前 200 行。
Populasi Bumi butuh 100 ribu tahun untuk mencapai satu miliar orang.
Lalu butuh 100 tahun lagi untuk mencapai dua miliar orang.
Dan hanya 50 tahun untuk menggandakannya.
Empat miliar orang pada 1970. Kini hampir delapan miliar.
Kita menghancurkan penyokong kehidupan.
Setiap penyakit yang mewabah di Bumi...
...disebabkan oleh kelebihan populasi. Kenapa kita tak pernah bertindak?
Kita menebang habis, menyampah, mengonsumsi, menghancurkan.
Separuh spesies hewan di Bumi punah dalam 40 tahun ini.
Namun kita masih terus menyerang lingkungan.
Apa perlu bencana agar kita belajar? Agar kita memerhatikan?
Hanya penderitaan yang dapat mengubah perilaku.
Mungkin penderitaan bisa menyelamatkan kita.
Ada sebuah sakelar.
Jika kau tekan...
...separuh manusia di Bumi akan mati.
Tapi jika tidak, umat manusia akan punah dalam 100 tahun.
Apa yang akan kau lakukan?
Umat manusia adalah kanker bagi dirinya sendiri.
Apa kau cukup mencintai umat manusia untuk menyelamatkannya?
Kalau-kalau mereka menemukanku, kutinggalkan petunjuk untukmu.
Ini yang tersulit.
Inferno akan berada di ujungnya.
Kaulah rencana cadanganku.
Kaulah harapan terakhir umat manusia.
Pastikan Inferno dilepaskan.
Cari dan temukan.
Perjalanannya panjang, tapi di sinilah kita.
Lebih baik aku daripada orang Amerika.
Kau akan mengatakan di mana tempatnya.
Ya, Tn. Bouchard.
Aku tahu aku akan mengatakannya.
Beri tahu mereka umat manusia adalah penyakit.
Inferno obatnya.
Pengkhianat!
Menderitalah, orang-orang berdosa. Terima hukumanmu.
Orang-orang berdosa, terima hukumanmu.
Terima hukumanmu.
Menderitalah, orang-orang berdosa. Terima hukumanmu.
Kehancuran jiwa.
Tunggu.
-Apa yang terjadi? -Dr. Brooks?
Tanggalkan semua harapan. Semua harapan.
Orang-orang berdosa, terima hukumanmu.
Tn. Langdon, saya Dr. Brooks.
Kami akan periksa. Tak perlu cemas.
Kita singkirkan ini.
Anda tahu ini hari apa?
Sabtu.
Ini hari Senin. 20 Juni.
Senin, 20 Juni.
Anda tahu kita di mana?
Boston.
Rumah Sakit Massachusetts.
Apa hal terakhir yang Anda ingat?
Aku ada di kampus.
Semuanya kabur. Tidak jelas.
Apa aku mengalami kecelakaan?
Nanti kita bicarakan.
Ada yang perlu kami hubungi?
Tidak.
Istri Anda? Keluarga?
Tidak. Aku tidak menikah.
Profesor Langdon, Anda mengalami trauma di kepala.
Anda mengalami amnesia retrograde ringan.
Kami sudah lakukan pemindaian. Tak ada pendarahan di kepala.
Itu bagus untuk jangka panjang.
Cobalah tenang.
Secara neurologis, Anda baik-baik saja.
Ingatan Anda akan kembali dalam beberapa hari. Kita lihat saja nanti.
Bisa matikan lampunya?
Tentu. Jika trauma kepala Anda menyebabkan gegar otak...
-...wajar Anda sensitif terhadap cahaya. -Matikan saja lampunya.
Kenapa aku di Firenze?
Itu il Duomo. Itu Palazzo Vecchio, bukan?
-Benar. -Kenapa aku bisa di sini?
Tiga jam lalu Anda tiba di UGD dengan luka di kepala.
Apa aku bersama seorang wanita?
Tidak, sopir taksi membawa Anda masuk.
Tanpa dompet, telepon, KTP.
Lalu dari mana kau tahu namaku?
Kita pernah bertemu.
Saya hadiri ceramah Anda di Imperial College London.
Kita berbincang setelahnya.
Anda baik sekali kepada saya.
Kita pernah bertemu?
Maaf, itu tidak adil. Saat itu usia saya sembilan tahun.
Tunggu, 9 tahun?
Saya suka sekali teka-teki.
