200 dòng đầu tiên.
Meski mengalami kemerosotan dan korupsi, melemah akibat politik dan perang,
Kekaisaran Romawi tetap kekuatan terbesar di muka bumi.
Lalu sekelompok suku baru, suku Hun, semangat dan independen,
muncul dari timur.
Sebuah ramalan kuno mengatakan suatu hari nanti akan ada seseorang yang akan menyatukan suku-suku...
dan menantang Roma untuk memerintah dunia.
ATTILA THE HUN
Jangkauan anak panahku terlalu pendek!/ Angkat lebih tinggi.
Rusanya akan berhasil lolos.
Mungkin sudah saatnya kau punya busur yang lebih kuat.
Kita berada di tanah Dunnotis.
Perburuan tadi cukup panjang. Kita tak bermaksud jahat.
Kita akan mengirim tanduknya sebagai hadiah.
Tetap saja kita sudah terlihat.
Jika Dunnotis memprotes, kita bunuh dia.
Diam, nak. Sebuah tindakan bodoh suku Hun membunuh suku Hun.
Bagaimana kita bisa menaklukkan tanah Barat jika kita saling bertengkar antara kita?
Ayah bicara tentang tanah Barat saat berburu.
Dia pernah kesana, saat dia masih muda.
Apa dia menemukannya?
Tidak, tidak...orang lain telah menemukannya jauh sebelumnya.
Bagaimana?
Karena seekor lalat.
Seorang prajurit sedang menjinakkan kuda jantan,
dan lalat itu menggigit kuda jantan itu hingga kuda itu kabur.
Sang prajurit mengikuti kuda jantan itu ke rawa-rawa.
Tapi tak ada cara untuk melewati rawa-rawa.
Oh, kuda itu menemukan jalan, dan sang prajurit mengikuti kuda itu,
dan di sisi lainnya.../ Dia menemukan tanah Barat.
Ayah katakan kita akan mengalahkan mereka.
Saat Raja Besar datang./ Bagaimana kita tahu kapan dia datang?
Raja Besar tak akan berlutut pada siapapun,
dan semua orang akan berlutut padanya.
Dia akan memerintah suku Hun sebagai satu bangsa,
dan memegang pedang Dewa Perang di tangannya.
Dan...dia akan tidur saat diminta.
Ya, Ayah.
Tidak! Attila, berhenti!
Aku ingin membantu! Biar kubantu mereka!/ Sembunyi di bawah keranjang ini.
Kau tetap di sana. Menyingkir dari jalanan.
Ayah!
Ayah.
Ayah...
Tangkap dia!
Kau adalah anak Mundzuk.
Apa yang kau lakukan pada nenekku?
Dia sudah tewas. Ayahmu juga sudah tewas.
Ini hadiah untuknya karena berburu di tanah kami.
Kini aku jadi tuanmu.
Berlutut.
Berlutut!
Akan kubiarkan kau hidup sebagai budakku.
Hiah! Hiah!
Siapa namamu, nak?
Attila, anak Mundzuk.
Apa kau mengenalku?
Namaku Rua, saudara ayahmu,
dan sudah lama sekali kau tidak melihatku.
Ayahku telah meninggal./ Ya. Seminggu yang lalu.
Jadi selama ini kau sendiri?
Kau aman sekarang. Ayo.
Kecuali kau senang hidup sendirian di padang rumput.
Apa tiga hewan suci?
Beruang, karena dia tak pernah mundur,
kucing, karena dia melindungi anak-anaknya,
dan kuda, karena dianggap suci oleh dewa perang.
Berapa banyak lapisan dalam busur?/ Dua kayu, dua tulang.
Berapa lama kau harus memanaskan busur sebelum kau membentuknya?
Sampai lapisan luar berkeringat.
Kau diajari dengan baik.
Kembali ke tendamu.
Dia tak seharusnya ada di sini.
Aku mengambil istri saudaraku dan anak sulungnya.
Haruskah kutinggalkan yang muda mati kelaparan di padang rumput?
Ya.
Ya, demi Bleda.
Dia anak sulung.
Dia akan mendapat bagian lebih banyak saat aku meninggal.
Akan ada masalah antara mereka. Aku bisa melihatnya.
Siapa di sana?
Siapa kau?
Siapa kau?/ Attila.
Namaku Galen./ Kau ini apa sebenarnya?
Aku ini gadis. Apa kau buta?/ Kau kelihatan seperti wanita tua.
Aku tidak lebih tua darimu./ Kenapa kau tak bersama yang lain?
Mereka takut padaku.
Kenapa mereka takut padamu?
Karena aku bisa membaca bintang, langit, matahari dan bulan.
Kau penyihir.
Aku menerima visi kemarin bahwa dia akan lahir.
Siapa?/ Raja Besar.
Mundur. Aku lahir sepuluh tahun yang lalu.
Tidak.
Kau lahir kemarin, di padang rumput.
Ah, ya.
Kemarin, di padang rumput.
Beberapa orang mengatakan butuh waktu berbulan-bulan membuar busur.
Tapi...kenyataannya butuh 15 tahun.
Dimulai saat pertama kali pohon itu ditanam.
Jika kau potong kayunya terlalu cepat, busur takkan punya kekuatan, jika terlalu lambat,
akan menjadi rapuh.
