前 200 行。
"Kenalkan ini Charlie."
"Ayah yang suka membantu, warga yang baik."
"Serta veteran 18 tahun dari agen penegak hukum terbaik negeri ini."
"Polisi Negara Bagian Rhode Island."
"Itu rumah Charlie, sederhana seperti orangnya."
"Walau tinggal di atas air, Charlie bukan perenang yang baik."
"Yang akan diperlihatkan nanti di cerita kita."
"Tapi aku terlalu cepat."
"Lebih baik kita kembali dan mulai dari awal."
"Sebagai pemuda, Charlie memperbaiki dunia."
"Dia polisi terbaik dan mengencani gadis kota tercantik dan terpintar."
"Namanya Layla, seperti judul lagu."
Charlie, kau tak tahu betapa aku mencintaimu.
- Benarkah? - Ya.
Kau akan tetap bersamaku apa pun yang terjadi?
Tentu, Charlie.
Bagaimana jika aku harus pindah ke Artika dan kau tak akan pulang?
Juga kau hanya makan lemak paus selamanya.
- Kau masih tetap bersamaku? - Ya, aku akan tetap bersamamu.
- Tapi kuharap itu tak akan terjadi. - Aku juga.
"Di musim semi, mereka meresmikannya."
"Kuberi tahu, itu pernikahan yang luar biasa."
"Dipimpin oleh Bapa Ken Gumbert..."
"...dan dihadiri oleh separuh Kepolisian Rhode Island."
- Selamat, Charlie. - Terima kasih, Kapten.
Baiklah!
Lihat apa yang kudapat.
Silakan.
Maaf, orang seperti kalian terima cek?
Coba diulangi.
"Orang seperti kami terima cek?" Maksudmu orang berkulit hitam?
Bukan. Astaga. Perusahaanmu.
Jangan membual, itu hinaan rasis.
- Bukan, sungguh. Aku tak akan... - Begini, kupermudah saja.
Bayar saja aku dengan kapas atau segerobak semangka?
Atau dua keranjang ayam goreng?
Karena kalian tahu kami suka sekali ayam goreng.
- Bukan begitu. Tenanglah. - Ada apa?
Dia tak percaya orang berkulit hitam bisa mencairkan cek. Itu buruk sekali.
Charlie, aku tak ingin lagi dengar kau katakan hal itu di rumah ini.
Apa? Aku tak pernah katakan hal rasis.
- Jadi masalah "orang kecil". - Bukan!
Karena aku kecil, kau bisa menekanku? Ayo berkelahi.
Aku akan memberimu pelajaran sebaik mungkin.
Hentikan! Pak!
Jangan rendahkan aku dengan memanggil "Pak"!
Itu ilegal. Hentikan.
Astaga!
Sekarang kita serius!
- Charlie, jangan pukul dia! - Aku?
Charlie, hentikan!
Biar kuurus ini. Hentikan!
Maaf, Tn. Jackson.
Hentikan! Tunggu. Apa nama depanmu?
Shonté.
Shonté, aku sungguh minta maaf.
Kemarilah. Biar kuantar kau ke mobilmu.
Aku tak bisa sabar pada orang yang menilai hanya dari luarnya.
- Kau memang tak perlu. - Memperlakukan aku seperti sampah.
Dia pikir dia bicara pada siapa?
Aku profesor genetika molekul di Brown.
- Juga ketua Mensa di Boston. - Kau bercanda.
Tidak. Aku menyetir limo ini untuk eksperimen sosiologis. Itu saja.
Tapi Mensa? Aku ketua Mensa Cabang Providence.
Benarkah?
"Saat Charlie berpikir bahwa hidup sangat manis..."
"...seorang bayi hadir dalam kehidupannya dan Layla."
Bayi lelaki.
Anak lelaki.
Dia sangat...
Kau beruntung!
Dia punya teman!
Dorong!
"Charlie sangat mencintai mereka."
"Dia hanya tak bisa menghadapi kenyataan."
"Dia melanjutkan hidupnya seolah segalanya normal."
Hai, Finneran.
- Hei, Kawan. - Hei.
- Semoga kau berselera makan. - Tentu.
- Anak-anakmu hebat. - Benar, 'kan? Terima kasih.
Charlie, ini di antara kita saja.
Apa kau perhatikan kulit mereka gelap permanen?
Ya.
- Nenek buyutku separuh Italia. - Separuh Italia?
Mungkin itu sebabnya rambut mereka mengeriting saat terkena air.
Lalu kenapa? Banyak orang memiliki rambut yang berbeda.
- Apa maksudmu? - Tidak, maksudku...
Ayolah, yang benar saja!
Kemaluan mereka lebih besar dari sosis ini.
- Sudahlah, mereka anak-anakku. - Karena kau bicarakan ini, aku mau...
Finneran, kemari. Giliranmu.
Charlie.
Jangan pedulikan perkataanku. Ini hanya karena aku sedang mabuk.
Tentu.
Suatu hal kuat tiba-tiba muncul di dalam diriku, Bapa.
Aku takut jika kelak...
Jika tak kulakukan sesuatu, aku akan meledak.
Dari mana asal kemarahan itu, Anakku?
Entahlah. Karena banyak hal.
Misalnya istriku. Aku sangat mencintainya.
Tapi sebagian diriku curiga bahwa dia selingkuh.
Aku mungkin hanya paranoid, tapi...
...aku merasa seluruh kota menertawakanku di belakangku.
