200 dòng đầu tiên.
"Karakter dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"
Barusan penyelidik memberitahuku
dia sedang mencari perawat bernama Byun Soo Kyung.
Kami sedang mencarinya.
Byun Soo Kyung. Pernah menjadi perawat di RS Seon.
Orang ini memegang kunci lemari obat.
Aku mengetahui beberapa hal tentang dia.
Ada yang cocok. Dapat.
Apa-apaan ini?
- Halo? - Di mana Jaksa Eun sekarang?
Apakah ini Dokter Baek dari BFN?
Yang benar saja. Kenapa dia mendadak menanyakan Jaksa Eun?
- Bukankah Jaksa Eun pergi? - Dia pergi menemui Choi Hwa Ja.
- Choi Hwa Ja? Untuk apa? - Choi Hwa Ja?
Benar, ini soal apa?
Sidik jari Choi Hwa Ja ditemukan di kemeja Byun Soo Kyung.
Apa? Anda bilang apa?
Dia ingin memiliki
keluarga yang sesungguhnya dengan anak kami.
"Psikopat"
Itu impian Deuk Nam.
- Anda baik-baik saja? - Ya.
Astaga, lihat kekacauan ini.
Di mana toiletnya? Aku harus membasuh ini.
Ya. Toilet di sebelah sana.
- Maaf. - Tidak masalah.
Ya, kami sedang dalam perjalanan menuju kafe Choi Hwa Ja. Baik.
Mari bergegas.
"Benzodiazepin"
Jaksa Eun!
Jaksa Eun!
Sial.
Hei, itu tasnya!
Hei, ini masih hangat.
Mati.
Mati.
Mati.
Mati. Aku ingin kamu lenyap!
Mati!
Mati!
- Jaksa Eun! - Ada apa?
Jaksa Eun! Pegangi dia!
Jaksa Eun, Anda baik-baik saja? Apa yang barusan terjadi?
Hei, hubungi 119.
Choi Hwa Ja, Anda ditahan karena melakukan penyerangan.
Anda berhak didampingi pengacara.
Pakai hak Anda untuk tetap diam dan pikirkan dalih Anda.
Jika merasa tidak adil, ajukan saja laporan atas penahanan tidak sah.
Bangun! Berdiri.
- Terus jalan! - Dia berisik sekali!
- Bukti... - Baiklah.
"Episode 7"
Jaksa Eun.
Kamu tidak boleh menemui tersangka sendirian.
Selain itu, kenapa Anda tidak menjawab telepon?
Jika kulakukan, dia pasti mencurigaiku.
Dia akan menyembunyikan niatnya.
- Sudah gila, ya? - Sudah gila, ya?
Apa? Maksudnya aku?
Tidak, bukan kamu. Maksudku tadi Choi Hwa Ja.
- Benar, Dong Sik? - Tentu saja.
Berani sekali dia menyerang jaksa yang bertugas.
- Pak Kang. - Ya?
Tolong mintakan analisis mendalam pada BFN.
Turunkan aku di kantor.
- Baiklah. - Anda akan baik-baik saja nanti?
Ini sudah tugasku. Jangan cemaskan aku.
Mati. Aku ingin kamu lenyap!
Mati!
Aku baik-baik saja.
Ini kewajibanmu.
Mari lanjutkan.
Jaksa Eun, aku ingin membuat pengakuan.
Aku pecandu propofol, benzodiazepin,
obat tidur, dan obat penenang.
Aku menutupinya karena kukira itu bisa membahayakan penyelidikan.
Anda sadar sudah tertangkap tangan, bukan?
Menyerang dan mencoba membunuh jaksa yang bertugas.
Bukankah ini sudah cukup
membuat jantung berhenti jika disuntikkan tepat ke jantung?
Jaksa Eun.
Kejiwaanku terganggu.
Aku tidak mengingat kejadian tadi.
Apakah itu propofol?
Itu milikku.
Omong-omong, kenapa aku ingin menyakiti Anda?
Benar. Kenapa kamu melakukan hal sebodoh itu?
Apa motifmu?
Tidak ada.
Masuk.
- Kak Yi Nam. - Mereka keluar dari mobil
yang diparkir di dekat kafe Anda sejak pagi tadi.
Apa yang terjadi?
- Silakan bicara. - Maaf.
Aku mengikuti Anda.
Anda mencurigaiku. Aku pun cemas
karena tidak tahu harus berbuat apa.