Raja Rua...kami menemukan mereka.
Orang-orang ini yang menyerang kampmu?
Mereka milikmu.
Kau bebas lakukan apa saja pada mereka.
Jumlah mereka ada banyak./ Yang lainnya terbunuh. Ini sisanya.
Berlutut./ Berlutut pada anak-anak?
Lakukan dan kalian akan tetap hidup.
Attila! Kau sudah bicara dengan para pengintai?
Mereka tak melihat kekuatan apapun antara kita dan sungai.
Bagus.
PENJARA IMPERIAL ROMA
Kau harus memakannya.
Kami para penjaga mendapat makanan yang sama.
Itu makanan budak.
Hanya budak yang bisa memakannya.
Aaargh!
Namaku Flavius Aetius.
Kekuatan Roma.
Aku akan bertahan.
Persia, Scythia,
Macedonia, Picts, Gaul, Briton, Angle, Frank, Yahudi, Mesir.
Itu daftar bangsa yang telah dikalahkan.
Kenapa Hun harus berbeda?/ Itulah kenyataannya, Yang Mulia.
Tunggu sampai mereka menghadapi pasukan Romawi./ Mereka pernah mengalahkan kita sebelumnya.
Pasukan dari Kekaisaran Timur. Kita punya pasukan yang berbeda.
Kita tak punya pasukan sejarak 100 mil dari perbatasan./ Kalau begitu kirim dari tempat lain.
Tak mungkin. Itu terlalu berlebihan.
Apa itu serius? Hun telah menjadi gangguan selama beberapa dekade.
Mereka telah menyeberang ke wilayah kita./ Mereka terisolasi.
Saat mereka sadar betapa kecil perlawanan yang dapat kita berikan, apa yang akan terjadi?
Placidia, seseorang mungkin bisa berurusan dengan mereka.
Aetius takkan keluar dari penjara hidup-hidup.
Dia tahu kebiasaan mereka, tahu raja mereka.
Kukatakan tidak.
Felix, aku tahu anakku...
belum dewasa, tapi dia berusaha belajar.
Dia kaisar sekarang,
dan dia akan menerima kesempatan itu seperti kaisar lainnya.
Lihat! Aku berhasil!
Apa lagi selanjutnya? Vas bunga di atas meja hias itu?
Dasar bodoh!
Dia menggagalkan tembakanku!
Akan kupikirkan yang kau katakan,
tapi aku harus yakin Hun merupakan ancaman serius.
Musuh datang! Musuh datang!
Ayo! Jalan!
Tunggu! Namamu?
N'Kara.
Kau bertempur dengan berani.
Bawa dia dengan para budak.
Pedangnya yang paling bergelimang darah.
Jika dia punya keluarga, bawa juga mereka.
Kau boleh pergi.
Aku pernah bersumpah kau takkan keluar dari penjara ini hidup-hidup,
tapi temanmu memintaku bermurah hati.
Dalam permohonan mereka...
Hanya ada satu alasan yang mungkin hingga kau berada di sini.
Kau membutuhkanku./ Kenapa aku membutuhkanmu?
Jika aku harus menebak, bisa kukatakan suku Hun sedang bergerak,
sehingga kau dan orang-orang Roma dilanda ketakutan.
Ada laporan dari panglima perang yang baru...
di antara suku-suku di selatan - Attila. Kau kenal dia?
Tidak, tapi aku kenal Raja Rua, dan itu yang penting.
Anakku masih muda. Dia butuh seseorang untuk membimbing keputusannya.
Kau bisa melayani negaramu dan bukan ambisimu sendiri,
jika itu memungkinkan./ Apapun bisa menjadi mungkin.
Berapa hargamu?
Pertama, pengampunan penuh.
Kau coba menggulingkanku, sebelum anakku dewasa. Itu sebuah pengkhianatan.
Kita anggap saja itu sebuah kesalahpahaman.
Apa lagi?
Perbaikan penuh untuk perkebunanku,
staf pribadi, orang kepercayaan yang kupilih,
dan...
pengembalian ke jabatan penting pada kedua layanan.
Jika aku berurusan dengan suku Hun, aku harus memegang komando tertinggi.
Felix yang memegang komando tertinggi./ Singkirkan dia.
Dia yang merekomendasikan pembebasanmu./ Aku akan berterima kasih padanya.
Kau bisa membusuk di sel ini selamanya./ Dan kau?
Cari saja orang lain untuk berurusan dengan suku Hun.
Warden.
Keluarkan dia.
Dia panglima tertinggi yang baru.
Penjaga yang membawakanku makanan, siapa namanya?
Petronius, tuanku.
Ayah!/ Lydia.
Oh, akhirnya kau bebas!
Oh, tak bisa kupercaya.
Aku datang ke penjara tapi mereka tak mengijinkanku menjengukmu.
Oh Tuhan, coba lihat dirimu.
Kau sudah gadis sekarang, dan gadis yang cantik.
Villa kembali jadi milik kita?
Ya.
Dan juga yang di Sicily.
Besok akan kubawa pekerja.
Semua akan indah seperti dulu.
Ayo, jalan! Kalian para penjahat, jalan!
Ha...ha...kalian tahananku sekarang!
Raja Rua,
No comments yet. Be the first to leave one.