前 200 行。
Warga Fo Shan makmur dan berlatih kung fu sebagai hobi.
Sekolah seni bela diri menjadi sangat populer,
membuat provinsi Fo Shan terkenal karena seni bela diri.
Jalan Seni Bela Diri di Fo Shan, 1935
Pesaing lainnya.
Baiklah, mulai latihan.
Ayo bersiap...
Satu...
Dua...
Satu dua...
Pak, Guru Liu mencari Bapak.
Anda siapa?
Namaku Liu. Aku baru saja buka sekolah seni bela diri di Fo Shan.
Selamat.
Kudengar...
Guru Ip adalah pakar Wing Chun.
Aku ingin berlatih denganmu hari ini.
Bisa di lain kali? Sekarang kurang pas waktu.
Karena aku sudah di sini,
ayo main-main sebentar.
Ini pribadi. Tak ada yang akan tahu siapa yang menang.
Bukan soal kemenangan. Aku sedang makan malam.
Kalau begitu, aku akan tunggu.
Guru Liu,
sudah makan?
Mari bergabung.
Mau satu?
Tidak, terima kasih.
Bagaimana makanannya?
Enak sekali.
Bagus.
Tidak akan lama.
Biarkan saja, Paman Wang. Tolong tutup pintunya.
Guru Liu.
Kumohon.
Kumohon.
- Baik-baik saja? - Aku tak apa-apa.
Ayo mulai lagi!
Baiklah, aku mulai.
Kena.
Kena.
Pukulan keras!
Terima kasih tidak kasar, Guru Liu.
Terima kasih. Aku belajar banyak.
Sama-sama.
Tentang duel ini, Guru Ip...
Jangan cemas. Aku takkan beri tahu siapa pun.
Terima kasih banyak.
Sampai jumpa.
Selamat jalan.
Sampai jumpa.
Ya, Guru Ip mendorong tubuh Guru Liu
dengan "Pindahkan 1000 ternak dengan 4 tahil"
Bukankah itu gerakan Tai Chi?
Kupikir Guru Ip berlatih Wing Chun.
Pokoknya, dia dorong dengan satu tangan.
Guru Liu tak mau mengaku kalah. Guru Ip terus mengejarnya!
Tapi Guru Liu sangat marah setelah dipukul,
dia melompat ke Guru Ip seperti anjing lapar!
Daun teh ini cukup bagus dan murah.
Terima kasih.
Permisi.
- Sampai jumpa. - Sampai lain kali.
Paman Ping,
siapa yang taruh di sini?
Saudaramu.
Kupikir Guru Liu hebat,
ternyata buruk dalam bertahan, dan dipukuli seperti babi bodoh.
Dia punya restoran ayahnya. Dia selalu tak berbuat apa-apa.
Minta dia melayani pelanggan.
- Selamat pagi. - Selamat pagi, Guru Ip.
Quan sudah datang?
Dia menunggumu di lantai atas.
Quan,
sudah lama di sini?
Kau selalu terlambat.
Aku sibuk.
Sibuk apa?
Minum teh,
makan,
berlatih kung fu.
Apa lagi?
Aromanya lezat.
Maksudku kau.
Sudah kau pesan?
Ada yang ingin kubicarakan.
Makan dulu, lalu bicara.
Ini baru keluar dari oven! Silakan coba.
Kudengar kau berduel dengan Guru Liu
dan kalahkan dia dengan cepat. Apa itu benar?
Siapa yang bilang, Lin?
Saudaraku.
Harusnya bilang tadi. Aku belajar di bawah bimbingan Guru Liu.
Tapi kau belajar dari semua guru.
Apakah duel itu pribadi, Guru Ip?
Ada yang perlu kami bahas. Bisa tinggalkan kami?
Aku takkan ganggu lagi.
Bagus!
- Selamat pagi, Guru! - Pagi.
- Pagi. - Guru.
Kudengar Guru dikalahkan Guru Ip.
Semua orang tahu.
Siapa yang bilang?
Yuan di restoran.
