前 200 行。
Sanggurdiku putus!
Kau jatuh?
Hampir. Aku bisa saja mati.
Minggir!
Yang ini sudah selesai.
Cobalah.
Kita mulai, Hasa. / Ambil kudamu.
Hati-hati.
Setelah pertempuran panjang melelahkan, para prajurit Mongol pemberani
kembali dengan kemenangan ke tanah air tercinta mereka.
Pita berkibar, kuda-kuda menari dengan gembira.
Sekali lagi, padang rumput dipenuhi kegembiraan dan vitalitas.
Nikmati pertunjukannya!
Ayah, mana domba-domba lain?
Sudah Ayah jual kemarin!
Kenapa tidak menungguku?
Sudah kubilang tawaran mereka terlalu rendah.
Aku memintamu menunggu.
Kuda putih dan kuda jantannya bertengkar lagi.
Mereka masih di luar sana.
Kau berjudi lagi?
Kenapa tidak sekalian pertaruhkan rumah kita?
Aku tidak...
Sayang, itu gigitan yang parah.
Pergi.
Ayo!
Pergi.
Kau tidak mau?
Ayo kita pulang.
Hei, Hasa!
Kuda hitammu berlari baik. Yakin ingin menjualnya?
Kenapa tidak?
Pindah ke kota butuh uang. Butuh banyak.
Bagaimana dengan mainan mahal yang kau beli itu?
Itu sama sekali berbeda.
Ini aspirasi spiritualku. Kau tidak akan mengerti.
Kau masih mau pergi ke pacuan kuda Erdene besok?
Aku tidak punya kuda lagi.
Apa gunanya?
Kalau begitu kau tidak bisa memakai ini lagi.
Pakai saja kalau kau masih balapan.
Kita sangat hebat dulu.
Tidak ada yang pernah mengalahkan kita di balapan Naadam.
Kau sudah mengatakan itu.
Kuda putihmu bagus.
Tapi...
..penunggangnya, tidak terlalu.
Persetan kau!
Sudah jual semua dombamu? Tidak ada yang tersisa?
Aku selalu bisa makan milikmu.
Pergi dari sini!
Ayo, jual kudaku untukku. Aku akan memindahkan beberapa perabotanku.
Baik, sampai jumpa.
Tetap kiri. Berhenti!
Pastikan kudanya tidak terlepas.
Lepas!
Jangan kejar. Aku saja.
Musim dingin ini tiba terlambat,
dengan salju lebih sedikit dari biasanya.
Perubahan ini kemungkinan terkait dengan pemanasan global.
Kekeringan yang berkepanjangan merugikan tanaman maupun ternak.
Makin dingin.
Apa yang terjadi di sini? Penagih utang membantingnya?
Pergi beli selembar kaca baru di kota besok.
Terlalu asin.
Kulihat banyak truk penuh kuda.
Lao Zhang bilang dia bisa dapat harga bagus untuk kuda-kuda kita.
Tidak, kita tidak menjualnya.
Untuk apa memelihara kuda sebanyak ini?
Kita bisa dapat uang dari itu.
Apa gunanya menjualnya?
Aku menghasilkan 6.000 sebulan bekerja di kota.
Kenapa tidak memelihara beberapa kuda?
Dari mana datangnya itu?
Listrik akan padam sebentar lagi.
Bertahun-tahun lalu,
ada musim dingin yang sangat dingin.
Aku pergi mencari ternak kita cuma memakai celana tipis.
Saat mulai turun salju, aku tidak bisa melihat apa-apa.
Setiap langkah adalah perjuangan.
Hati-hati!
Saat itu,
ibumu sakit di ranjang.
Dia tidak bisa membantu.
Aku berjalan sendirian di tengah badai salju itu, semakin lama semakin takut.
Apa yang akan kulakukan jika hewan-hewan kita mati membeku?
Dulu ada begitu banyak.
Ada induk domba dengan anak-anaknya.
Setelah musim dingin itu,
aku tidak bisa lagi meluruskan kakiku.
Berapa usiamu waktu itu?
Baik, cukup minumnya.
Satu gelas lagi.
Setengah gelas saja.
Jeramimu laku keras.
Sejak kekeringan, para penggembala sekarang bergantung pada jeramimu.
Kita bisa bertahan!
Jika kekeringan berlangsung setahun lagi, tidak akan ada padang rumput tersisa.
Dan kita semua harus pergi dari sini.
