İlk 200 satır.
- Bisakah kita ke dalam? - Aku tidak mau ke dalam.
Apa kamu tahu ini sudah jam berapa?
- aku tidak peduli ini jam berapa! - Sudah berapa lama kamu di luar sini?
Kamu bukan ayahku, jadi jangan mengaturku, mengerti?
- Kapan aku mengatakan aku adalah ayahmu? - Aku tidak peduli!
- Memikirkan keluargamu? - Inilah keluargaku.
- Ini keluargamu? - Ya, benar.
- Apa menurutmu ini, huh? - Aku tidak peduli.
- Apa? - Apa?
- Pulanglah bersamaku. - Lepaskan aku!
- Fahad. - Yo, Bobby!
- Kamu baik-baik saja? - Kamu tahu kan? Semua baik-baik saja.
Masalah keluarga. Anak muda ini... Jadi berapa lama kamu akan pulang?
Oh, uh... Aku keluar, jadi...
- Keluar? Benarkah? - Yeah.
Apa yang terjadi? Taliban mengalahkan kamu lagi?
Atau kamu bergabung mereka sekarang?
- Jadi, apa yang mau kau lakukan sekarang? - Aku tidak tahu.
Tidak tahu.
Aku tidak bercanda, ia merampok tempat itu dengan pistol.
Mereka memenjarakannya selama 2 tahun. 2 tahun! Seorang pemerkosa lebih ringan dari itu.
Dua gelas.
Lagipula...
Dia berkata, dia mau melakukan itu karena tidak seorangpun menerimanya bekerja.
Kita mati seperti lalat di luar sini.
Tidak seorangpun peduli, Kita veteran,
tidak punya tujuan. Kamu mau itu?
Tidak.
Aku terus bermimpi tentang Tomo terkena tembakan di paha dengan senjata kaliber 40.
Kecuali, dalam mimpinya, Aku menyelamatkan kita semua.
Maksudku, granatnya tetap meledak ketika mengenainya...
juga tetap membunuhnya.
Bagaimana mungkin?
- Apa kamu mengerti maksudnya? - Apa?
Kamu terlihat... Ada masalah apa, kamu baik-baik saja?
Ya, tidak, aku baik-baik saja.
- Cheers. - Trims.
Jangan mengkahawatikannya, kawan, tidak akan terjadi apa-apa pada kita,
karena aku punya rencana untuk kita.
Penerjun payung tidak mati. Kita berkumpul lagi di neraka.
- Cheers. - Cheers.
Ada apa, Miller! Apa kamu buta?
Ini wilayah kami, mengerti?
- Itu sungguh kasar, kawan! - Ini sudah larut, benarkan anak-anak?
Sekarang, menjauhlah.
Kamu akan mati, Miller!
Jadi kamu "Call of Duty" di kehidupan nyata?
Kudengar kamu mengajarkan anak buahku caranya bermain.
Kamu tahu...
Kamu harusnya mengajarinya, kalau dia mau bermain-main dengan senjata,
dia harus belajar cara menggunakannya.
Mereka masih muda, huh? Mereka hanya mencari reputasi.
Mereka salah mengira senjatalah yang memberi mereka kekuasaan, tapi rasa hormat.
Dan jangan khawatir, waktuku banyak.
Aku bukan anak buah, kamu tahu kan. Dan aku tidak bersenjata.
Kamu tahu, aku bisa menggunakan tenagamu dalam operasiku.
Mengajari orangku pertempuran kota, mengajari mereka cara menembak yang benar.
Kamu tidak mau mengubah rumahmu jadi arena perang, iya kan?
Lihat sekitarmu. Syukuri tempat ini.
Biar kuberitahu sesuatu: Kamu sudah bekerja denganku.
Taliban, mereka tidak menjual narkoba sebelum 9/11.
Kalian tidak memerangi perdagangan narkoba... Kalian melindunginya.
Militer mencuci otakmu, kawan, agar mempercayai...
invasi itu adalah memerangi al-Qaeda...
Menangkap Mr. Bin Laden, yeah? Maaf membuatmu terkejut, prajurit.
