Thông tin phát hành

Partners for Justice S01E02 720p NF WEB-DL x264 500MB
Bình luận bởi Imperium_420
Original Sub By VIU Ripped by @SULTAN KHILAF Synced to Web DL By ADZ

Tags

Web-DL
web-dl
web
WEB-DL
x264
720p
720
Được xuất bản vào: 2021-02-24
Lượt tải xuống: 91
Khiếm thính: No

Xem trước phụ đề Indonesian

200 dòng đầu tiên.

"Karakter dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"

Istri putra seorang anggota parlemen

ditemukan tewas di rumahnya.

Suaminya adalah tersangka utama,

tapi dia menyangkal semua tuduhan.

"Episode 3"

Saya akan langsung ke intinya.

Apakah kematian korban dan klaim penganiayaan Jaksa

"Saksi"

semuanya relevan?

Tidak. Penyebab kematiannya bukanlah penganiayaan.

Sudah kuduga dia akan bilang begitu.

Ini soal embrio yang ditemukan di rahimnya.

Apakah itu berhubungan dengan Terdakwa?

- Apa? - Pembela.

Uraikan pertanyaan Anda.

Embrio yang dikandung korban

tidak memiliki hubungan dengan terdakwa.

Penyebab utama pertengkaran mereka...

Saya benci mengatakannya, tapi akibat ketidaksetiaan korban.

- Dia memfitnah korban. - Yang benar saja, sedang apa dia?

Menurut saya, pernyataan yang belum diverifikasi harus dicabut.

Embrio dan korban sama-sama meninggal.

Mustahil bagi kita mengonfirmasi fakta itu.

Keberatan diterima.

Satu pertanyaan lagi.

Dia mengklaim korban dianiaya membabi buta.

Apakah autopsi menunjukkan bahwa Terdakwa

memukuli korban?

Mustahil menentukan pelakunya melalui autopsi.

Kejaksaan menyimpang dari hakikat persidangan

dengan menyinggung penganiayaan

yang tidak berkaitan dengan kematian korban atau terdakwa.

Jika Anda menuntutnya atas pembunuhan,

berikan bukti pembunuhan tersebut.

Jaksa, Anda ingin mengecek saksi untuk membantah?

- Jika tidak... - Tidak, saya akan mengeceknya.

Saya akan melakukannya.

- Tolong lakukan sekarang. - Baik.

Apakah ini laporan autopsi korban yang Anda buat?

"Laporan Autopsi"

Benar.

Bisa bacakan dengan lantang?

"Penyebab kematian keracunan akut

akibat flukonazol dengan berbagai macam obat lain."

Flukonazol.

Bukankah itu obat kutu air?

Apakah korban terkena kutu air?

Tidak, saya tidak menemukan tanda-tanda dia terkena kutu air.

Terdakwa, boleh saya lihat kaki Anda

untuk memeriksa apakah Anda terkena kutu air?

Keberatan.

Apa yang Anda lakukan?

Kondisi ini adalah titik penting dari persidangan ini.

Lakukan.

Terdakwa, Anda mendengarnya?

Bersih. Anda juga tidak menderita kutu air.

Izinkan saya menyerahkan barang bukti baru.

Bagus.

Catatan ini menunjukkan

terdakwa diberi resep flukonazol.

Terdakwa.

Kenapa Anda membeli ini?

Istriku memintaku membelikannya.

- Apa? - Bu.

Anda tidak tahu apa itu antikoagulan, bukan?

Penggumpalan darah mengakibatkan malafungsi katup jantung prostetik.

Obat tersebut mencegah darah menggumpal.

Karena darahnya tidak menggumpal, dia sering memar.

Tiap kali dia jatuh, pasti memar parah.

Menurut Anda dia mau keluar dengan kondisi begitu?

Aku membelikan semua keperluannya.

Yang kulakukan

hanya membelikan obat yang diminta istriku.

Membelikan obat beresep untuk orang lain

bukanlah pembunuhan.

Apakah itu masuk akal?

Korban meminta obat yang bisa membunuhnya jika diminum?

Anda tidak memalsukan resep itu?

Anda memberikan obat beracun ini untuk membunuhnya!

- Berhentilah berbohong! - Jaga bicara Anda!

Anda yang harus berhenti memakai intuisi.

- Anda punya bukti? - Sudah cukup.

Kalian berdua. Kemari menghadap.

Jaksa Eun, bukankah Anda membutuhkan bukti lebih?

Yang Mulia, tolong beri saya waktu lebih.

Saya bisa membuktikan tuduhan ini.

Apa? Bagaimana? Anda berencana mengubah dakwaan?

Mencabut tuduhan pembunuhan?

- Ini membuang waktu. - Yang Mulia.

Saya mendakwanya atas pembunuhan.

Tidak akan ada perubahan terkait hal itu.

Saya paham.

Harap kembali ke tempat duduk.

Persidangan ini

akan dilanjutkan tiga hari lagi.

- Terima kasih, Yang Mulia. - Namun,

jika Anda tidak bisa memberikan bukti yang mendukung tuduhan

yang Anda dakwakan di persidangan berikutnya,

kami akan segera membebaskannya dari tuduhan tersebut.

