The Borderlands

The Borderlands

Tải xuống Phụ đề Indonesian

Thông tin phát hành

The Borderlands BluRay 720p Ganool
Bình luận bởi dander

Tags

BluRay
720p
720
ganool
Được xuất bản vào: 2019-04-14
Lượt tải xuống: 243
Khiếm thính: No

Xem trước phụ đề Indonesian

200 dòng đầu tiên.

diterjemahkan oleh: d a n d e r

Perawatan insentif Rosetta dan lainnya, mereka lenyap begitu saja. Lenyap!

Semuanya kacau. Singkirkan kameranya!

5-80-pro dikali 4, masih banyak di mobil.

Cek. Ada 3 kamera kepala,

itu satu, dua... Mana satunya lagi?

Ah, dipakai pria paling keren di cermin.

Ada lagi?

Tak ketinggalan LED ku, 2 D, ya. Senter kerja, ya.

Sial, ayo beraksi.

Sial.

Baik, bro. Kau Deacon? Aku Gray.

- Hi. - Aku spesialis teknis.

Kau belum tahu apapun kan?

Pada dasarnya, aku bertugas di kamera,

mikrofon, dan sejenisnya.

Apa yang kau lakukan di sini?

Tergantung apa keahlianku.

- Kau bukan orang sini? - Bukan.

Ya Tuhan, aku tidak bisa hidup di sini. Tidak ada kabel, internet, apalagi WiFi.

Kelihatan seperti abad pertengahan.

- Kau mau melihat ruangannya? - Yeah, itu bagus.

Ayo.

Kau dan aku di sini.

Kita berbagi?

- Kita berbagi? - Yeah, begini, orang penting

mendapat ranjang yang bagus.

Kau mengenalnya? Amidon apalah.

- Mark? - Ya, benar.

- Bagus. - Aku meletakkan sesuatu yang tidak penting

di atas ranjangmu, nanti kubereskan. Mau minum bir?

Bereskan sekarang dan aku akan minum sendiri.

Baik, aku tidak melakukan uji pernapasan tapi kelihatannya tidak apa.

Bagi orang keren.

Yeah, aku tahu, aku serius.

Ini membuatku tidak nyaman, semua omong kosong persaudaraan ini.

Aku ahlinya. Jika kau mau sistem suara yang bagus,

peralatanmu terawat, aku orang yang tepat, tapi...

Ya, ya, ya, bonusnya lumayan, tapi...

Ngomong-ngomong, apa itu akan dibayar tunai?

Karena itu bisa langsung dibelanjakan... Oh, aku harus pergi.

- Kubuatkan kau teh. - Bersulang.

- Wanita... - Aku tidak peduli.

Deacon! Deacon, ayo. Pakai ini.

- Konyol sekali. - Mungkin,

tapi ini juga rutin. Ayolah, kawan.

Aku sudah memakai ini 2 hari

dan aku bahkan tidak sadar aku masih memakainya.

- Sudah. - Kau terlihat keren.

Dengar. Aturan pertama: aku tidak akan memakai ini di toliet,

kecuali toiletnya mengeluarkan darah atau semacamnya.

Baiklah, ketika kau beol

atau mandi kau bisa melepasnya, tapi setelah itu

kau pakai lagi, ok?

Aku dipromosikan untuk tripod.

Semenjak belem, kelihatannya mereka melewatkan sesuatu

dan mereka mau menggunakan ini.

- Pagi. - Yeah.

Sial.

Deacon, mana kamera kepalamu?

Dengar bung, bukan cuma kau yang repot karenanya?

Biar aku yang melakukannya. Tolong.

Apa yang kau lakukan?

Jalan-jalan.

- Ya, baik. - Apa yang kau lakukan?

- Bersenang-senang. Keberatan jika aku merokok? - Ya.

Permisi...

Apa?

Kau tidak bisa membayangkan jika tempat ini menjadi bagian dari legenda,

seperti legenda Arthur. - Sebutkan lagi.

Camelot?

Tempat judi, KFC, tempat cuci baju.

Hidup di kota kecil.

Makanan, kebersihan, dan sedikit kenakalan.

Jadi sudah berapa lama kau bekerja untuk kongregasi ini, Deacon?

Pasti kau sudah banyak melihat hal gila dan aneh.

Aku tidak mengenalmu, tapi aku mau

melihat sesuatu yang luar biasa.

- Apa ada yang bisa aku... - Yeah.

Jangan terlalu berharap.

Bung, kau juga membawa bir?

Hilang, kembali, hilang, kembali. Hilang, kembali!

Kemari.

- Di mana kita? - Tunggu, kita di...

Perkampungan, gereja...

Benar, pondoknya di sini dan gerejanya di sini.

Lihat peta. Kau tahu simbol gereja, kan?

Lambang bulat digabung dengan salib, cari dulu.

Wilayahnya di sini.

Kau tidak bisa mencarinya di komputer.

"Nutsley".

Itu bukan tempat gerejanya berada. Lihat ini!

"Bullshurst".

"Bullcone". "Bullcone". "Bullcone".

Namanya "Bullcone".

- Nah. - Bung, ayo!

