200 dòng đầu tiên.
"Karakter dan kejadian dalam drama ini hanyalah fiksi"
Anak ini putranya Ma Do Nam.
Jangan sentuh jasad putraku!
Bukankah ini bunuh diri?
Jawabannya ada di sini. Kekerasan di sekolah.
Jelas ini pembunuhan.
Ma Sung Jae selalu lebih pintar dari Park Jun Ha,
jadi, Park Jun Ha selalu berada di peringkat kedua di sekolah.
Jika ada perkiraan waktu kematian,
- puzzle-nya sudah lengkap. - Puzzle?
Jejak pembunuhan.
Apa maksudmu?
"Episode 17"
Untuk apa putraku bunuh diri? Apa alasannya?
Kamu tahu apa?
Memangnya kamu tahu apa?
Putraku tidak mungkin bunuh diri, Bedebah!
Berhentilah bicara omong kosong!
Untuk apa putraku bunuh diri?
Kumohon tenanglah.
Tenang? Pikirmu kamu bisa tenang jika hal ini menimpamu?
Kamu tidak pernah memikirkan orang lain, bukan?
Kamu memang bedebah egois!
- Hentikan. - Kenapa aku harus berhenti?
Kamu menyimpulkan bahwa itu bunuh diri
- berdasarkan waktu kematian? - Ya, waktu kematian.
Waktu kosongnya lambung berbeda untuk setiap orang.
Bagaimana bisa kamu menyimpulkan hanya berdasarkan hal itu?
Usianya 16 tahun.
Dia memakan 180 gram kue beras dan 200 ml susu.
Batas kesalahannya dalam rentang waktu 30 menit.
- Dia sendirian saat terjatuh. - Memang kamu melihatnya sendiri?
Kami memeriksanya dengan pindai CT usai memakan hidangan serupa.
Tidak usah ikut campur.
Dokter Ma, kumohon tenanglah.
Bagaimana aku bisa tenang, Pak?
Ini tidak benar. Semua ini omong kosong!
Seharusnya kamu menyatakannya sebagai autopsi negatif, Bedebah.
Tapi kamu tidak mau, bukan?
Itulah alasanmu memaksakan ini sebagai bunuh diri!
- Percaya saja kepada Dokter Baek. - Percaya kepadanya? Untuk apa?
Anda selalu memihak bedebah ini!
Tapi aku tidak bisa memercayai satu kata pun dari bedebah ini!
Kembalilah bekerja.
Astaga, yang benar saja. Ada apa?
Apa yang terjadi?
Makan siang yang Sung Jae makan
ditemukan di usus dua belas jari, bukan di lambungnya.
Artinya, sudah empat jam berlalu usai dia memakannya.
Empat jam usai waktu makan siang?
Hari itu, Sung Jae terlambat makan siang. Dia makan pukul 16.00.
Jadi, empat jam usai waktu makan siang...
Pukul 20.00.
Berarti dia sendirian.
Jadi, ini dianggap sebagai kasus bunuh diri.
- Ini Eun Sol. - Jaksa Eun.
Anda harus bergegas ke kantor polisi Gangdong sekarang.
Apa yang Anda lakukan?
Hei.
- Hei, kamu Park Jun Ha? - Apa yang Anda lakukan?
Astaga, siapa Anda?
Sayang, hentikan. Ada apa denganmu?
Ada apa denganku?
Kamu tahu putra kita tidak bunuh diri!
Aku harus menyelidikinya.
Aku tidak akan membiarkan para bedebah itu lolos.
- Ya, tapi jangan lakukan di sini. - Tidak.
Sayang.
"Park Jun Ha"
Park Jun Ha.
Kamu yang mendorong Sung Jae, bukan?
- Katakan yang sebenarnya! - Apa yang kamu lakukan?
Kamu sudah gila?
Jun Ha, kamu baik-baik saja? Dia menyakitimu?
Katakan yang sebenarnya. Kamu mendorong putraku!
Dia tidak mendorong siapa pun! Tidak bisa dipercaya.
Yang kamu pikirkan cuma putramu.
Kenapa kamu amat tidak tahu malu usai membunuh putraku?
- Putramu pembunuh. - Apa? Pembunuh?
Apa katamu? Berani sekali kamu menyebut putraku pembunuh.
Kamu pasti sudah gila!
Jun Ha tidak ada kaitannya dengan kematian Sung Jae!
- Pak, jangan lakukan ini di sini. - Apa? Apa katamu?
Kumohon jangan bersikap begini.
Bu, tolong hentikan suami Anda.
Bagaimana bisa ini disebut sekolah?
Putraku tewas, tapi tidak ada yang peduli dengan kematiannya!
Bagaimana bisa ini disebut sekolah?
Tidak ada yang bertanggung jawab!
Kalian menyebut diri kalian manusia?
Ini dia. Penyewa di lantai empat mengetahui
ada seseorang yang terus membuang puntung rokok dari atap.
Pernah nyaris menyebabkan kebakaran saat jatuh di atas pakaian kotor.
Penyewa ini memasang CCTV untuk menangkap pelaku.
Usai mendengar kejadian itu, dia memutar video ini.
Lalu ini yang terekam.
- Apa ini? Mari kita tonton. - Baik, ini dia.
