前 200 行。
"Tuhan bergerak dengan cara yang misterius."
Lagu Rohani Kristiani, 1773
"Sekarang datanglah misteri."
Kata-Kata Terakhir, Henry Ward Beecher, 1887
Saat aku mendengar orang berkata, "Aku kehilangan keyakinan,"
Aku menggambarkan mereka menyerah, tak lagi mampu untuk terus mencari.
Bukan begitu bagiku.
Aku bahkan berpikir, dengan egoisnya,
Menyaksikan perang bisa membawaku lebih dekat pada Tuhan.
Tapi semakin aku berdoa, doa-doaku tampak semakin kosong.
Itu hanya bisikan ke dalam kekosongan.
Aku mencari pertanda. Tanda apapun.
Tapi itu sunyi.
Ya, aku masih di sini. Aku mendengarkan.
Apa yang bisa aku bantu?
Kau sudah bicara dengan orang di VA?
Mereka punya orang yang...
Tidak, aku mengerti.
Terima kasih sudah mengatakan itu, tapi aku bukan...
Matt, aku tidak memenuhi persyaratan.
Apa ada orang di kantor?
Maksudku, NSA pasti dipenuhi dengan veteran lainnya, bukan?
Tidak, aku mengerti. Penampilan yang terpenting.
Tentu. Apa saja. Ya.
Hei. Maaf. Tunggu sebentar. Maafkan aku. Sebentar.
Baiklah.
Baiklah.
Biar aku coba tanyakan. Aku akan cari orang yang bagus.
Akan kulakukan.
Aku akan segera menghubungimu setelah aku...
Tapi aku akan ke kantor setelah itu.
Aku akan dapatkan namanya untukmu, oke? Aku janji.
Hei. Hei. Matt.
Hei, hei, ayolah, kawan.
Ayolah. Aku di sana. Aku mengerti.
Kita akan carikan kau bantuan. Oke? Aku akan menghubungimu besok.
Mungkin bacalah Mazmur jika kau punya waktu.
Ada beberapa hal di sana yang selalu membantuku.
Aku juga menyayangimu, kawan. Sampai jumpa.
Maafkan aku.
Kau yang ingin bicara.
Sarah, dia menangis.
Maaf. Kau tahu, aku suka Matt.
Apa dia baik-baik saja?
Aku tidak tahu.
Itu buruk di sana.
Itu selalu buruk. Itu juga buruk untukmu./Ya.
Tapi aku di sana untuk menulis, bukan bertempur. Sangat berbeda.
Dengar, aku benar-benar harus berangkat kerja.
Aku ada wawancara./ Wawancara, ya. Aku sudah dengar.
Hei, aku ingin ini... Kita untuk bekerja. Beritahu aku harus bagaimana.
Berapa kali kau mau aku untuk meminta maaf?
Berhenti meminta maaf./Beritahu aku jumlahnya. Akan kulakukan.
Semua bisa terjadi. Berapa kali aku harus hidup melalui itu?
Semua bisa terjadi, tapi aku di sini sekarang. Aku kembali.
Itu semakin memburuk sejak kau kembali, Paul.
Aku tak bisa hidup seperti ini./ Aku bisa berubah. Aku bisa lebih baik.
Aku ingin menjadi lebih baik.
Bisa kita perbaiki ini?/ Perbaiki?
Saat kepercayaan dalam pernikahan rusak, bagaimana kau perbaiki itu?
Kau ingin membuang semua ini karena satu kesalahan?
Itu salahku. Terkadang aku terlalu banyak memikirkannya.
Bisakah kita setidaknya bicara kepada seseorang? Siapa saja?
Hei, hei.
Bisa kita bicara malam ini? Aku mohon? Bisa kita...
Aku tak yakin akan berada di sini. Aku butuh berpikir.
Kau akan terlambat untuk wawancaramu, dan aku harus berangkat kerja.
Ya.
Selamat pagi.
Pagi.
Seperti arah jarum jam, kalian berdua.
Aku akan menghubungimu nanti?
Lewat Sini
Selamat pagi.
Maaf aku terlambat.
Aku harus... Maaf aku terlambat.
Hanya lima menit.
Waktu kita tersisa 25 dari yang kita sepakati.
Benar. 30 menit hari ini, besok, dan Jumat.
Semua orang...
Sibuk?
Itu benar. Semua orang sibuk.
Apa kau baik-baik saja?
Ya. Maaf. Aku baik.
Maaf. Paul Asher. Dari The Herald.
Aku tahu kau siapa.
Aku tahu semua karyamu. Aku fans./Terima kasih.
Maaf. Kau keberatan?
Baiklah. Beberapa peraturan dasar.
Aku merekam percakapan ini untuk kepastian.
Juga tiga sesi... Hari ini, besok dan Jumat.
Saat kita selesai, aku akan tunjukkan tulisanku padamu,
Tapi aku yang memegang kendali penyuntingan.
Apa kau setuju?/Setuju. Dan aku mengharapkan hal-hal baik.
Baiklah, tapi jangan terlalu berharap.
Aku meliput keagamaan untuk surat kabar biasa,
Dan yang aku tulis biasanya berakhir di kolom Gaya Hidup.
Kau hanya merendah.
Horoskop mendapat penempatan yang lebih baik.
Laporanmu dari Afghanistan sangat mengesankan.
