前 175 行。
- To-ree. - Apa kabar?
Aku punya masalah dengan trompet!
Kenapa aku harus bermain alat musik?
Semua murid Hollywood Arts bermain alat musik.
Aku bernyanyi. Kerongkongan adalah instrumenku.
Aku pemain kerongkongan.
- Tidak termasuk. - Terdengar menjijikkan.
- Kenapa pilih trompet Prancis? - Entah.
Aku suka kentang goreng, roti panggang ...
Pernah kumakan roti panggang di kedai, aku mulai tertawa lalu mulai tersedak.
Wanita pemilik restoran pun mengusirku.
Cobalah mainkan trompetmu.
Mainkan musik funky, Gadis Putih.
- Aku setengah Latin. - Maka mainkan, Muchacha.
Kurasa ini rusak.
Biar kuperbaiki.
Itu tak rusak!
Beck! Kalian!
Jangan ganggu dia!
- Lepaskan dia! - Apa yang ...
Tori?
Lepaskan aku! Siapa gadis ini?
- Tenang! - Tori.
- Tenang. - Apa yang kau lakukan?
Pria itu memukuli Beck.
Kasihan sekali kau.
Kami sedang berlatih.
- Ini Russ. - Aku Russ!
Dia pemeran pengganti profesional.
Aku mengundangnya untuk mengajarkan adegan berkelahi.
Tori akan berkata, "Apa itu adegan berkelahi?"
Aku tak ingin katakan itu.
Apa artinya itu?
Perkelahian yang seolah-olah nyata. Seperti untuk adegan film.
Aku ikut kelas itu dengannya musim panas lalu.
- Dia terlihat menyakitimu. - Kenapa kau peduli?
Karena kupikir dia sudah cukup menderita bersamamu.
- Kau ingin merasakan sakit? - Hei. Kita duduk saja di sana.
Kenapa dia membenciku?
Mungkin dia mendengarmu main trompet Prancis.
Jadi, jika kupukul Cat seperti ini ...
Tampak sekali pukulanku tak mengenai mukanya.
Terima kasih.
Tapi jika dilihat dari sudut berbeda, maka ...
Seperti yang kuajarkan kepadamu.
- Efek suara siap? - Siap.
Bagi penonton atau kamera akan terlihat seperti ini.
- Aku baik-baik saja, Semuanya. - Ya.
Aku akan pasangkan kalian.
Tiap tim bekerja dengan Russ pekan ini mempersiapkan adegan perkelahian.
- Kukira namanya Steve. - Dia memang mirip Steve.
- Namaku Russ! - Baiklah.
Hari Jumat, kalian tampilkan adegan berkelahi di kelas.
Pasangan itu adalah ...
... Beck dengan Cat, Andre dan Gwen ...
... Darrin dan Jess, Tori dan Jade ...
Tori dengan siapa?
Tunggu, aku tak nyaman dengan pasanganku.
Tunggu sebentar.
Hei, Rekan, aku tak sabar untuk perkelahian kita.
Adegan perkelahian.
Gawat.
Hidupku dalam BAHAYA
Takut
"Laporkan keadaan."
"Laporkan keadaan."
Bisa baca kalimat berikutnya?
Aku tak mau membantumu berlatih.
Aku buatkan kau bubur gandum pagi ini.
Aku mau roti lapis steik.
Baiklah, audisi berikutnya adalah ...
... Trina Vega dan Robbie Shapiro.
Tidak. Si Pria Boneka?
Apa?
Bisakah aku audisi dengan orang lain?
Kau bisa harapkan itu.
- Ini hanya audisi. - Tapi ...
Tinggalkan bonekanya.
Tak apa, letakkan saja aku di sebelah si pirang seksi itu.
- Tunggu! - Jalan lebih cepat!
Aku jalan lebih cepat.
Baiklah, Perang Dunia II pada 1944.
Kalian ada di kapal selam, 518 meter di bawah Samudra Atlantik.
Mungkin kalian akan mati. Mulai.
Astaga. Letnan, laporkan keadaan.
Sisi kiri dihantam, Kapten. Mesin kita rusak.
- Torpedo? - Tak tersisa.
Gawat.
- Seberapa dalam kita? - 518 meter.
