200 dòng đầu tiên.
Pagi, Gus, sobatku yang bersirip satu.
Halo, Bu. Ini aku. Cuma mau mengabari.
Aku sudah terima kartu posnya, sedang aku pasang di akuarium Gus.
Ya, bagus sekali. Namun, dia kesal.
Dia heran kenapa aku tidak pernah mengajaknya pergi.
Mungkin nanti, ya?
Dia mau keluar, tetapi susah dengan satu sirip, ya?
Kabarku baik, Bu. Lumayan.
Masih bangun setiap pagi merasa seperti baru ditabrak bus.
Jika Ibu...
Hei, kawan, masih berjualan sikat dan sapu, ya?
Tepat di depan pintuku. Tidak apa-apa. Sampai jumpa.
Maaf tak jawab telepon Ibu.
Aku telepon lagi besok. Sampai jumpa.
Oh, astaga. Tunggu!
Sial.
Bersulang.
MESIR KUNO
Coba lihat.
Ada yang mengira
piramida Giza adalah tempat sampah.
Lagi pula di sana kosong.
Ya. Mungkin tidak.
Namun di sana
Ada sesuatu yang jahat.
Coba lihat. Mereka pakai kail logam besar, oke?
Mereka masukkan ke lubang hidung dan...
Semua organ akan keluar. Kecuali jantungnya.
Kenapa begitu?
Mereka percaya kau perlu hatimu
untuk dihakimi di Dunia Bawah
dan cuma yang paling layak yang boleh melewati Padang Alang-alang.
Apakah menyebalkan rasanya? Ditolak dari Padang Alang-alang?
Itu tidak masuk akal karena aku belum mati, ya?
-Stevie. -Apa aku...
-Jangan bilang itu kau lagi. -Maaf, Donna. Ya, maaf. Oke.
Baiklah.
Entah berapa kali aku harus bilang kepadamu.
Kau bukan pemandu wisata, Stevie.
Steven, yang benar. Aku... Steven.
Bukan, kau merugikan
kecuali kau melakukan pekerjaanmu,
yaitu menjual ini kepada anak-anak.
Baik.
Halo.
-Halo. -Bagaimana bisnis gulanya?
Aku tidak tahu apa kaitannya ini dengan Mesir.
Dahulu mereka tidak punya ini, bukan? Tidak.
Mereka suka buah ara dan kurma, dan...
Tur berikutnya datang tapi aku cuma mau tanya, besok pukul 19.00 jadi?
- "19.00 besok?" - "Steik terbaik di kota ini?"
-Ya. Benar. -Ya? Oke.
Maaf. Namun...
-Apa? -Apa kau mengajakku kencan?
Kau lucu. Sampai jumpa.
Stevie, dasar nakal. Aku tidak tahu kau sudah mengajaknya kencan.
Aku juga tidak tahu.
Sebentar, apa dia bilang steik?
Apa yang akan dimakan seorang vegan di restoran steik?
Entahlah, Donna. Selada? Roti?
Ya, aku mengerti kenapa dia mau pergi. Kau sungguh menarik.
-Boleh tolong angkat kuda nil itu? -Ya, tentu saja.
Taweret. Sang kuda nil, Dewi Taweret. Donna, aku jadi ingat.
Waktu aku sampai tadi, aku lihat spanduk di luar.
Itu sebabnya kau terlambat masuk lagi?
Bukan. Maafkan aku.
-Busnya terlewat... -Sudah tiga kali
-kau terlambat. -Aku tahu.
Jadi, kau urus inventaris pekan ini. Kerja bagus.
Baiklah. Siap, Kapten.
Namun, bukan. Aku mau bilang kalau spanduk dan poster para Ennead...
-Para apa? -Para Ennead?
Kau tahu, kelompok super dewa-dewi Mesir?
-Ada Horus, Osiris, Tefnut... -Cukup, tolong.
Kalau kau pikir ini semacam audisi aneh pemandu wisata, jawabannya tidak.
Bukan. Aku sedang... Sakit sekali mendengar itu.
Namun, apa yang aku coba katakan...
Aku tidak bermaksud mengkritik tim pemasaran, tetapi ada kekeliruan
karena cuma tujuh dewa di sini, dan Ennead ada sembilan.
Aku pecat dua karena terlambat.
Dengar, kalau tidak bisa diam, aku akan mengurungmu dalam sarkofagus.
Bilang kepada firaun apa yang salah dengan poster itu.
-Pergi. -Baiklah.
-Pergi. Sekarang. Biarkan saja. -Ya. Maaf.
Tinggalkan saja. Pergi. Menjauh dariku.
Baik, senang bicara denganmu.
-Hei. Selamat malam, J.B. -Selamat malam, Scotty.
-Sampai jumpa, Kawan. -Scotty?
Aku Steven. Pakai V.
Sampai jumpa besok.
Sejujurnya, seakan tubuhku mau terbangun
berjalan-jalan, seolah harus berjalan 10.000 langkah.
Mengerti? Aku bahkan tidak sadar sampai aku bangun di suatu tempat.
Itu sebabnya aku coba tetap bangun saat malam. Apa pendapatmu?
Kau tahu? Kau benar. Maksudku, aku rasa
ada hal lebih aneh yang orang lakukan, tetapi...
Tidak? Ya, menurutku itu agak... Maaf.