Dan saya suka buku-buku Anda.
Saya tak suka Bahasa Ideogram Yang Hilang.
Tapi saya suka yang lainnya.
-Baiklah. -Saya sudah baca semuanya.
Anak yang aneh.
Dulu saya memang aneh.
-Apa aku mengucapkannya? -Ya.
Maaf.
Profesor Langdon, awalnya kepala Anda akan terasa sakit sekali.
Mungkin Anda akan mual, bingung dan pusing.
Itu dari resepsionis.
Polisi ingin bertemu.
Aku? Kenapa?
Sebelum bicara dengan mereka, kau perlu tahu semua fakta kasusmu.
Luka di kepalamu bukan akibat kecelakaan, tapi ditembak.
Kepalamu terserempet peluru, lalu kau jatuh dan gegar otak.
Jika pelurunya miring satu inci saja, kau pasti sudah mati.
Ayo.
Tak apa-apa. Ayo.
Taksi!
Masuk!
Dia teler atau apa?
Apa itu?
Jalan!
Cepat! Cepat!
-Apa yang terjadi? -Entahlah.
Ini akan terasa sakit.
Tak apa-apa.
Robert.
Cari dan temukan.
Firenze, Italia 4.52 PAGI
Cari dan temukan.
Ini apartemenku.
Kau masih di Firenze.
Aku akan telepon polisi.
Tadi seorang polisi wanita coba membunuh kita.
Baik. Kita telepon Konsulat Amerika jika itu maumu.
Tunggu. Beri aku...
Beri aku waktu sebentar.
-Biarkan aku berpikir. -Kenapa kau ditembaki?
Entahlah.
Saat kau datang ke UGD, kau mengatakan sesuatu berulang kali.
Sangat menyesal.
Sangat, sangat menyesal.
"Sangat menyesal"?
Tahu kenapa kau mengatakan ini?
-Tidak. -Kenapa kau ditembaki?
Silakan terus bertanya, Nona, tapi aku takkan tahu jawabannya!
Namaku Sienna.
Maafkan aku.
Halo.
Hai.
Kau banyak bertanya.
Aku sedikit gelisah. Aku bersama orang yang jadi sasaran tembak.
Maaf.
Pertanyaan penting. Bisa menolongmu pulih.
Boleh aku minta secangkir...
Warnanya cokelat dan panas...
...dan orang meminumnya di pagi hari untuk energi.
-Teh. -Bukan! Satunya lagi.
-Kopi. -Kopi!
Boleh minta secangkir kopi?
Tentu.
Terima kasih.
Kau sangat teratur.
Aku suka rapi.
Terima kasih bantuannya di rumah sakit. Kau sangat berani.
Hanya refleks.
Sangat menyesal.
Sangat...
...menyesal.
Aku dapat penglihatan.
Akibat trauma kepala.
Untuk sementara jangan percaya pikiranmu.
Aku melihat topeng wabah.
Dipakai para dokter abad pertengahan pada masa Maut Hitam.
Kau bicara tentang itu.
Kau berbicara di taksi. Sebagian besar tidak jelas...
...tapi aku dengar kata "topeng."
Ada yang lain?
Jasad.
Darah dan api...
...dan neraka.
Lalu ada seorang wanita.
Ya, seorang wanita, dan dia terlihat...
Cari dan temukan.
Semuanya terlihat berbahaya sekali.
Pasti ada orang yang bisa kau hubungi.
Benarkah? Kenapa?
Apa aku memakai jam tangan saat dibawa ke rumah sakit?
Tidak.
Kau tidak pakai jam tangan.
Jam itu penting bagiku. Hadiah dari orang tuaku.
Pergilah bersihkan dirimu.
Pakaianmu berlumuran darah tapi aku punya pakaian yang mungkin cocok.
Setelah kau berpakaian, kita akan telepon polisi.
Tidak.
Konsulat.
Benar.
Konsulat.
Kopi.
Pengguna Tamu
Anak Cerdas, usia 12, masuk King's College
Ignazio Busoni AKU BERDOA KAU BAIK-BAIK SAJA.
Ignazio?
Maaf tak bisa bertemu sesuai rencana. Kini mereka juga mengincarku.
"Apa yang kita curi tersembunyi dengan baik,...
...sama sepertiku. Firdaus 25."
"Kini mereka juga mengincarku."
Apa yang kita curi
"tersembunyi dengan baik."
No comments yet. Be the first to leave one.