200 dòng đầu tiên.
Terima kasih untuk para donatur: Buyung Asmara Qondhi, Yadi Laksana, Anon, WDAWISNV
Sudah kubilang. Seharusnya kita jangan bawa gadis kecil ini.
Gadis kecil? Kau tidak mengaca?
Kenapa kita pergi pagi sekali?
Memangnya penjahat sarapan pagi dulu sebelum kabur?
- Aku sampai tidak sempat minum kopi. - Kalau begitu kembali saja.
Aku lelah dengan rengekanmu.
Aku mau saja, tapi kau tak akan berhasil tanpa diriku.
Tolong! Tolong!
- Kesatria, aku butuh bantuan! - Ada apa, Bapa?
Bicaralah. Kenapa kau membutuhkan bantuan kesatria?
Kami diserang oleh monster aneh.
Entah manusia atau binatang buat. Kami tidak tahu apa itu.
Dia menculik penduduk desa dan mencuri ternak!
Kalau saja aku tahu tujuan kita kemana, aku pasti...
bawa pistol.
Bukannya kalian cuma beberapa orang?
Beberapa? Tujuh kesatria kau bilang beberapa?
Anggaplah enam setengah.
Kau yang setengah kesatria. Dengar...
Katakan padaku dimana “monster” ini.
Aku putra dari Ilya Muromets. Aku akan tangani semuanya.
Ada di sebelah sana.
Dimana kau?
- Jenggot, itu kau? - Kenapa kau datang ke sini, manusia menyedihkan?!
- Kau mau ambil jiwaku? - Siapa? Aku? Tidak!
Aku kebetulan lewat sini. Sekarang, aku akan pergi.
Kau kemana saja?
Kau yang kemana saja?! Aku menemukannya. Monsternya di sana.
Aku dekati dari belakang, dan kau ke arah sana.
Ternyata kau tidak sendirian. Sudah lama aku tidak makan kesatria.
Kita lihat saja.
Aku hancurkan kalian semua!
- Kepala terbang apa itu? - Kolobok.
Oh, Kolobok...
- Kolobok?! - Angkat tameng kalian!
Kalian siap?
Angkat.
Ayo tangkap aku!
Ayo coba lagi!
Jangan macam-macam dengan kesatria!
Ayo kita kembali ke kota.
Bagaimana kau bisa ke sini? Namamu siapa?
Dimana orang tuamu?
Jangan menangis. Aku akan mengeluarkanmu dari sini.
Astaga, ayo kita keluar dari sini.
The Last Warrior: Root of Evil
- Halo, sayang. - Hai.
- Kapan kau pulang? - Baru saja.
Kenapa? Kau lelah?
Ada petani yang minta tolong mengatasi sebuah binatang.
Tapi ternyata Kolobok.
Benar-benar gila.
Dia mengalahkan semua kesatria itu.
Kalau bukan karena aku, Entah bagaimana jadinya.
Aku bawakan panekuk.
- Tapi sudah agak dingin. - Oh, tenang saja.
Panekuk yang enak!
- Aku sudah membunuh monsternya! - Iya, pasti...
Dia lagi!
Aku sudah muak denganmu!
Kau seharusnya berjaga,
bukan lembar tombak kemana-mana. Lihat ini...
- Ivan, tenanglah. - Bagaimana aku bisa tenang?
Tiga generator dalam seminggu!
- Tidak, sekarang rusak! - Perlu aku tuangkan air kehidupan?
Ini tidak akan berakhi! Tiap hari akan terus begini
- gara-gara turnamen kesatria itu! - Ivan...
Tak ada yang perlu dilihat. Pergilah!
Pergi kau!
Ivan...
Ivan, kenapa kau memarahi dia seperti itu?
Dia sudah menyelamatkan kita, dan aku juga menghancurkan kendaraanmu.
- Dan pembuat kopi, televisi. - Kenapa kita butuh benda-benda itu?
Aku melakukan ini untukmu, supaya kau merasa nyaman saat...
kita kembali ke duniaku dan menikah.
- Jadi kau tidak mau menikah di sini? - Bukan begitu.
Ivan, aku tidak akan kemana-mana. Ini rumahku.
- Di duniamu, semuanya mengerikan. - Oh, tentu saja,
Wifi-nya mengerikan, capuccino, televisi...
Aku hanya ingin memperlihatkan padamu dari mana aku berasal.
- Lihat apa yang kubawa untukmu. - Kau kembali ke duniamu?
- Baunya seperti stroberi. - Kau menyukainya?
Tidak enak!
Aku membunuh batu yang bisa bicara!
Ayo, masuklah.
Aku capek.
Kau mau minum?
Ayah?
Ayah, kau di sana?
Galina, aku mendengarmu. Kau memecahkan sesuatu lagi?
Aku sedang membersihkan debu, dan tiba-tiba terjatuh sendiri!
Gitu. Galina yang sebelumnya lebih berhati-hati.
Astaga! Ceroboh sekali!
- Di situ lagi ada diskon buah-buahan. - Terima kasih, ini saja.
Aku ambil dua, deh.
Ini saja?
Yang itu juga.
