Caché

Caché

Tải xuống Phụ đề Indonesian

Thông tin phát hành

Hidden (Caché) (2005) 720p BluRay Subtitle by Purwa Hamid
Bình luận bởi Purwa Hamid
Rate kalau suka. Thanx

Tags

BluRay
720p
720
Được xuất bản vào: 2014-02-12
Lượt tải xuống: 81
Khiếm thính: Yes

Xem trước phụ đề Indonesian

200 dòng đầu tiên.

Diterjemahkan oleh Purwa Hamid

Bagaimana?

Tidak ada.

Dari mana ini?

Dari kantong plastik di teras.

Ada apa?

Dia pasti di sebelah sana.

Masuklah.

Aku akan tanya Rochants dan Beaufays kalau-kalau mereka lihat orang berkeliaran.

Aku sudah telepon Antoine. Dia tidak melihat apa-apa.

Aku telepon Marie, hanya ada mesin penjawab.

Durasinya 2 jam.

Kapan kau pergi?

Entahlah. Tak lama setelahmu. Sekitar jam 8:45.

Francois menelepon...

Di situ!

Di sebelah sini.

Kok bisa aku tak melihatnya? Ini masih misteri.

Mungkin kameranya di dalam mobil.

Sepertinya tidak direkam dari balik kaca mobil.

Atau dari rumah itu.

Ini bodoh. Aku tak tahu harus bilang apa.

Ide konyol siapa ini?

Kita harus makan sebelum benar-benar kacau.

Mungkin teman Pierrot.

Anak idiot yang bermain-main dengan orang tua temannya.

Aku tidak yakin. Ini sama sekali tidak lucu.

Itu jelas.

Ngomong-ngomong, di mana dia?

- Siapa? - Pierrot.

Aku tidak tahu. Sebentar lagi dia pulang.

Kasetnya dari kantong plastik itu?

- Apa? - Kaset videonya.

Bukan, dari kantong supermarket.

Di mana?

Aku lupa. Cari di sana, di meja makan, atau di lorong.

Memangnya kenapa?

Tidak ada catatan atau apa?

Coba kau lihat sendiri.

Bisa bawakan saladnya?

Tak ada goyangan hebat malam ini.

Ini.

Itu kantongnya?

Aku tak sebodoh itu, tahu!

Mungkin saja kau melewatkan sesuatu.

Keluarkan kasetnya, mungkin ada labelnya.

Aku hanya mencoba untuk...

Anakku!

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali.

Hai.

Hai.

Duduklah, Pierrot, kuambilkan kau piring.

Kau dari mana?

Dari rumah Yves. Kenapa?

Kenapa? Aku ingin tahu. Apa harus ada alasannya?

- Sore, pierrot. - Sore, bu.

Kau baik-baik saja?

Jadi?

Selasa, aku pergi ke rumah Yves.

Rabu, aku ada PR Geometri dan dia membantu mengerjakannya.

Mungkin pelakunya salah satu penggemarmu.

Pierrot, jangan bernafas saat berbalik.

Andre, kamu juga. Jangan bernafas saat berbalik.

Apa?

Tahan nafasmu saat berbalik.

Thomas, perbaiki pantulanmu.

Pierrot, terlalu dangkal saat berbalik. Lebih dalam lagi.

Andre, sudah bagus tapi masih terlalu dalam.

Terlalu dalam.

Thomas, hati-hati nafasmu.

Sampai jumpa dua minggu lagi di waktu yang sama

untuk episode Round Table berikutnya.

Sampai saat itu tiba, selamat membaca

dan terima kasih bagi pemirsa baru di setiap minggunya.

Selamat malam.

Mohon untuk tetap duduk selama kredit berjalan!

Terima kasih semua!

Ini aku.

Kasetnya dibungkus kertas ini.

Ada apa?

Apa yang salah?

Georges?

Apa?

Tidak ada.

Tidak ada, aku...

Aku lelah.

Apa yang harus kita lakukan sekarang?

Apa maksudmu?

Kau mau menghubungi polisi?

Ya...

Tidak...

Entahlah. Coba kulihat lagi gambarnya.

Mungkin kita harus melaporkannya sekarang.

Seperti lukisan anak-anak.

Entahlah, aku tidak yakin.

Perlu kutanyakan ke Pierrot?

Jangan, untuk apa?

Kau pikir teman-temannya mau semalaman begadang mengintai kita?

Bodoh sekali, bukan?

Mengapa kau matikan?

Kenapa tidak?

Apa lagi yang mau kau lihat?

Ini konyol, tapi membuatku takut.

Kau sudah bicara dengan Pierrot?

