İlk 200 satır.
diriku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
aku datang untuk berhenti, berhenti untuk berkaca
pada hari di mana aku harus meratapi diri
kenanganku terbentang menjadi abadi
dan kusadari diriku tak bisa mencari kebenarannya
aku pun jadi selalu menyakiti diri
menangis sendirian di sudut hatiku
masa lalu menyuruhku jangan menyerah
namun semua mengalir layaknya air di sungai
"penyesalan," aku ingin sekali mengatakannya
tapi aku kehilangan kesempatanku di hari itu
aku menunggu, menunggu dirimu
sampai esok hari berjalan seperti masa lalu
hari ini aku menyakiti diriku lagi
mengukir bekas luka agar selalu kuingat
karena ku tak ingin melupakan dirimu
boku dake ga miteta kimi no koto
kako mo mirai na
kanashimi mo yorokobi mo
subete
otona ni narutte kitto yasashikunaru
koto dato shinjiteita
kodomo no koro no boku no mama ni
kimi no koto mamoritai to omou
kurayami kara mezametemo
boku wo machiuketeru kanata de
futari wo kakushita kono machi ni
daremo shiranai yuki ga futteita
kimi wa boku no mune ni kizamareta
ichiban fukai kizuato no you de
kimi ga warau
bou no sekai no
uta torimodosu yo
hanya akulah satu-satunya yang mengawasimu
masa lalu maupun masa depanmu
penderitaanmu maupun kegembiraanmu
segalanya
aku percaya seseorang akan menjadi lebih baik hati
saat mereka sudah lebih dewasa
namun diriku masih tak berubah dari saat kecil
karena aku masih ingin melindungimu
selagi diriku terbangun dari kegelapan
cakrawala yang luas di depan menantiku
kota yang menyembunyikan kita berdua
tertutupi salju sampai tak diketahui siapapun
di dalam lubuk hatiku ini
dirimulah luka yang terbesar yang pernah terukir
di dalam dunia ini
yang biasa membuatmu tersenyum
akan kurebut kembali
nyanyian yang membuatmu tersenyum
1 Maret, 18 tahun lalu.
Seperti biasa, Hinazuki berdiri sendirian di taman.
Kupikir saat itu belum ada jam 6 sore.
Saat itu, aku dalam perjalanan menuju tempat persembunyian.
Aku mencari sarung tanganku yang hilang.
Aku tak ingat apakah memang sarung tanganku terjatuh di sana.
Setelah meninggalkan tempat persembunyian, aku melihat ke arah tepi sungai
dan melihat Bang Yuuki duduk di sana, menghadap sungai.
Setelah itu, aku menghadap kembali ke taman.
Hinazuki pun menghilang.
24 Februari
Baiklah, semuanya perhatikan papan tulis.
Kayo Hinazuki akan menjadi korban pertama dalam serial penculikan dan pembunuhan
seminggu dari sekarang.
Maret
Hari X.
Dengan aman melalui 1 Maret
dan menghabiskan esok hari bersama Hinazuki di pesta ulang tahunku...
Itu akan mengubah masa depan.
Akan kupastikan kejahatan itu tidak terjadi.
DIHAPUS
25 Februari 1988
Pagi, Satoru.
Pagi.
Sarapannya siap sebentar lagi.
Iya...
Selamat makan.
Hei, Ibu...
Sabtu depan, aku mau keluar.
Kencan?
Bu-Bukan!
Kami semua mau ke Gudang Ilmu.
Oh, sayang sekali.
Padahal kalau kencan, mau ibu kasih uang.
Yang bener?
Beneran kencan, 'kan?
Iya.
Harusnya kau ajak dia ke sini.
Kita ajak dia makan rebusan.
Hinazuki ke sini pas pesta ulang tahun.
Oh. Hinazuki, dari blok kelima.
Pertanyaan-pertanyaannya mulai menjurus nih...
Hati-hati kalau keluar.
Terima kasih.
Cepat habiskan sarapanmu.
Iya!
Berdiri.
Beri salam.
Sampai ketemu lagi!