Itu semua adalah memproteksi jalur supply.
Memastikan bahwa opium dari Afghan sampai ke orang Russia.
Lalu mereka menyerahkannya ke KLA (Kashmir Liberation Army) untuk membawanya masuk.
Dan semuanya, dilindungi oleh CIA.
Pemerintah memerlukan produkku.
Itu satu-satunya jalan untuk menghasilkan uang yang cukup untuk bank mereka, mengerti?
Likuiditas. Maksudku, semua uang ini, harus pergi ke suatu tempat.
Masuk ke bank mereka, keluar dengan bersih.
Selalu ada perang yang menunggu untuk menyergapmu, Miller.
Ayolah, kamu harusnya tahu itu!
Lagipula... seperti dikatakan bosmu, Bush: "Apakah kalian bersama kami"...
"atau melawan kami". Pikirkanlah.
Akan kutemui lagi kau nanti, prajurit.
- Kamu baik-baik saja kawan? - Yeah.
Apa kabar? Kamu baik-baik saja?
- Chris, Robert Miller. - Hallo, pak. Senang bertemu anda.
- Senang bertemu kamu, kawan. Silahkan duduk. - Terima kasih, pak.
Danny, bisa kamu ambilkan dia minuman?
Jadi, kalian berdua bersaudara, iya kan?
- Apa maksudnya? - Kalian berdua bersaudara?
Iya, tapi kami berbeda ibu, ayah yang sama.
Kudengar kamu seperti pahlawan.
- Siapa yang mengatakannya, apa Dan? - Bukan.
- Bukan, aku spesialis ahli kelakuan manusia. - Benarkah?
Ngomong2, aku tahu militer punya rencana besar untukmu.
Mengapa kamu berhenti?
- Afghanistan? - Iya.
Aku tidak punya semangat lagi, kalau kamu mengerti maksudku, pak?
Kita bernegosiasi dengan Taliban sebelum para politisi mengetahuinya.
- Apa kamu sudah punya pekerjaan? - Belum.
Kemampuanmu tidak terlalu berguna di dunia sipil, iya kan?
Jadi, Danny, temanmu Miller ini memberitahuku...
kamu terjatuh sangat dalam di kloset, Kamu berada di Narnia.
Jadi, dia ikut atau tidak?
Kenapa kamu tidak duduk saja dan diam.
- Cheers, lads. - Cheers.
Yeah.
Anak-anak ini berpikir Jones sangat jahat...
semuanya karena dia membunuh Errol Cox untuk wilayahnya.
dan Errol dulunya seorang psycho, kamu mengerti?
Jones akan membunuh saudara kecilku, kamu tahu.
Keluargaku tidak datang ke negara ini, untuk masalah ini.
Keparat! Mungkin aku harus membunuh Jones sendiri.
Apa yang perlu kamu lakukan...
adalah... bawa Ryan keluar dari wilayahnya, lalu, kamu berdua...
pergilah sejauh mungkin dari sini.
Keluar sana? Bagaimana aku bisa bertahan diluar sana?
Berapa banyak Taliban yang kamu bunuh di Afghanistan, Bobby?
Ratusan.
Baiklah, hidupkan.
Fawaz Abdullah. Dia berkebangsaan Inggris, asalnya dari Saudi.
Dia datang kesini untuk sekolah dan benar-benar memanfaatkan waktunya.
Menghancurkan apa saja dan mabuk sampai masuk Ruang Operasi
Lalu dia pulang, dan menemukan Tuhan.
Pergi untuk tinggal bersama suku Balochistan, di daerah Pakistan.
Ziarah spiritual ke tempat kelahiran Ramzi Yousef.
Dia lulus madrasah di Pakistan,
Kamp pelatihan al-Qaeda di Afghanistan tahun 90an.
Dia betul-2 berkomitmen.
Dia di bekingi oleh banyak orang Saudi kaya,
yang bersimpati dengan alasannya.
Dia sangat terorganisasi dan sangat disiplin.
Beberapa tahun yang lalu... menghilang ke Peshawar.
Dua tahun yang lalu, dia terlihat disini di London.