- Kita harus lebih dalam. - Tapi kita akan meleduk!
- Meledak. - Tapi kita akan meledak!
Dengar, aku lebih baik mati di bawah sini ...
... daripada di atas tertangkap oleh musuh.
Entah apakah kau berani atau gila.
Hentikan. Kau seorang prajurit!
Aku juga seorang wanita yang mencintaimu.
Itu tadi luar biasa!
- Bukan itu kalimatmu. - Apa yang bukan ...
- Sebenarnya tadi bagus. - Benarkah?
Karena jika menurutmu aku bagus dengannya ...
... bayangkan jika aku bersama aktor bagus.
- Akan kulakukan itu. - Baiklah.
Panggil dua peserta berikutnya.
- Robbie? - Selesai.
Saatnya makan siang. Salad dengan selada besar.
Masih cemas.
Cemas
- Lihat dia. - Siapa?
Jade! Dia pasti beri tahu Beck cara memukulku saat kami beradegan.
Aku penasaran apakah cermin berfungsi di luar angkasa.
Aku harus apa jika dia sungguh memukulku?
Berdarah? Menangis tersedu-sedu?
- Aku serius. - Ini adegan perkelahian.
- Tak ada tinju sungguhan. - Kecelakaan bisa terjadi.
Bagaimana jika dia sengaja membuat kecelakaan?
Kalian tahu kata mirror hanya enam huruf ...
... dan setengahnya adalah huruf R?
- Kalian sudah berlatih? - Ya.
Kemarin pulang sekolah dan tadi waktu belajar.
- Dia pukul sungguhan? - Tidak.
Dia tunggu sampai di depan kelas untuk mempermalukan aku.
Jika lakukan itu, dia akan kehilangan nilai setengah.
Bagus, dia dapat A-minus sementara mataku patah dan hidungku lebam.
- Kurasa maksudmu ... - Aku tahu yang kumaksud.
Hidung anjingku hitam. Lucu, seperti bakso kecil.
- Bakso berwarna cokelat. - Kau sangat kejam kepadaku!
Kau mau berbagi roti lapis?
- Hei, Adik. - Hai.
- Andy. - Andre.
- Mau duduk bersama kami? - Tidak.
Apa kabar, Kelompok Nilai A?
- Apa kabar? - Apa kabar?
Jangan! Mereka akan ambil celanaku lagi.
- Hei, Trina. Permisi. Pergilah sekarang. - Hei.
Hai.
Tunggu, jangan pergi. Aku tidak dengan ...
- Kenapa kau duduk di sini? - Entahlah, hanya bersamamu.
Kuharap itu susu kedelai.
Ada apa denganmu?
Jika aku minum susu biasa, gas di perutku terus naik ...
Kenapa kau menciumku?
- Karena kita saling suka. - Kita apa?
Adegan saat audisi? Ciuman itu?
Robbie, aku sedang memainkan peran.
Naskah mengatakan karakterku mencium karaktermu.
Itu yang terjadi. Hanya itu.
Kau bersedia pindah ke agama Yahudi?
- Wah. Kau punya masalah. - Itu tidak harus, tapi ...
Rex!
Baiklah, siapa yang ambil celananya?
- Kutelepon kau nanti, ya? - Jangan!
Waktunya kelas adegan perkelahian. Haruskah aku bolos? Andai bisa.
Panik
Aku tak mencintai ibumu!
Selesai.
Baiklah, selanjutnya ...
Tori dan Jade.
Untuk adegan kami, aku jadi wanita tua ...
... yang berjalan pulang seusai bermain bingo.
Aku berperan sebagai perampok kejam.
Ya, perampok kejam yang merampokku. Tanpa benar-benar melukaiku.
Baiklah, seperti biasa, berhati-hatilah.
Jika ada yang salah, teriakkan kata penyelamat.
Yaitu Butternut.
Baiklah, Anak-anak. Siap?
Dan ...
- Butternut! - Apa?
Tori, apa masalahnya?
Mencoba kata penyelamat. Ternyata bekerja.
Baiklah, aku siap.
Dan ...
... mulai.
Aku sangat menikmati bermain bingo.
Meskipun aku merindukan Bob Hope.
- Serahkan uangmu. - Apa?
No comments yet. Be the first to leave one.