前 200 行。
Jadi kapan?
Hari ini.
Hari ini kapan?
Pokoknya Ayah akan kuberitahu.
Anak-anak, bagaimana kalian?
Baik. Baik-baik saja.
Aku tak bermaksud mengagetkan.
Kami tidak kaget, Pak.
Christian, bisakah kau berhenti menyebutku "Bapak"?
Aku jadi merasa sudah tua.
Kupikir kita sudah sepakat.
Ayah, kami hanya duduk-duduk saja.
Sayang, Ayah tak ingin membatasi kalian,
tetapi kita sudah bahas.
Kau masih tinggal bersama Ayah.
Ayah hanya tak merasa nyaman kalian berdua-duaan begini.
Jangan cemas. Ayah lihat betapa besarnya kapal ini.
Ada ribuan tempat lain
jika kami ingin berbuat macam-macam.
Jennifer, Ayah hanya minta...
Tidak. Aku tak mau lagi diatur-atur Ayah seperti itu.
Sikapnya seperti ini juga denganmu?
- Maafkan. - Aku yang minta maaf.
Aku mau cari dapur.
Kurasa penumpang terlarang di sana.
Aku tak suka aturan.
- Lobi hebat, ya? - Ya.
Pertama kali masuk ke sini?
Tak ikut tur untuk penumpang?
Semua penumpang lewat sini saat naik ke kapal. Kau tidak?
Lewat pintu itu lorong awak kapal. Belok kiri, terus sampai ujung.
Terima kasih.
Hai, ini aku.
Bisa meneleponku kembali? Kumohon?
Aku benar-benar memohon kepadamu.
Teleponlah aku tengah malam nanti.
Demi masa lalu.
Dah.
Sayang...
Kau janji akan diam di kabin.
TV-nya rusak. Tempatnya sempit. Mau gila rasanya.
Kemari.
Awas.
Soalnya, Elena
- aku bisa dipecat jika ketahuan. - Bukannya tak terimakasih, Valentin.
Aku begitu bosan.
- Kau pasti lapar. - Aku kelaparan.
Elena, dengar.
Tatap aku. Janjilah kau takkan keluar lagi.
Lautan adalah awal sumber kehidupan.
Sejak manusia muncul dari kedalaman samudra,
manusia memandang lautan sebagai kesempatan memulai kehidupan baru.
Poseidon adalah Dewa Lautan.
Istananya di dasar samudra, dari batuan koral dan permata.
Maka sungguh tepat merayakan lahirnya tahun yang baru
dengan berada di atas Poseidon.
Semoga kita akan melayari tahun yang baru ini dengan selamat
dan tahun-tahun berikutnya.
Hadirin semua, Gloria yang tak ada tandingannya!
- $5000. - Ayo bertaruh $5000.
Sial, anak muda.
Besar sekali punyamu.
- Hei, Sayang. - Ya, Pak.
Tambah minuman Lucky Larry. Martini ya, Sayang?
- Darah mengalir malam ini. - Taruhan $5000, Tuan.
Ada uang lebih banyak di sini daripada penghasilan ayahku setahun.
lima dan 10.
Taruhan $15.000.
Paling bahagia saat uangku ludes.
Jadikan 20.
Taruhan $20.000 kunaikkan jadi $40.000.
Rindu masa jadi walikota?
Kau pernah menang?
Taruhan $40.000.
Ini jadi asyik!
- Ayah, kami ke bawah. - Senang-senanglah.
- Hei, Jen. - Ya?
Blusmu.
Terlihat, tahu?
Menara kembarku? Ayah.
Kancingkan satu lagi, ya?
Sepasang 5, Ayah?
Ya Tuhan!
Semua uangku.
Aku berhenti.
- Kau tidak apa-apa? - Ya, maaf.
- Mau ganti-rugi berapa? - Kau hargai berapa?
Ibu tebak ya? Cip-cip itu
- berterbangan sendiri? - Aku tak lihat jalan.
Ayo, Sayang.
- Maafkan, ya? - Tak masalah.
Kapten temanmu itu ingin kau meniup terompet Tahun Baru.
Yang benar! Ibu?