Aku mencari orang yang dapat diandalkan, yang bisa dipercaya.
Aku menghargai tawarannya.
Aku menawarimu kesempatan untuk menyelesaikan pekerjaanmu sekarang.
Jadi, apa yang harus kulakukan?
- Delta, Bravo, check. - Delta, okay.
Bravo, okay.
Stand by, stand by.
Dua target bergerak menuju Jaguar hitam. Plat nomor R-2-8-2.
- 2-8-2. - Menuju ke bukit.
Menaiki bukit.
Target sedang bergerak.
- Dia berbelok ke kiri dari jalan utama. - Dimengerti.
Stop, stop, stop. Disebelah kanan, 200 dari jalan raya.
Mengerti.
Mengganti kendaraan ke X5 hitam...
Tiga terakhir: Victor-Tango-Lima. - Mengerti.
Bergerak ke jalan raya, ulangi, bergerak ke jalan raya.
Mereka sudah berjalan.
Bobby, target sudah berjalan.
Mengerti, biarkan mereka berjalan, tetap awasi mereka.
Apa yang kamu lakukan?
Dia bukan prioritas, kita fokus pada targetnya.
Negative, percayalah padaku kali ini, Dan. Apa kamu punya mata?
Sekarang targetnya bergerak.
- Dia belok kanan dari jalan utama. - Dimengerti.
Stop, stop, stop. Dia keluar mobil, berjalan menjauh.
Dimengerti.
Aku akan mengikutinya.
Dia belok ke kiri pada persimpangan, kamu tangkap dia, yeah.
Bangun.
- Jam berapa sekarang? - Tengah malam.
Berikan waktu dua jam lagi, kalau tidak ada gerakan, aku akan masuk kedalam.
Adalah idenya Dan, untuk mengikuti pria itu.
Dan, kamu harus membereskannya untukku, bisakan?
- Yeah. Sampai jumpa. - Yeah.
- Hanya itu saja? - Sedikit lagi. Ikuti aku.
Robert Miller, Jerry dari Departemen Dalam Negeri.
- Hallo Sir, senang bertemu denganmu. - Chris memberitahuku, anda bertugas di Paras.
Aku mendengar tentang penyergapan di Kajaki. Sangat heroik.
Tergantung sudut pandungmu.
Sangat membingunggkan, perang melawan teror ini.
Musuh kita tidak berbeda antara sipil dan militer.
Ada 2000 dicurigai teroris beroperasi di Inggris saja...
dan terus meningkat setiap hari. Silahkan duduk.
Terima kasih, pak.
Contest 2 Program.
Inisiatif pemerintah...
60,000 orang sipil dilatih, untuk menghadapi ancaman teroris.
Semua orang dari manager pusat perbelanjaan, sampai satpam.
Chris dan aku, berperan sebagai... konsultan program itu.
Tanpa mengurangi rasa hormat, Akan kuluangkan waktuku, pak.
Benarkah? Tanpa syarat.
Dan akan kuminta pertolonganmu sekali lagi.
Ini adalah urusan yang kita pilih.
Permainan besar Conolly, masih dimainkan.
Kita perlu orang, dengan kemampuan khusus sepertimu.
Sampai hari ini kami masih belum tahu, plot yang kamu bongkar benar-benar ada.
Tapi kami harus percaya.
Apa kamu mengenali wanita muda ini? Namanya Alayna Wallace.
- Yeah, aku melihatnya dengan Abdullah. - Dia informan kami.
Informan? Kami diberitahu al-Qaeda tidak pernah menggunakan wanita.
Semua parasit beradaptasi ke induk semangnya dan berevolusi.
Hanya masalah waktu.
Kenapa dia? Apa yang spesial dari dia?
Karena dia menjembatani dua dunia,
timur dan barat, dan dia bisa bergerak bebas di keduanya.
Dia bertemu Abdullah, di Universitas London, sebagai mahasiswa.
Dia mau mebuatnya menjadi radikal.
Tapi dia malah datang kepada kami.
Kami belum bisa kontak dengannya, selama tiga bulan terakhir.
Kami kira ada plot yang lain,
No comments yet. Be the first to leave one.