ERASED

ERASED (僕だけがいない街)

Indonesian Altyazısını İndir

Sürüm bilgisi

Boku Dake ga Inai Machi Episode 4 Subtitle Indonesia
Şunun yorumuyla Leo_Link
Boku Dake ga Inai Machi Ep.4 Subtitle Indonesia [720p].. .Thanks to Hikonime.blogspot.com

Etiketler

other
Yayınlandı: 2016-01-30
İndirmeler: 55
İşitme Engelliler: No

Indonesian altyazı önizlemesi

İlk 200 satır.

diriku menunggu, menunggu dirimu

sampai esok hari berjalan seperti masa lalu

aku datang untuk berhenti, berhenti untuk berkaca

pada hari di mana aku harus meratapi diri

kenanganku terbentang menjadi abadi

dan kusadari diriku tak bisa mencari kebenarannya

aku pun jadi selalu menyakiti diri

menangis sendirian di sudut hatiku

masa lalu menyuruhku jangan menyerah

namun semua mengalir layaknya air di sungai

"penyesalan," aku ingin sekali mengatakannya

tapi aku kehilangan kesempatanku di hari itu

aku menunggu, menunggu dirimu

sampai esok hari berjalan seperti masa lalu

hari ini aku menyakiti diriku lagi

mengukir bekas luka agar selalu kuingat

karena ku tak ingin melupakan dirimu

boku dake ga miteta kimi no koto

kako mo mirai na

kanashimi mo yorokobi mo

subete

otona ni narutte kitto yasashikunaru

koto dato shinjiteita

kodomo no koro no boku no mama ni

kimi no koto mamoritai to omou

kurayami kara mezametemo

boku wo machiuketeru kanata de

futari wo kakushita kono machi ni

daremo shiranai yuki ga futteita

kimi wa boku no mune ni kizamareta

ichiban fukai kizuato no you de

kimi ga warau

bou no sekai no

uta torimodosu yo

hanya akulah satu-satunya yang mengawasimu

masa lalu maupun masa depanmu

penderitaanmu maupun kegembiraanmu

segalanya

aku percaya seseorang akan menjadi lebih baik hati

saat mereka sudah lebih dewasa

namun diriku masih tak berubah dari saat kecil

karena aku masih ingin melindungimu

selagi diriku terbangun dari kegelapan

cakrawala yang luas di depan menantiku

kota yang menyembunyikan kita berdua

tertutupi salju sampai tak diketahui siapapun

di dalam lubuk hatiku ini

dirimulah luka yang terbesar yang pernah terukir

di dalam dunia ini

yang biasa membuatmu tersenyum

akan kurebut kembali

nyanyian yang membuatmu tersenyum

1 Maret, 18 tahun lalu.

Seperti biasa, Hinazuki berdiri sendirian di taman.

Kupikir saat itu belum ada jam 6 sore.

Saat itu, aku dalam perjalanan menuju tempat persembunyian.

Aku mencari sarung tanganku yang hilang.

Aku tak ingat apakah memang sarung tanganku terjatuh di sana.

Setelah meninggalkan tempat persembunyian, aku melihat ke arah tepi sungai

dan melihat Bang Yuuki duduk di sana, menghadap sungai.

Setelah itu, aku menghadap kembali ke taman.

Hinazuki pun menghilang.

24 Februari

Baiklah, semuanya perhatikan papan tulis.

Kayo Hinazuki akan menjadi korban pertama dalam serial penculikan dan pembunuhan

seminggu dari sekarang.

Maret

Hari X.

Dengan aman melalui 1 Maret

dan menghabiskan esok hari bersama Hinazuki di pesta ulang tahunku...

Itu akan mengubah masa depan.

Akan kupastikan kejahatan itu tidak terjadi.

DIHAPUS

25 Februari 1988

Pagi, Satoru.

Pagi.

Sarapannya siap sebentar lagi.

Iya...

Selamat makan.

Hei, Ibu...

Sabtu depan, aku mau keluar.

Kencan?

Bu-Bukan!

Kami semua mau ke Gudang Ilmu.

Oh, sayang sekali.

Padahal kalau kencan, mau ibu kasih uang.

Yang bener?

Beneran kencan, 'kan?

Iya.

Harusnya kau ajak dia ke sini.

Kita ajak dia makan rebusan.

Hinazuki ke sini pas pesta ulang tahun.

Oh. Hinazuki, dari blok kelima.