Aku membayar Byun Soo Kyung
untuk mencari tahu detail kondisi Deuk Nam.
Kamu sudah tahu Bu Jang mengikutiku, bukan?
Kamu ingin membunuhku karena di sana tidak ada CCTV
dan akan menyalakan pembunuhan ini kepada Bu Jang, bukan?
Apa maksud Anda?
"Analisis Zat Beracun"
"Zolpidem, positif, Kafein, positif"
Kenapa kamu meracuni kopiku?
- Apa? - Kamu menambahkan zolpidem
ke dalam kopiku.
Menurutmu aku tidak tahu?
Sebelah sini.
"Dokter Psikopat"
- Ya? - Choi Hwa Ja pembunuhnya.
- Aku menemukan sidik jarinya. - Apa?
Ya, aku mengerti.
Apa? Di mana kamu?
Akan kuhubungi lagi nanti.
Halo?
Apa-apaan dia?
Astaga.
Di mana toiletnya? Aku harus membasuh ini.
Tolong mintakan analisis mendalam pada BFN.
"Analisis Zat Beracun"
Kamu pembohong ulung.
Tapi semua sudah berakhir.
Pada kemeja yang dipakai Byun Soo Kyung pada hari dia tewas,
ditemukan sidik jari Anda.
Mari kita kembali ke awal.
Kamu mengaku sebagai pecandu.
Kamu mendapatkan propofol
dari Nona Byun?
Ya.
- Satu atau dua bulan sekali. - Lantas kenapa kamu membunuhnya?
Rumor soal penggeledahan dan penyitaan di RS Seon menyebar.
Kurasa dia sudah mendengarnya dan meminta uang lebih kepadaku.
Lalu bagaimana dengan Pak Jang?
- Apa? - Kamu mendorongnya ke sofa
dan menyuntikkan propofol.
Kenapa? Kalian berdua berkelahi?
Kenapa Anda mendorongnya? Kalian berkelahi?
Anda salah.
Tampaknya Anda tidak punya
bukti apa pun untuk kasus Deuk Nam.
- Apa? - Seperti kata Anda,
anggap saja aku membunuh Byun Soo Kyung.
Tapi aku tidak membunuh
Deuk Nam.
Kabar buruk untuk jaksa yang dibesarkan seperti tuan putri.
Luka Anda
akan bertahan lama sekali.
Aku akan segera menemukan bukti atas aksi pembunuhan Pak Jang
yang kamu lakukan.
Kamu berkelahi dengan tersangka?
Ya.
Astaga, Jaksa Eun.
Bagaimana cara bilangnya, ya? Kamu susah dikendalikan.
Kamu mendatangi BFN saat mereka menelepon
dan mendatangi tersangka saat mereka menelepon.
Pikirmu kamu pelari maraton?
Aku minta maaf.
Kupikir aku bisa menanganinya sendiri.
Persidanganku baru saja selesai.
Lihat jaksa juniormu.
Ada apa?
- Apa yang terjadi? - Dia berkelahi dengan tersangka.
Aku sudah menyuruhmu
mengurus juniormu, bukan?
Maaf.
Jaksa Eun.
Kamu tidak akan melapor kepadaku karena aku akan segera pensiun?
Maaf, aku bertindak gegabah.
- Pembohong. - Apa?
Menurutmu perbuatanmu hebat, bukan?
Kamu bahkan menemukan bukti.
- Tidak, bukan begitu. - Itu yang disebut
harga diri.
Aku akan bicara dengannya.
Mundurlah dari kasus ini. Biar aku yang mengurusnya.
Tidak, sulit mendapatkan bukti itu. Aku hampir dapat.
Kamu terluka!
Kamu benar.
Memang menakutkan.
Kukira aku akan mati di sana.
Tapi aku tidak mau menyerah. Itu pengecut namanya.
Ini tahun pertamamu.
Ini bukan kasus yang bisa kamu selesaikan.
Semua ini karena Baek Beom.
Hyun, aku ingin mengakhiri ini.
Aku bisa melakukannya. Aku tidak mau melepaskan dia.
Kamu tidak paham?
Baek Beom.
Dia sengaja melakukan ini!
Anda tidak bisa melepaskan tersangka.
Baiklah.
- Kumohon. - Kamu boleh pergi.
Aku paham.
Lebih paham daripada siapa pun.
Kalau begitu,
biarkan aku melakukannya.
- Aku pulang. - Hei, kamu sudah pulang.
Ada apa dengan wajahmu?
No comments yet. Be the first to leave one.