Kue kacang ekstra untuk tuan.
Jadi, tentang perempuan dari tempat kerjaku.
-Kami akan berkencan besok. -Permisi.
-Boleh foto kami di sini? -Boleh.
-Terima kasih. -Kami kencan.
Aku tidak mengajaknya. Entah bagaimana ini terjadi.
Satu. Dua. Tiga.
-Silakan. Mari. -Terima kasih.
-Jangan lupa tipnya. -Ya.
-Sulang. -Terima kasih.
Jika aku ingin punya kekasih, suatu saat nanti,
tentu tidak boleh ada ikat kaki lagi di ranjang, ya?
Itu semacam pertanda buruk, bukan?
Kau mengerti maksudku, bukan? Ya, kau mengerti maksudku.
Aku akan cari solusinya.
Baiklah, sebaiknya aku pulang.
Senang berbincang lagi.
Sampai jumpa lain waktu.
Baiklah, sampai nanti.
Halo! Selamat datang di Tetap Bangun.
Mari mulai dengan menyelesaikan teka-teki.
Teka-teki adalah cara bagus agar tetap terjaga.
Bosan dengan teka-teki? Coba baca buku.
Membaca bisa membantu pikiran fokus dan terjaga.
Bayangkan Anda masuk dalam cerita itu.
Apakah ada bagian menarik yang Anda suka?
PARA ENNEAD
Ingat, butuh lima jam untuk kembali menjadi diri Anda sendiri lagi.
Halo! Selamat datang di Tetap Bangun.
Mari mulai dengan menyelesaikan teka-teki.
Teka-teki adalah cara bagus agar tetap terjaga.
Bosan teka-teki?
ENNEAD Konflik Dewa - Manusia
Coba baca buku.
Halo! Selamat datang di Tetap Bangun.
Astaga.
Aneh sekali. Apa yang terjadi?
Apa itu tadi?
- Kembali tidur, Cacing. -Halo?
- Kau tidak seharusnya ada di sini. -Ya. Aku sangat setuju.
-Di mana kau? - Serahkan tubuhnya kepada Marc.
Maaf, apa? "Tubuhnya?" Apa...
-"Serahkan tubuhnya?" Tubuh apa? -S i bodoh pegang kendali.
Halo.
Hai...
Sedang apa kau?
Jangan!
-Jangan cuma diam. Lari. -Tidak, tidak, tidak! Tidak! Kumohon!
Dia kabur ke arah desa.
Hari yang begitu indah.
Serasa kita ada di surga. Namun, ini bukan surga, betul?
Ini kegelapan. Terkadang ia bersembunyi di dalam hati kita.
Kita ada di sini untuk membuat dunia serupa dengan surga.
Siapa yang mau pertama?
Kau pria yang berani. Menawarkan jiwamu untuk penghakiman.
Ingin melayani dewi kita bahkan sebelum dia bangkit.
Aku menghakimimu dalam nama Ammit hanya dengan sedikit kekuatannya.
Ini adalah wajah dari seseorang yang baik.
Terima kasih.
Siapa lagi yang mau maju?
Tolong, Harrow. Aku harus tahu.
Panggil aku Arthur. Mari.
Apa kau bersedia menerima penghakiman, apa pun hasilnya nanti?
Ya.
Maafkan aku.
Aku sudah baik sepanjang hidupku.
Aku percaya kepadamu.
Namun, penghakiman maha tahu. Mungkin ini sesuatu di masa depan.
Aku harap kau bisa hidup untuk melihat dunia yang kita bangun.
Namun, Ammit telah memutuskan.
Maaf. Ada masalah dengan pertukarannya.
Kami disergap. Seseorang membunuh dua anggota kita.
Apa dia masih di sini?
Kami rasa begitu, ya.
-Sial. -Kau...
Aku tahu kau.
Aku? Hai...
Pembunuh bayaran.
"Pembunuh?" Bukan. Aku bukan pembunuh. Bukan, aku bekerja di toko suvenir.
Aku bekerja di toko suvenir. Namaku Steven Grant.
Aku mau pulang. Kembali ke London.
London? Entah kenapa aku mengucapkannya seperti itu.
-Baik, Steven Grant dari toko suvenir. -Ya?
-Bisakah kau kembalikan scarab itu? -Apa... Apa? Baiklah.
Ya, itu... Maksudmu...
-Kau tidak akan menyerahkannya. -Ini.
Aku sarankan kau untuk mengembalikannya.
Aku tidak... Aku...
Ayolah. Seakan-akan jariku beku.
Namun, coba sebentar... Entahlah, mungkin karena cuaca dingin.
Ambil saja. Aneh sekali. Maaf, tetapi...
-Aku tidak akan minta lagi. -Aku tidak melakukannya.
Aku tidak tahu apa yang terjadi.
Silakan. Ambil saja.
-Astaga! Kakiku bergerak sendiri. -Tangkap!
Aku tidak... Aku berusaha berhenti melangkah. Aku ingin memberikannya.
-Tunggu! -Tidak apa-apa.
Aku berusaha, kawan. Aku coba memberikannya kepadamu.
Dapat!
Tidak. Si Bodoh kembali.
Maaf.
Astaga.
Aku akan... Aku akan pergi saja, oke? Ya.
No comments yet. Be the first to leave one.