Rascal Does Not Dream of a Dreaming Girl

Rascal Does Not Dream of a Dreaming Girl

青春ブタ野郎はゆめみる少女の夢を見ない

下載 Indonesian 字幕

發布資訊

Seishun Buta Yaro wa Yumemiru Shoujo no Yume wo Minai 2019 WEB-DL 720p 1080p
由 Hoshii 評論 Hoshii
Dari Yuki Fansub, dengan Penuh Cinta.

標籤

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
720p
720
1080
發布於: 2019-11-15
下載次數: 138
聽障人士: No

Indonesian字幕預覽

前 200 行。

~Dari Yuki Fansub, dengan penuh cinta~ "Aobuta - The Movie"

Tiga Tahun Lalu

Ayo!

Kasih sini!

Apa sudah selesai dibagikan?

Sudah!

Baiklah, sekarang mari tulis di situ mimpi yang ingin kalian gapai di masa depan.

Bu Guru, sudah selesai!

Aku juga!

Sama!

Aku juga sudah!

Usap rambutnya pelan-pelan.

Sepertinya kamu sudah makin terbiasa, Dik Makinohara.

Iya.

Tapi, aku benar-benar enggak enak.

Padahal bilang sendiri akan merawat Hayate, tapi aku belum berani bilang orang tuaku.

Memangnya orang tuamu galak?

Malah sebaliknya.

Kalau bilang ingin bawa pulang kucing, mereka pasti enggak akan melarang.

Makanya aku belum berani bilang.

Lo?

Maaf.

Pasti terdengar sangat aneh, ya.

Aku juga!

Dik Shouko sudah lama enggak mampir, bukan?

Iya.

Tapi dia bilang sementara waktu enggak bisa mampir lagi.

Mungkin mau liburan buat tahun baru.

Kalau kamu sendiri?

Masih belum ada rencana.

Kemungkinan besar juga libur, sih.

Sebelum itu, masih ada Natal, bukan?

Aku jadi ingin makan kue buatanmu, Kak Mai.

Natal kali ini tolong temani Dik Kaede saja.

Natalan sama adik?

Kalau mau menurut, nanti kukasih hadiah, deh.

Hadiah yang mengundang syahwat?

Aduh, sakit-sakit.

Heh ....

Kamu kenapa, Sakuta?

Sampai nyengir-nyengir sendiri begitu.

Pasti habis diinjak atau diapakan begitu sama Kak Sakurajima.

Kalau begitu, mau aku injak juga?

Lagian, bukan berarti aku senang saat diinjak Kak Mai, lo.

Azusagawa benar-benar jadi remaja bandel, ya.

Wah! Kotatsunya dipasang!

Kita mau makan rebusan, sih.

Kalau tanpa Kotatsu, rasanya pasti kurang sedap.

Sakuta, bisa bantu aku sebentar?

Siap.

Siapa, ya?

Selamat malam. Ini aku.

Kak Shouko?

Maaf malah bertamu jam segini. Malam ini kalau boleh aku ingin menginap.

Ka-Kakak ....

Ini maksudnya apa, Sakuta?

Ja-Jangan terbawa emosi dulu, Kak Mai.

Siapa juga yang emosi.

Bisa coba jelaskan?

Aku kurang tahu. Sebenarnya ini aku juga mau tanya.

Berarti cara satu-satunya cuma tanya pada Kak Shouko langsung, ya.

Eh? Tunggu sebentar, Kak Mai!

Tarik napas dalam-dalam dulu!

Eng ....

Ah, lezatnya.

Betulan, maaf banget, lo.

Sampai diajak makan malam.

Besok biar aku yang memasak, ya.

Besok?

Menginapnya bukan cuma untuk hari ini?

Sudah enggak ada tempat lain, sih.

Mau sampai kapan rencananya?

Kalau bisa, sih, selamanya.

Selamanya?

Terima kasih makanannya.

Ya sudah, anggap saja rumah sendiri.

Sebenarnya kamu itu siapa?

Kamu siapanya Dik Shouko yang masih SD itu?

Dua-duanya diriku sendiri, kok. Makinohara Shouko.

Aku kadang berubah jadi besar sendiri.

Hah?

Begitulah, aku kadang berubah jadi besar.

Apa itu karena Sindrom Pubertas juga?

Sepertinya begitu.

Aku enggak bisa pulang kalau pas besar begini, makanya aku enggak tahu harus ke mana lagi.

Kalau begitu, menginap saja di tempatku.

Sungkan rasanya kalau harus sampai merepotkanmu, Kak Mai.

Jadi kamu enggak sungkan kalau merepotkan Sakuta?

Sakuta, aku merepotkanmu, ya?

Ya-Yah, enggak merepotkan, sih, tapi ....

Kalau kamu sudah puas pacaran dengan Kak Mai,

kamu pasti enggak akan aneh-aneh, 'kan?

Kamu sudah puas, 'kan?

I-Iya. Tentu saja.

Kalau begitu, aku menginap di sini enggak akan jadi masalah, dong.

Pokoknya, kalau jangan, ya, jangan.

Katanya kan enggak merepotkan, jadi, ya, aman.

Jangan.

Lagian, kalau terjadi sesuatu sekalipun, aku enggak keberatan, kok.

Soalnya aku mencintai Sakuta.

Aduh, airnya ke mana-mana, lo.

