前 200 行。
LADY CHATTERLEY'S LOVER
Anton, ayo balapan.
- Cepat! - Baiklah.
- Ayo. Cepat! - Ayo!
Ayo, Anton!
Cepat! Ayo!
Cepat!
Naik ke bukit.
Kini giliranku.
Ayo, Anton!
Lihat! Mereka datang!
Ayo beri tahu semuanya.
Clifford. Berhenti.
Kenapa kau selalu mengalahkanku?
Connie, aku menang.
Sudah kuduga.
- Kau tak akan mengalahkanku. - Seperti biasa.
Apa taruhannya kali ini?
Kehormatan berdansa pertama bersama Lady Chatterley yang baru.
Dia cukup cantik.
Namun, aku maklum dia putri seorang seniman.
Dialah yang dibutuhkan Clifford dan rumah tua ini.
Cara hidupnya sangat berbeda dengan orang lain.
Kebutuhan tak mengenal hukum, Kawan.
Selalu ada politik.
Cara mengacau suasana? Undang orang Jerman ke pesta.
Anton, kita belum bermusuhan.
Namun, situasinya sangat serius.
Anton, jangan malam ini.
Mau berdansa dengan istriku?
Dengan senang hati.
Permisi.
Permisi, Semua.
Hadirin, boleh minta perhatiannya?
Teman-Teman, maaf mengganggu dansanya,
tapi kalian pasti ingin dengar kabar ini.
Selama 24 menit ini,
Inggris telah berperang dengan Jerman.
- Perang? - Perang?
Mari bersulang untuk Inggris.
Inggris.
Inggris.
Untuk Inggris.
Inggris.
Juga untuk Jerman, tentunya.
Untuk Jerman.
Juga untuk Inggris.
Untuk Jerman.
Terima kasih.
- Dah. - Dah, Bibi.
- Jaga Connie. - Dia akan pulang.
- Ya. - Aku pergi sebentar.
- Dah, Hilda. - Dah.
- Kami akan rindu kau. - Dah.
- Dah. - Selamat jalan.
Sayang, sebaiknya kau tidak ikut ke kapal.
- Kau yakin? - Tentu.
Cliff, jaga dirimu.
Roberts.
- Sayang... - Aku akan pulang
pada musim berburu.
Ayo, Prajurit. Bunuh Bosch!
Ayo, Prajurit Leicester! Maju! Lebih cepat!
Ayo, Prajurit Leicester! Lebih cepat!
Tetap di barisan!
Maju!
Maju, Prajurit!
Maju!
Dia masih bernapas, Paddy.
BERDASARKAN NOVEL KARYA D.H. LAWRENCE
"Silakan duduk, Tn. Worthing."
"Dia mencari notes dan pensil di sakunya."
"'Terima kasih, Lady Bracknell. Aku berdiri saja."'
"Lady Bracknell, dengan membawa pensil dan notes,"
"'Aku harus memberitahumu bahwa kau tak tercantum
dalam daftar pemuda yang layak.'"
"'Meski aku punya daftar yang sama dengan Duchess Bolton.'"
"'Kami bekerja sama.'"
"'Namun, aku siap memasukkan namamu
jika jawabanmu sesuai syarat ibu yang sangat pengasih.'"
"'Kau merokok?'"
"'Tentu.'"
"'Kuakui aku merokok.'"
"'Senang mendengarnya.'"
Pukul 22.30. Waktunya tidur, Sayang.
Astaga. Sehari telah berlalu.
Terima kasih. Aku bisa.
Selamat malam, Connie.
Selamat pagi.
"Fritchley Hall, rumah pedesaan nan indah
milik Lord dan Lady Stewart,
akan ditawarkan untuk dijual pada bulan September."
"Kabarnya, Shipley, di dekat Matlock,
mungkin juga bernasib sama."
Seolah dunia sudah kiamat saja.
Ada apa, Sayang?
Fritchley Hall dan Shipley akan dijual.