Pertanyaan-pertanyaannya mulai menjurus nih...

Hati-hati kalau keluar.

Terima kasih.

Cepat habiskan sarapanmu.

Iya!

Berdiri.

Beri salam.

Sampai ketemu lagi!

"Liveman" segera dimulai! Keren, 'kan?

Iya!

Kalau "falcon" apa enggak keren?

Kurang!

Kau tahu banyak, ya.

Sabtu...

Aku akan menjauhkan Hinazuki

dari rumahnya atau, lebi tepatnya, perlakuan kejam ibunya.

- Pak! - Pak!

Ada apa?

Aku belum paham yang ini, tolong jelaskan.

Yang mana coba...

Kegenitan mereka bikin jengkel saja.

Bapak tahu semuanya, ya.

Sampai saat ini,

kau sama genitnya seperti mereka, 'kan?

Jangan keras kepala.

Kau juga boleh ikutan seperti mereka, kok.

"Kok"?

Mau kelihatan keren, ya?

Sial.

Pak Guru mengira aku maling.

Kau juga menganggapku maling.

Sudahlah.

Hei, kalian. Aku punya ide.

Apa, Satoru?

Um...

Gimana kalau kita ke Gudang Ilmu pas hari Sabtu?

Nanti Hinazuki juga kuajak.

Ide bagus!

Maaf, Satoru.

Pas hari itu aku ada urusan, jadinya enggak bisa ikut.

O-Oh...

Maaf, Satoru.

Aku juga ada urusan penting, jadinya gak bisa ikut.

I-Iya.

Aku sih mau ikut, tapi ada urusan juga.

A-Aku juga.

Oh...

Lebih baik kalau kau dan Hinazuki saja yang ke sana!

Sampai jumpa!

Fujinuma...

Ada apa?

Enggak...

Aku bilang sama mereka enggak bisa main pas hari Sabtu, soalnya mau ada kencan denganmu.

Apa aku harus bilang begitu?

Aku mengatakannya...

Tapi...

ibu menyuruhku cepat pulang pas hari Sabtu.

Ada tempat yang mau kutunjukkan padamu.

Aku akan coba bicara dengan ibumu.

Kenya...

Bisa ke ruang guru sebentar?

Enggak boleh.

Aku tak percaya dua bocah keluar ke suatu tempat bersama.

Kami bukannya mau main-main.

Tapi juga pengalaman belajar.

Kau bisa belajar di rumah.

Kayo membantuku di rumah saat hari Sabtu.

Membantu? Membantu apa?

Membantumu mengeluarkan stres?

Aku tak perlu memberitahumu.

Kenapa kau sangat ingin Hinazuka tinggal di rumah?

Aku bisa memikirkan beberapa alasan!

Pertama, kalian berdua anak-anak.

Jika sesuatu terjadi, siapa yang akan bertanggung jawab?!

Dia membalikannya padaku.

Ada apa denganmu?

Membawa putriku yang muram ke suatu tempat...

Apa yang kau dapatkan?

Saat menyelamatkan teman, tak ada yang namanya mendapatkan atau kehilangan!

Menyelamatkan?

Menyelamatkan Kayo dari apa?

Kau pikir, kau pangeran yang mengendarai kuda putih?

Sial.

Aku seharusnya tak boleh memancingnya.

Bagaimana menurutmu, Kayo?

Kau ingin pergi bersama anak ini?

Jangan ngawur, bocah genit!

Ibu!

Hentikan, Bu Hinazuki.

Kau tak boleh memanggil anak kecil "bocah genit."

Bu... Fujinuma...

Ini bukan urusanmu.

Setengahnya jadi urusanku.

Anakku memperlihatkan motivasi dalam apa pun yang dia lakukan.

Dan aku ingin membantunya.

Karena, aku ini orang tuanya.

Kupikir rumah tanggamu dan aku sama.

Lain kali, berkunjunglah ke rumahku buat ngobrol, gimana?

Kayo, masuk.

Iya.

Sabtu... Janji, ya.

Apa aku mengganggu?

Tidak. Terima kasih.

Aku berangkat kerja lebih awal.

Beruntung sekali aku melihat kalian berdua dan membuntuti sampai sini.

Kau mengikuti kami?!

Tentu saja, aku becanda.

More Indonesian subtitles for ERASED

Yorumlar

No comments yet. Be the first to leave one.

Keep it about this subtitle — sync, quality, typos.500 characters left