İlk 200 satır.
Ibu? Ayah?
Al?
Hello?
Al?
Thunderbolt.
Diterjemahkan oleh: Ketam Goreng
papa.
Papa.
Papa.
D
DO
DON
DONA
DONAS
DONASI
DONASI P
DONASI PU
DONASI PUL
DONASI PULS
DONASI PULSA
0
08
083
0831
08315
083151
0831511
08315119
083151195
0831511954
08315119540
083151195401
083151195401 S
083151195401 SE
083151195401 SEI
083151195401 SEIK
083151195401 SEIKH
083151195401 SEIKHL
083151195401 SEIKHLA
083151195401 SEIKHLASNYA
Potong. Yeah, lihat?
Rantai itu ke traktornya.
Okay. Bawa dia masuk.
- Begitu. - Hati-hati.
Begitu.
Whoa! Yeah, okay, sekarang letakkan itu...
Yeah. Amankan di sebelah sana.
Yeah, pohon yang satunya.
Begitu. Kencangkan.
Okay. Naik, naik—
jalan.
Whoa, pindahkan.
Mundur, teruskan. Mundurkan dia, begitu.
Hey, Terry, apa nama benda itu tadi?
- Geode, telur guntur. - Kurasa kita tidak seharusnya melakukan ini.
Hey, santai saja. Mereka tidak akan pernah tahu.
- Ayahku bisa kejang-kejang kalau tahu. - Itu salahmu sendiri.
Seharusnya kau memanggilku sebelum mereka menimbunnya.
- Yeah, tapi... - Pasti ada lebih banyak lagi di bawah sana.
Dan kau tahu berapa harga yang bisa kau dapat untuk yang besar? Seratus dolar.
Whoa! Whoa.
Ew. Baunya seperti ada sesuatu yang mati di dalam sana.
- Kelihatannya seperti gua. - Keren.
- Hati-hati. - Ini.
Ow.
Astaga.
Itu bukan apa-apa.
Apa itu?
Suara apa itu tadi?
Kurasa kita tidak seharusnya melakukan ini.
Siapa peduli? Kita kaya.
Ayo.
Al, jangan, tunggu sebentar.
Kau janji aku boleh memiliki ini.
Aku bilang begitu tiga bulan yang lalu. Benda-benda itu cuma teronggok di kamarku.
Tapi, Al...
Berhenti memanggilku Al. Namaku Alexandra.
Well, bukankah kita akan meluncurkannya?
Lakukan apa pun yang kau mau. Aku harus pergi.
Ke mana? Kau janji kita akan meluncurkannya.
Aku mau belanja dengan Lori dan Linda.
Si Lee beradik itu. Ugh!
Al, tunggu. Bagaimana dengan thunderbolt?
Lupakan saja soal thunderbolt. Sudah hilang.
Lagi pula untuk apa kau butuh dia? Maksudku, apa masalahnya?
Well, sejak aku membakar lubang di atap...
ayahku bilang aku tidak boleh meluncurkan roket apa pun tanpa pengawasan.
Hey, aku yang akan mengawasi.
Hey. Kalian, tunggu aku.
Ayo.
Ha-ha-ha! Masuk ke mobil.
- Untuk apa itu? - Kargo hidup.
Lupakan saja. Itu sudah basah di tempat sampah.
- Sudah hancur total. - Oh.
Berapa lama menurutmu mereka bisa hidup tanpa udara?
- Hey, kawan, itu kejam. - Ayo.
Ini unik.
Glen.
Glen.
Ini benar-benar tidak bertanggung jawab, entahlah.
Apa sudah terlambat untuk menelepon Nyonya Vandegrift?
Oh, Ayah, tolonglah. Ayah tidak bisa memanggil pengasuh.
Aku akan berumur 16 tahun dalam dua minggu.
Ayah bilang aku sudah cukup dewasa untuk menerima tanggung jawab.
Dan jujur, aku janji, tidak akan ada masalah apa pun.
Well, bagaimana menurutmu, Glen?
- Apa kau bisa dipercaya? - Entahlah.
Jika ayahmu dan Ibu setuju...
membiarkan kalian berdua tinggal sendirian selama tiga hari penuh...
- bagaimana kami bisa yakin kalian akan bersikap baik? - Terry yang memulainya.
Jika Terry melompat dari jembatan, kurasa kau akan ikut melompat juga.
Tentu, kenapa tidak?
Dengar, aku bisa menjaga Terry dan aku bisa menjaga Glen.
Dan aku bisa menjaga rumah ini.
