İlk 153 satır.
Kesan pertamaku, dia tampak seperti bocah laki-laki biasa.
Tapi dia
berbeda dari bocah kekanakan yang tak kusukai.
Putri Kathyln?
Pangeran Curtis?
#11 Sang Raja, Merayakan.
Ada keributan apa ini?
Yang Mulia, saat kami sedang bersenang-senang,
rakyat jelata ini memukul kami tanpa alasan.
Beraninya bicara begitu. Padahal...
Padahal kami tak berbuat apa pun.
Setelah melukai Dwarf seperti ini, kau masih merasa punya alasan?
Apa benar begitu?
Tidak, kami cuma membela diri.
Padahal sudah jelas itu bohong, dasar Kakak bodoh.
Sungguh kebodohan tingkat tinggi.
Arthur.
Itukah ucapanmu di hadapan pangeran Kerajaan Sapin?
Saya mohon maaf.
Mulut saya kerap kasar saat mendengar kebohongan.
Bagaimana bisa anak sekecil ini punya kekuatan sebesar itu?
Sudah, sudah.
Tolong maafkan keponakan saya.
Dia hanya ingin bilang bahwa mereka berbohong.
Tuan Helstea, sedang apa di sini?
Kami kebetulan lewat saat mereka menindas anak ini beramai-ramai.
Berani-beraninya kalian membohongiku.
Sebutkan nama kalian.
Nama saya Jamiel.
Saya putra sulung Keluarga Tridant, Pangeran.
Keluarga Tridant?
Ini jadi merepotkan.
Keluarga Tridant penyumbang besar bagi kerajaan dan Akademi Xyrus.
Jika mereka tahu penerusnya celaka...
Tindak kekerasan yang kalian lakukan...
Yang paling penting, tak ada yang terluka parah.
Jadi, jika kalian setuju menganggap ini selesai...
Sudah kuduga begini.
Sekalipun keluarga kerajaan, dia pasti tak akan berani.
Paman Vincent membawa gulungan komunikasi, 'kan?
Ya, aku membawanya.
Mau menghubungi siapa?
Cynthia Goodsky.
Apa dia sudah gila?
Memanggil Ketua Akademi Xyrus? Itu tak masuk akal.
Vincent?
Kau membuatku repot, memanggilku tiba-tiba begini.
Ini Arthur Leywin.
Arthur.
Kalau kau yang memanggil, kapan pun aku senang menerimanya.
Sudah lama sekali, ya.
Ada apa? Kenapa mendadak begini?
Jamiel Tridant dan temannya dari Akademi Xyrus
menyalahgunakan kuasa atas seorang Dwarf karena prasangka.
Saya ingin Anda mengeluarkan mereka dari akademi.
Apa-apaan kau ini, tiba-tiba?
Kau bilang Tridant?
Soal yang satu itu...
Tuh, 'kan?
Sedekat apa pun Ketua dengan rakyat jelata itu,
mengingat besarnya sumbangan keluargaku pada akademi,
mustahil dia membelamu.
Kalau Anda masih ingin saya masuk akademi...
Baiklah, akan kukeluarkan mereka.
Apa?
Aku ingin kau memaafkan sikapku tadi.
Tak teguh memegang pendirian bukanlah sikap pantas bagi pangeran.
Saya juga ingin minta maaf.
Saya tak mampu menahan emosi saya.
Wajar saja kau marah.
Rasialisme tak punya tempat di benua ini.
Arthur, ya?
Sungguh merepotkan.
Sejak pertama bertemu juga begini...
Kau tak mendengarkanku, 'kan?
Anu...
Maukah kau minum teh bersamaku kapan-kapan?
Tidak masalah.
Kalau begitu, sampai jumpa lagi di akademi.
Tadi itu apa?
Itukah adikku yang kejam dan tak berperasaan?
Dia memang berbeda dari yang lain.
Manusia, Elf, dan Dwarf, para hadirin sekalian.
Namaku Blaine Glayder, Raja Kerajaan Sapin.
Di sini berkumpul raja dan ratu dari ketiga kerajaan.
Kita berkumpul di hari perayaan ini.
Kalian semua paham permusuhan antara Elf dan Manusia, 'kan?
Juga bahwa Dwarf hanya dianggap sebatas rekan bisnis.
Namun, buanglah masa lalu dan prasangka itu.
Pandanglah segala hal dari sudut yang berbeda.
Itu bukan hanya demi diri sendiri,
melainkan demi anak-anak dan masa depan benua ini.
Akhirnya, semua akan tahu adanya benua lain selain Dicathen.
Yang dikhawatirkan, benua baru itu mengirim Mana Beast penyamar
untuk mengawasi Benua Dicathen.
Kalau bukan karena takut, mereka berbuat begitu
mungkin memang berniat jahat.
Ada apa, Arthur?
Eh?
Kau di sini, tapi pikiranmu entah ke mana.
Bukan begitu.
Saya mendukung penuh gagasan luar biasa
yang Raja Glayder paparkan soal masa depan benua kita.
Di tanah air kita, Benua Dicathen,
ada tempat berbahaya yang tak seorang pun berani menjejakinya.
Namun, jika ada misteri dan bahaya yang jauh lebih besar
di luar benua, apa jadinya?
Hadirin sekalian, hari ini kami nyatakan,
ditemukan bukti adanya benua lain
selain Benua Dicathen.
Yang kita ketahui sejauh ini,
mereka berusaha menjalin kontak.
Namun, untuk saat ini,
kita belum punya teknologi untuk perjalanan jauh ke benua lain.
Kita semua makhluk yang lahir di benua sama, Benua Dicathen.
Aku bangga akan hal itu.
Aku pun berharap generasi mendatang merasa demikian.
Hari ini menandai awal era baru
bagi tanah air, benua ini!
Mungkin amat sulit menyatukan tiga ras dan tiga kerajaan.
Kami ingin memberi tugas kepada enam orang di sini.
Mereka yang paling berani dan cerdas dari tiap kerajaan.
Mereka mengemban kepercayaan dari keluarga kerajaan.
Agar kami dan seluruh rakyat bisa menyambut era baru,
keenam orang ini akan berjuang menjaga keamanan dan kemakmuran tanah air.
Mulai sekarang, mereka adalah
Six Lance, enam tombak yang jadi simbol benua ini.
Alea Triscan.
Varay Aurae.
Olfred Warend.
Aya Grephin.
Mica Earthborn.
Bairon Wykes.
Tadi itu Keluarga Wykes?
Kalau tak salah, Lucas juga...
Six Lance,
lindungilah dan berilah kami kehormatan.
Bagi kalian yang kini berusaha menjadi penyihir kelak,
berjuanglah agar bisa menjadi salah satu Six Lance.
Sebab kemungkinan itu tak terbatas.
Hari itu, menjadi alasanku menghadapi kenyataan.
Lucas Wykes.
Saat mengantar rekannya menuju kematian,
dia lari dari dosanya menggunakan kuasa dan koneksi orang tuanya.
Mereka memperingatkanku bahwa balas dendam pada Lucas sama saja dengan bunuh diri.
Ternyata maksudnya adalah sosok kakaknya.
Kakaknya bukan sekadar penyihir yang kuat.
Dia salah satu dari Lance.
Lebih penting dari balas dendam pada Lucas,
ada hal lain yang harus kulakukan.
Hore, ayo, ayo!
Malam ini, kau tunggu di kamar, ya.
Paman Vincent mewanti-wanti, bisa saja ada orang mencurigakan masuk.
No comments yet. Be the first to leave one.