148 dòng đầu tiên.
SETELAH 150 TAHUN KEKACAUAN FEODAL,
MUNCUL TIGA PAHLAWAN UNTUK MENYATUKAN JEPANG
DAN MEMBENTUK PEMERINTAHAN SYOGUN YANG AKAN MEMIMPIN NEGERI
FONDASI NEGARA INI DIDIRIKAN OLEH NOBUNAGA ODA,
SEORANG AUTOKRAT DAN PRAJURIT ULUNG
NAMUN, SAAT AKAN DAPAT KEKUASAAN, BENCANA MELANDA…
KYOTO, TAHUN 1582
KUIL HONNO-JI
Tentara Hitam mendekat, Tuan, tapi kita masih bisa melarikan diri.
Apa sebab dia melakukannya?
Kutawarkan dia lahan agar keluarganya bertahan seumur hidup.
Kenapa dia begitu bodoh?
Prasangka Mitsuhide makin menjadi-jadi.
Hojo Daimyo menyesatkannya
dan menambah amarahnya dengan kekuasaan dan korupsi.
Maksudku adalah aku.
Lihat dirimu, Yasuke.
Dari pelayan menjadi samurai.
Satu-satunya yang tak mengkhianatiku.
Kita harus bersulang untuk itu.
Tak ada waktu untuk ini.
Daimyo akan membawa malapetaka kemari.
Biarlah.
Mereka tamu kehormatan untuk pesta kecil kita.
Aku…
Yasuke, ambillah.
Minumlah bersamaku. Rayakan momen ini.
Apa yang perlu dirayakan, Tuan?
Pasukan Tuan kocar-kacir. Impian Tuan akan Jepang bersatu sirna.
- Tembok kuil terbakar selagi kita… - Aku masih tuanmu.
Jika aku mati di sini, mungkin Matsuhide akan membiarkan Ranmaru hidup.
Kau yakin dia berhasil lolos?
Dia diselundupkan di kapal terakhir, seperti permintaan Tuan.
- Dia ketakutan? - Tidak, dia kuat.
Bagus.
Kini, yang tersisa bagiku adalah kematian secara terhormat.
Tuan, jika kita halangi jalan masuk samping
dan paksa mereka masuk lewat lorong, kita bisa hancurkan pasukannya
dan mencerai-beraikannya.
Aku menunjukmu, Yasuke, sebagai pemenggal.
Ini perintah terakhirku untukmu, Kawan.
Apa? Aku tak paham. Kita masih bisa melawan.
Hanya ini cara menyelamatkan Ranmaru.
Ini bukan tindakan terhormat.
Terima kasih, Yasuke.
Apa yang kau tunggu?
Lakukan!
DUA PULUH TAHUN KEMUDIAN
Di sini!
Yassan! Di sini!
Terima kasih!
Yassan!
Aku hampir melancarkan serangan kali ini.
Berhenti menggangguku.
Aku tak peduli.
Ichiro, aku sudah melarangmu berlatih di barku.
Kau menakuti para pelanggan.
Apa cara tumbuhkan rambutmu?
Dari mana asalmu? Apa caramu kemari?
Siapa yang ajari kau bertarung? Bisa mereka ajari aku?
Bisa kau ajari aku?
Aku ingin bertarung seperti prajurit samurai hebat terdahulu.
Aku akan berhasil saat mereka gagal dan mengalahkan Daimyo.
Prajurit sejati, utamanya, berdoa untuk perdamaian.
Bukan peperangan.
Perang membawa perdamaian.
Damai membawa kebebasan.
Akan kuselamatkan negeri dari Daimyo jahat.
Siapa aku?
Aku prajurit terhebat di seluruh negeri.
Diam. Tetap di sana!
Siapa itu?
Berlatih pedang lagi?
Berlatih? Aku sudah ahli.
Ahli? Ahli apa?
Hei, Ichiro.
Melawan orang jahat hari ini?
Dua tentara di luar desa. Buat mereka lari ketakutan.
Para tentara itu berbahaya.
Aku pun berbahaya.
- Samurai kecil itu. - Aku bukan anak kecil!
Kau anak kecil!
Jika ada… Kau…
Apa pun yang kau punya…
Belas kasihan…
Terima kasih!
Ichiro!
Tangkap dia!
Hei! Kembali kemari. Sialan!
Lepaskan topeng bodoh itu.
Samurai tak pernah menampakkan wajah.
Ichiro, aku sudah melihat wajahmu.
Jadi, Tuan Samurai, kau berhasil menyerang Yassan?
Tidak, tapi aku hampir berhasil kali ini.
Kudekati dari titik butanya, tapi dia menyadarinya.
Lain kali akan lebih baik.
Aku yakin itu.
Ini, cobalah.
Entahlah.
Tak apa. Kekuatanmu akan segera pulih.
Pedang kayuku.
Yassan memberiku ini.
Maafkan aku. Aku tak tahu apa yang terjadi.
Saki, kau tak apa?
Ya, Bu.
Badanmu panas.
Ini, minumlah.
Apa yang terjadi?
Saki memegangnya, dan ini terbelah dua.
Bagaimana aku berlatih?
Ada apa, Ibu?
Saatnya Ibu mengantarmu ke dokter.
Namun, Ibu selalu bilang jarak ke dokter sangat jauh.
Aku suka di sini dengan teman-temanku.
Ini bukan bahan diskusi.
Seberapa jauh?
Seminggu berjalan kaki.
Yassan bisa antar dalam satu atau dua hari.
Si Hitam tukang perahu?
Ya. Dia akan menjadi pemandumu dan aku akan melindungimu.
Anak kecil yang anggap dirinya samurai.
Aku kelak akan menjadi samurai.
Vodka.
Apa itu?
Aku mencari seseorang.
Seorang wanita dengan anak.
Gadis kecil.
Banyak wanita dan anak-anak di sini.
Ya, terkadang mereka kencing di celana saat mabuk berat.
Tunggu, tak minum?
Ikut aku.
Ayo bersenang-senang.
Aku?
Aku?
Kurasa itulah vodka.
Apa yang kau tunggu?
Lakukan!
Sebuah botol kosong. Aku mengecewakanmu.
Si Hitam tukang perahu!
Apa yang kau siapkan hari ini?
Makan siang.
Lain kali saja.
Lain kali.
Bagaimana, Yassan?
Akan lebih baik dengan pedang kayumu.
Maaf, pedang itu terbelah.
Aku yang membuatnya. Kau tak cukup kuat untuk membelahnya.
- Aku tak mematahkannya! - Si Hitam tukang perahu!
No comments yet. Be the first to leave one.