"Liveman" segera dimulai! Keren, 'kan?
Iya!
Kalau "falcon" apa enggak keren?
Kurang!
Kau tahu banyak, ya.
Sabtu...
Aku akan menjauhkan Hinazuki
dari rumahnya atau, lebi tepatnya, perlakuan kejam ibunya.
- Pak! - Pak!
Ada apa?
Aku belum paham yang ini, tolong jelaskan.
Yang mana coba...
Kegenitan mereka bikin jengkel saja.
Bapak tahu semuanya, ya.
Sampai saat ini,
kau sama genitnya seperti mereka, 'kan?
Jangan keras kepala.
Kau juga boleh ikutan seperti mereka, kok.
"Kok"?
Mau kelihatan keren, ya?
Sial.
Pak Guru mengira aku maling.
Kau juga menganggapku maling.
Sudahlah.
Hei, kalian. Aku punya ide.
Apa, Satoru?
Um...
Gimana kalau kita ke Gudang Ilmu pas hari Sabtu?
Nanti Hinazuki juga kuajak.
Ide bagus!
Maaf, Satoru.
Pas hari itu aku ada urusan, jadinya enggak bisa ikut.
O-Oh...
Maaf, Satoru.
Aku juga ada urusan penting, jadinya gak bisa ikut.
I-Iya.
Aku sih mau ikut, tapi ada urusan juga.
A-Aku juga.
Oh...
Lebih baik kalau kau dan Hinazuki saja yang ke sana!
Sampai jumpa!
Fujinuma...
Ada apa?
Enggak...
Aku bilang sama mereka enggak bisa main pas hari Sabtu, soalnya mau ada kencan denganmu.
Apa aku harus bilang begitu?
Aku mengatakannya...
Tapi...
ibu menyuruhku cepat pulang pas hari Sabtu.
Ada tempat yang mau kutunjukkan padamu.
Aku akan coba bicara dengan ibumu.
Kenya...
Bisa ke ruang guru sebentar?
Enggak boleh.
Aku tak percaya dua bocah keluar ke suatu tempat bersama.
Kami bukannya mau main-main.
Tapi juga pengalaman belajar.
Kau bisa belajar di rumah.
Kayo membantuku di rumah saat hari Sabtu.
Membantu? Membantu apa?
Membantumu mengeluarkan stres?
Aku tak perlu memberitahumu.
Kenapa kau sangat ingin Hinazuka tinggal di rumah?
Aku bisa memikirkan beberapa alasan!
Pertama, kalian berdua anak-anak.
Jika sesuatu terjadi, siapa yang akan bertanggung jawab?!
Dia membalikannya padaku.
Ada apa denganmu?
Membawa putriku yang muram ke suatu tempat...
Apa yang kau dapatkan?
Saat menyelamatkan teman, tak ada yang namanya mendapatkan atau kehilangan!
Menyelamatkan?
Menyelamatkan Kayo dari apa?
Kau pikir, kau pangeran yang mengendarai kuda putih?
Sial.
Aku seharusnya tak boleh memancingnya.
Bagaimana menurutmu, Kayo?
Kau ingin pergi bersama anak ini?
Jangan ngawur, bocah genit!
Ibu!
Hentikan, Bu Hinazuki.
Kau tak boleh memanggil anak kecil "bocah genit."
Bu... Fujinuma...
Ini bukan urusanmu.
Setengahnya jadi urusanku.
Anakku memperlihatkan motivasi dalam apa pun yang dia lakukan.
Dan aku ingin membantunya.
Karena, aku ini orang tuanya.
Kupikir rumah tanggamu dan aku sama.
Lain kali, berkunjunglah ke rumahku buat ngobrol, gimana?
Kayo, masuk.
Iya.
Sabtu... Janji, ya.
Apa aku mengganggu?
Tidak. Terima kasih.
Aku berangkat kerja lebih awal.
Beruntung sekali aku melihat kalian berdua dan membuntuti sampai sini.
Kau mengikuti kami?!
Tentu saja, aku becanda.
No comments yet. Be the first to leave one.