İlk 200 satır.
Source : ivy68
A Kindai Eiga Kyokai Production
LUBANG
DALAM DAN GELAP
GELAP SEJAK ZAMAN DAHULU KALA
ONIBABA
Produser : ITOYA Hisao, NOTO Setsuo, MINATO Tamotsu
Skenario Asli oleh SHINDO Kaneto
Sinematografi oleh KURODA Kiyomi
Musik oleh HAYASHI Hikaru
Pengarah Artis oleh SHINDO Kaneto
Para pemain :
OTOWA Nobuko
YOSHIMURA Jitsu ko, SATO Kei
UNO Jukichi, TONOYAMA Taiji
Sutradara : SHINDO Kaneto
Translated by : C r V IDFL™ @ SubsCrew
Ushi, kau di dalam?
Dapat sesuatu?
Tidak ada kecuali sampah.
Hanya itu kemampuanmu?
Kota Kyoto telah terbakar habis.
Mereka mengatakan Kaisar telah melarikan diri ke Gunung Yoshino.
Jadi tidak ada lagi pertempuran hebat. Sekarang hanya pertempuran kecil.
Aku tidak bisa berbisnis lagi.
Ini gandum yang bagus.
Beri kami satu kantong lagi. - Terserah mau ambil atau tidak.
Hei! Kau mau satu lagi?
Kalau begitu tidurlah denganku!
Aku takkan pernah tidur denganmu, bajingan!
Hachi. Apa yang kau lakukan di sini?
Aku sangat lapar. Beri aku sedikit makanan.
Beri dia semangkuk.
Kau beruntung bisa pulang.
Di mana suamiku?
Tunggu sebentar.
Kau pulang sendiri?
Aku meloloskan diri.
Jadi di mana putraku?
Tentara Ashikaga memaksa kami untuk ikut dengan mereka.
Kami bertempur dua kali bersama mereka.
Yang ketiga, kami tertangkap oleh tentara Kusunoki.
Putraku juga?
Ya, kami berdua. Maka kami menjadi anak buah Kusunoki.
Sama saja bagi kami.
Ini perang para Jenderal, bukan kami.
Kami bahkan tidak tahu apa yang mereka perebutkan.
Ada dua Kaisar sekarang.
Kusunoki berjuang untuk Kaisar di Gunung Yoshino,...
...dan Ashikaga untuk Kaisar di Kyoto.
Itu berarti dua Kaisar berselisih.
Pada awalnya, kami ingin menjadi pahlawan,...
...tapi membunuh tidak mudah.
Aku sendiri bisa terbunuh.
Pernah aku menikam punggung seorang pria dengan tombak.
Dia buang air besar di semak-semak, dan aku membunuhnya!
Apa yang terjadi dengan putraku?
Kejadiannya tiga hari yang lalu.
Pasukan Kusunoki terdesak sampai di Minatogawa.
Anak buah Ashikaga langsung membunuh mereka semua.
Itu pertempuran yang mengerikan.
Kami tidak bisa membedakan teman dan musuh. Itu berlangsung dua hari dua malam.
Kami mencoba menjauhkan diri dari tempat yang berbahaya.
Jenderal memerintahkan kami untuk maju,...
...tapi kami terus berlari hingga mereka mengejar kami ke sawah.
Tak ada yang bisa dilakukan kecuali pura-pura mati di lumpur.
Kami menipu mereka.
Kami menunggu kesempatan kemudian lari ke pegunungan.
Kami sembunyi di semak-semak semalaman. Kupikir kami akan kelaparan.
Maka kami pergi berburu makanan.
Kami pikir kami akan mencuri dari rumah-rumah petani,...
...tapi semua rumah kosong.
Tak ada apapun yang bisa dimakan.
Tidak lama, para petani dengan tongkat yang muncul entah dari mana...
...dan memukuli kami.
Mereka memukul Kichi sampai mati.
Aku nyaris kehilangan nyawa!
Putraku tewas?
Lalu? Apa yang terjadi dengan Samurai yang membawa kalian berdua?
Yah, dia dibunuh tepat setelah itu. Sebatang anak panah menembus lehernya.
Dia mengayunkan pedang kemana-mana dan kemudian terjungkal.
Di sini. - Dia pantas menerimanya!
Ya. Dia pantas menerimanya!
Mereka membawa putraku dengan tiba-tiba hingga kami sulit bertahan hidup.
Aku sangat mengharapkan kepulangannya.
Tapi hanya kau yang kembali.
Kalian berdua beruntung bisa bertahan hidup.
Bagaimana kalian bisa makan?
Ada butiran es musim panas lalu.
Hujan salju turun.
Butiran es dan hujan salju di musim panas!
Semua panen kami gagal.
Hal-hal aneh juga terjadi di Kyoto.
Seekor kuda melahirkan anak sapi.
