200 dòng đầu tiên.
"Karakter dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"
Kamu membunuhnya!
Kamu adiknya Yong?
Penyebab kematian.
Mati lemas karena kelumpuhan otot pernapasan yang disebabkan
suntikan sodium pentothal dan suksametonium klorida.
Penggolongan kematian, bunuh diri.
Itulah fakta yang dia tinggalkan.
Kamu selalu bisa lolos dengan cara itu, bukan?
Tapi kamu tahu?
Kini semua sudah berakhir.
Aku akan mengungkap
kemunafikanmu
dan kebohonganmu.
Aku hampir berhasil.
Persiapkan dirimu.
Saat bertemu lagi,
kita akan bertemu di tempat yang lebih menarik.
"Episode 15"
"Dokter Spesialis Kang Yong"
Yong.
Beom.
- Ada apa? - Demam 37,8 derajat Celsius.
Aku muntah tadi pagi karena mual.
Rasa sakitnya di perut kanan bawah.
Ada rasa sakit seperti ditekan di titik McBurney.
Tampaknya ini tanda Rovsing.
- Kamu punya usus buntu? - Ototku belum kaku.
Belum menjadi peritonitis.
Bisa tangani ini? Hanya kamu yang bisa kumintai tolong.
Seharusnya bilang lebih awal. Kenapa menunggu...
Berikan aku anestesi sakral.
"Anestesi sakral, bius tulang belakang"
Kenapa terlambat?
Maaf, sifku selesai lebih lama.
Ini operasi darurat. Tidak masalah jika agak terlambat.
Pasien, kumohon tenang.
Jika tidak, aku akan menidurkanmu.
Baiklah.
Astaga.
Pisau bedah.
Bu Han.
Bisa arahkan lampunya sedikit ke arah kananku?
Cukup.
- Kamu sedang apa? - Aku juga ingin melihat.
Kamu tidak memercayaiku?
- Kukira aku sahabatmu. - Bukannya aku tidak percaya.
Aku ingin melihat bagian dalam tubuhku.
Mari kita mulai.
Forsep nyamuk.
Harus dibuka lebih lebar agar masuk dengan leluasa.
Ya, lebih lebar.
Bagus.
Jika dibuka lebih lebar,
lukanya lama sembuh.
Kamu harus memasukkannya pelan-pelan sekarang.
Hati-hati. Ya.
Ayo. Cobalah yang lembut.
Ini milikku. Ayolah.
Hei, Yong.
Apa yang kamu lakukan kepadaku?
Aku memberimu penenang.
Kamu bisa tetap tenang sekarang.
Sebentar lagi selesai.
Astaga, Bung.
- Hei, Yong. - Ya?
Aku punya pengakuan.
Apa?
Aku mengencani Nona Han.
Yang terbaik...
Perawat ruang operasi terbaik di Rumah Sakit Seon.
Kamu akan memberiku selamat, bukan?
Aku ingin kamu yang pertama tahu.
Di hari bersejarah ini
saat seseorang mengangkat usus buntuku.
Benang.
Maaf.
Jangan minta maaf.
Ini hanya perkara dua orang jatuh cinta.
So Hee, tidakkah menurutmu
usus buntuku sangat luar biasa?
Dokter Kang.
Bisa tolong selesaikan?
Baik
"Lapangan Tembak Dalam Ruangan"
"Partners for Justice"
"Dosis Fatal, jumlah obat yang bisa membunuh organisme"
"Badan Forensik Nasional"
Catat, ritsleting celananya terbuka.
Ritsleting celananya terbuka.
Pupil mata kecil.
"Pupil mata kecil."
Apa?
"Ritsleting terbuka, pupil mata kecil"
Banyak bekas bisul dan garukan.
"Banyak bekas bisul dan garukan."
Itu aneh.
Pemotong kuku.
Masuk.
Dia ditemukan tergeletak di taman sebuah apartemen di Songpa-gu.
Penjaga yang berpatroli menemukan dan melaporkannya pukul 21.00.