Sini-sini, kamu enggak apa-apa, 'kan?

Baiklah, aku mengerti.

Kalau memang tetap bersikeras, aku juga akan menginap.

Se-Sebentar dulu, Kak Mai!

Tahan, jangan buru-buru! Tarik napas!

Tolong bantu aku.

Apaan?

Aku bertemu Kak Shouko lagi.

Mau tanya cara selingkuh?

Saat ini, Kak Shouko yang itu ada di tempatku. Sama Kak Mai.

Jangan melibatkan aku pada masalah rumah tanggamu.

Sakuta, cepat bangun.

Ayo, bangun!

Kalau enggak dikasih kecupan pagi, aku ogah bangun, ah.

Oh, begitu. Ya sudah, aku berangkat sendirian.

Berarti, biar aku saja yang kasih kecupan pagi.

Ya, jangan!

Lo,

Siapa juga yang setuju.

Pagi-pagi sudah lesu begitu.

Kamu ini remaja bandel atau suami takut istri, sih?

Jangan memanggilku dengan sebutan aneh begitu.

Itu ... memangnya menarik?

Menarik, kok.

Pembahasan lengkap teori tali?

Mau mencari tahu tali apa yang diinjak Kak Mai di masa depan?

Itu cuma "tali" biasa kali.

Sama-sama tali, ah.

Eh, Senior! Lagi-lagi hari ini tatapanmu kosong, ya!

Biasa, lah.

Lo, sudah mau pulang?

Hari ini aku mau menemani adikku periksa ke rumah sakit.

Ya sudah, aku periksa dulu, ya.

Iya, akan kutunggu di tempat tunggu.

Dik Makinohara?

A-Aku bukan ....

Dia sekarang sudah bertemu denganku yang kecil atau belum, ya.

Sebenarnya, tubuhku ini lemah,

jadi sejak masuk SD aku sudah sering keluar-masuk rumah sakit.

Begitu.

Makanya aku susah untuk bilang ke orang tuaku soal Hayate.

Karena tubuhku seperti ini, semua permintaanku selalu diiyakan.

Memang itu menyenangkan, tapi di saat yang sama juga membuatku sedih.

Rasanya, semua yang kulakukan itu selalu dihantui rasa bersalah.

Orang tuamu sudah menyadarinya atau belum, ya?

Soal perasaanmu itu.

Eh?

Dik Makinohara, bagaimana perasaanmu pada ayah atau ibumu?

Tentu saja, aku sangat menyayangi mereka!

Sudah pernah kamu ucapkan langsung?

Belum, sih.

Daripada mendengar kata "maaf",

aku pasti lebih senang kalau mendengar kata "sayang".

Mereka pasti akan sangat senang saat dengar kalimat sayang darimu.

Dulu ada yang pernah bilang padaku.

"Terima kasih," "Kamu sudah berjuang keras, " dan "Aku menyukaimu."

Itu tiga ucapan yang paling membuatnya senang.

Makanya, kurasa enggak masalah kalau kamu bersikap sedikit egois.

Aku ....

Sepulang dari rumah sakit, katanya dia akan membawa Hayate pulang.

Kabar bagus itu.

Saat aku bertemu dengan Dik Makinohara di rumah sakit,

kamu terus berada di ruangan ini sendirian?

Yah, aku juga kurang tahu.

Karena enggak ada yang lihat,

jadi enggak ada yang bisa memastikan.

Bisa dibilang ini fenomena Shouko Schrödinger.

Sindrom Pubertas yang kamu alami, ada hubungannya dengan penyakitmu?

Benar, sepertinya begitu.

Aku ini ... punya penyakit jantung.

Sejak SD, aku sudah diberi tahu kalau kemung- kinannya kecil bisa bertahan sampai SMP.

Makanya, tumbuh dewasa sudah jadi mimpiku sejak dulu.

"Aku ingin jadi anak SMP."

"Aku ingin jadi anak SMA."

"Aku ingin jadi dewasa."

Aku yang di sini, terlahir karena keinginanku itu.

Aku yang kecil memang selalu memim- pikan bisa menjadi seperti sekarang.

Mbak, mau sampai kapan menginap di situ?

Yah, mungkin agak sedikit lama lagi.

Sudah dulu, ya, nanti kutelepon lagi.

Setelah mendengar cerita semacam itu, aku jadi bingung harus bersikap bagaimana.

Pokoknya, besok aku akan coba jenguk ke rumah sakit lagi.

Tolong, ya, Sakuta.

Biar kuminta Futaba menemaniku. Pokoknya enggak perlu cemas.

Aku ingin memastikan satu hal.

jadi Dik Shouko enggak tahu alasan kenapa dia kadang berubah jadi besar?

Kak Shouko sama Dik Makinohara bilang belum pernah ketemu, sih.

Jadi sepertinya enggak tahu, deh.

Iya?

Sudah baikan?

Kak Sakuta! Kamu betulan datang!

Hari ini aku ajak Futaba juga.

Selamat siang.

Siang juga.

Aku datangnya mendadak begini enggak apa-apa?

Iya, bukan masalah. Malah aku senang.

Syukurlah kalau begitu.

Kamu sedang belajar?

Enggak, kok.

Rascal Does Not Dream of a Dreaming Girl subtitles in other languages

More Indonesian subtitles for Rascal Does Not Dream of a Dreaming Girl

評論

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left