Tidak, menurutmu itu perlu?

Aku tidak tahu.

Aku tak percaya dengan teori lelucon anak sekolah.

Kalau begitu, apa?

Apa? Mana aku tahu!

Bu Laurent?

Hai, ini Manu. Apa Georges ada?

Maaf, dia baru saja pergi.

Aku hanya ingin mengingatkan soal file Beaumont.

Dia membawanya. Aku lihat tadi.

Sukurlah, terima kasih. Semoga harimu menyenangkan!

Dah, Manu.

Aku ingin bicara dengan Georges Laurent.

Siapa ini?

Aku ingin bicara dengan Georges Laurent.

Siapa ini? Kau mau apa?

Aku ingin bicara dengan pria bernama Georges Laurent.

Istrimu menelepon. Kau bisa menelepon balik?

Oke, terima kasih.

Apa ini?

Ini ada di email.

Hati-hati, goblok!

Apa?

Bisa hati-hati, idiot!

Sudahlah.

Katakan sekali lagi. Ulangi yang tadi kau katakan.

Kau tak punya mata, ya?

Aku pasti sedang bermimpi!

Orang bodoh mana yang menyeberang tanpa lihat-lihat?

Siapa coba yang salah jalur di jalan satu-arah?

Bentak aku lagi.

Ayo, bentak aku!

Oke, tak perlu ribut.

Kau tidak lihat, dan kau juga tidak lihat, oke?

Tutup mulut besarmu, ya!

Maafkan aku.

Bagaimanapun...

Tak ada yang akan membantu kita.

Sampai ia membakar rumah dan mengirim bom, bukannya kaset,

maka semuanya dianggap baik-baik saja.

Kumohon, Georges.

Hai, Dad.

Hai, pierrot.

- Ada apa? - Apa maksudmu?

Kenapa kau menjemputku?

Aku sedang libur. Kupikir kau akan senang.

Benar.

Bukan, aku baru mengantar ibu kerja dan aku ingin bicara denganmu.

Kenapa? Ibu di mana?

Ada yang perlu kami kerjakan. Karena itu aku juga ingin bicara denganmu.

Oke.

Kenapa kau mengirimku kartu pos?

Kartu apa?

Kartu ini.

Guruku memberikannya saat istirahat.

Dia bingung dengan gambar seramnya

tapi menurutnya mengirimiku kartu ke sekolah itu aneh.

Duduk di ujung, di dekat cermin.

Jangan pernah membiarkan wanita menunggu, terutama nenek-nenek, jadi aku mendatanginya.

Aku memperkenalkan diri dan bertanya mengapa ia ingin menemuiku.

Dia minta maaf karena sudah merepotkanku.

Dia mempersilahkanku duduk. Dia tampak sangat emosional,

jadi aku duduk disampingnya.

Dia bilang tak pernah ke sini sebelumnya

dan tak pernah bicara dengan orang asing

tapi aku mengingatkannya pada seseorang dan dia sangat ingin tahu.

Seseorang yang dulu sangat dekat dengannya. Aku bisa apa?

Usianya 70-an. Sangat menyentuh, tangannya bergetar.

Jadi...

Kalian tahu aku bukan pria yang sentimental.

Tapi dia berhasil membuatku luluh.

Jadi aku penasaran menunggu ia bicara tentang pria yang dikenangnya itu.

Menurut kalian siapa dia?

Kekasihnya? Ayah? Suami?

Ternyata anjingnya.

Tepat.

Apa yang akan kalian lakukan? Aku berdiri dan bilang,

"Luar biasa, kau puas?" lalu aku berbalik pergi.

Dengan mimik datar, dia memohon agar aku duduk.

Dia bilang, dia tahu kalau itu konyol,

tap aku tak boleh pergi dan mendengarkan dulu ceritanya.

Dia tak berani mengolok-olok aku.

Aneh memang, dia terlihat sangat putus asa,

aku duduk lagi.

Dan dia mulai bercerita. Bagaimana anjingnya mati kecelakaan di tahun 64.

Ini aneh, karena aku lahir tahun 64.

Dia tersinggung karena aku tak menanggapinya dengan serius.

Dia menatapku dengan sedih dan berkata,

"Dia ditabrak mobil pada tanggal 17 April 1964,

"saat kami akan menyeberang."

17 April

adalah hari kelahiranku.

Tidak mungkin!

Itu juga yang waktu itu kukatakan.

Lalu dia menceritakan padaku detail kejadiannya.

Dia menyeberang dengan anjingnya tapi ada kendaraan besar menutupi mobil van,

Bình luận

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left