200 dòng đầu tiên.
MARVEL STUDIOS MEMPERSEMBAHKAN
Waktu.
Ruang.
Kenyataan.
Lebih dari jalur linier.
Prisma kemungkinan tanpa batas,
saat satu pilihan dapat bercabang menjadi realitas tak terbatas,
menciptakan dunia alternatif dari dunia yang kita tahu.
Aku adalah Watcher.
Aku adalah pemandumu dalam realitas baru yang luas ini.
PRODUKSI MARVEL STUDIOS
Ikuti aku dan renungkan pertanyaannya...
"Seandainya"
Galaksi, di matamu, ada seratus miliar titik cahaya.
Di tempat kau melihat cahaya, aku melihat dunia dan banyak cerita.
MORAG PLANET TERLANTAR
Di Multijagat berkemungkinan tak terbatas,
apakah takdirmu ditentukan oleh kodratmu atau kodrat duniamu?
Jatuhkan! Jatuhkan sekarang!
Siapa kau?
Sebutkan jati dirimu.
Siapa, aku? Aku hanya seorang pemulung biasa.
Namun, ada satu namaku yang mungkin kau kenal.
Astaga. Star Lord!
Aku fan beratmu. Apa yang kau lakukan di sini?
Itu bukan reaksi yang kuharapkan.
Hei, berhenti! Tunjukkan rasa hormat.
Ini Star Lord, penjahat legendaris.
Mencuri dari yang kuat dan memberi ke yang lemah.
Haruskah kami membungkuk? Kurasa begitu.
Maksudku, atau kita harus berlutut.
-Tak perlu. -Kumohon.
-Kau adalah seorang penguasa. -Ini bukan gelar resmi.
Aku pun enggan dengan gelar itu.
Tentu kau akan rendah hati. Ciri khas Star Lord.
Aku nyaris berharap tak perlu mengambilnya darimu.
Tentunya benda yang kuat ini lebih baik di tanganku.
Hanya saja bosku, Ronan, sangat disiplin.
Namun, aku bisa ganti pekerjaan.
Terima kasih minatmu, tetapi staf kami sudah penuh.
Aku mengerti. Setidaknya, aku bisa bertarung denganmu.
Silakan jika itu yang kau inginkan.
Itu akan menjadi kehormatan dalam hidupku.
-Perlu tanpa senjata? -Silakan.
-Benarkah? Tak apa. -Silakan.
-Bisa kusingkirkan. -Tak apa.
-Kau yakin? -Pakailah senjata.
Kau memang murah hati.
-Siap? -Ya.
Kau tak mengecewakan, Tuanku. Sangat gesit dan sigap.
Di sini. Pukul aku.
-Tuanku! Aku tak bermaksud... -Itulah tujuannya.
Lakukan lagi. Namun, lebih cepat.
-Lebih keras. -Benarkah?
Nyaris kena. Pukul.
Ciri khas Star Lord.
Sekarang aku hampir merasa kasihan.
Aku pernah mempekerjakan yang lebih buruk.
Berhenti, Ravager. Kau kalah jumlah.
Kelihatannya begitu, tetapi Ravager tak pernah terbang sendirian.
Aku berkata, "Ravager tak pernah terbang sendirian."
Apa itu semacam slogan?
Kau sempat membuatku cemas.
-Siapa Putri Tidur itu? -Staf baru. Dia juga mengincar ini.
Jejak termalnya sangat tinggi.
Jika kita ingin bersenang-senang,
lakukan seperti biasa
dan jual benda ini ke penawar tertinggi.
Jika seperti biasa, gigimu akan tinggal setengah.
Lagi pula, apa tak sebaiknya kau pakai menyalakan
bintang sekarat Krylor, menyelamatkan mereka dari kepunahan?
Kita sama-sama tahu, tak ada harta yang lebih berharga
ketimbang manfaat benda itu.
Anak baik.
Meski takdir pahlawan kita mungkin ada di bintang di angkasa,
awal perjalanannya jauh lebih realistis.
BUMI, WAKANDA
Aku bosan hidup terkurung.
Ada dunia luas di luar sana, Ayah.
Ya, dunia berisi perang, kekerasan, kebencian.
Dunia itu tak berguna bagi Wakanda.
Pasti ada hal lain. Namun, kita harus berani mencarinya.
Aku mengerti, Putraku.
Meski darah seorang raja mengalir dalam darahmu,
darah itu dipompa oleh hati seorang penjelajah.
Namun, sebagai orang yang telah berkelana ke dunia luas,
biarkan aku meyakinkanmu,
yang akan kau temukan di sana hanya kehancuran dan penderitaan.
Orang-orang itu tak memahami cara hidup kita.
Yang kau sebut takdir hanyalah sebuah persamaan,
hasil dari berbagai variabel.
Tempat yang tepat, masa yang tepat, atau dalam beberapa kasus,
tempat yang salah di masa yang salah.
Saat itu, takdir menentukan
pesawat luar angkasa Ravager ke Bumi untuk menculik bibit Celestial, Ego.
Keren.
Namun, di alam semesta ini,
Yondu mengalihkan tugas itu kepada bawahannya.
Kalian menangkap anak yang salah.
Jangan cepat menilai, Kapten.
Ada dua lubang mata, dua lubang telinga, satu lubang makan.
Semuanya cocok.
Apakah dia terlihat seperti Peter Quill bagi kalian?