Pergilah! Connor?
Terima kasih, maaf!
- Anak baik. - Memang. Aku masih suka heran.
Duduk di meja Kapten? Malam Tahun Baru Yang menyenangkan.
Suamimu...
- Siasat itu masih berhasilkah? - Apa?
Dugaanmu aku punya suami, yang harus kubantah
walau sudah dua kali kaulihat tak ada cincin di jariku?
Biasanya siasat itu berhasil.
Biasanya wanita naik kapal pesiar
untuk cari pria, kau tidak.
Itu bukan semacam pujian yang perlu diberi terimakasih, 'kan?
Maggie James.
Dylan.
- Apa kerjamu, Tn. Dylan? - Dylan nama pertamaku.
Seseorang akan mabuk
dan ribut dengan istrinya atau suaminya
lalu memborong cip poker.
Terutama malam Tahun Baru ini.
Dan kumenangkan uang mereka.
Itu profesiku.
Ini cara berkenalan yang seksi?
Tergantung. Seksikah?
Senang mengenalmu, Dylan Nama Panggilanku.
Ayo! Ya begitu!
Jadinya anggur apa?
Anggur-merah Romanee-Conti 1988.
Baik, Tuan.
- Nelson... - Kutraktir.
Anggur itu $5000 per botolnya!
Kesenangan sesaat, Kawanku.
Nikmati harimu.
Bukan karena krisis pekerjaan.
Maksudmu?
Maafkan, aku bohong.
Sebenarnya,
yang ketinggalan kapal di London adalah aku.
Dia bertemu pria lain.
Dia tak bermasud menyakiti hatiku.
Dia tak mengira ini akan terjadi padanya.
Cerita seperti ini pasti tak asing, jadi tak perlu kujelaskan.
Aku mau cari udara dulu.
Lalu kita minum anggur itu.
Minum sepuasnya.
Diam. Diam.
Tuan-tuan, harap diam.
Kalian rasakan itu?
Ada yang tak beres.
Ini dia!
Sepuluh! Sembilan! Delapan! Tujuh!
Enam! Lima! Empat! Tiga! Dua! Satu!
Selamat Tahun Baru!
Selamat Tahun Baru!
Selamat Tahun Baru!
Selamat Tahun Baru!
Tidak ada pesan.
Tidak.
Tidak.
Ke kanan penuh! Mesin kanan! Mundur penuh!
- Mesin kanan! Mundur penuh! - Sudah. Sudah.
Putar! Putar!
Putar!
Ayo! Ayo! Ayo!
- Mesin haluan! - Belok kanan!
Kubunyikan alarm.
Semua awak, segera lapor ke pos darurat masing-masing!
Ini bukan latihan! Semua penumpang siap-siap hadapi kapal yang oleng!
Diam di situ. Ibu datang!
Tunggu Ibu di situ!
Awak keadaan darurat ke pos darurat masing-masing segera!
Ini bukan latihan!
Tolong aku!
Tetap tenang!
Connor?
Ya Tuhanku.
Connor!
Chris.
Christian.
Christian!
Kau baik-baik saja?
Hei.
Kakiku terjepit.
Ayo!
Tolong! Siapa saja! Tolong! Tolong!
Tolong aku. Tak bisa kuangkat sendiri.
- Tolonglah. - Baik. Baik.
Hitungan ke-3.
Satu, dua, tiga.
Lagi. Satu, dua, tiga.
Connor!
Semuanya, tetap tenang. Tetap tenang.
Nyonya. Di atas sana!
Kita perlu bantuan.
Bergeserlah dari pinggir! Hati-hati!
- Pegangi pinggiran tirai itu. - Baik.
- Connor! - Ayo terjun ke tirai ini.
Kau baik-baik saja.
- Namanya Connor? - Ya.
Connor. Ayo terjun ke tirai ini.
Mau apa?
Dulu aku Pemadam Kebakaran. Dia akan terjun dengan selamat.
Kau akan selamat. Ayo terjun!
Sekarang!
Sayang.
Kau baik-baik saja.
Ini harus diangkat.
Harus gunakan pengungkit.
No comments yet. Be the first to leave one.