- Hei... - Astaga.
Hei, putar itu lagi. Apa itu? Aku tidak melihatnya.
Baik. Putar lagi.
Astaga.
Perkiraan waktu kematian yang diberikan BFN benar.
Sung Jae jatuh
- saat dia sendirian. - Bukankah berarti ini bunuh diri?
Sekarang kita harus menutup kasusnya dengan alasan itu.
- Tenang? Bagaimana aku bisa tenang? - Kumohon tenanglah.
Kalian tidak tahu apa pun!
- Kalian tidak tahu apa pun. - Sudah ditangani.
Kumohon tenang. Kenapa tidak duduk dan bicara saja?
Orang gila seperti dia membuat keributan di depan sekolah.
Sekarang aku merasa tidak nyaman mengirim putraku ke sekolah lagi.
Orang gila?
Putramu pembunuh. Kamu tahu?
Jaksa Eun.
Kumohon selidiki ulang kasus ini.
Putraku bukan tipe orang yang bisa melakukan bunuh diri.
Aku tidak akan mendiamkan hal ini.
Suamiku marah besar. Kami akan mengajukan gugatan.
Dokter Ma.
Untuk sementara, kami menyelidiki
berdasarkan perkiraan waktu kematian yang diberikan BFN.
Aku akan melupakannya demi kebaikan Sung Jae.
Kami bisa saja mengajukan gugatan untuk penyerangan itu.
Maaf.
Pikirmu hanya kamu yang menderita?
Aku juga merasa akan gila.
Maaf.
Mereka bilang Jun Ha dan yang lain turun lebih dahulu sebelum Sung Jae.
Tidak tahu pasti yang terjadi kepada putra kita membuatku gila.
Aku yakin dia tidak bunuh diri.
Tapi tidak ada yang bisa kita lakukan untuknya.
Barusan aku memeriksa CCTV.
Sung Jae memang jatuh pukul 19.50.
- Bunuh diri... - Aku tidak bilang itu bunuh diri.
- Apa? - Cuma kemungkinan pembunuhan
yang bisa diabaikan karena dia sendirian saat jatuh.
Tapi kami tidak bisa mengabaikan opsi mati karena kecelakaan.
Maksud Anda dia bermain-main di atas pegangan
- dan kehilangan pijakan? - Bukan itu juga.
- Jika jatuh, lima meter kejauhan. - Apa yang ingin Anda katakan?
Hei, bicaralah.
Hei, Jin Dol. Berhenti makan dan bicara kepadaku.
Bukankah ini tahun keempatmu di BFN?
Anjing terlatih bisa membaca surat selama tahun ketiga.
Sekarang seharusnya kamu bisa mengategorikan kematian, bukan?
Apa? Aku hanya meminta pendapatnya. Tidak boleh?
Kami menyebut ini pendapat kedua.
Mencari pendapat dari ahli lain.
Cari saja sesuka hatimu.
Semoga berhasil.
Kinerjaku sudah baik.
Dalam banyak hal.
Astaga.
Tampaknya dia memang sudah gila.
Dia bisa menyelesaikan soal-soal usai bergadang selama sepekan.
Zombi di siang hari
dan mesin belajar di malam hari. Si bodoh gila itu.
Kalian sudah selesai?
- Apa yang Anda lakukan? - Keluarlah sekarang.
Aku harus bersih-bersih.
Dasar anak-anak.
- Ini aku. - Kamu bermalas-malasan
usai menyuruhku melakukan semua pekerjaan ini, bukan?
Tidak.
Tampaknya Sung Jae dirundung dan dikucilkan di sekolah.
Dikucilkan?
Aku mencium sesuatu.
- Kamu di mana sekarang? - Apa? Toilet anak laki-laki.
Jelas saja bau.
- Bukan itu maksudku. - Akan kututup teleponnya.
Halo? Hei.
Astaga, dia selalu memutus teleponku.
Jaksa Eun. Aku menelepon soal Sung Jae.
"Badan Forensik Nasional"
"Surat Pengunduran Diri"
Apa ini.
Aku minta maaf, Direktur Park.
Kepala Ma.
Kamu bisa mengambil cuti saja. Istirahatlah dan...
Sung Jae bukan orang yang bisa bunuh diri.
Akan kubuktikan Dokter Baek salah
dan kupastikan dia tidak bisa bekerja di bidang ini lagi.
Ya?
Halo.
Anda bilang ini menyangkut Dokter Forensik Baek Beom.
Aku mengingat perkataan Anda di Badan Forensik Nasional.
Bisa berhenti, tidak?
Kamu membunuh orang dengan tangan-tangan itu!
Saat itu aku kesal.
Aku ingin membuktikan hasil autopsinya salah.
Halo.
Ini Profesor Pyo Yoo Seong, ahli forensik Universitas Hangook.
Aku yakin kalian saling mengenal.
Sudah lama kita tidak bertemu sejak simposium tahun lalu.
Ya, sudah lama. Terima kasih sudah datang.
Duduklah.
Aku sudah menerima semua data.
Aku tidak bisa memaksakan pendapat sendiri.
Itulah alasanku membutuhkan pendapat kedua.
Aku akan memeriksanya secara teliti dan objektif.
No comments yet. Be the first to leave one.