- Masih ada tiga hari. - Ya.

Lebih baik daripada tidak sama sekali.

Aku senang ini dilanjutkan.

Kamu sudah bekerja keras.

Mereka berhasil memojokkanku, bukan?

Bukan main. Bisa-bisanya dia berbohong tanpa ragu sedikit pun?

Persidangan itu kompetisi para pembohong.

Bukankah mereka tampak seperti sedang bertaruh

soal pembohong mana yang lebih baik?

- Selain itu... - Kebenaran yang bertahan

- sampai akhir yang menang, bukan? - Bukan.

Kebohongan yang terdengar paling meyakinkan yang menang.

Hei, tidak boleh begitu.

Betapa pun meyakinkannya itu, bohong tetaplah bohong.

Tidak boleh.

Hyun, kini kamu agak berbeda.

Apanya?

Kamu dahulu naif dan lugu, tapi sekarang sedikit sinis.

Siapa pun akan berubah usai bekerja sebagai jaksa selama 10 tahun.

Kenapa kamu menjadi jaksa secara sukarela?

Maksudku, memangnya sesuai untukmu?

Kenapa? Aku terlihat aneh memakai jubah ini?

Tidak, bukan jubahnya.

Kamu orang yang sangat hangat dari keluarga baik-baik.

Kamu harus

sedikit bersikap dingin jika bekerja sebagai jaksa.

Apakah telah terjadi sesuatu kepadamu?

Kenapa?

Menurutmu keluargaku bangkrut, lalu aku kemari menuntut balas?

Astaga.

Hyun,

kamu seorang putra yang sangat diandalkan keluargamu, bukan?

Soal itu...

Kurasa begitu.

Aku tidak begitu.

Aku seseorang yang harus terus membuktikan diri

seperti rumput liar di rumah kaca.

Aku tidak pernah tahu kapan akan dicabut.

Meski begitu, aku merasa percaya diri.

Kamu tahu persis dahulu aku gadis paling cerewet

dan eksentrik di sekolah hukum.

Kamu benar.

Semua bilang kamu memberikan solusi terbaik atas masalah mereka,

jadi, mereka mendatangimu untuk meminta saran.

Kamu sangat pandai membaca orang.

Tapi tidak semua hal bisa dilakukan dengan mengandalkan firasat.

Tentu saja tidak.

Tapi sejak masih kecil, aku langsung tahu begitu melihat.

Aku tahu apa yang terbaik.

Aku tahu mana orang baik dan mana yang bukan.

Ya, kuakui itu.

Tapi kamu sebaiknya menyiapkan diri untuk hal ini.

Jangan mendatangiku sambil menangis jika keadaan tidak sesuai maumu.

Aku akan baik-baik saja selama tidak mati.

Meja autopsi dingin sekali. Aku benci.

- Apa? - Ya?

Bukan apa-apa.

- Makanlah yang banyak. - Tentu.

Lihat itu. Dokter Baek sangat teliti.

Soal apa?

Melakukan autopsi dalam waktu lama?

Dia memastikan diri tetap terasing.

Kamu tahu?

Kita bahkan tidak boleh menaiki bus yang sama.

Di negara ini, jumlah kita hanya 20.

Bagaimana jika kita semua naik bus, lalu mengalami kecelakaan?

Siapa yang akan melakukan autopsi? Korea akan menjadi sarang pembunuh.

Berarti kita tidak boleh kumpul-kumpul.

Itu pengecualian.

Omong-omong, Dokter Baek.

Mulai sekarang, tidak boleh berada di ruang autopsi lewat tengah malam.

Hei, ganti baju sana.

Pakaianmu macam seragam sekolah saja.

Aku sudah ganti. Ini baru.

Biarkan saja dia.

Kami dahulu memesan jajangmyeon dan memakannya di ruang autopsi.

Itu sangat berlebihan. Bagaimana jika Anda terkena infeksi?

Itu dahulu saat kami masih miskin.

Kami terkena TBC dan dirawat bersama.

Tidak ada dokter forensik yang bertugas saat itu,

kami berharap semoga tidak ada kasus pembunuhan untuk sementara.

Itukah sebabnya banyak kasus yang tidak terungkap dahulu?

Tadi itu cuma lelucon.

Kita selalu serius saat melakukan autopsi.

Hei.

Kasus menantu Oh Pil Joong itu.

Kudengar dia diduga tewas karena kecelakaan.

Kamu tidak suka membuat dugaan.

Halo? Ini Baek Beom.

Ya, aku segera ke sana.

- Jangan pergi. Habiskan makananmu. - Ini pekerjaan.

Apa yang kamu lakukan?

Aku belum selesai makan.

Siapa yang akan menyetir? Aku?

- Bangun. - Selamat, Bung.

Halo, Jaksa Eun.

Lewat sini.

Sudah kubilang hati-hati.

Kamu bisa membunuh kita semua jika ada gas beracun!

- Astaga. - Maafkan aku.

Bình luận

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left