Aku mau ke tempat ayahku, dia tinggal di desa.
Hei, ayam! Berikan aku absinthe.
Apakah kau Baba Yaga?
- Apa maumu? - Aku menemukan anak ini.
Kurasa dia sakit. Lihatlah.
Kegelapan kuno telah menguasainya.
Aku akan memberimu saran.
- Lempar dia ke laut. - Kau gila, wanita tua!
Panekuk panas!
Bulu phoenix. Bisa menyembuhkan segala penyakit,
dan membuat awet muda!
Potong rambut dan gaya! Perbaiki penampilanmu!
Ikan, ikan! Ikan segar! Ayo, jangan ragu-ragu!
- Ayo, silahkan! Udang segar. Silahkan. - Kenapa baunya busuk?
Baunya busuk?! Coba lihat. Masih bergerak, kan?
Iya, Kau yang menggerakkannya, bukan udangnya!
Kalau begitu pergi saja.
Lihat ini, kau tertarik? 40 gulungan kulit pohon birch...
Baunya seperti kayu pinus, air laut, dan stroberi.
Aku juga punya batang kayu tulis.
Ambilah, gratis.
Sampai jumpa.
- Nak. - Dad.
Aku datang untuk membeli tombak...
Kau sudah memutuskan untuk ikut turnamen kesatria?
Tidak. Bagaimana bisa? Aku tak punya kekuatan kesatriamu,
aku tak bisa menebang pohon atau menghancurkan batu dengan tanganku.
Tapi Ivan yang hebat tidak takut apapun.
Dia menantang Dobrynya untuk bertarung sampai mati!
"Aku tantang kau berduel! Hadapi aku seperti pria sejati!”
Jangan takut, Ivan. Kekuatanmu pasti datang, lihat saja.
Karena Ayah juga menunggu selama 33 tahun.
- Berapa lama aku harus menunggu? - Semua ada waktunya.
Ibu Pertiwi akan menolongmu. Dia memberi kita kekuatan.
Mungkin aku memang bukan seorang kesatria.
Mungkin aku lebih mirip ibuku.
Ibu seperti apa? Ayah tak pernah cerita tentang Ibu.
Ayah harus bilang apa?
Ayah tak bisa menyelamatkannya.
Ivan!
Vasilisa akan segera datang.
Ayah akan meninggalkanmu sendiri.
Ivan!
Finist si Elang menangkap Chudo-Yudo. Ayo kita melihatnya!
Lihat mahkluk liar itu,
Finist Si Elang menangkapnya dengan tangan kosong.
Dia tidak akan berkeliaran di hutan lagi, memakan orang.
Kalau aku tahu ada wanita cantik yang menyambutku,
aku akan menangkap monster ini lebih cepat.
Listen, kau Lancelot bohongan,
kau tidak sadar kalau itu wanita?
Begitu. Jadi kalian dekat?
- Kau punya selera yang buruk. - Beraninya kau?
- Menghina wanita bukan sikap yang sopan. - Ivan, tenanglah.
- Hentikan. - Lalu kau mau apa? Memukulku?
Ayo, Ivan. Pukul aku.
Atau kau tak punya nyali?
Kenapa? Kau kalah sama wanita?
Jangan khawatir, sayang. Aku akan baik-baik saja.
Datanglah padaku.
Aku memanggilmu.
Sekarang turuti aku.
Datang padaku.
Kegelapan menunggumu.
Aku bisa merasakanmu.
Aku merasakan kehadiranmu.
- Who are you? - Aku yang menanam kegelapan pada dirimu.
Namaku adalah Rogoleb.
Semoga kalian selalu diberi keseahat, wahai rakyat Belogorya.
Hari ini, para kesatria ini harus membuktikan kemampuan mereka.
Jadi jangan kita tunda lebih lama lagi.
Mari kita mulai turnamen kesatria!
Bagaimana, kesatria muda, bisakah kau mencapai sumurku?
Ayo, jangan takut!
Tidak baik mengangkat beban itu.
Nanti dia bisa kena hernia.
Ayo, Finist!
Ayo, Finist!
Tunjukkan siapa dirimu, Finist!
Ayo, maju.
Lakukan yang terbaik.
Beri aku kesatria lain! Yang ini sudah seka-
Kurasa dia pakai doping.
Ivan Muromets! Kenapa kau masih di situ? Kau tidak mau berpartisipasi?
Tunjukkan pada kami.
Jangan bilang kau takut?
Turnamen konyol ini bisa tunggu 5 menit dulu?
Cukup waktu untuk berganti.
"Tunjukkan pada kami". Aku akan mengalahkanmu, pembual!
Kau sering kembali ke duniamu?
Tidak, aku...
Aku cuma mau ganti baju dan... ganti sepatu..
yang lebih nyaman.
Cuma dua atau tiga kali... sebulan.
Lima.
Iya, iya! Setiap hari!
Aku tak bisa hidup tanpa internet!
Pedangnya kenapa? Kenapa tidak bekerja?
Sudah habis.
Apanya yang habis?
Kekuatannya sudah habis.
Bagaimana cara mengembalikannya? Apa ada pengisi dayanya?
No comments yet. Be the first to leave one.