Dia sudah tewas saat ditemukan.
Apakah dia tewas karena jatuh?
Ya.
Tapi ini sangat aneh.
Nyaris tidak ada luka
jika memang dia tewas karena jatuh.
Lihat.
Ini.
Tidak ada darah di sekitarnya.
Cuma kepalanya yang retak. Kenapa?
Sudah tahu identitasnya?
Kami mencarinya di AFIS, tapi tidak bisa ditemukan.
Usianya bahkan belum 20 tahun.
- Panggil Dokter Hong. - Ya.
Penyeka.
Giginya gigi remaja.
Usianya sekitar 15 tahun.
Mungkin belum terdata sebagai orang dewasa.
Kita harus memeriksa identitasnya dengan DNA.
Ini sampelnya.
Apa ini?
"Laporan Analisis DNA"
Ya, aku baru saja menerima laporan analisis DNA.
Anda yakin ini benar?
Bisa dipastikan lagi?
Ya, tampaknya dia masih di bawah umur,
periksa rekaman CCTV di lift apartemen
dan pintu-pintu untuk menemukan jejaknya.
Ya, usianya sekitar 15 tahun.
Cari orang yang...
Aku harus pergi.
Ada apa?
Yang ini.
Ini juga.
- Baik. - Apakah itu enak?
Corndog sosis memang terbaik.
- Maksudmu botoks? - Benar.
Apa yang terjadi? Botoks apa?
Stella, kamu sudah cantik tanpa botoks. Jangan lakukan itu.
Bukan begitu. Ini cerita soal corndog sosis dan botoks.
Corndog sosis?
Kenapa? Ada yang keracunan itu?
Stella, kamu baik-baik saja?
Astaga, bukan itu maksudku.
Apa?
Pada abad ke-19, seorang dokter bernama Kerner
menemukan zat beracun di sosis basi.
Itu punya efek samping melumpuhkan otot seseorang.
Berkat efek samping itu, terciptalah botoks.
Bahkan itu bisa melumpuhkan otot yang menimbulkan kerutan.
Luar biasa.
Tolong cepat periksa itu. Aku harus kembali.
Baiklah. Dah.
Hei, Stella.
Tadi itu apa?
Ada apa di antara mereka?
Direktur Park.
Ada jasad tanpa identitas, jadi, kami melakukan analisis DNA.
Tapi hasilnya
sedikit aneh.
Kenapa?
DNA-nya cocok dengan seorang pegawai BFN.
- Bukan karena kontaminasi silang? - Tidak, sampelnya tunggal.
Nama siapa yang muncul?
Kita akan mulai.
Pisau.
Hentikan.
Ada apa?
Anak ini.
Ada kabar baik?
Putraku mendapat peringkat pertama tahun ini.
Di sekolah
untuk anak-anak berbakat.
Lihat.
Putraku punya tanda di leher yang mirip Bintang Biduk.
Orang genius punya tanda seperti ini.
Dia sudah besar sejak terakhir aku melihatnya.
Sudah keturunan.
Kamu berusaha selama tujuh tahun untuk memiliki anak.
Dia langsung naik dari kelas 10 ke kelas 12.
- Di antara anak-anak berbakat. - Itu luar biasa.
Siapa dia?
Anak ini
putranya Ma Do Nam.
"Istri"
Pak, ponsel Anda terus berbunyi.
Siapa yang menelepon pagi buta begini?
- Istri Anda. - Sial.
- Berbunyi lagi. - Dia tahu pagi itu waktu sibuk.
Pegang ini.
- Apa? - Ini soal Sung Jae.
Dia belum kembali dari asrama.
Apa maksudmu?
Dia mendapat izin pulang kemarin,
tapi belum kembali pagi ini.
Katanya dia ingin pulang.
- Dia tidak pulang. - Benar.
- Ponselnya mati. - Tunggu. Aku akan ke sana.
"Ruang Autopsi"
No comments yet. Be the first to leave one.