Matahari berwarna hitam di langit, dan siang jadi gelap seperti malam.
Mengerikan sekali!
Seolah-olah bumi menjadi terbalik!
Semua petani kelaparan.
Dengan adanya peperangan, mereka tidak bisa bekerja,...
...dan ladang menjadi liar tanpa ada yang mengolahnya.
Bagaimana kalian bisa makan?
Tidak usah peduli!
Kami pengemis.
Kyoto sudah terbakar habis. Bahkan tidak ada anjing.
Semuanya menjadi makanan,...
...ada orang yang makan ular, bahkan cacing tanah dan tikus.
Kalian memakai pakaian "bagus". Apakah kalian mencurinya?
Kau sendiri berpakaian aneh.
Aku membunuh seorang pendeta dalam perjalanan dan kupakai pakaiannya.
Orang percaya pada pendeta. Mudah untuk pergi kemana-mana.
Apa yang akan kau lakukan sekarang? - Apakah gubukku masih berdiri?
Kukira begitu. - Baiklah.
Aku akan tidur.
Aku kelelahan.
Maaf aku pulang sendiri.
Ada apa?
Menjengkelkan!
Hari yang cerah.
Membuat perang serasa begitu jauh.
Kau menangkap ikan yang besar.
Aku tidak punya makanan.
Apa yang kau lakukan untuk mendapatkan makanan?
Kelihatannya kau tidak menanam apapun.
Apa yang kau lakukan?
Kau mencuri?
Aku mengerti. Jadi begitu?
Semua orang melakukannya di manapun pertempuran terjadi.
Mereka semua mencuri di Kyoto.
Kau juga mencuri, iya kan?
Kenapa kau tidak menyelamatkan suamiku?
Aku tidak punya waktu untuk menyelamatkan dia!
Kami diserang oleh sekitar dua puluh orang petani.
Aku sendiri nyaris tak bisa lolos.
Kau menunggu dia? Gadis yang malang.
Apa yang akan kau lakukan? Dia sudah mati.
Tak ada gunanya tinggal dengan wanita tua, iya kan?
Jaga bicaramu!
Kau masih muda.
Bagaimana kalau mampir menemuiku?
CIHV yang cantik!
Hachi, apa yang kau lakukan di sini?
Menangkap ikan. Aku harus makan.
Untukmu.
Lebih baik menerima apa yang ditawarkan.
Kelihatannya enak!
Apa yang dikatakan Hachi?
Tidak ada sama sekali.
Bajingan itu! Bahkan tidak menyesal dia kembali sendirian.
Mungkin dia sendiri yang membunuh putraku. Tidak ada bedanya dengan musuh.
Jangan terlalu ramah dengan dia.
Tolong aku!
Tolong!
Tolong aku!
Ambil yang hanyut!
Dia masih hidup!
Kita bisa makan sekarang!
Ini barang mahal.
Bagaimana menurutmu?
Barang bagus, eh?
Hanya itu?
Semua petani bersembunyi di pegunungan.
Cukup sulit menemukan sebanyak ini.
Ini pekerjaan yang berisiko.
Ambilkan aku sake.
Kau beruntung.
Kau beruntung bisa kembali.
Kau punya bisnis yang bagus di sini.
Hanya selama perang saja. Aku tidak tahu sampai berapa lama.
Mereka tidak akan berhenti berperang untuk waktu yang cukup lama.
Tidak sampai salah satu pihak ada yang kalah.
Mereka akan terus melanjutkannya sekalipun menghancurkan negara.
In bisnis buat mereka.
Aku juga mengambil burung ini.
Carikan aku barang bagus.
Ushi sekarang punya bisnis yang bagus di sana.
Tentara akan cepat membeli pedang, tombak dan baju besi.
Tidak cukup banyak untuk dibagi-bagikan.
Tidak ada untuk tentara biasa,...
...jadi mereka memakai kayu atau bambu runcing.
Memang bisnis yang bagus.
Kudengar kalian melakukan pekerjaan dengan baik.
Berapa orang yang kalian bunuh?
Itu urusan kami!
Kau jangan ikut campur!
Apakah menurutmu kita tidak sebaiknya bekerja sama?
Aku sudah terlatih dalam perang.
Aku bisa berguna.
Itu urusan kami. Kami bisa melakukannya sendiri.
Kau membenciku karena aku kembali sendiri?
Aku tak peduli apa yang kau lakukan. Urus saja urusanmu sendiri.
Bagaimana kalau menjadikan aku sebagai suaminya?
Idiot! Jangan bodoh!
Kami akan kembali.
Pulang ke rumah.
Orang tiada guna itu!
Dia mengejarmu.
Kau lihat matanya? Seperti anjing mengejar betinanya.
Dia mengendusmu.
Kau jauhi dia!
Bajingan itu sedang bergairah!
No comments yet. Be the first to leave one.