Bagaimana kabar ayahmu?
Sama saja.
Mabuk begitu bangun.
Dia masih minum?
Adakah pekerjaan seperti ini lagi?
Aku akan mencarikan untukmu.
Bagus.
Sampai jumpa.
Hati-hati.
Datanglah minum teh saat kau kosong!
Sampai jumpa!
Kemari, cepat.
Kau kedinginan? / Tidak.
Hangat.
Mau ke sana?
Hati-hati melangkah.
Biar Ayah yang mengantarmu.
Namuuhan, kemari!
Maaf mengganggu.
Rapatnya molor.
Aku tidak bisa menjemputnya.
Tidak apa-apa, Tana.
Kau keluar kota lagi?
Seorang teman mencarikanku pekerjaan.
Pekerjaan apa?
Cuma trik menunggang kuda.
Kau masih melakukan itu?
Usiamu sudah tidak muda lagi.
Kenapa tidak mencari pekerjaan yang lebih stabil?
Sudah kucoba.
Bagaimana bahumu?
Aku kenal seseorang di kota yang melakukan akupunktur.
Ini baik-baik saja.
Bagaimana pekerjaanmu?
Lumayan.
Bosku rapat seharian.
Sangat mengganggu.
Pria gemuk berkacamata itu?
Ya, dia orangnya.
Aku mau daftarkan Namuuhan ke taman kanak-kanak di kota.
Sekolah di sini kurang bagus.
Anak tetangga baru memulai Bahasa Mandarin dan Inggris di SD.
Sulit baginya mengejar.
Tapi itu tidak bagus. Dia tidak akan berbicara Bahasa Mongolia di sana.
Aku akan memastikan untuk membicarakannya dengannya!
Terserah kau, kau yang memegang hak asuh.
Ini artinya apa?
Sudah memikirkan perasaanku?
Tentu sudah.
Kau sangat beruntung!
Kau pergi balapan kuda.
Saat putra kita demam di tengah malam,
aku yang membawanya ke rumah sakit.
Bosku selalu
membuatku melayani minuman dan bernyanyi di perjamuan.
Adakan yang bertanya kepadaku yang kumau?
Bukan begitu maksudku.
Aku cuma ingin dia tumbuh bahagia.
Sepertimu?
Sekarang kita lihat. Kesenjangan makin melebar.
Kuda terakhir dekat garis finis.
Dan itu akhir balapan delapan kilometer kita.
Kau melepasnya terlalu dini, dan tenaganya habis.
Tidak juga.
Dia sudah tua, lagipula berat badanku tidak membantu.
Kau mau menjual?
Dia keturunan murni?
Dia kuda Mongolia lokal.
Sepertinya tidak. Tingginya lumayan.
Lupakan saja. Dagingnya bahkan tidak berharga sebanyak daging sapi.
Dibutuhkan: pelatih kuda.
Semoga langit abadi memberkatimu.
Maju! Jangan mengemis di sini.
Mau bekerja di peternakan kuda?
Bukannya menunggang kuda setiap hari sudah cukup bagimu?
Dijual 50 domba betina, gemuk dan sehat. Harga pas, tidak bisa ditawar.
Pelatih, kuda ini kakinya pincang.
Aku ingin mengganti kuda.
Kau harus bicara dengan bosmu.
Bukan bagianku.
Kau lihat Hasa?
Hasa yang mana? Begitu banyak orang di sini.
Kau bisa berterima kasih kepada para penampil atas pertunjukan spektakuler
dengan membelikan minuman untuk favoritmu dan wortel untuk kuda mereka.
Satu wortel 10 RMB, terima kasih!
Kau bisa berterima kasih kepada para penampil atas pertunjukan spektakuler
dengan membelikan minuman untuk favoritmu dan wortel untuk kuda mereka.
Satu wortel 10 RMB, terima kasih!
Ayo, sadarlah!
Kau tidak menyenangkan! Bahkan tidak minum seteguk pun.
Itu harga terbaikku.
Jika aku mabuk, siapa yang akan mengantarmu pulang?
Ini tidak seperti dirimu.
Ada apa? Dulu kau bisa minum.
Kau jadi pemarah di usia senja?
Siapa yang kau bilang tua?
Sudah jual sisa dombamu?
Segera.
Harganya terlalu rendah saat ini.
Cukuplah.
Dengan kekeringan tahun ini, domba-dombamu tinggal kulit dan tulang.
No comments yet. Be the first to leave one.