Ya. Tidak usah.
Pasti ada alasannya.
Bagaimana dengan kita dan rumah ini?
Semua berubah kecuali perubahan itu sendiri.
Aku ingin cerutu.
Aku bisa. Terima kasih, Field.
Sekian untuk malam ini.
Baik, Tuan.
Menurutku, kau hebat. Sungguh.
Kenapa?
Hidupmu bersama Clifford.
Menurutku, itu luar biasa.
Pria malang.
Dia sudah cacat.
Bisa dibilang dia bukan lagi pria seutuhnya.
Itu pria yang tepat bagi perempuan sepertiku.
Dia bisa sangat cerdas dan menghibur, tetapi...
bagi istri yang masih muda,
aku meragukannya.
Mau cerutuku?
Terima kasih. Aku sudah bawa sendiri.
Aku masih belia saat menikahi Richard.
Kami ingin reformasi,
politik, dan sebagainya.
Kami berhasil.
Namun, sejak dia meninggal, meski ada anak-anak,
aku merasa hidupku sia-sia.
Rasanya menyedihkan.
Tahu bahwa kau akan mati
tanpa semua hal yang ditakdirkan bagimu.
Mati?
Siapa yang akan mati?
Aku pernah hampir mati.
Keabadian.
Untuk apa kita dilahirkan?
Menurutku, kita lahir untuk banyak hal.
Atau mungkin kita dilahirkan tanpa tujuan.
Kita cuma perlu membuat keputusan.
Untuk keabadian.
Untuk keabadian.
Menurutku, perempuan harus lebih banyak bereksperimen.
Saat muda, wujudkan keinginanmu.
Perempuan paruh baya yang merasa kekurangan sesuatu
adalah hal yang sangat buruk.
Selamat malam, Sayang.
Aku pergi pagi-pagi, jadi tak bisa bertemu kau lagi.
Perempuan tua akan jadi menyedihkan atau tak berguna
bila dirasuki penyesalan yang sia-sia.
Aku kerasukan.
Connie, aku perlu bicara denganmu.
Duduklah sebentar.
Kau pecundang terburuk, dalam arti tertentu.
- Sayang. - Aku bergantung padamu, hidup karena kau.
Kau menolak bagian hidup yang penting.
Saat menolaknya, mungkin kau tidak sadar
dan itu menyakiti dirimu.
Kau tahu aku membutuhkanmu seperti kau butuh aku.
Sebelum begini, kau menginginkanku, 'kan?
Tentu saja.
Aku tahu dan itu memilukan.
Aku tak ingin kau merasa telah berkorban untukku.
Aku harus katakan ini.
Kalau ada pria lain
yang memang ingin kau setubuhi,
lakukan saja.
Kalau mau, cari kekasih.
Lihat.
Burung alap-alap.
Jangan pernah lupa aku cinta kau.
Hei! Kemarilah.
Kemarilah.
Kemarilah.
Maaf soal anjingnya, Tuan.
Tak apa. Dia anjing baik.
Selagi kau di sini, bisa dorong aku ke rumah?
Ya, Tuan.
- Nyonya. - Halo.
Baiklah. Tarik.
Terima kasih, Mellors.
Terima kasih, Field.
Clifford?
Perlu bantuan?
Tidak. Hampir selesai.
Bagaimana tahun lalu?
Lumayan.
Burung pegar pun laku keras.
Bagaimana tambangnya?
Kenapa tak dibuka lagi?
- Kabarnya, batu bara... - Waktunya tak tepat.
Waktunya tak tepat.
Connie!
Tak apa, Sayang.
Jangan khawatir.
Aku muak dengan rekaman ini, Sayang.
Bisa mainkan sesuatu seperti dahulu?
Mau dimainkan lagu apa?
Terserah kau.
Kau tahu yang mana. Lagu yang kau kuasai.
Baiklah.
Clifford!
Clifford.
Panggil dr. Christie.
Clifford.
No comments yet. Be the first to leave one.