Kau mengikuti itu?/ Setiap katanya.
Kristiani yang bertempur?
Itu pasti penugasan yang berat.
Berat untukmu. Berat untuk keluargamu.
Berat untuk yang lainnya.
Aku di sana untuk menulis.
Tapi aku bertemu orang-orang luar biasa.
Aku ingin mendengar lebih tentang pengalaman pribadimu di sana.
Ya. Mungkin lain kali.
Jadi kecuali kita di sini untuk bermain Catur,
Mari berbicara tentangmu.
Apa kau bermain?/ Aku? Tidak.
Sama sekali?/ Waktu masih kecil.
Jadi.../ Tapi sudah tidak lagi?
Ayahku sering mengajakku ke sini.
Aku sering bermain saat itu. Jadi...
Bisa kita mulai?
Oke. Hari ini, 1 Juni. Tolong sebutkan namamu dan ejalah.
Aku Tuhan. T-U-H-A-N.
Baiklah. Bagus.
Mari mulai.
Terima kasih sudah setuju melakukan wawancara ini.
Kau yang menyetujui. Tapi, terima kasih kembali.
Boleh aku memotretmu?/ Tentu.
Kau tidak masalah tampak dalam sebuah foto?
Aku ketuhanan, bukan vampir.
Aku akui, kau terlihat cukup manusiawi bagiku.
Kau tahu, kau terlihat seperti dewa bagiku.
Aku paham. Permulaan. Di gambarnya.
Itu cukup lucu./ Terima kasih.
Jadi, kenapa kau setuju melakukan wawancara ini?
Aku selalu bicara dengan anak-anakku.
Aku mengerti. Jadi aku salah satu anakmu./Tentu saja.
Baiklah, ada sebutan bagi orang yang biasanya kau ajak bicara seperti ini.
"Beruntung"?
Yang kumaksud "Nabi." / Tentu. Ya.
Itu sebutan mereka setelah aku bicara dengan mereka, tapi sebelumnya...
Kebanyakan dari mereka tidak senang melihatku saat aku datang.
Setidaknya tidak saat pertama./ Benar.
Semak terbakar, tiang berapi. Hal-hal dramatis.
Aku yakin orang akan ketakutan./ Itu benar...
Tapi aku mendapat perhatian mereka.
Tak ada semak terbakar hari ini?
Kau menginginkan itu? Itu yang sebenarnya kau inginkan?
Baiklah.
Apa yang kau ingin lihat terbakar?
Sesuatu di taman ini mungkin?
Bagaimana dengan tiang itu?
Atau mungkin pohon?
Tidak, tentu saja tidak./ Itu tidak perlu.
Kau di sini. Aku di sini. Kita sudah berbicara.
Kembali ke pertanyaanku, apa itu alasan kau di sini?
Apa aku seorang nabi?/ Apa kau seorang nabi?
Kita berbicara. Oke? Itu permulaan.
Baiklah.
Lingkari kembali itu.
Baiklah, jadi kau adalah Tuhan. Sang Tuhan.
Tuhan yang menciptakan semuanya. Surga dan Bumi dalam enam hari.
Benar. Tapi kemudian aku istirahat.
Kerja bagus./ Terima kasih.
Aku berusaha.
Apa ini yang sebenarnya ingin kau ketahui,
Beberapa informasi biografi tentang pekerjaanku?
Aku yakin kau bis membaca semuanya tentang itu di buku suatu tempat.
Tentu. Tapi pembacaku mengharapkan semacam fakta pasti dalam karyaku.
Fakta. Benar.
Ya, selalu fakta. Oke. Baiklah.
Silakan lanjutkan.
Berapa usiamu?
Waktu berbeda untukku dibandingkan itu untukmu.
Maksudku, aku ada di luar waktu.
Lagi pula, aku pencipta waktu.
Benar.
Dari mana kau berasal?
Paul, kurasa wawancara ini bisa lebih produktif...
...jika kita berhenti buang waktu untuk pertanyaan...
...yang sudah kau ketahui jawabannya.
Baiklah. Kita lanjut.
Paul, aku tak bermaksud merepotkan.
Aku hanya berpikir kau dari semua orang...
...harusnya tahu kenapa jawabanku mungkin membingungkan.
Maksudku, jika sifat Tuhan begitu jelas...
Lihatlah dunia di sekitarmu...
...dan kau akan lihat jika itu tidak benar.
Jadi kami berjuang di Bumi untuk mengenalmu,
Tapi aku anggap kau tahu semua jawaban dan pertanyaannya.
Tentu saja.
Apa itu membuatmu merasa tidak nyaman?
Kau juga sudah tahu jawaban untuk pertanyaan itu, 'kan?
Tapi sudut pandang ilahi tidak dibutuhkan.
Cobalah melihat ini dari sudut pandangku. Ini bukan proses yang mudah.
Aku paham. Mengetahui semua pertanyaan dan jawaban...
...pasti membuat percakapan manusia terasa sulit.
Tak ada yang suka maha mengetahui.
Benar.
Baiklah, kau tadi bilang, "kau dari semua orang."
Kau bilang, "Kau dari semua orang harusnya tahu..."
"...kenapa jawabanku mungkin sedikit membingungkan."
Apa maksudmu dengan itu? Kenapa aku dari semua orang?
Kau punya gelar sarjana untuk studi keagamaan...
No comments yet. Be the first to leave one.