Kumohon?
Baiklah.
Tapi kau, anak muda, dihukum akhir pekan ini.
Dan itu artinya kau tidak boleh meninggalkan rumah ini sampai kami kembali.
Dihukum? Serius?
Serius.
Dan setelah makan malam, sobat, kau timbun lubang itu.
OK.
Selamat malam, Glen.
Jangan, biarkan lampunya menyala.
Glen, ada apa denganmu hari ini?
Ini... entahlah.
- Ada sesuatu tentang lubang itu. - Apa maksudmu?
Entahlah. Rasanya aneh saja.
Well, kau sudah menimbunnya, kan?
Yeah, tapi Terry memberitahuku sesuatu.
Apa?
Well, dia bilang dulu sekali, saat mereka membangun rumah kita...
seorang pekerja tewas.
Dan pekerja lainnya tidak mau melapor ke polisi...
jadi mereka menyemennya di dalam salah satu dinding kita.
Dengar, Nak...
biar Ayah beritahu sesuatu tentang Terry.
Kau ingat tahun lalu, saat ibu Terry meninggal?
Yeah.
Well, sejak saat itu, Terry jadi agak aneh.
Ayah rasa dia memendam amarah karena ibunya sudah tiada.
Jadi ingatlah itu kalau dia mulai merusak sesuatu...
atau mencoba menakutimu.
Ayah rasa dia cuma sedikit bingung, itu saja.
- Kau mengerti maksud Ayah? - Kurasa begitu.
Kau mau Ayah nyalakan lampunya?
- Tidak, tidak apa-apa. - Selamat malam, jagoan.
- Ayah? - Yeah?
Tidak jadi. Selamat malam.
Selamat malam, sobat.
Jangan lupa Angus harus minum obatnya setiap hari.
Pastikan obatnya tersembunyi di makanannya, atau dia akan meludahkannya.
- Ibu tidak mau ada obat di atas furnitur. - Aku tahu, Bu.
- Selamat tinggal, sayang. - Selamat jalan.
- Dah, Bu. - Selamat tinggal.
- Dah, Ayah. - Sampai nanti, kalian.
- Dah. Dah, Bu. - Selamat jalan.
Dan jangan lupa, nomor telepon tempat kami berada ada di kulkas.
Al, jika kau butuh kami karena alasan apa pun, jangan takut untuk menelepon.
- Ini hanya soal tanggung jawab. - Aku tahu, Bu.
- Ingat, kau tetap di rumah akhir pekan ini. - Okay.
Ibu ingin rumah sudah bersih saat kami pulang. Jangan ada pesta.
- Okay. - Okay.
Lori dan Linda.
Hey, wow, pesta yang hebat.
Entahlah. Di sini, di sana.
Tapi kau menghancurkan mobilnya.
Hey, bisakah seseorang membawakan anjing ini bir?
- Ha-ha-ha! - Di mana?
Turunkan aku.
Permisi.
Hey, menjauhlah, Angus. Kau bau.
Aku ingin mencium baumu saat kau berumur 97 tahun.
- Dia tidak berumur 97 tahun. - Dalam hitungan umur anjing.
Ini benar-benar tidak mau pecah.
Kenapa kita tidak minta si Lee beradik untuk melihatnya?
Yeah. Ha, ha.
Bukan, kita bisa melemparkannya dari atap besok.
- Ayo, mari berpesta. - Dia tidak akan mengizinkan kita.
Tentu saja dia akan mengizinkannya. Kenapa tidak?
Dia cuma... oh, lupakan.
Whoa.
- Wow. - Sudah kubilang. Lihat itu.
Apakah memang seharusnya begitu?
Entahlah.
Mungkin cuma udara yang terkompresi saat benda itu terbentuk atau semacamnya.
Lihat, itu meninggalkan semacam bekas.
Itu tulisan. Apa katanya?
Aneh.
Dia menyusuri lorong gelap itu.
Dan teriakannya semakin keras.
Dan ada juga suara ini, seperti tawa.
Dan ada suara robekan yang aneh ini.
Jadi dia sampai ke pintu dan membukanya sangat perlahan.
Di sana, di kursi goyang...
ada mayat busuk dari ayahnya yang sudah mati.
Dan di pangkuannya ada kepala pacarnya yang terpenggal.
Dan dia sedang menjambak rambutnya segenggam demi segenggam.
- Kau mengada-ada. - Aku percaya itu.
- Ayolah, itu omong kosong. - Hal-hal aneh terjadi setiap saat...
No comments yet. Be the first to leave one.