Tentu. Entahlah. Semua manusia terlihat sama bagiku.
Sinyal kosmis tempat dia diculik hampir merusak alat kami.
Jika ada sesuatu yang bukan dari planet itu ada di sana, pastilah dia.
Rumahku dibangun di atas meteorit Vibranium kuno.
Sepertinya kau tidak takut dengan semua ini, Nak.
Apa yang kau lakukan di sana sendirian?
-Menjelajahi dunia. -Kedengarannya seru.
Lalu kenapa berhenti di satu dunia?
Kami bisa tunjukkan semua dunia.
DUA PULUH TAHUN KEMUDIAN
-Ravager! -Ravager!
Star Lord, jika memilih favorit...
Tak bisa aku tentukan, sungguh.
Aku tahu, banyak pencurian dan planet yang diselamatkan.
Tetap saja, pasti ada.
Bagaimana bisa hanya pilih satu?
Bagaimana dengan perampokan Bank Sentral di Tarnax IV?
Tak ada salahnya melukai Skrull, bukan?
Upahnya untuk bayar gigi Kraglin.
Kalau saat mempersenjatai perlawanan Ankara?
Astaga. Hampir tak bisa lolos.
Bagaimana tepatnya kau mencegah Thanos, si Titan Sinting,
agar tak memusnahkan setengah alam semesta? Tidak.
Aku cukup dewasa untuk mengaku salah.
T'Challa menunjukkan bahwa ada banyak cara
merealokasi sumber daya semesta.
Terkadang senjata terbaik di gudang senjata hanyalah argumen yang bagus.
Baik, Komandan.
Namun, aku tetap menegaskan rencanaku tidak sia-sia.
-Mulai lagi. -Yang benar saja.
Pasti tetap genosida, Kawan.
Aku yakin itu efisien.
Uangmu tak berguna di sini.
-Kumohon. -Tidak, sungguh. Hanya terima tunai.
Maafkan aku. Aku punya uang tunai.
Tunggu. Kau Star Lord.
Kau menyelamatkan duniaku dari invasi Kree.
-Itu tugas harian. -Tidak, butuh beberapa hari.
Enam hari, sebenarnya. Ayo berfoto untuk dikirim ke istri dan putriku.
Aku lebih suka...
Lagi. Kau terlihat mengerikan. Aku terlihat hebat.
-Tidak usah. -Tidak, aku memaksa.
-Fotomu memang tampak mengerikan. -Entahlah.
Menurutku dia terlihat menarik.
Nebula.
Hei, Cha-Cha.
Jarahanmu ini berharga. Si Besar tahu ada padamu?
Maksudmu, ayahmu?
Dia beruntung kupanggil Si Besar.
Kini dia berkebun.
Bicaralah dengannya. Dia sungguh berubah.
Masa lalu tidak.
Kau masih memakai kalung dari masa lalu.
Pernah memikirkan pulang?
Tak ada gunanya pulang.
Saat kecil, Yondu berusaha mengembalikan aku ke Wakanda...
tetapi sudah hancur.
Aku turut sedih.
Perang lain yang tak masuk akal.
Baba memperingatkan hanya itu yang diketahui manusia. Ternyata dia benar.
Kau kehilangan rumahmu, kini kau selamatkan rumah orang lain.
Begitu prinsipmu, ya?
Kurang lebih begitu.
Kalau begitu, aku punya pekerjaan untukmu.
Sebutannya Bara Asal Mula.
Debu kosmis yang kaya nutrisi dari supernova kuno
dengan kekuatan mengubah bentuk seluruh ekosistem.
Satu ons bisa sembuhkan planet sekarat dalam sekejap.
Dengan muatan seukuran itu...
Kita bisa memberi makan miliaran orang di jutaan dunia,
memberantas kelaparan di seluruh galaksi.
Jangan beri tahu Kapten Genosida. Kau bisa merusak kesenangannya.
Orang baru yang lucu.
-Kupikir kau bekerja sendiri, Nak. -Tunggu.
Maksudmu dia keturunanmu?
-Diadopsi. -Ceritanya panjang.
Sudah kucoba mengikutkan mereka dalam konseling.
-Siapa sasarannya? -Taneleer Tivan, juga dijuluki...
Kolektor?
Maksudnya gembong terkejam di dunia bawah intergalaksi?
-Tunggu, kupikir itu kau. -Dahulu.
Namun, saat aku insaf
Tivan melihat celah dan mengisi kekosongan kuasa.
Kita semua setuju Kolektor itu berbahaya.
Asal kau tahu, Kolektor tak menawarkan asuransi gigi.
Ini bunuh diri, T'Challa. Bahkan aku tak bisa melewati pertahanannya.
Kau paham? Maniak ini tak akan berbaik hati membunuhmu.
Dia akan membedahmu untuk proyek sains,
membingkai apa pun yang tersisa, menggantungmu di dinding.
Jadi, haruskah kuanggap kau bimbang?
Selama Kolektor terlibat, kami tidak ikut.
Kau mungkin jiwa kapal ini, tetapi aku tetap kaptennya.
Kita adalah Ravager. Kita tidak mundur dari pertarungan.
Tidak. Kita mencuri dari orang kaya, memberi ke orang miskin,
seperti pahlawan rakyatmu di bumi itu, bukan?
-Robin Leach. -Robin Hood.
Terserah. Itu prinsip kita.
No comments yet. Be the first to leave one.