Charlie, itu kau?
"Akhirnya ketakutan terburuk Charlie menjadi kenyataan."
Aku sungguh menyesal, Charlie.
Sungguh.
Tapi aku harus melakukannya. Kutemukan belahan jiwaku.
Tapi...
...kukira aku belahan jiwamu.
Ayo, Sayang. Ayo berangkat.
Entah aku harus katakan apa. Hati ingin apa yang diinginkannya.
Selamat tinggal, Charlie.
Tapi kau bilang kau bersedia makan lemak paus.
Dia akan makan itu setelah kami bercinta.
"Lucu bagaimana reaksi pria jika sedang patah hati."
"Sebagian menangis seperti bayi."
"Yang lain mengeluarkan pistol Uzi dan memanjat menara jam."
"Tapi Charlie Baileygates tampak tak bereaksi sama sekali."
"Dia hanya menelan ludah."
"Merasakan irisan kepiluan dan rasa sesak di tenggorokannya."
"Lalu menyimpan semuanya."
"Seperti dugaan kalian, tak mudah bagi Jamaal, Lee Harvey..."
"...dan Shonté Junior tumbuh tanpa seorang ibu."
"Tapi Charlie membuat rumah kecil itu menjadi rumah nyaman besar."
"Mereka pun tumbuh, dan tumbuh pintar."
- Apa yang kalian buat? - Pesawat terbang, Ayah.
- Sampai jumpa. - Sampai jumpa, Ayah.
Semoga senang di tempat kerja.
Sampai jumpa, Ayah!
Kami sayang Ayah.
Tidak! Hentikan!
Kau dalam masalah besar, Jamaal!
Turun! Jangan lepas landas dengan itu!
Shonté Junior, kenapa kau bisa makan semua itu dan beratmu tak bertambah?
Entahlah. Kurasa karena mujur.
"Harus berapa kali meriamnya..."
Kalian percaya suaranya? Itu Gomer Pyle.
Ayah, boleh kami tonton Richard Pryor di HBO?
- Richard Pryor? - Kumohon.
Baiklah.
"Di Afrika aku berjelajah. Melihat singa dan lainnya."
"Singa asli, bukan seperti yang bisa kalian tiduri di kebun binatang."
"Kalian tahu cara bercinta dengan singa? Hei, Singa! Berengsek!"
"Lemparkan kotoran pada mereka, dan singa akan senang."
"Sebagaimana cara mereka, tahun berlalu seperti biasa."
Serta anak-anak tumbuh menjadi diri mereka.
"Lempar salad-ku!"
Katanya, "Lempar salad-ku?" "Apa artinya?"
"Itu berarti bokongmu dimakan dengan jeli atau sirup."
"Aku lebih suka sirup."
Dia lucu sekali.
"Walau tugas Charlie sebagai polisi mulai sulit..."
"...anak-anak tumbuh dengan baik."
Berengsek, aku tak bisa hitung massa atom deuteron ini.
- Itu mudah sekali. Jawab aku. - Apa?
- Deuteron-nya terbuat dari apa? - Proton dan neutron.
Jadi kenapa ada elektron-nya?
- Entahlah. - Kalau begitu, keluarkan!
Jadi aku tambahkan massa atom proton dan neutron, ya?
Aku tahu itu, tapi elektron ini bagaimana? Boleh kutaruh kemari?
Enrico Fermi bisa bangkit dari kubur jika dia dengar ucapan bodoh itu.
- Dia akan muncul dan mengacuhkanmu. - Jamaal, sabarlah padanya.
Aku hanya coba membantunya.
Jika dia terus bertanya, dia akan dikira bodoh.
- Aku tak bodoh. - Pagi, Anak-anak.
Apa kabar, Ayah?
- Ada apa ribut sekali? - Hanya masalah sekolah.
- Bagaimana kabar putra kecilku? - Berjuang. Fisika Kuantum sulit.
- Jika tak belajar, aku dapat B+ lagi. - Itu menyakitkan.
Dia sangat bodoh. Dia kira kalkulus itu nama kaisar.
- Bagus, Kawan. - Kau mengira Polypeptide...
...adalah pasta gigi.
Ayah harus berangkat. Ayah tak ingin menembak.
Cium dulu.
Ayah.
- Sampai nanti. - Kami sayang Ayah.
"Charlie sangat dihormati di dalam rumahnya."
"Tapi di luar rumah, itu cerita yang berbeda."
Selamat pagi, Ed.
Charlie.
- Kau lihat di mana koranku? - Istriku membawanya ke toilet.
Bisa suruh dia lempar ke teras jika sudah selesai?
Kau tak bisa dapatkan itu di tempat kerja?
Ya.
Kurasa bisa. Pasti.
- Hai, George, Herb. - Hai, Charlie.
- Apa kabar, Semuanya? - Hai, Charlie.
- Dengar, Dick... - Coba lihat ini.
Ya! Itu yang aku suka.
Seperti pertandingan seri di lomba Zeppelin.
- Dua Hindenburg. - Kemanusiaan!
Ayolah. Tenanglah, dia seorang ibu.
"Dia seorang ibu"!
- Dia seorang ibu. Bukan ibuku. - Dia ibu yang lezat.
Kau hebat!
Ya, memang lucu.
Dengar, Dick. Maaf mengganggumu, tapi...
Mobilmu harus dipindahkan.
Tentu, aku akan selesai 10-15 menit lagi.
No comments yet. Be the first to leave one.