149 dòng đầu tiên.
Hei, Pak Tua!
Jika ada kehidupan berikutnya,
lahirlah sebagai Naidu.
Aku akan lahir sebagai Kottayya.
Mari kuasai negara ini.
Jika aku kesal, akan kuungkap semua kebenaran kepadanya.
Jika harus memilih antara Kottayya dan putrinya,
Naidu akan mendukung Kottayya sepenuhnya.
Jika terus menunggu seperti ini, kita akan makin tua, Sekhar.
Impian dan upaya kita akan sia-sia.
Sekarang waktu yang tepat.
Aku mendukungmu, Sekhar.
Bunuh dia.
Kukira ayahmu memanjakanmu seperti bunga berharga.
Hei, Putri.
Kau melakukan pekerjaan rumah?
Lihat mata itu, tanpa riasan.
Bagaimana istri calon dewan bisa membawa diri?
Seperti Vijayashanti mendampingi pahlawan Chiranjeevi.
Kita pergi sekarang?
Dasar tak tahu malu!
Dia pergi begitu saja saat suaminya muncul.
Kau yang hentikan. Kenapa diam saja?
Ayahmu seperti kakakku.
Memperlakukan putra kakakku seperti putraku adalah hadiahku.
Kau kujadikan Wali Kota Isakapatnam dalam pemilihan dewan berikutnya.
Dua tahun lagi, kuangkat kau jadi Dewan Provinsi.
Ayahmu melayani Naidu ini dengan pengabdian sepenuhnya.
Apa pendapatmu?
Hei, berdirilah.
Ingatlah satu hal, Sekhar.
Apa pun yang kau lakukan, bisnis, keributan, atau politik,
tangani bersama pria.
Ayahmu dan aku melakukannya bertahun-tahun.
Itu kekuatan kami.
Jika tahu Naidu akan berubah saat ayahku meninggal,
aku pasti membunuh pak tua itu sejak dahulu, Bharathi.
Jangan percaya ucapan Naidu begitu saja.
Kau hanya salah satu pilihannya.
Aku bukan salah satu pilihan Naidu.
Aku satu-satunya pilihan.
Bagaimana dengan semua dukungan yang kuberikan belakangan ini?
Terima kasih, Bharathi.
Selama ini, kita bahu-membahu
hanya karena takut pada Naidu.
Kini Naidu menganggapku sebagai penerusnya.
Jangan terlalu dipikirkan.
Aku akan mengambil alih bisnis dan politik ayahmu.
Kau wanita, tinggal di rumah dan nikmati kekayaan seperti ratu.
Kottayya sudah mati.
Soori dan Raju berpindah pihak.
Dia mendorong Sekhar terjun ke politik.
Kini, hanya tersisa aku.
Bahkan komisiku butuh perhatian.
Yang kau butuhkan untuk bisnis bukan tangan, tetapi hati yang berani.
Tunggu pekerjaan beres.
Lalu aku akan memikirkan komisimu.
Kargo Thangavelu tergeletak di pelabuhan seperti istri kedua.
Setelah festival, kirimkan.
Bukan setelah festival.
Barang akan dikirim pada hari festival.
Besok, Veerraju akan mengirim truk.
Muat pada malam hari
dan saat matahari terbit pada hari festival,
pindahkan melalui tiga rute menggunakan 30 truk.
Apa yang kau pikirkan, Soori?
Aku ingin membunuh ayahmu saat kau menikah, Bharathi.
Aku pun ingin membunuh Pratap Varma.
Namun, kau membunuhnya. Tindakanmu benar.
Kini tersisa Naidu.
Tak perlu membunuh demi menaklukkan kekuasaan seseorang, Soori.
Sedang apa?
Nenek, aku tak suka Ayah lagi.
Makanya kuracuni karinya.
Aku sangat marah hingga ingin membunuhnya juga.
Namun, kita bisa apa?
Aku memaklumi dia demi kau, Sayang.
Jika kau membunuhnya sekarang, musuhnya yang menanti pembalasan,
akan mengincarmu.
Kau tak perlu membunuh orang untuk menghilangkan kekuatannya.
Cukup dorong dia ke ambang kehancuran.
Tak perlu membunuh orang untuk merenggut kekuatannya.
Cukup dorong dia ke ambang kehancuran.
TRUK TRANSPORTASI DIWAKAR
-Kami tak berbisnis mengandalkanmu. -Baik, Pak.
Jika ada masalah,
-katakan. Akan kutangani. -Akan kuurus.
-Kenapa kau kemari? -Aku perlu bicara denganmu.
Apa yang mau dibahas?
Mau bahas apa? Bicaralah dengan Pak Naidu saja.
Aku ingin memulai bisnis baru dan mengajakmu bekerja sama.
Mulai kini, akan kupakai trukku.
Entah barang milikmu atau Naidu.
Untuk selundupan dari Isakapatnam, sebaiknya pakai trukku.
Hei, Bodoh!
Kami kirim barang keluar dari sini.
Itu saat aku di dalam.
Kini aku di luar, tak ada barang yang dikirim.
Kau mengancamku?
Kukatakan ini karena kau dipercaya untuk bekerja dengan kami.
Kau dan saudaramu harus berhenti melompat seperti ikan kecil.
Akui kesalahanmu, minta maaf, dan cium kaki Naidu, mohon ampunan.
Baiklah.
Kawan, aku menemuimu dan memberimu tawaran.
Kau menolaknya.
Nanti, kau akan mencariku.
PENGUMUMAN DAFTAR CALON ANGGOTA DEWAN
UNTUK KOBBARITHOTA AREA 20 HINGGA 30
-Peddireddy untuk area 23. -Baik!
-Subbanna untuk area 24. -Baik!
-Nagesh untuk area 25. -Baik!
-Srinivasu untuk area 26. -Baik!
-Venkatayya untuk area 27. -Baik!
-Bujji untuk area 28. -Baik!
-Rambabu untuk area 29. -Baik!
Untuk Kobbarithota, area 30…
Seperti biasa, Kasimkota Jaggu.
Pak Sekhar, Naidu berjanji aku akan jadi anggota dewan Kobbarithota.
Ini daftar Pak Naidu.
Periksa apa namamu ada di situ.
Apa memakai pakaian sutra akan mengangkat statusmu?
Tidak.
Tak ada jaminan dalam politik.
Pak Naidu menjadikannya sopir mobil hanya selama sehari.
Dia pikir dirinya anggota dewan hebat dan muncul dengan baju baru.
Mulai sekarang, kau anggota dewan Peddanna.
Ini daftar Pak Naidu.
Periksa apa namamu ada di situ.
Hei, Naidu! Keluar!
Berengsek kau!
Dasar bajingan!
-Aku memercayaimu, tapi kau menipuku. -Hei.
Ayo lawan aku jika kau berani!
Hei, kau mabuk dan mengajak berkelahi?
Di mana dia? Panggil dia.
Buat apa kupanggil?
Hei, Naidu!
-Hei! Usir dia! -Naidu!
Usir dia dari sini.
Bajingan!
Kau datang ke rumahku untuk memohon.
Bajing…
Hei, Sekhar,
beri tahu bajingan tua itu,
aku tak butuh kursi dewan.
Kalian bajingan, jika kalian macam-macam denganku, kubunuh kalian!
Ammaji!
Hei! Ammaji.
Ammaji.
No comments yet. Be the first to leave one.