dari sayur.
Syukurlah.
Silakan juga cicipi teh herbal segarnya.
Apa Nona Serafina juga ingin mencicipi?
Ya, akan kucicipi.
Nyonya Elsa juga mengundang Nona Serafina, ya.
Hari ini juga menawan, ya.
Terima kasih banyak. Nyonya Elsa juga menawan.
Terutama hiasan rambutnya.
Dekorasinya unik, ya.
Terima kasih banyak.
Sebenarnya ini hadiah dari suamiku.
Ternyata begitu.
Tempo hari, kotak musik yang berharga bagiku rusak,
jadi demi memperbaikinya, suamiku sampai pergi ke Kerajaan Liberum.
Saat pulang, bersama dengan kotak musik yang diperbaiki,
dia juga menghadiahiku hiasan rambut.
Seperti yang diharapkan, ya.
Tuan Julius memang terbiasa berinteraksi dengan wanita,
jadi dia bisa memilih hadiah yang berkesan.
Aku juga sering mendapat berbagai hadiah menawan.
Lalu, terkait masalah kotak musik,
meski Tuan Julius sedang sibuk,
ternyata dia masih sempat memperhatikan istrinya, ya.
Benar sekali! Dia orang yang sangat baik.
Kalau berkenan, apakah mau melihat kotak musiknya juga?
Tidak perlu.
Nyonya Elsa.
Terima kasih atas undangannya hari ini.
Apa Nona Serafina berkata sesuatu padamu?
Ya, dia memuji hiasan rambutku.
Ini hadiah dari suamiku.
Wah, dari Julius!
Oh iya, bagaimana dengan hadiah ulang tahun untuk Julius?
Aku menghadiahkan kemeja dan kancing manset.
Aku juga membuat gratin.
Nyonya Elsa.
Nona Serafina.
Terima kasih telah berkenan hadir hari ini.
Terima kasih juga karena berkenan mengundangku.
Kebetulan, ada sesuatu yang ingin kuberikan.
Ini, kancing manset Tuan Julius yang tertinggal.
Ini kancing dariku.
Sebelumnya, saat aku berduaan dengan Tuan Julius,
kancingnya tertinggal.
Sudah dua pekan, ya.
Aku harus mengatakannya hari ini.
Selamat datang kembali, Tuan.
Maaf menyambut Tuan dengan pakaian begini.
Karena aku terbiasa tidur di jam ini.
Tidak, bukan masalah.
Aku harus membicarakannya...
Bagaimana acara minum tehnya?
Ya, berkat bantuan para pelayan,
aku berhasil menyelesaikannya.
Begitu, ya.
Tentang kancing manset, harus hari ini!
- Begini! - Begini!
Ada apa?
Itu...
Tentang ini.
Ini...
Ini ada di mana?
Di acara minum teh hari ini, Nona Serafina memberikannya.
Di hari upacara itu, ya?
Saat bicara dengannya di hari festival, sepertinya aku menjatuhkannya.
Syukurlah ditemukan.
Aku selalu mencarinya.
Aura pria kota memang berkilauan, ya.
Tuan Julius memang terbiasa berinteraksi dengan wanita...
Kami akan menjalani keseharian sebagai keluarga.
Aku juga harus berkilauan!
Untuk saat ini...
Tidur dulu.
Tak kusangka Serafina yang membawanya.
Pantas saja tak dapat kutemukan.
Selain itu,
dia membahas Serafina seolah tidak terjadi apa-apa.
Dia juga terlihat tidak mempermasalahkan kancingnya.
Bukankah artinya dia tidak memandangku sebagai seorang pria?
Untuk saat ini,
tidur dulu.
Elsa, aku akan pulang larut karena pekerjaan.
Jadi tak perlu menungguku.
Tak perlu menungguku, makan malam saja lebih dulu.
Baik, Tuan.
Aku juga akan berusaha menjahit bersama para pelayan hari ini!
Tuan Stim, sebenarnya Tuan Julius ke mana?
Saya baru saja mengantar kepergiannya.
Bagaimana ini?
Kotak berkas penting yang katanya digunakan hari ini
malah tertinggal.
Ya! Biar aku saja yang mengantarkannya.
Nyonya, tempatnya sudah terlihat.
Sebentar lagi kita sampai di Kastel Ralt.
Wah!
Kapan pun dilihat, memang megah, ya.
Mewah sekali.
Karena baru pertama menjelajahi istana, aku jadi berdebar-debar.
Ruangannya Tuan Julius ada di lantai tiga sebelah selatan.
Ada kebun di tempat begini.
Apa boleh kulihat dari dekat?
Kalau sebentar saja...
Ada banyak jenis tanaman yang belum pernah kulihat.
Nona, apa sedang tersesat?
Tidak, begini...
Mohon maaf karena saya masuk tanpa izin.
Saya penasaran bunga apa yang ditanam di kebun ini.
Jangan begitu. Karena ini bukan kebun saya.
Salam kenal, nama saya Yarmo Palnila.
Palnila...
Jangan-jangan, Anda mengenal Nona Serafina?
Ya, Serafina adalah adik saya.
Ternyata Kakanda, ya!
Aura indahnya memang persis.
Saya selalu dibantu olehnya.
Nama saya, Elsa. Istri dari Julius Royas.
Wah, ternyata Anda istrinya Julius.
Apa hubungan Tuan Yarmo dengan Tuan Julius?
Ya. Saya dan Julius adalah teman satu akademi kerajaan.
Ternyata begitu, ya.
Kalau ada kesempatan, tolong ceritakan tentang Tuan Julius semasa sekolah.
Soal itu...
Apa maksudnya ingin mendengar cerita skandalnya semasa sekolah?
Bukan begitu!
Saya ingin bertanya tentang hal-hal yang disukainya.
Nyonya Elsa lucu juga, ya.
Benarkah?
Saya benar-benar terkejut.
No comments yet. Be the first to leave one.