Semua mahal di Fo Shan belakangan ini.
Memangnya kenapa?
Artinya ekonomi sangat baik di Fo Shan.
Orang mampu membelanjakan uang.
Benar begitu?
Pakaian itu sangat penting dalam kehidupan sehari-hari.
Akan ada banyak permintaan untuk pakaian bagus.
Aku akan buka pabrik kapas untuk menyediakan kapas untuk mereka.
Aku ingin kau jadi partnerku.
Aku tak tahu bisnis.
Tapi aku tahu.
Aku tak perlu uang.
Siapa Yuan? Tunjukkan dirimu!
Ya.
Berandalan. Kau merusak reputasiku. Aku beri kau pelajaran!
Guru…
dia adikku. Mari kita bicara.
Tenanglah. Baik, Guru?
Adikmu? Reputasi kami jadi rusak.
Dia bilang Guru Ip mengalahkanku!
Apa yang akan terjadi pada sekolah bela diriku?
Siapa yang mau jadi muridku sekarang?
Minta maaf!
Aku tidak salah. Aku jujur.
- Kau omong kosong lagi! Kau ... - Guru tenang!
Guru Ip di atas. Tantang dia kalau berani!
Apa? Ayo!
Tenang, Guru... Tenang.
Guru...
Jangan marah, Guru!
Aku disalahkan, Guru Ip.
Guru...
Tolong sampaikan kepada semua orang kau mengalahkan Guru Liu dalam duel.
Tuan Ip,
kau harus membersihkan namaku.
Pembohong! Ada apa kemari, Guru Ip?
Aku bukan pembohong!
Aku melihat duel waktu mengambil layanganku.
Talinya putus dan jatuh ke rumah Guru Ip?
Di mana kau duel ... antara dua
seniman bela diri yang hebat?
Ini terlalu kebetulan.
Itulah yang terjadi.
Meskipun benar, jangan beri tahu semua orang.
Beberapa hal harus pribadi.
- Apa salahnya jujur? - Itu mempermalukan orang.
Memalukan? Aku tidak paham maksudmu!
Memalukan seperti ini!
Lin, jangan begitu
Kenapa pada ketawa?
- Kapten, ini tak penting. - Apa yang tak penting?
- Semua pergi! - Jangan ada yang pergi!
Ini bukan masalah besar.
Aku lihat semuanya.
Aku peringatkan kau…
Aku akan tangkap siapa pun yang membuat masalah di wilayahku!
Aku tak mau ada masalah.
Ada yang merusak namaku. Aku di sini menuntut keadilan.
Keadilan apa? Aku adil!
Kalian berandal
selalu berkelahi.
Tahun berapa ini?
Masih membahas kung fu?
Ini zaman senjata!
Senjata. Paham?
Kau tahu, Kapten Li ...
Kami seniman bela diri yang enerjik.
Kadang kami agak terlalu berisik,
tapi bukan berarti kami tak beradab.
Kita semua orang beradab.
Tak perlu gusar.
Benar bukan?
Lin, siapkan meja untuk Kapten Li. Aku yang bayar.
Ya. Kapten Li, silakan.
Menonton apa? Pergi!
- Ayo! - Pergilah sekarang!
Silakan.
Guru Li.
Dengan hormat.
Kenapa sangat rahasia?
Aku sungguh tak pandai bisnis.
Ini untuk buka pabrik.
Kembalikan jika sudah ada keuntungan.
Pasti lama sebelum aku bisa membayarmu.
Santai saja.
Satu permintaan lagi. Tolong terima putraku sebagai muridmu.
Ada banyak sekali sekolah bela diri. Minta mereka saja.
Tapi tak ada yang sehebat kau.
Kita semua hampir sama.
- Guru Ip. - Ya, Lin?
Pak Quan.
Aku belajar jurus baru.
Latihanlah denganku.
Adikmu sudah ketemu?
Ah, biarkan saja.
Dia akan kembali setelah uangnya habis.
No comments yet. Be the first to leave one.