Tidak, terimakasih. Kau mainkan itu, aku akan kembali.

- Kau membosankan! - Aku akan kembali.

Tidak, aku akan mencari ujungnya.

kemudian kau cari tengahnya.

Ya, sempurna. Sampai jumpa bulan maret!

Aku dapat ujungnya!

Agak terlambat, kan?

Yeah.

Bro, aturannya sudah jelas.

- Kita harus menunggu, siapa namanya? si Realtor General, Amidon.

Relator, dan dia seharusnya sudah sampai kemarin.

- Walau begitu. - Baik, aku akan ke sana.

Aku tidak terlalu mengerti secara teknis. Aku harap

peralatan ini tidak... - Bung, sabar!

Kau punya kenalan beragama budha, Deacon?

- Maaf? - Kau punya kenalan beragama budha?

Aku punya pacar beragama budha;

dia menjalankan sumpah bisu, keren sekali!

Pedal tidak seperti tombol on-off, Gray.

Pedal adalah sesuatu yang harus kau injak dan lepas secara perlahan.

Baik, aku akan mengalah.

Ini dia, terimakasih. Tit!

- Apa kita sudah sampai? - Belum, GPSnya cacat.

GPSnya membawa kita berputar-putar.

Tanyakan orang itu.

Kelihatannya dia penduduk baik-baik.

Hai, bisa kau beritahu di mana gereja berada?

Ya, kau tahu, bangunan dengan salib di atasnya.

- Tolong diam. - Rumah Tuhan!

- Tolong diam. - Baik.

Bapanya bernama Crellick.

Baik, terimakasih atas waktumu. Maaf mengganggu.

- Semoga harimu menyenangkan, pak! - Semoga kalian selamat.

Sampai jumpa!

Bisa kau menciumnya?

Bau sapi.

Aku benci sapi.

Siapa yang melakukan ini?

Satanis, kurasa. Pasti mereka merekam sesuatu.

- Sihir, kutukan, dan semacamnya... - Kutukan?

Dapat.

Oh bung.

Itu mirip kau, Deacon. Besar mengalahkan kecil.

Satu kalimat di injil akan menjelaskannya.

Atau ambil keajaiban Lanciano.

Pada tahun 700 seorang pendeta Basil meragukan penampakan fisik

Yesus Kristus di ekaristi kudus.

Ketika dia melakukan ritual, dia melihat

roti dan anggur berubah menjadi potongan daging hidup.

Pertanyaannya adalah: Apa kau memberi sapi nama?

Teman sekolahku, Scott Andrews,

dia pernah bilang memberikan sapinya nama, dia melakukannya ketika masih anak-anak,

dan mereka tidak tega menyembelihnya. Mereka seperti terikat

dan si sapi hidup bersama mereka kurang lebih selama 14 tahun

dari seluruh masa hidup sapi. Mereka bilang itu sangat merepotkan.

Rokok bagus. Kau tidak apa?

Tidak apa. Cuma nyantai sama warga setempat.

Siang, Barry.

Bapa Crellick?

Kurasa kau sudah menduga kedatangan kami.

Oh, tentu! Aku tidak tau kalian sudah datang.

Relator General sedang sibuk tapi aku Deacon dan ini Gray.

Baik.

Aku terkesan bahwa kalian membuatku terasa telanjang.

"Kalian harus rendah hati, karena Tuhan benci keangkuhan"

"dan memberikan kemurahannya pada yang rendah hati."

- Akan kutunjukkan di mana tempatnya. - Terimakasih.

Keputusan atas dedikasi yang kau buat hari ini

adalah salah satu kalimat suci yang kau ucapkan.

Kubaptis kau

atas nama Bapa, Anak dan Roh...

Apa itu?

Bapa...

- Gila! Kau pernah melihatnya? - Ya.

Itu konyol!

Itu hebat.

Jadi sudah berapa lama kau di sini, Bapa Crellick?

Aku sudah di sini selama setahun.

Tidak ada lagi kesurupan selama 2 bulan terakhir ini.

Ini arsip gereja yang kau minta.

Great, thanks.

Aku tidak mengerti. Kamera ini, apa mereka penting?

Kami harus memeriksa semua yang tidak masuk akal.

Tidak masuk akal?

Tidak masuk akal apanya? Kita semua melihatnya!

Videonya sangat mengesankan, Bapa Crellick, maka dari itu kami di sini.

Ini bukan operasi otak. Ini peralatan teknis.

Kamera HD.

Yang kubawa: pro 5-80s.

Bor listrik, satu untukku,

satu untukmu.

Okay.

- Makin malam, mau minum? - Yeah.

- Malam. - Malam.

Gray, kita lepaskan ini, ok?

Apa kau punya WiFi di sini?

Bung, aku tidak percaya video itu.

Tidak masuk akal. Aku harus melihatnya lagi.

Apa yang terjadi jika kita menemukan sesuatu?

Jika kita melihat sesuatu, akan kita laporankan, kemudian mereka memutuskan

menanggulanginya atau tidak.

- Ya, apa itu? - Ya, begitulah.

Dan kemudian pekerjaan kita selesai.

Kita di sini untuk melihat dan melaporkan.

Bình luận

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left